Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Anggap Seorang Kakak


__ADS_3

Suatu hari Pak Akbar mengundang Wisnu makan malam di kediamannya. Acaranya sangat privat dan tertutup. Wisnu tidak tahu apa sebetulnya maksud Pak Akbar mengundang makan malam di kediamannya. Acara makan malam hanya dihadiri mereka bertiga yakni, Wisnu, Pak Akbar, dan istrinya.



Makan malam berjalan diiringi obrolan santai. Pak Akbar nampak hangat terhadap Wisnu. Wisnu selain sebagai pengawal pribadinya, sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Pak Akbar dan istrinya. Wisnu merasa tersanjung dan merasa dirinya dihargai.



Sampai pada sebuah obrolan yang sedikit sensitif, Pak Akbar memulai obrolan itu dengan sangat hati-hati.


"Wisnu, saya ingin mengutarakan satu hal. Saya ingin dan berniat menjodohkan kamu dengan Jeny anak bungsu saya. Apakah kamu tidak keberatan?" Pak Akbar berbicara langsung pada intinya. Tanpa basa-basi dan langsung seakan menampar Wisnu yang sedang serius mendengarkan maksud Pak Akbar mengundang makan malam kali ini.


Wisnu terperangah sejenak. Dia bingung harus menjawab apa ditodong sebuah niat baik dari Pak Akbar yang tiba-tiba dan tidak pernah Wisnu sangka sebelumnya. Pak Akbar menatap lekat ke arah Wisnu yang masih belum merespon.



"Saya... minta maaf sebelumnya. Sebab, kemungkinan niat Bapak tidak bisa saya kabulkan, dikarenakan saya dalam waktu dekat ini merencanakan pernikahan dengan kekasih saya," alasan Wisnu yang sepenuhnya benar-benar bohong. Entah ide dari mana dia bisa mengatakan alasan itu. Namun bagi Wisnu hanya itu yang bisa membuatnya terhindar dari perjodohan dirinya dan anak Pak Akbar.



Bukan apa-apa, Wisnu tahu sepak terjang Jeny. Jeny perempuan muda yang tidak mau dilarang-larang, wataknya keras kepala, dan kadang membantah apa yang diperintahkan orang tuanya, bagi Wisnu belum pantas menjadi seorang istri. Selain itu Jeny masih suka main-main sama teman-temannya dan hura-hura. Dan bukan rahasia umum lagi, desas-desus beredar Jeny merupakan seorang players yang menjadi piala bergilir di kalangan pebisnis muda. Sangat disayangkan, padahal Jeny masih sangat muda, usianya saja dua tahun lebih muda dari Dara adik sepupunya.



"Ohh... santai saja Wisnu, saya tidak memaksakan niatan saya untuk kamu terima. Saya pikir kamu benar-benar sedang jomblo dan tidak ada kekasih sekarang ini. Saya minta maaf ya, tadinya saya pikir bisa mempercayakan Jeny sepenuhnya sama kamu," ucap Pak Akbar merasa tidak enak.



Wisnu tersenyum menanggapi permohonan maaf Pak Akbar, disebalik itu dia merasa bersalah sebab sudah berbohong pada Pak Akbar tentang rencana pernikahannya yang sama sekali tidak ada. Kini Wisnu dilanda bingung, rencana apalagi yang harus dia buat supaya suatu saat jika Pak Akbar bertanya tentang pernikahannya, pernikahan itu benar-benar ada.



Siapa pengantin perempuannya yang akan bersanding dengan Wisnu? Wisnu bisa saja menikah dengan perempuan manapun, sebab dia banyak digandrungi para perempuan karena ketampanannya yang paripurna, dengan tubuh yang atletis dan senyuman manis misterius yang memikat lawan jenis. Namun semua itu tidak berarti apa-apa buat Wisnu. Dia tidak sembarangan membagi ketampanan ataupun senyuman manisnya kepada setiap perempuan. Dia tipe pemilih dan susah untuk jatuh cinta.


__ADS_1


Makan malampun berakhir dengan suasana yang masih santai, walaupun tidak terjadi kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik Wisnu maupun Pak Akbar tidak akan mempermasalahkan kedepannya. Namun Pak Akbar masih berharap keajaiban dari Yang Maha Kuasa, jika anaknya suatu saat berjodoh dengan Wisnu, itu suatu hal yang sangat membahagiakan.



Hari berikutnya Pak Akbar masih memberi kepercayaan pada Wisnu untuk mengantar jemput Jeny, walau pada dasarnya Jeny ogah diantar jemput oleh Wisnu. Dan Wisnu lebih-lebih, dia sebetulnya tidak mau juga harus mengantar jemput Jeny.



"Elu pasti sebetulnya mau kan dijodohkan sama Gue oleh Papa? Secara Papa Gue, selain seorang Komandan dia juga bisnisnya di mana-mana, harta Papa banyak dan berlimpah. Elu pura-pura saja jual mahal, pake nolak secara halus segala. Padahal hidup Elu masih gini-gini saja jadi kacung Papa. Sok sok an menampik," hina Jeny menyombongkan keadaan Papanya, yaitu Pak Akbar.



"Buat apa saya sok-sok an menampik, emang dasarnya saja saya tidak mau dijodohkan dengan kamu. Saya benar-benar mau menikah dengan kekasih saya. Tidak etis, jika saya menerima pinangan yang lain."



