Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Rencana Dara


__ADS_3

Wa'alaikumussalam...! Sofia....!" jerit Dara kegirangan seraya menyambut tangan Sofia yang sudah siap ingin dipeluk. Mereka berdua saling berpelukan tanpa menghiraukan Wisnu yang melongo kaget, sebab kakinya tadi sempat terinjak Sofia saat berlari menuju Dara. Agaknya Sofia juga tidak sadar kalau Wisnu berada di teras.



"Apakabar Yuk, kok nampak kurus? Ahhh... pasti mikirin terus Kak Azlan yang sudah 6 bulan berjauhan," tebak Sofia tepat banget. Sementara Wisnu yang mendengar pembicaraan mereka nampak tidak suka. "*Apakah tidak ada topik yang* *lain untuk dibahas? Azlan lagi yang dibahas*!" rutuknya dalam hati. Wisnu nampaknya cemburu.



"Ehhh... siapa tuh... ada tamu ya?" Sofia baru menyadari akan Wisnu, lalu melangkah perlahan mendekati Wisnu yang duduk tampan di pembatas teras. "Itu A Wisnu, baru tadi pagi dia datang kesini," berita Dara.



"Benaran...? A Wisnu....!" teriaknya antusias tidak pakai jaim-jaim saking gembiranya melihat Wisnu. Entah apa yang membuat Sofia seantusias itu, yang jelas Sofia begitu senang melihat Sofia. Dara sadar sejak awal Sofia bertemu Wisnu, Sofia nampak menyukai Wisnu.



Wisnu cuek bahkan mukanya nampak jutek. Dia tidak ramah pada Sofia, sehingga saat Sofia mendekat, Wisnu hanya memainkan HPnya.


"Apa kabar A....?" tanya Sofia sambil mengulurkan tangan. Wisnu tidak meraih tangan itu, dia seolah tidak peduli dengan Sofia. Sofia kembali menurunkan tangannya sambil kembali berbalik arah dan masuk ke dalam.


Dara yang menyadari hal itu, kemudian menghampiri Wisnu dan berbicara. "A, Sofia adiknya Bang Azlan datang. Itu yang barusan tanya kabar Aa adalah Sofia. Masa Aa sudah lupa lagi? Kan 7 bulan yang lalu kalian sudah kenalan saat di Lembang sana?" ucap Dara mengingatkan Wisnu. Wisnu bukan tidak ingat, namun dia memang tidak ingin mengingatnya. Pasalnya saat dia melihat Sofia otomatis dia akan ingat Azlan. Azlan yang telah mendapatkan Dara dengan cara yang curang.



"Apa pentingnya buat Aa?" Wisnu bertanya balik seraya mengangkat bahunya. "Ihh... Aa... gitu amat sih. Cuma ditanyain kabar dan salaman doang, malah tidak mau. Awas lho kualat, nanti malah Aa jadian sama Sofia kalau jutek-jutek begini. Biasanya yang sikapnya jutek begini bakal menyatu dalam bahtera rumah tangga...wkwkwkwk....!" ujar Dara diakhiri tawa. Wisnu diam dengan muka ditekuk, sepertinya dia tidak senang dicandain Dara.

__ADS_1



"Yukk... Mamak bawain oleh-oleh nih....!" seru Sofia dari dalam. "Simpanlah dulu Sof di dapur, kamu kalau mau mandi, mandilah dulu. Atau kalau mau istirahat, istirahat saja dulu," sahut Dara. Sofia tidak menyahut dia lantas masuk kamar dan duduk termenung. Pikirannya langsung tertuju pada Wisnu dan sikap Wisnu tadi, hatinya kok tiba-tiba sakit dicuekkan begitu.


"Ada apa dengan A Wisnu, dari awal ketemu kayaknya dia sudah tidak suka padaku?" batin Sofia. Tidak berapa lama, Sofia malah tertidur dengan nyenyaknya.


"A...besok kan hari Minggu, ajak kita jalan-jalan dong?" rengek Dara sambil memegang lengan Wisnu manja. "Emang mau jalan-jalan kemana sih?" tanya Wisnu nampak senang melihat Dara manja padanya. "Dara ingin keliling Jakarta, Dara kan belum pernah."


"Ok, tuan putri. Aa siap mengajak tuan putri jalan-jalan keliling Jakarta," seru Wisnu senang.


Besoknya jam 8 pagi Dara dan Sofia sudah sangat cantik, mereka bersiap menunggu Wisnu yang akan menjemput keliling Jakarta seperti apa yang dijanjikan Wisnu.



