Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Kesal dan Marah


__ADS_3

"Jadi, si Meta pernah pacaran sama Bang Azlan.....?" Nela ternganga tak percaya.


"Ya..., menurut foto itu begitu!" Sahut Dara tak bersemangat.


"Kalo dilihat dari fotonya, mereka pacaran saat laki Lu blm jadi teknisi!" Simpul Nela.


"Itu artinya, jauh sebelum kita kerja disini dong! Sebelum Bang Azlan jadi Teknisi tiga tahun yang lalu." Sambung Nela yakin dengan kesimpulannya.


"Terserahlah, Gua gak ada urusan sama dua orang itu, mau tiga tahun yang lalu atau lebih kek, gak ada urusan sama Gua!" Gerutu Dara cuek.


"Iya dulu gak ada urusan, tapi sekarang Azlan ada urusan sama Lu!" Timpal Nela.


"Urusan apa?" Sergah Dara. "Menaklukan hati Elu yang mulai jatuh cinta, wakwakwak....!" Seloroh Nela sambil tertawa.


"Isss gila Lu Nel, siapa yang jatuh cinta?" Sangkal Dara merengut sambil membenarkan posisi duduknya. "Alah.... ngaku aja Lu, buktinya Elu sampai bawa murung ke pabrik, terus saat Bang Azlan bawain bekal, Elu cuma diam dengan memasang muka jutek!" Gertak Nela..


"Siapa murung.....?" Balas Dara sambil mencebikkan bibir bawahnya. "Murung kembarannya Mbah Mijan....," seloroh Nela kesal.


"Hayo ngaku, Elu cemburu kan sama si Meta?" Tuding Nela.


"Apa sih Nela..... Gua gak cemburu, Gua cuma kesal!" Sahut Dara berang.


"Nah kesal kan, artinya Elu ada tanda-tanda cinta nih. Pasti kemarin itu cemburu makanya uring-uringan." Simpul Nela lagi ngotot.


"Elu ini ngotot amat sih, Gua gak cemburu tapi Gua benar-benar kesal Nel.....!"


"Kesal kenapa.....?" Nela makin penasaran.


"Kesal aja, Bang Azlan untuk dapatin Gua bela-belain dia ambil jalan curang, dia jatuhin harga diri Gua depan orang-orang, sekarang setelah apa yang dia dapat, dia masih nyimpen foto mantannya. Dan kagetnya lagi mantannya itu adalah Kak Meta Gua pikir Kak Meta cuma naksir akhir-akhir ini, rupanya dia masih ngejar-ngejar Bang Azlan." Dara menjeda bicaranya sejenak.


"Kalau memang Bang Azlan cinta sama Gua bela-belain berbuat curang untuk dapatin Gua, gak perlu dia masih simpan-simpan foto mantannya. Apa maksudnya coba? Gua merasa harus mengakhiri hubungan ini, yang dari awal sudah gak baik." Lanjut Dara pajang. Ada binar kecewa di wajah Dara saat dia mengakhiri kalimatnya. Tarikan nafasnya pelan dan rona mukanya merah tanda kecewa.


"Jadi karena foto mantannya yang masih disimpan, terus Elu menyerah?" Balas Nela..


"Gua bukan menyerah, dari awal Gua gak pernah memperjuangkan ini semua. Ini cuma maunya Bang Azlan, harusnya dia menjaga usaha kerasnya yang curang itu, dengan tidak menyimpan foto mantannya." Seloroh Dara penuh penekanan.

__ADS_1


"Dari sini Gua bisa menilai, sebenarnya Elu udah mulai ada rasa sama Bang Azlan, meski dimulut Elu bilang tidak." Simpul Nela.


"Ahhh...... sebal Gua bicara sama Elu, bisanya nyimpulin sendiri. Sok tahu." Kesal Dara seraya menyambar bantal dan menjatuhkan tubuhnya dikasur tanpa pedulikan Nela.


"Tidur Nela...... mau nungguin apa lagi....?" Peringat Dara yang kesal melihat Nela yang masih belum puas dengan jawaban Dara.


"Gua baring dimana nih, masa ngikut kaya Bang Azlan kepalanya disana?" Tunjuk Nela ke arah dimana kepala Azlan biasa terbaring. "Sini.... sebelah Gua....!" Ucap Dara sambil nepuk-nepuk kasur sebelahnya.


"Lagian kalau Gua tidur ditempatnya Bang Azlan, yang ada Gua bakal dikejar-kejar laki Lu, bisa gagal deh Bebeb Gua ngajak nikah." Seringai Nela bergidig ngeri.


"Kepedean.....!" Ledek Dara.


"Geser dong Dar, masa Gua mepet banget di tembok?" Protes Nela sambil uyek-uyek.


