Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Azlan Kena Musibah


__ADS_3

"Assalamu'alaikum..., Dek!" Azlan masuk setelah mengucap salam. Dara nongol dari balik lemari, wajahnya nampak kusut. Memang sejak kasus yang menimpa Meta beberapa hari yang lalu, sedikit membuat perubahan pada diri Dara. Dara kurang ceria dan kesannya banyak diam.



Azlan menghampiri Dara, dan menarik tangan Dara untuk duduk.


"Sini... Abang beli rujak sama Pempek." Azlan membuka bawaannya.


"Dara kan tidak hamil, sering banget sih Abang belikan Dara rujak," ucapnya sedikit protes padahal mau.


"Bukan untuk orang hamil saja kali Dek, Abang kan tahu Adek suka rujak. Kebetulan tadi di depan pabrik ada yang jual rujak keliling. Itu si Kang rujak yang biasa jualan keliling pabrik, dia tahu saja karyawan pabrik bubaran kerja. Alhamdulillah laku keras sama karyawan," tuturnya.


Dara mulai menyuap satu demi satu tusuk rujak yang dibeli Azlan, dia suka banget dengan rujak bumbu kecap pedas ini. Rasanya segar.



"Rasanya seperti setahun tidak ketemu Adek, Abang kangen banget Dek," ungkap Azlan sambil meraba-raba pinggang Dara. Dara sudah paham maksud Azlan. Tapi Dara suka lelah sesudahnya jika menjelang kerja malam. Dara membiarkan Azlan mencium-cium tubuhnya, padahal Dara masih mengunyah rujak.



"Wangi banget tubuh Adek!" ucap Azlan sambil mendengus merasakan harum tubuh Dara.


"Diam dulu Abang, Dara geli lagi makan!" cegah Dara.


Dara paham banget gelagat Azlan, apalagi sejak beda shift mereka jarang melakukan hubungan, padahal rasa rindu Dara pada Azlan semakin menggebu. Tapi kalau menjelang kerja malam, Dara malas untuk mandi lagi. Tapi melihat Azlan memelas kasihan juga.



"Sekali saja sayang, sudah dua minggu Abang tidak berkunjung. Nanti deh Abang rebuskan air hangat," bujuknya lagi sambil mulai mencumbu bagian sensitif Dara. Darapun lama-lama tidak kuat menahan kerinduan yang lama dia pendam. Setelah mengunci pintu rapat-rapat, Azlan segera membawa Dara ke kamar. Akhirnya kerinduan mereka tersalurkan sudah. Azlan dan Dara saling menatap bahagia setelah mereka selesai dengan pertautan panasnya.



"Abang, jika Dara ada yang melecehkan, Abang mau gimana?" Azlan diam sesaat seakan mencerna pertanyaan Dara yang aneh. Sebelum menjawab Azlan menatap dalam mata sayu dan indah Dara, lalu tanpa ijin dia mengecup mata indah itu begitu dalam dan semakin erat memeluk tubuh Dara.



"Akan Abang *pites* (patah) tubuhnya sampai remuk kalau bisa," ancamnya serius.


"Ihh... ngeri banget!" ringis Dara.


"Iyalah... kalau ada yang melecehkan harga diri keluarga Abang, maka Abang akan bertindak. Tidak akan Abang biarkan dia lepas," ucapnya lagi sampai membuat Dara bergidik dan urung menceritakan kejadian pelecehan yang dilakukan Reno kemarin.


"Kenapa..., apa Adek mengalami pelecehan?"

__ADS_1


Dara menggeleng, tangannya sibuk mempermainkan wajah Azlan yang rupanya manis banget kalau sangat dekat, seakan menyembunyikan keresahan hatinya. Dara menatap Azlan dengan tatapan sendu.


"Adek... menatapnya begitu amat. Apa masih mau?" pertanyaan yang belum sempat dijawab Dara itu, tiba-tiba berubah menjadi serangan ganas yang dilakukan Azlan. Menciumnya lalu adegan itu kembali terulang karena rindu mereka yang masih menggebu-gebu.


"Assalamu'alaikum....! Lan...., Azlan....!"


Belum juga Azlan menyelesaikan pertautan mereka yang belum sampai puncak, sudah ada gangguan dari luar yang memaksa Azlan bekerja dengan cepat.


"Gila si Vai ini, merusak acara orang saja. Awas Lu Gua tabok!"


"Abang cepat, itu Kak Vai datang!" Dara merasa tidak nyaman. Azlanpun mempercepat gerakannya, dan akhirnya tuntas sudah.


"Assalamu'alaikum! Lan....!" ulangnya.


"Cepat pakai baju, Abang ke depan dulu," ucap Azlan seraya mencium bibir Dara yang masih sangat dia rindukan. Gara-gara si Vai, acara kangen-kangenannya terganggu.


Azlan membuka pintu dengan kasar tanpa membalas salam. Rivai sengeh-sengeh menyadari kekesalan Azlan.


"Apa sih Vai, Elu ganggu saja orang lagi indehoy?" tanyanya yang tanpa sadar membuka rahasia dibalik kesalnya.


Rivai ketawa-ketawa paham maksud Azlan.


