Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Rivai Datang Suasana Riang


__ADS_3

"Assalamu'alaikum....!" tiba-tiba secara tidak disangka-sangka Rivai datang bertamu. Dia tidak tahu kalau saat ini di rumah Azlan sedang ada tamu.



"Wa'alaikumussalam!" seru semuanya berbarengan. Sontak semua mata menatap ke. arah Rivai. Sofia langsung menyambut Rivai dengan gembira.



"Kak Vai... tumben datang saat kita lagi ngumpul, kita lagi rujakan nih. Ayo gabung supaya tambah rame," seru Sofia heboh, beda saat tadi sebelum Rivai datang dia tidak banyak bersuara.



"Waduhhh... jadi malu nih, datang-datang langsung disambut rujak Dek Sofi. Ini pasti suedapppp mirip yang buatnya," celetuk Rivai membuat Azlan terbelalak marah.



"Apa maksud Lu, Vai? Ngomong asal aja," semprot Azlan berang.


"Ah Lu ini canda kali....!" tepis Rivai.


Rivai beberapa jenak menyapa dulu Wisnu yang dilihatnya malah semakin tampan saja. "*Kalah* *saing Gua jika harus bersaing dengan kacang ijo* *ini, ya walaupun Gua tidak seganteng Lee Min Ho*, *mininal Gua sekelas Reza Permana atlit tarik* *tambang antar RT di kampung Novel ini*," hayalnya.


Padahal sebetulnya Rivai punya ketampanan sekelas Reza Darmawangsa penyanyi sing off yang ramai di Metube itu.


"Mas....!" sapanya seraya mengangguk. Wisnu balik tersenyum membalas sapaan Rivai.

__ADS_1



"Ini Kak, kasih wadah saja ya rujaknya." Sofia dengan gesit menuangkan rujak pada piring kecil untuk Rivai. Sekilas Wisnu menatap lain ke arah Sofia yang kini perhatiannya beralih ke Rivai.



Tanpa rasa malu-malu Rivai menyantap rujak buatan Sofia dengan lahapnya sembari melontarkan berbagai candaan yang membuat suasana tambah seru.



"Lan, Gua minggu kemarin kirim barang sama Mboke di kampung. Barangnya ludes sehari, padahal cuma daleman doang," celoteh Rivai bangga. Azlan tersenyum samar seraya memegang kepalanya yang tidak sakit.



"Justru bukan barang yang Mboke Gua tunggu, tapi Mboke menunggu Gua kirim menantu. Mboke sudah meminta menantu. Gua puyeng mikirinnya, Gua kan belum ada calon," kilah Rivai memberangut seraya menusukkan Rujak ke dalam mulutnya yang sudah menganga.


"Apa salahnya Elu segera realisasikan kemauan Emak Lu, umur Elu juga tidak remaja lagi."


"Gua bukan tidak mau realisasikan, tapi Gua belum ada yang srek dihati. Gua kan gini-gini panitia seleksi jodoh, Wakwakwak..."


"Kak Vai ini sama seperti A Wisnu, belum menemukan perempuan yang srek di hatinya. Padahal alasan saja. Banyak cewek-cewek yang ngantri, namun masih bilang belum srek," tiba-tiba Dara ikut nimbrung.



"Kalian ini para cowok seperti tidak laku saja sama perempuan, jangan-jangan kalian ini tidak suka lawan jen.... "

__ADS_1



"Ihhh enak saja, jangan bicara sembarangan deh De, Aa ini normal dan bukan penyuka begituan.... " sergah Wisnu tidak senang.



"Aduhhh... daripada kalian mikirin perempuan, sebaiknya mikirin rujak buatan Sofi, ini bikin baru sebab yang tadi ludes. Gimana menurut kalian para cowok rasanya ngawur, tidak?" Sofia menyerobot sambil menawarkan bumbu rujak yang baru saja diuleknya.



"Ahh... ini rasa yang tertinggal di hatimu Dek," goda Rivai kepada Sofia membuat Wisnu sedikit bereaksk. Reaksi yang tidak biasanya diperlihatkan Wisnu. Dia mendilak ke arah Rivai.



"Wahhh... rasanya seperti menagih kembali....!" tiba-tiba Wisnu menimpali dengan berusaha bercanda.


"Apanya yang nagih....?" Rivai penasaran sampai dia bela-belain bertanya.


"Ya ini, rujak buatan Sofia membuat kita mau lagi."


Jawabnya.


"Awas....!" tiba-tiba Sofia terjatuh dan terpeleset karena ambal yang dipasang. Rivai dan Wisnu juga Azlan sontak menatap ke arah Sofia yang kini mulai terjengkang.


Siapa kira-kira yang lebih dulu menolonh Sofia?

__ADS_1


__ADS_2