Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Malam Romantis


__ADS_3

Dara memasuki kamar dengan perasaan campur aduk, deg degan dan berdebar semakin mendera. Apa yang harus dilakukannya menghadapi malam ini? Padahal sebelumnya Dara hampir saja melakukan "pertautan" dengan Azlan, namun tidak semendebarkan malam ini.


"Huffff...,hahhhh....!" Dara mencoba mengatur nafas, menarik dan mengeluarkannya.


"Ya Allah, seandainya ini adalah suatu ibadah yang mulia, maka jadikanlah ini ibadah bagi kami!" doa Dara menguatkan hatinya.


Azlan masuk menyusul Dara, namun lampu tengah masih menyala dan Tivi belum dimatikan.


"Adek, mana belanjaannya, coba Abang lihat!" seru Azlan membuat Dara terhenyak. Justru masalah ini yang tidak mau Dara bahas.


"Apa yang Adek beli tadi?" ulang Azlan penasaran.


Dara ragu memberitahukan Azlan, jelasnya dia malu.


"Dara tidak beli apa-apa, ini cuma pemberian Nela!" ucap Dara jujur.


"Jadi Adek tidak beli apa-apa? kenapa?" heran Azlan. Dara tidak menyahut, dia menunduk semakin malu.


"Ya sudah tidak apa-apa, pemberian Nelanya dibuka saja. Ini Abang juga belikan Adek sesuatu!" timpal Azlan sambil menyodorkan kantong kresek yang agak besar yang isinya tidak cuma satu.


"Bukalah sayang, jangan dibengongi terus, nanti loncat lho matanya," canda Azlan mencoba mencairkan kebengongan Dara yang disadari Azlan.


"Lagi bengong saja cantik, apalagi saat bermanja," batin Azlan sambil menatap Dara.


Dara semakin berdebar dibuatnya, sikap romantis dan lembut Azlan seakan membuatnya terbuai.


"Bukalah dan lihatlah!" perintah Azlan.


Perlahan Dara membuka kresek pemberian Azlan. Satu persatu dan...tralalaaaaaa....


Dara dibuat terbelalak tak percaya. Tadi berusaha menghindari pemberian Nela tentang Jersey horornya, sekarang malah dibuatnya semakin horor.


Berbagai dalaman warna warni, berenda, dan transparan, banyak macamnya. Satu lagi yang semakin membuat terhenyak, Jersey horor yang sama dengan yang dibelikan Nela, namun beda warna. Azlan memilih jersey horor warna hijau toska warna kesukaan Dara.


"Ya ampun... tidak salah ini?" batin Dara.


Gimana tidak? Azlan rupanya membelikan semua perlengkapan daleman Dara, lengkap. CD, kaos dalam, BH, celana siot dalam, dan Jersey horor yang serupa dengan yang dibelikan Nela, dengan ukuran yang sesuai ukuran Dara. Benar-benar patut diacungi jempol keahlian Azlan dalam berbelanja bagian pernak pernik daleman Dara ini. Sungguh luar biasa. Sebagai suami rasanya Azlan tahu persis detilnya Dara. "Tidak salah nih, Bang Azlan tahu ukuran dalaman Gua?" batin Dara lagi heran berkali lipat.


"Abang mau yang warna hijau toska itu dipakai malam ini, sekarang! Tidak terima bantahan." Perintah Azlan sedikit tegas.

__ADS_1


Azlan ingin malam pembobolan gawang ini selain romantis, juga ingin ada sentuhan erotis. Tentunya dari Jersey horor yang disebutkan Dara tadi.


"Deg, deg, deg... jantung Dara berdegup semakin kencang, rasa tegang menyerang.


" Abang kasih waktu lima menit untuk Adek memakainya!" ultimatumnya tanpa ingin dibantah.


"Cetrek... !" bunyi stop kontak lampu tengah berbunyi nyaring, tanda lampu dimatikan.


Dara masih duduk mematung, memikirkan bagaimana caranya untuk dia memakai Jersey itu.


"Apakah perlu bantuan Abang untuk memakaikannya?" tanya Azlan dari balik lemari.


"Ohhh... ti-tidak perlu Abang!" tolak Dara mendadak terbata.


"Apakah, Abang pernah membeli barang ini sebelumnya?" tanya Dara heran.


"Sering... Abang sering kirim juga daleman kayak gitu ke kampung, sesuai pesanan emak-emak!" jawab Azlan jujur.


"Ohhh...!" seru Dara pelan banget. Dara pikir Azlan pernah membeli yang beginiin buat membelikan seseorang.


Waktu yang ditentukan habis, Azlan perlahan memasuki kamar. Cahaya temaran dari lampu dapur, menampakkan siluet tubuh Sang Gadis yang terbungkus rapi selimut. Azlan berdecak gemas, rupanya gadisnya ini masih malu-malu.


Azlan perlahan membuka bajunya yang hanya disisakan kaos dalam dan celana bokser.


"Sayang... bukalah selimutnya. Mari menghadap Abang!" perintah Azlan sangat lembut. Dara perlahan melepaskan selimut tipis itu dan pelan membalikkan tubuhnya menghadap Azlan.