"Cuihhh... pinangan??? Belagu jadi cowok, merasa dipinang dan merasa hebat. Cowok seusia Elu palingan sudah banyak nyicipin lubang buaya di mana-mana, secara Elu sudah 30 tahun. Mana ada cowok melajang seumur gini, masih kuat menahan hasrat. Paling suka jajan di pengkolan tuh sama waria-waria."




"Alah bullshit, paling omong doang. Dengan wajah tampan Elu, pasti sudah banyak perempuan yang Elu tiduri, lalu Elu tinggal," ejeknya meremehkan.



"Terserah kamu ya, tapi penilaian kamu itu salah besar. Tidak semua laki-laki jomblo pernah nakal atau merusak anak gadis orang lalu ditinggal. Saya punya adik perempuan yang jika ada yang merusak, pastinya bakal tidak senang. Jadi intinya saya tidak hobi merusak anak gadis orang," tegas Wisnu yang membuat Jeny terdiam tanpa bicara.



"Kamu masih muda, dan pantas menjadi adik saya. Jadi anggaplah kata-kata saya ini dari seorang Kakak. Berubahlah lebih baik, tinggalkan hal-hal yang salah di mata agama, jika kamu masih sayang sama kedua orang tuamu. Kelak, kamu akan menyesal sebab kamu menyia-nyiakan kasih sayang orang tua dengan berkhianat di belakangnya."



"Alah... tahu apa Lu tentang Gue!" sentak Jeny dengan muka yang merah.

__ADS_1


"Tahu ini....!" ujar Wisnu seraya memperlihatkan sebuah vidio rekaman yang memperlihatkan Jeny dan pria berumur memasuki hotel bintang 3 tempo hari.


"Arghhh... dasar rese, penguntit! Itu Dosen pembimbing Gue... upss....!" kesalnya seraya langsung menutup mulutnya yang merasa telah keceplosan. Lagi-lagi Wisnu mendapati seorang perempuan muda, terperosok nyata ke dalam lembah pergaulan bebas. Sangat disayangkan, padahal Jeny tidak kekurangan kasih sayang dan harta.


...****************...


Kembali ke Dara


"Dara mematut dirinya di cermin, saat perutnya kini sudah sedikit mengembang. Namun masih belum terlihat. Usia kandungannya kini berusia 4 bulan jalan. Setelah acara 4 bulanan kemarin sukses dengan mengundang Jabar dan teman-teman dekat yang lainnya, Dara begitu bahagia banget. Namun kebahagiaan itu terselip duka, atas kabar Jabar yang kini resmi bercerai dari Mbak Fina.


Dara merasa sedih, namun Jabar tetap menyembunyikan kesedihannya dengan tingkah konyol dan candaan yang membuat acara 4 bulanan menjadi semakin meriah dan heboh. Saat itupun suasananya akrab, tidak ada juga perasaan cemburu pada Azlan saat melihat Jabar tertawa dengan Dara. Karena Azlan tahu hati Dara sudah menjadi miliknya.



"Abang... lihat perut Dara, semakin buncit. Dan ini juga makin besar," rengeknya manja saat Dara mencoba daster malam yang tanpa lengan sambil menunjuk si Sasa dan Sisi. Dara nampak semakin seksi dan menggoda malam ini. Sehingga Azlan terpesona ingin melepas kangen lagi dengan Dara.



"Sini Abang elus, pasti Dede bayi kangen ya sama Papanya," raba Azlan sambil meraup wajah Dara yang semakin cantik disaat hamil ini.



"Cantik banget istri Abang, Abang jadi kangen....!" ucap Azlan berat sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Dara, lalu menyatukan bibir itu dengar lembut. Dara menyambutnya dengan pasrah. Dara memang menyukai ciuman bibir Azlan, kalau sedang berciuman nafas Azlan segar terlebih dia rajin sikat gigi dan tidak merokok.



Azlan membawa Dara ke atas ranjang dan membaringkannya. Dara berdebar-debar, pastinya kejadian sore tadi akan terulang. Azlan memanjakannya dengan sebuah rasa yang nikmat. Dan malam ini dia dan Azlan kembali merajut hasrat itu. Dara senang dengan perlakuan Azlan yang semakin hari semakin romantis dan menggebu-gebu. Kini Dara semakin cinta pada Azlan.



"Abang hati-hati ya. Nanti Dede bayinya kenapa-napa."


"Tengah saja sayang, Abang ini sudah pandai menengok Dede bayi," ucapnya seraya menyatukan kembali bibirnya dengan bibir Dara yang merah jambu.


Hai... Teman-teman pembaca, saya selalu menunggu kehadiranmu. Like dan komennya jangan lupa. Dan bagi teman Author.... plisss boom like ya, tapi cicil saja sekali boom 10 like, sbb bab saya udh byk. Boom like aja biar cepat, saya mah sudah di LIKE DOANG Alhamdulillah. Gak terlalu berharap harus dipampang di beranda, sbb karya saya cuma karya sederhana yang niatnya ingin menghibur. Tapi sukur-sukur dipampang sbb itu bisa membuat saya makin dikenal...... wkwkwkwk.... maaf saya terlalu byk bermimpi.... terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2