Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Bertemu Orang Tua Dara


__ADS_3

"Assalamu'alaikum....!"


"Wa'alaikumsalam....!" jawab Azlan dan Dara berbarengan.


"Aa....!" pekik Dara seraya menghambur ke pelukan seorang lelaki tampan, berambut cepak, bertubuh atletis dan berperawakan tinggi. Mereka saling berpelukan erat, seakan menumpahkan rasa rindu yang lama tidak terobati. Pemandangan yang sangat mengharukan. Azlan melihat keakraban seorang adik pada Kakaknya terjalin disana. Sambil berceloteh manja, Dara masih belum mau lepas dari rangkulan Sang Kakak.


"Kangen De..., kamu memang selalu bikin Aa khawatir. Seteleh keukeuh pengen kerja di Cikarang, ehhh sekarang dari sana bawa seseorang. Saha eta (siapa itu?)?" tunjuk A Wisnu menyadarkan Dara yang sejak tadi hanya sibuk menumpahkan rasa rindu pada Sang Kakak.


Dara tersipu malu, kemudian dia beringsut berbalik badan dan menyalami lelaki paruh baya yang datang pulang Taraweh bersama A Wisnu.


"Pak... apa kabar?" tanya Dara sambil mencium tangan lelaki yang disebutnya Bapak, penuh takzim. Azlan mengikuti Dara, menyalami Pak Malik bapaknya Dara kemudian Wisnu kakaknya Dara.


"Azlan....!" ucap Azlan memperkenalkan dirinya sambil menyalami keduanya penuh hormat.


"Bapak baik-baik saja seperti yang Eneng lihat!" ujar Pak Malik diiringi tawa bahagia.


"Kamu banyak berubah ya belum setahun di Cikarang, sudah berkerudung makin cantik anak Bapak!" puji Pak Malik pada Dara.


"Iya dong Pak, Dara kan cantik!" ucap Dara sambil meletakkan jempol dan telunjuknya di dekat bibir mungilnya membentuk huruf V.


"Isss... berlagak nih Adenya Aa, sok cantik banget kalau sudah dipuji Bapak!" ledek Wisnu usil.


"Ini siapanya Si Eneng nih, pasti pacarnya ya?" celoteh Pak Malik tanpa direm. Dara gelagapan, belum juga hilang rasa bangganya atas pujian Bapaknya, sekarang ditodong pertanyaan yang belum siap akan jawabannya.


"Saya Azlan Pak, teman dekatnya Neng Dara!" jawab Azlan jujur. Dara nampak sedikit gugup atas jawaban yang dilontarkan Azlan barusan.


"Teman dekat ya?" tanya Pak Malik lagi. Sebelum Dara semakin gugup, Dara ngeloyor ke dapur menghampiri Bu Endah Ibunya Dara, dengan maksud menyiapkan minuman buat Bapaknya.


"Bapak, Dara mau ke dapur dulu. Mau ambilkan bapak minum." pamit Dara beranjak meninggalkan Pak Malik, Wisnu dan Azlan.


"Sini....!" tarik Wisnu tiba-tiba, menuju kamar tidur milik lelaki bertubuh kekar dan berwajah tampan itu. Rupanya Wisnu mengikuti Dara ke dapur.


"Aduh... Aa kenapa sih pake seret-seret segala, kayak lagak film mafia yang lagi menyeret calon korbannya, ke kamar pula. Ihhh ada apaan sih, Dara jadi takut." protes Dara kesal pada Kakaknya yang tampan itu.


"Tong gandeng (jangan berisik)....!" tepis A Wisnu sambil menutup mulut Dara.


"Ihhh...mirip nih, adegan nutup mulut Sang gadis mirip adegan Sang mafia mau memperko....!"


"Udah diam, jangan protes! Memangnya Aa tega mau perkosa adik sendiri. Naudzubillah...!" potong Wisnu sambil mengelus-elus dadanya.

__ADS_1


Dara mengatur nafasnya yang tersengal, kemudian mengalihkan pandangannya pada Sang Kakak.


"Terus, barusan maksud Aa apa? Narik Dara ke kamar, lalu menutup mulut Dara. Kan mencurigakan?" interogasi Dara sambil berkacak pinggang tidak ada taku-takutnya di hadapan Kakaknya yang seorang Tentara.


"Dara mau bikin minum buat Bapak, ini malah dibawa mojok di kamar!" protes Dara lagi manyun.


"Bikin minum sudah ada Ibu, sudah deh Ade disini saja. Aa mau introgasi Ade!" tahannya.


"Ade makin cantik saja pakai kerudung, sejak kapan? Sudah banyak perubahan belum genap setahun. Kalau perubahannya baik Aa ikut senang Alhamdulillah," sambung Wisnu sambil memindai sekujur tubuh Dara, adik tersayangnya ini.


"Dara berkerudung karena ketidak sengajaan, karena cowok di depan juga!" ucap Dara membocorkan satu rahasianya yang tanpa disadarinya akan membuka rahasia besar tentang dirinya dan Azlan.


"Gimana, diulang?" tanya Wisnu seolah ingin yakin dengan ucapan Dara barusan.


"Tidak ada siaran ulang, Dara malas ngulangnya!" tolak Dara.


"Terus cowok di depan siapa?" Wisnu makin penasaran.


"Teman Dara."


"Teman biasa atau TTM?"