Tidak berapa lama mobil Jeep yang dikemudikan Wisnu muncul dengan gagah, sama halnya dengan Wisnu gagah dan tampan berkaca mata hitam, berjaket kulit dan bercelana Jeans. Sangat keren sehingga Sofia sangat terpesona. Wisnu perlahan turun dan menghampiri kedua gadis cantik yang akan diajaknya pergi. Sofia menatap penuh takjub melihat Wisnu, ibarat pangeran tampan yang sedang lewat tidak berkedip dilihatnya.



"Eh... itu Yuk... A Wisnu sudah datang!" ucapnya gugup. Dara tersenyum penuh arti.


"Hai cantik... adiknya Aa, sudah siap?" sapa Wisnu menatap Dara, dan sekilas menatap Sofia yang juga cantik dengan rambut yang diikat tinggi.


"Ihh... kenapa sih ditegur malah sibuk main HP, ayo... jadi tidak jalan-jalannya?" tegur Wisnu lagi.


"Aduh... kayaknya Dara tidak jadi pergi deh A, sebab Dara tiba-tiba di WA Nela. Nela sohib Dara lagi butuh bantuan Dara dalam menentukan sikap."

__ADS_1


"Apa... menentukan sikap? Maksudnya?" Wisnu heran. "Dara tidak jadi pergi, Nela sohib Dara meninta Dara untuk antar dia ke Rumkit, mau di vaksin. Nah iya vaksin....!" ucap Dara meyakinkan. Sofia bengong dengan keputusan Dara. Kok tiba-tiba? herannya.


"Terus... kita nggak jadi dong perginya?" tanya Wisnu nampak menyesal. "Jaadiii... sekarang Aa pergi berdua dengan Sofi. Ini kadung kan sudah cantik dan tampan, masa mau duduk diam di kontrakan?"


"Lho, lho....!" saat Wisnu mau protes, tangannya ditarik Dara didorong memasuki pintu Jeep. "Sofi... masuk Sof... duduk di samping A Wisnu!" titah Dara mengibas-ngibas tangannya memberi kode supaya Sofia masuk. Sofia menurut walau hatinya merasa heran dengan sikap Dara.


"Apaan sih De, Aa kan jalan-jalannya mau sama Ade. Kok jadi berubah planningnya?" protesnya merengut.


"Nggak ada plunang plening, yang penting sekarang Aa ajak jalan-jalan Sofi. Sofia belum mengenal banyak kota Jakarta. Jadi sekarang bawa Sofi jalan-jalan, hitung- hitung mewakili Dara, " ujar Dara memaksa.


"Ck... dasar keras kepala!" rutuk Wisnu seraya menyalakan mesin mobil Jeepnya. Dara tersenyum penuh kemenangan. Sebenarnya ini bagian dari rencana Dara. Dara rupanya ingin mendekatkan Sofia sama Wisnu. Sebab Dara melihat Sofia suka sama Wisnu dan cocok untuk Wisnu yang selama ini nampak jomblo.



Akhirnya, mobil Jeep yang dikemudikan Wisnu perlahan menjauh dari rumah kontrakan Dara. Dara tersenyum melambaikan tangan walau Wisnu dan Sofia tidak melihat ke belakang.



"Selamat bersenang-senang ya Sof bersama Pangeran Wisnu, semoga kali ini kamu bisa memenangkan hatinya!" pesan WA untuk Sofia terkirim.



Wisnu mengemudikan mobilnya dengan kesal, wajah tampannya ditekuk. Dia sama sekali tidak menoleh ke arah Sofia. Sedangkan Sofia asik saja melihat HP seolah tidak peduli dengan Wisnu. Rupanya Sofia sedang membaca pesan WA dari Dara. Kakak iparnya itu rumah mendukung Sofia dan Wisnu jadian.


"Jedugg....!" tiba-tiba kepala Sofi membentur dashboard mobil seiring rem mendadak yang Wisnu injak. "Awww....!" spontan Sofia menjerit. Memang sakit sih sebab kejedodnya keras sampai HP Sofia terpental ke bawah kaki Wisnu.

__ADS_1


Wisnu repleks melihat ke arah Sofi dan seketika merasa bersalah, dia tadi sengaja injak rem saat melihat Sofi hanya duduk asik main HP. Maunya Wisnu, Sofia itu meminta maaf atau menolak kemauan Dara.


__ADS_2