Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Obrolan Romantis


__ADS_3

"Ini..... tadi Abang beli rujak....!" Sodor Azlan. Dara sedikit heran kenapa Azlan beli rujak.


"Rujak....!" Herannya seraya tanpa malu meraih rujak yang dikemas dengan stereofoam itu.


Azlan tersenyum bahagia melihat Dara meraih rujak pemberiannya.


"Kenapa Abang beli rujak, emang siapa yang ngidam?" Herannya, padahal Dara sadar sendiri rujak merupakan makanan kesukaannya.


"Kamulah Neng....!" Jawab Azlan cepat sambil tersenyum menggoda.


Dara membelalakkan matanya kesal.


"Enak saja....., buatnya saja belum!" Sungutnya memberi sanggahan.


"Kita buat saja yok Dek mungpung sepi.....!" Goda Azlan sambil mencolek pinggang Dara.


"Ihhhh ogah...!, belum ada restu Abang jangan coba-coba ya!" Peringat Dara sambil mengibas-ngibaskan telunjuknya.


"Kalau udah dapat restu, kita langsung buat ya!" Goda Azlan lagi!"


"Gak mudah dapat restu, kalau awal mula hubungan kita seperti yang Abang lakukan waktu itu!" Ucap Dara sambil menggelengkan kepalanya. Azlan terdiam, dia menyadari kesalahannya saat kejadian penggrebegan yang dibuat atas skenarionya. Azlan menarik nafasnya dalam, ada keputus asaan disana.


"Buat apa Aku harus mundur, bukankah dari awal Aku sudah bertekad akan memperjuangkan cintanya Dara termasuk restu kedua orang tuanya!" Azlan berbicara dalam hatinya, sedangkan matanya menerawang jauh.


"Tidak mudah Abang dapat restu, apalagi dari Kakak laki-laki Dara. Dia overprotektif sama Dara. Jika tahu Abang melakukan perbuatan tak menyenangkan pada Dara seperti kemarin, habis kena patah leher Abang." Ulang Dara seakan menakut-nakuti Azlan.


"Abang tidak akan mundur, Abang akan bertanggung jawab atas apa yang telah Abang buat!" Tegas Azlan penuh semangat.


"Abang belum tahu saja gimana Kakak laki-laki Dara." Cetus Dara lagi seakan-akan mengintimidasi.


Azlan menerawang jauh, ada gundah terpancar dikedua matanya.


"Adek tidak usah menakut-nakuti Abang, Abang janji restu itu akan Abang dapat walau harus berdarah sekalipun." Tekadnya penuh semangat. Dara melihat kesungguhan dimata Azlan.


"Kita lihat saja nanti!" Ujarnya sambil asik mengunyah.


"Abang beli rujaknya satu ya, pelit amat sih jadi cowok?" Rajuk Dara mengalihkan pembicaraan yang tadi sempat menegang.


"Tadi belinya di jalan pas kebetulan lewat, cuma satu buat Adek saja. Bini Abang kan satu, jadi belinya cuma satu!" Jawab Azlan semu bergetar.


"Maksud Dara, kalau dua kan bisa satu sewang sama Abang." Ralat Dara sembari menatap kedalam mata cowok itu, nampak kilatan sendu disana. Dara sadar apa yang dirasakan cowok hitam manis itu, pasti dia memikirkan obrolan tadi tentang restu dari Kakak laki-lakinya Dara yang overprotektif itu. Ada rasa kasihan dihati Dara, memang benar restu itu akan sulit didapat jika kejadian yang sebenarnya diceritakan. Kecuali......., jika berbohong.


"Kalau gitu, kenapa kita tidak makan berdua saja satu wadah?" Celoteh Azlan PD mencairkan suasana hatinya yang tadi gundah.


"Ihhhh..... maaf, Dara tidak mau berbagi tuh sama Abang!" Tolak Dara sambil memasukkan rujak kesukaannya kedalam mulut. Azlan menatapnya senang. Senyumnya kini mengembang setelah tadi merasa ada tekanan, harapannya untuk meraih cinta sang gadis kini begitu besar.


Terlihat dari sikap yang ditunjukkan Dara akhir-akhir ini, selalu jutek tapi terselip sikap menerima.


Menolak tapi diam-diam mau. Mungkin begitu bisa disimpulkan. Sebelum pertemuan dengan orang tuanya Azlan, justru sikap Dara mulai melunak. Mungkin mulai ada getaran cinta.