"Lagipula, Elu kangen-kangenan saat yang tidak tepat. Neng Dara sebentar lagi masuk kerja, apa Elu tidak kasihan dia kelelahan? Elu lupa, kan tadi kita sudah janji balik kerja langsung makan, sholat terus langsung ke rumah Elu sesuai intruksi Elu. Sekarang Elu sewot merasa terganggu!"


"Gara-gara kebelet dua minggu tidak menggarap sawah, Elu kayak kemasukan setan. Wakwakwak... !" ejek Rivai ngakak.


"Ah... sudahlah Gua mau mandi dulu!" ucap Azlan seraya masuk kembali ke dalam.


"Mandi besar Lan, jangan lupa doanya. Sudah tahu belum?" Ejeknya.


"Pakai bahasa Gua sendiri juga sah....!" ketusnya saat melongo kembali dari balik pintu.


"Cepat mandinya woy, tangan Gua sudah gatal pengen nabok muka Lu!"


Azlan kembali lagi menemui Rivai yang sejak tadi memetik gitar tanpa teman, dengan tubuh yang sudah wangi dan segar Azlan duduk bersisian dengan Rivai.


"Wissss... wangi banget Lu, macam mau malam mingguan!" ucap Rivai sambil mendengus.


"Iyalah, emangnya Elu habis mandi pun masih bau menyan di kuburan!" ledek Azlan telak.


"Gimana I, Elu jadi kagak mau jualan baju itu? Modal sudah ada belum? Elu coba-coba saja dulu, kirim beberapa potonglah ke kampung. Sekiranya banyak yang pesan Elu kirim lagi sesuai pesanan." Azlan memulai obrolan yang langsung ganti topik.


"Gua ada 3 juta Lan. Gua mau, tapi buat modal selanjutnya pasti belum ada sebab barang dikreditkan. Nunggu barang lunas dibayar baru bisa ngemodal lagi."

__ADS_1


"Ngreditinnya jangan lama I, pakai syarat sebulan harus lunas atau paling lama dua bulan. Nanti cari barang jangan yang mahal dulu, dibawah 100 rebu dulu deh awal-awal. Kalau pembeli bayarnya benar, Elu tinggal kirim lagi barang. Begitu!" beber Azlan serius, tiba-tiba berubah menjadi mentor dadakan di bidang penjualan barang.


"Ok deh, kalau begitu Gua ikutin saran Elu!" Rivai sepakat dengan saran dari Azlan.


...****************...


Satu Minggu Kemudian


Pergantian Shift


"Abang pergi dulu ya!" pamit Azlan. Dara tiba-tiba memeluknya seperti tidak ingin dilepaskan. Azlan menatap lekat manik mata wanitanya penuh cinta.


"Masih mau lagi? Tadi sore kan sudah, sayang!" goda Azlan yang terpaksa harus meninggalkan Dara untuk kerja malam. Azlan heran tapi senang, tadi saat Dara pulang kerja jam 3 sore, Dara tiba-tiba meminta sesuatu yang jarang sekali Dara minta, bahkan biasanya Azlanlah yang selalu minta duluan. Dan alhasil sore tadi dua ronde mereka menyatukan kerinduan yang sama-sama membuncah. Azlan tersenyum bahagia setelahnya, baginya gencatan senjata tadi merupakan moodboster bagi dia saat kerja giliran masuk malam.



"Masih kangen..., Abang masuknya telat saja!" pinta Dara manja seraya gelendotan.


"Abang ada model PCB yang urgent Dek, jadi tidak bisa dong sayang," bujuknya.


"Ya sudah..., hati-hati!" ucap Dara pasrah sambil mencium pipi Azlan lama.


"Baik-baik ya sayang, kunci pintu setelah Abang pergi. Abang pergi dulu!" pamit Azlan seraya mencium kening Dara. Azlan berlalu setelah menghidupkan motornya.


Dara menatap kepergian Azlan dengan hati yang masih dibalut rindu, entah kenapa malam ini dia begitu takut melepas kepergian Azlan untuk bekerja.



Dua jam kemudian, tiba-tiba telpon WA Dara berbunyi. Nela menelpon.


"Assalamu'alaikum Nel, ada apa?"


"Abang Lu kena musibah, Abang Lu ada yang ngeroyok dan kini dia dibawa ke RS terdekat," berita Nela panik.


"Yang benar Nel....?"


"Benarlah, masa Gua bohong! Pergi dan datang ke RS Harapan Semua, langsung ke IGD atau jika di IGD tidak ada, tanya saja sama suster dirawat dimana Abang Lu!" berita Nela sewot.


"Nela....!"


"Tut tut tut....!" Nela mengakhiri telponnya sepihak. Untuk sejenak Dara terhenyak dan heran kenapa Nela begitu sewot.


Dara bersiap untuk ke RS Harapan Semua, walau hati, jiwa dan raganya sedih dan nelangsa dia berusaha tegar. Tadi sebelum bekerja Dara merasa tidak rela melepaskan Azlan, tapi kini dia tiba-tiba mendapat kabar tidak enak tentang Azlan.

__ADS_1


Hai semua kesayangan Author maaf akhir-akhir ini upnya telat, namun Author harap kalian tidak berhenti mendukung karya saya yang masih merangkak ini. Tetap minta dukungannya ya, like, komen dan hadiah, jangan lupa vote dan masukin Favorit ya! Terimakasih......


__ADS_2