Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Saran Nela


__ADS_3

Dara terduduk lesu di kursi Operatornya, menghadap kertas report yang tadi telah ditandatangani Riki. Hari ini Azlan bilang dia pulang ke Indonesia, namun dari sejak subuh sampai kini menjelang siang, HP Azlan tidak aktif sama sekali. Jangankan berkirim pesan, nelpon saja tidak bisa. Apakah Azlan ganti nomer baru? Padahal nomer dia yang dulu, selama ini masih bisa digunakan di Korea meskipun harus pakai kode tertentu.



Resah dan gelisah kini Dara rasakan, dia harus melakukan sesuatu untuk bertemu dan menghadapi Azlan jika Azlan nanti sikapnya benar-benar dingin. Riki adalah orang pertama yang harus dia ajak duduk bersama menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Dan kedua Rivai, sebagai orang yang ikut andil mengijinkan Dara ikut dengan Reno dan Riki. Reno? Itu tidak mungkin, sebab Azlan masih menyimpan amarah terhadap Reno, terlebih sebulan yang lalu Azlan mendapatkan kiriman sebuah foto dirinya dengan Reno. Yang menjadi pertanyaan, siapa yang mengirimkan foto dirinya dengan Reno?



"Kak Riki... tolongin Dara ya!" Dara memohon, meminta Riki ikut menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Tapi apakah Abangmu tidak akan marah melihat aku, sementara dia kan tahu aku ini sepupunya Bang Reno? Pasti dia juga sama bencinya sama aku,"


"Dara mohon... ini hanya untuk meluruskan saja Kak. Dara tidak mau ada kesalahpahaman antara Bang Azlan dan Bang Reno." Dada nampak memelas.


"Ok Dar, nanti aku usahain datang ya habis pulang kerja." Riki akhirnya menyetujui permohonan Dara. Dara merasa sedikit lega mendengar ucapan Riki.


...----------------...


Jam 3 siang tiba, Dara bersiap pulang. "Kak Riki, jangan lupa nanti jam 7 malam langsung ke kontrakan Dara, ya!" ucap Dara memperingatkan. Riki tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Gimana Dara, Elu senang kan Abang Lu pulang hari ini?" tanya Nela diiringi senyum.


"Ya... senang dong Nel. Tapi masalahnya Bang Azlan masih marah perihal foto itu." Nela paham tentang apa yang Dara bicarakan, tempo hari Dara pernah bercerita pada dirinya tentang foto dirinya dengan Reno yang didapat Azlan entah dari siapa.


"Sabar ya Dar, mungkin ini namanya ujian cinta buat Elu. Sekarang gimana caranya Elu meraih kepercayaan Abang Lu, secara... Elu kan berfoto dengan orang yang pernah melecehkan Elu," ucap Nela mengingatkan kembali ingatan Dara pada peristiwa pelecehan itu.



"Ada saran tidak Nel, supaya Bang Azlan bisa percaya sepenuhnya pada Gua dan tidak marah lagi?" Nela Sang pengantin baru memainkan telunjuknya di samping kepala seolah sedang berpikir. Kali ini Dara meminta saran dari Nela, sebab biasanya saran Nela selalu benar dan mengena.



"Sudah dapat idenya, Nel....?" Dara penasaran.


"Gua yakin kali ini ide dari Gua ini akan berhasil. Yaa... setidaknya membuat Abang Lu sedikit kasihan sama Elu." Mata Dara sontak mendelik tanda tidak senang.


"Elu ini... Gua bukan ingin dikasihani. Tapi ingin dipahami dan ingin Bang Azlan benar-benar percaya bahwa Gua tidak seperti yang difoto itu," protes Dara kesal.


__ADS_1


Nela tersenyum lalu mendekati daun telinga Dara. Dan Nela membisikkan sesuatu ditelinga Dara yang seketika bikin Dara tersentak.


"Gimana... efektif kan cara dan saran dari Gua? Mengenai caranya tergantung Elu, pandai-pandailah," pungkas Nela lalu menarik lengan Dara keluar pabrik. Dara hanya bisa menggedikkan bahunya tanda kurang setuju.


Dara masih termenung memikirkan saran dari Nela tadi, Namun jika harus mengikuti saran Nela, Dara untuk saat ini benar-benar belum siap.



Dara larut dalam pikirinnya tentang saran


dari Nela tadi, sehingga tanpa Dara sadari seseorang yang saat ini sedang dipikirkannya datang tiba-tiba dan menarik lengannya.


"Ayo... pulang," ajaknya seraya memberi kode supaya Dara menaiki motor maticnya. Y ampun, rupanya sosok yang selama ini Dara rindukan kini benar-benar ada di depan mata.



"Abang....!" pekik Dara gembira.


Bagaimanakah kisah selanjutnya? Nantikan besok malam....

__ADS_1


__ADS_2