Buktinya kejadian romantis tadi pagi terjadi begitu saja, ingin rasanya Azlan mengulang lagi. Azlan tersenyum-senyum bahagia seakan lupa dengan kegundahan tadi yang sejenak menerpa.


"Abang kesambet ya, senyum-senyum gak jelas?" Sentak Dara menyadarkan lamunan Azlan.


"Tidak, Abang cuma senang saja Adek mau makan rujak pemberian Abang!" Alasannya asal.


"Kalau Abang mau, tadi pagi sebelum mantan tercinta Abang datang, Dara sudah buat nasi goreng. Belum sempat Dara makan, tahunya mantan Abang tercinta datang dan mengancam Dara." Jelas Dara seraya mengungkit mantan Azlan.


"Adek jangan bicara gitu, masa mantan dibilang tercinta!" Sergah Azlan BT. Dara balik tertawa geli melihat muka Azlan BT.


"Abang tahu saja kesukaan Dara." Sela Dara sambil mengunyah sisa rujaknya.

__ADS_1


"Jelas dong, karena Adek yang Abang cinta!" Tegas Azlan menbuat Dara sedikit terbuai.


"Gombal......!", Cebisnya sambil memukul pelan lengan Azlan. Pukulan kecil ini membuktikan sebuah rasa, mungkin rasa cinta. Pikir Azlan. Sikap Dara mulai hangat dan obrolan merekapun hangat.


"Baiklah, Abang akan makan nasi goreng buatan istri tercinta. Pasti enak, sebab dibuatnya dengan cinta kan?" Yakin Azlan.


Azlan beranjak menuju dapur, membawa sepiring nasi dan secangkir air putih hangat untuk Dara.


"Ini air putih buat Adek....!" Sodor Azlan. Setelah itu Azlan segera menyantap nasi goreng buatan Dara, walau sudah dingin namun rasanya begitu enak. Habis seketika.


"Alhamdulillah.....!" Ucapnya. "Nasi goreng buatan Adek benar-benar enak!" Puji Azlan.


"Emang enak kok....!" Sahut Dara bangga.


"Iya enak, orangnya malah lebih enak!?" Ceplos Azlan.


"Maksud Abang?" Tanyanya heran.


"Adek enak diajak ngobrol, apalagi kalau ngobrol romantis!" Seru Azlan tanpa dosa sambil senyum-senyum mesum.


"Jangan mulai deh Bang, Dara gak akan terpancing untuk ternoda kedua kali!" Cetusnya bergidik.


"Hehehe.... !"


"Kenapa ketawa..... ?" Dara heran.


"Abang menbayangkan kejadian tadi pagi, keromantisan kita berdua!" Ungkap Azlan sambil senyum terukir. Dara dibuatnya malu-malu, rona pipinya berubah merah.


"Kalau kita ulang lagi, gimana?" Tanya Azlan dengan nada menggoda.


"Awas ya, Abang tak tahu malu banget, dikasih hati. malah berani meminta lebih." Sungut Dara marah.


"Baiklah, Abang akan tunggu sampai Adek mau dan terbuai!" Ucapnya menyerah.


"Tanya apa?" Dara makin heran sekaligus penasaran.


"Apa yang Adek rasakan saat kita melakukan adegan tadi?" Pertanyaan terlontar begitu saja tanpa rasa malu. Dara dibuatnya tersipu sekaligus kesal, kenapa Azlan harus membahas kejadian tadi yang sempat membuatnya terbuai.


"Kenapa Abang bahas itu?"


"Abang hanya ingin tahu isi hati Adek!" Jawabnya sambil menatap Dara. Dara yang di tatap membuang muka kearah lain. Malu dan kesal jadi satu.


"Adek gak usah malu, kita sama-sama bicara jujur saja!" Bujuknya.


"Kalau gitu, biar Dara yang mulai bertanya sama Abang!" Tawar Dara.


"Ok...!" Jawab Azlan cepat.


Dara terdiam masih mencoba memikirkan pertanyaan apa yang mau ia lontarkan.


"Abang sebelumnya pernah ciuman?" Tanya Dara akhirnya.


"Tidak....!"


"Abang pasti bohong!" Tekan Dara.


"Sumpah......, Abang tidak bohong!" Jawabnya serius.


"Abang kan pernah pacaran!" Selidik Dara.


"Pacaran terpaksa, dan Abang belum pernah menciumnya!" Tegas Azlan.

__ADS_1


"Lantas ciuman pertama Abang dengan siapa?"


"Dengan kamu!" Telunjuk Azlan langsung ke muka Dara. Dara langsung bersemu merah, malu seketika.