"Bisa diam gak Nel tubuh Elu itu uyek-uyekan, kaya orang kebelet pipis." Dara protes balik.


" Ihhh.... susah amat nginep di kontrakan IRT, banyak nying nyong." Gerutu Nela.


"Udahlah Nela, Gua udah ngantuk tahu....!" Peringat Dara kesal.


Pagi menjelang.


"Dar, Gua balik ya!"


"Buru-buru amat sih Nel, baru jam 6. Belum sarapan.!" Protes Dara.


"Kalau kesiangan, Gua gak enak sama laki Lu. Lagian Elu gak ijin kalo Gua nginep disini." Nela bikin alasan. "Gak enak segala..... nanti habis sarapan. Gua mau bikin mie!" Cegah Dara.


"Udah gak usah, lagian mie banyak di kontrakan Gua." Tolak Nela.


"Terserah Elu dah....!" Ucap Dara pasrah.


"Dar, sebaiknya Elu omongin sama laki Lu. Elu tanya perihal foto itu sebelum Lu ambil keputusan. Sayang banget nikah paksa baru sebulan, udah mau menyerah. Kan lumayan tuh kontrakan gak bayar, makan gak keluar duit!" Seloroh Nela sebelum keluar dari pintu kontrakan Dara.


"Aduhh Nela, apaan sih omongan Lu. Ngasal aja. Udah sebaiknya Elu emang benar-benar pulang." Usir Dara kesal.

__ADS_1


"Saran Gua nih, nanti berangkat kerja agak telat dikit biar diantar Bang Azlan. Biar si Meta melihat Elu barengan sama Bang Azlan." Saran Nela sebelum beranjak sambil cekikikan. "Husss.....!" Dara menghempas-hempaskan tangannya mengusir Nela.


Jam tujuh lewat 15 menit Azlan tiba di kontrakan


Seperti biasa salamnya gak ada balasan. Azlan melihat keseluruh ruangan yang cuma 4x4 meter, tapi tidak ditemukannya Dara.


Saat sedang mencari-cari sosok yang dicari, tiba-tiba Dara datang dari arah luar seraya menenteng kantong kresek hitam. Azlan tersenyum lega.


"Dari mana Dek?" tanyanya. "Dari warung Mpo Lela beli kue!" Jawab Dara datar.


"Abang tadi udah belikan makanan!" Ucap Azlan sambil meletakkan kantong kresek. Dara tidak menggubris. Dia berlalu ke dapur dan membawa piring untuk wadah kue.


Dara meletakkan kue itu dipiring, secangkir teh manis hangat ikut melengkapi. Ada berbagai macam kue basah dan kering. Tanpa basa-basi Dara menyuap satu demi satu kuenya sambil menyalakan TV.


Azlan ikut duduk disebelah Dara sambil membuka makanan yang dia beli tadi. Dia sodorkan ke arah Dara yang masih sibuk mengunyah kue.


"Gimana Dek, bajunya suka?" Tanya Azlan memulai pembicaraan.


Sejenak Dara memicingkan mata ke arah Azlan. Dara tidak menjawab. Kalau boleh jujur sebenarnya hati Dara berkata sangat suka dengan baju pemberian Azlan itu, namun rasa kecewa terlampau menguasai dirinya.


"Ayo dong Dek bicara....., kenapa sih Adek diamin Abang lagi?" Desak Azlan.


"Dek, sebenarnya ada yang mau Abang omongin serius dengan Adek!" Ungkap Azlan.


Dara mengerutkan keningnya heran. Apa yang mau dibicarakan Bang Azlan dengan serius? Hati Dara bertanya-tanya.


"Dua minggu lagi kita ada long weekend Dek, Abang ada rencana mengajak Adek ke kampung, untuk mengenalkan Adek pada keluarga Abang." Ungkap Azlan yang sontak membuat Dara terbelalak.


"Apa....., mengajak Dara ke kampung?" Sentaknya seraya menatap nyalang wajah Azlan.


"Tidak akan pernah sampai Dara diperkenalkan, hubungan kita sudah END." Ucap Dara tegas seraya menekankan kata "end".


Azlan tersentak kaget dengan apa yang Dara ucpakan barusan.


" Gak perlu tersentak, Dara juga ada yang mau diomongin, SERIUS." Tekan Dara. Azlan menatap Dara dalam penuh tanda tanya.

__ADS_1


Apa coba yang mau Dara omongin? Ayo teman-teman readers yang baik hati, dukung karya saya, kasih like, komen, Favorite atau vote atau apa saja. Dukungan kalian semangat buat saya. Ayo dong berlomba-lomba beri dukungan mungpung masih bulan puasa, biar pahalanya mengalir. Trmksh sebelumnya.


__ADS_2