Dan seketika Azlan terpesona, walaupun disinari cahaya remang, namun keindahan yang di depan mata sungguh tak terkira. Ini pengalaman pertama dia melihat porselen yang sesungguhnya, walau masih terbungkus cangkang transparan.


Azlan menghirup udara banyak-banyak, sebab malam ini dia akan merengkuh kebahagiaan dunia yang sesungguhnya.


"Sebelum kita beribadah, ada baiknya diminum dulu pilnya. Abang tahu Adek belum siap untuk berisi," ujar Azlan mematahkan percaya diri Dara yang sebelumnya yakin, pergulatan ini tidak akan terjadi sebab Dara belum menyiapkan pil KB. Rupanya Azlan lebih cepat 1000x darinya.


"Abang beli ini saat kemarin beli solatip dan plastik transparan buat menutup ventilasi!" jelas Azlan tanpa diminta.


Dara semakin tegang saja.


"Jangan tegang sayang....!" bujuk Azlan lembut semakin membuai Dara. Azlan menyodorkan gelas dan sebuah pil, dengan ragu. Akhirnya Dara meneguk pil itu dua kali tegukan. Azlan puas melihatnya.


"Sayang... kangen....!" seru Azlan berbisik, suaranya kini serak-serak menggoda. Azlan menangkap pinggang Dara yang ramping, dipeluknya erat dari belakang seraya melancarkan ciuman-ciuman maut disekitar tengkuk dan leher Dara. Dara menggelinjang kegelian.

__ADS_1


Azlan membalikkan tubuh Dara yang sudah pasrah dihadapan Azlan. Perlahan wajahnya mendekat dan semakin mendekat, lalu ciuman itu mendarat sempurna. Lembut dan penuh perasaan.


Pada saat ciuman itu terjadi Azlan melancarkan aksinya, tangan sebelah kanannya bergerilya mencoba melucuti semua yang melekat di tubuh sang perawan. Dara malu-malu tapi apa daya, dirinya kini telah terpedaya oleh pesona Azlan yang semakin terpancar kharisma.


"Kupasrahkan jiwa raga ini untukmu Bang Azlan, pasrah sepasrahnya," bisik Dara dalam hati. Tatapan matanya kini makin sayu seiring hasrat besar menerpa dirinya.


Azlan sudah berhasil melucuti semua yang melekat di tubuh gadis perawannya, kini gilirannya secepat kilat melucuti yang melekat di tubuhnya. Polos... keduanya polos. Namun selimut tipis tetap menutupi bagian atas tubuh keduanya. Sebab dinginnya kipas angin masih terasa.


Cuaca seakan mendukung akan ritual dua sejoli yang kasmaran dimabuk asmara. Hujanpun mengiringi keromantisan mereka berdua.


Hasrat itu kini makin bergelora antara keduanya. Dara sudah tidak ragu dan malu merekatkan tangannya ke pinggang Azlan. Azlan mencium penuh kelembutan, terlebih dia tahu ini yang pertama bagi gadisnya dan dirinya, jadi sebisa mungkin lembut dalam melakukannya.


Acara mencari celah gawang rupanya bukan perkara gampang bagi Azlan, berkali-kali dia gagal. Dara yang dibawah kendalinya merasa ikut prustasi dan lelah dibuatnya. Hampir 15 menit Azlan hanya melakukan foreplay tanpa berhasil melesakkan bola ke gawangnya. Helaan putus asa mendera. Namun saat dia mengucapkan kalimah Taawudz, tiba-tiba Dara melengking dan memejamkan mata menahan sebuah rasa sakit yang tiada tara.


Rupanya bola sudah mulai melesak perlahan namun pasti.


"Awwww....!" lengkingan tertahan. Azlan sebenarnya tidak tega, namun dia kadung masuk dan terlena dengan sebuah kenikmatan yang semakin nyata. Azlan tiada henti menghujani bibir sang mantan perawan dengan ciuman, supaya tidak mengeluarkan suara. Akhirnya malam itu adalah malam romantis yang pertama kali buat Azlan dan Dara menikmati surga dunia seperti yang kebanyakan orang-orang bilang.


Setelah pelepasan itu, keduanya terbaring lemas. Air mata mengucur deras di pipi Dara. Azlan berusaha menyekanya dengan tangan kosongnya.


"Terimakasih sayang, malam ini milik kita berdua!" "Maaf atas kesakitan yang Abang berikan. Abang selalu mencintaimu!" bisiknya mesra di telinga sang Dara yang sudah tidak Dara lagi. Dan Azlan menghujani wanitanya dengan ciuman kasih sayang, seraya menutupi tubuhnya dengan selimut tipis.


Azlan memeluk Dara dengan suka cita. Hatinya bahagia sampai ke awang-awang. Inilah pengalamannya yang pertama yang nikmatnya tiada tara. Azlan memeluknya sambil berbisik, "terimkasih sayang atas kenikmatan yang diberikan malam ini!"


Azlanpun tertidur pulas dengan memeluk tubuh Dara yang diliputi bahagia. Hahhh.... tarik nafas bahagia.... kelar sudah malam pertaman


Halo guys, kasih


like


komen


favorite


hadiah dan


votenya


Terima kasih

__ADS_1


semua


lovers.....


__ADS_2