"Bohong.....!" Tudingnya.


"Benar.....!" Yakin Azlan.


"Ciuman pertama Abang dengan kamu, dan tadi itu ciuman Abang yang kedua!" Beber Azlan jujur.


"Maksud Abang?" Dara berkerut.


"Ciuman pertama Abang itu dengan Adek, saat Adek tidur terlelap!" Jujur Azlan.


"Apa......, jadi Abang pernah cium Dara saat tidur?" Dara terhenyak tak percaya.


Azlan mengangguk tanpa dosa.


"Abang curang......!" Dara memalingkan mukanya marah.


"Abang tidak sengaja, Abang cuma gemas saja saat melihat bibir Adek yang menggoda!" Ceplos. Azlan jujur.


"Dara kesal, rupanya Abang gak bisa dipegang omongannya." Rajuk Dara.


"Omongan yang mana?"


"Bisa saja cuma ciuman yang Abang curi, yang lainnya pasti Abang berusaha curi-curi kesempatan!" Dara semakin merajuk, mukanya kini semakin ditekuk.


Azlan mendekati Dara lalu merangkul pundaknya mesra.


"Adek marah ya, jangan marah lagi! Abang udah bahagia melihat Adek yang seperti akhir-akhir ini, jutek tapi hangat!" Bujuk Azlan sambil melingkarkan tangannya dipinggang Dara sehingga Dara tidak bisa bergerak bebas.


"Hangat apaan, kompor kali!" Ejeknya sambil meronta-ronta. Kali ini Dara tidak boleh lengah, kalau lengah pasti akan ternoda yang kedua kali.


Azlan menggelitik pinggang Dara yang ramping, ejekan Dara barusan justru terlihat menggemaskan dan menantang. Dara meronta-ronta dibarengi cekikikan menahan rasa geli, Azlan memutar tubuh Dara dengan cepat sehingga mereka berhadapan.


Azlan tersenyum menggoda.


"Adek belum satupun menjawab pertanyaan dari Abang, jawab jujur, kalau tidak Abang akan terus gelitik sampai menyerah." Ancam Azlan serius.


"Tanya apaan....?" Ucap Dara sambil mengumbar senyum.


"Adek udah berapa kali ciuman?" Tanya Azlan.


"Berapa ya......!" Jawab Dara sambil pura-pura mempermainkan jarinya untuk menghitung.


"Adek gak mau jawab, Ok kalau gitu akan Abang buat Adek menjawab." Ancam Azlan saat melihat Dara mengulur-ngulur waktu.


"Gubrak....!" Keduanya terpelanting diatas kasur, Azlan mengunci tubuh Dara. Dara gak bisa berkutik tapi dia berusaha meronta melepaskan tangan Azlan.


"Baiklah Dara akan jawab.....!"


"Cuppppp.......!" Ciuman panas Azlan mendarat dengan cepat dibibir Dara yang sedikit terbuka.


Azlan menikmatinya, meresapinya. Sementara Dara kaget tak berdaya, akhirnya dia ternoda kembali oleh ciuman Azlan yang kedua.


Karena Azlan begitu penuh dengan perasaan dan romantis, Dara tanpa sadar menikmati ciuman keduanya dengan pasrah dan rasa bahagia. Dara mulai nakal nih.


"Abang sayang dan cinta sama Adek, jangan pernah pergi dari Abang!" Jedanya memberi nafas untuk keduanya. Ucapannya sendu, tatapannya sayu penuh harap. Untuk yang terakhir kalinya, Azlan mendaratkan ciuman dikening Dara penuh cinta. Dara memejamkan matanya, hatinya timbul rasa nyaman dan bahagia saat berada didekat cowok yang masih berseragam Teknisi itu. Azlan bangkit mengakhiri aktivitas romantis mereka menjelang siang ini.


"Abang mau mandi lalu mau masak yang enak buat Adek!" Dara membalas dengan senyuman yang penuh arti.

__ADS_1


Roman-romannya Dara bakal cinta duluan nih sebelum diajak Azlan ke kampung. Apakah Dara akan benar-benar cinta mati pada Azlan seperti sumpahnya Azlan pada Dara? Kita lihat saja kelanjutannya.


Buat teman-teman reader, yuk mari mampir dan dukung cerita saya yang menghadirkan suasana beda dari cerita2 yang lain. Minta dukungannya ya teman-teman! Kasih like , komen dan hadiah lainnya. Saya tunggu.


__ADS_2