"Ihhh... belum genap setahun, sudah bawa teman cowok. Padahal Aa mau kenalin Ade dengan adik Lething Aa," ucap Wisnu penuh sesal.


Dara termenung sesaat.


"Sebetulnya dia siapa, tiba-tiba bawa teman cowok bikin Aa curiga saja. Ade tidak diapa-apain kan sama cowok itu?" tanya Wisnu mulai curiga.


Dara jadi bingung dan takut, belum apa-apa sudah takut duluan di depan Kakaknya ini, apalagi kalau harus berkata jujur tentang siapa Azlan.


"Sebenarnya Dara ada hubungan sama cowok di depan, Dara mau nikah sama dia A," sahut Dara diliputi rasa takut yang tiba-tiba mendera.


"Apa...nikah? Tiba-tiba banget sih De, kamu tidak diperkosa atau melakukan perbuatan hina kan?" sentak Wisnu kaget plus tidak yakin dengan apa yang dikatakan Dara barusan.


"Dara serius A, Dara pengen nikah sama dia," sahut Dara lagi membuat Wisnu terbelalak tak percaya.


"Tong heureuy De, pamali! (Jangan bercanda De, pamali!" tepis Wisnu.


"Dara tidak bercanda A! Makanya Dara ajak dia sekalian kesini bukan tidak ada maksud!" tegas Dara meyakinkan. Wisnu menghela nafas kasar, ingin rasanya tidak mempercayai adik kesayangannya ini.

__ADS_1


"Aa bukan tidak mengijinkan Ade nikah atau punya teman cowok, tapi secepat ini, rasanya Aa tidak percaya. Kalaupun iya, Aa yakin ada sesuatu yang terjadi diantara kalian," Wisnu menarik nafas dalam, kini di benaknya diliputi rasa curiga tentang niat Dara. Seakan ada sebab lain yang membuat Dara ingin memutuskan menikah secepat ini.


"Ini yang Aa takutkan, makanya dulu Aa tidak pernah rela Ade kerja jauh ke Cikarang tanpa pantauan orang tua!" ucap Wisnu lirih saat mengenang dirinya yang menentang keras kepergian Dara untuk kerja ke Cikarang.


"Apa yang Aa takutkan?, Dara tidak melakukan apa yang Aa takutkan itu!" yakin Dara.


"Lebih baik Aa introgasi cowok itu sekarang, biar jelas!" sahutnya sembari beranjak niatnya menuju ruang tamu.


"Aa...engke heula, tong gagabah. Enjing we bade naros mah. Ayeuna mah sina uih heula. Capeeun!" ("Aa... nanti dulu, jangan gegabah. Besok saja kalau mau bertanya. Sekarang biarkan pulang dulu. Kecapean!")," tahan Dara.


Wisnu menggeleng kepalanya tanda tidak setuju. Ia penasaran dengan niat Dara, dan ingin segera mendengar penjelasan langsung dari mulut cowok yang kini berada di ruang tamu.


"Sudah dong, jangan cegah Aa. Pokoknya Aa harus dengar penjelasannya malam ini juga," ujar Wisnu seraya beranjak meninggalkan Dara yang dilanda bingung dan takut.


Dara segera berlari menyusul Wisnu ke ruang tamu. Dilihatnya Azlan masih duduk dengan tenang tanpa sebuah tekanan. Tapi apa yang akan terjadi jika semua yang ingin dirahasiakan Dara ternyata terbongkar? Dara tidak bisa tinggal diam, dia harus coba tahan Azlan supaya tidak berkata jujur masalah hubungan awal mereka.


Dara mencoba mengirimkan pesan WA pada Azlan. "Abang tolong, jika A Wisnu bertanya tentang awal hubungan kita, tolong jangan cerita yang sesungguhnya," pesan Dara. Dara harap-harap cemas. Hatinya was-was melihat gelagat Wisnu yang siap mengintrogasi Azlan.


Sementara Azlan yang tengah duduk menghadapi Pak Malik, nampak sedikit gugup dan salah tingkah.


Wisnu duduk di sebrang Pak Malik. Dia nampak siap memberi pertanyaan pada Azlan.


"Maaf nama kamu tadi siapa?" tanya Wisnu masih biasa.


"Saya Azlan A," sahut Azlan hormat.


"Kenapa bisa ikut kesini, kalian ada hubungan apa?"


"Kami teman dekat!" jawab Azlan.


"Wisnu....!" Pak Malik tiba-tiba menyela, merasa aneh dengan gelagat Wisnu yang tiba-tiba seakan mengintrogasi Azlan.


"Biarkan Wisnu bertanya Pak, Wisnu merasa ada yang janggal dari hubungan Dara dan cowok ini. Sebab tadi di kamar, Wisnu sempat tanya Dara. Dara jawab bahwa cowok ini temannya, dan Dara mau nikah sama dia. Azlan tidak masalah Dara mau nikah sama siapa. Tapi disini ada kejanggalan. Dan Wisnu ingin penjelasan dari cowok ini." Jelas Wisnu pada Pak Malik.


"Biar besok saja A bertanyanya, ini sudah malam. Waktunya tidak banyak," cegah Dara.


Wisnu menggeleng, dia berdiri dan menarik tangan Azlan serta membawanya ke kamar.


Mau apa Wisnu ke kamar mengajak Azlan?

__ADS_1


__ADS_2