
Di tempat kerja Dara
"Dar, gua lihat dari tadi elu murung aja. Ada apa sih?" Tanya Nela heran. "Gak ada." Jawab Dara pendek. "Ah, gak asik lu." Cebis Nela sambil berlalu.
Jam istirahat tiba Nela Dan Dara bergegas. "Ra.... aku istirahat dulu ya...!" Lapor Dara pada Ira sang Ceker. "Ok....!" Jawab Ira sambil mengacungkan jempolnya.
"Gua mau beli makan di warung depan Nel, gua tadi gak bawa bekal." Ucap Dara seraya berjalan cepat. "Tumben lu gak bekal.....!" Nela makin keheranan. Dara tak menggubris Nela yang heran. "Udah cepat Nel....!" Ajak Dara kesal. Nela mengekor di belakang seraya bersungut-sungut.
Saat sudah tiba didepan pintu pabrik, tiba-tiba Dara dikejutkan dengan keberadaan Azlan. Kening Dara mengkerut. Mau apa cowok ini?
"Abang bawakan bekal!" Sodornya sambil menyelipkan kresek dijemari Dara. Dara ingin menepis tapi gak enak dilihatin Securiti dan yang lain.
"Ayo Dar..... cepat makan, tar gak keburu!" Tarik Nela, sehingga gak sempat menepis kresek yang diselipkan Azlan.
Tanpa ucapan terimakasih Dara diseret ke ruang istirahat oleh Nela.
"Apa-apan sih Nel, lu ini narik-narik tangan gua. Sakit tau!" Protes Dara kesal.
"Duduk dan kita makan." Perintah Nela sambil membuka duluan bekal punya Dara yang diberikan Azlan tadi.
"Wahhh..... Ayam kecap Cok, mantap kali nih. Pasti ini made in Azlan!" Tebak Nela tergiur dengan ayam kecap Dara. Pastinya sih ini buatan Bang Azlan, dia kan pandai masak jenis-jenis masakan ayam. Guman Dara dalam hati.
"Perhatian banget sih laki Lu, tahu bininya gak bawa bekal, dia ngerti dan bawain bekal. Tapi yang dibawain bekal malah gak ada ramah-ramahnya, heran Gua! Masih aja jutek, gak tahu terimakasih." Dumel Nela sambil nyindir. Dara cemberut mendengar dumelan Nela yang nyeplos gitu saja tanpa segan. "Perhatian Mbahmu.....!" Umpat Dara gak senang.
"Kenapa lagi sih Lu, masih saja belum berubah. Gua kasih saran tempo hari gak mempan juga, nyesel nanti kalau Bang Azlan benar-benar diembat si Meta." Tukas Nela lagi sambil tak henti masih nyeret Dara.
"Ayo makan....., nanti Gua nyicip ya?" Dara menatap Nela yang mulai menyuap bekalnya, diapun mulai tergiur dengan Ayam Kecap buatan Azlan dan perutnyapun sudah minta diisi, lagipula dia harus cepat, sebentar lagi jam tujuh, jam istirahat akan habis.
"Benar enak..... ayam kecap buatan Bang Azlan!" Puji Dara dalam hati.
"Gua nyicip Dar, elu gak mau nawarin! Tadi sok-sokan gak mau dibawain bekal, eh sekarang dimakan dengan lahap. Mentang-mentang enak, lupa sama sohib!" Rajuk Nela sambil manyun. "Ambillah jangan baper!" Tukas Dara.
Jam istirahat hampir usai, Dara dan Nela segera menghabiskan makanannya. "Lu gak ke Mushola Dar?"
__ADS_1
"Gak keburu Nel....., udah jam tujuh. Nanti di kontrakan saja!" Tukas Dara sambil berjalan cepat.
Dara segera menuju mesin, kini giliran Ira yang istirahat.
POV Azlan
Jam 18.20 malam, Aku bersiap pergi kerja. Lengkap dengan bekal yang kubawa, termasuk bekal untuk Dara yang tadi siang dia gak sempat bawa. Niatku saat istirahat nanti akan aku titipkan ke Pak Satpam untuk dikasihkan ke Dara, namun belum sempat aku ke pos satpam, Dara sudah nongol di gerbang pabrik, sepertinya dia akan beli makan di warung depan pabrik. Aku segera menyapanya sambil menyerahkan kantong kresek ke tangannya.
Saat melihatku Dara nampak tidak senang, tapi aku tidak peduli toh niatku baik untuk mengantar bekal buat Dara. Tadinya Dara ingin menolak kresek yang aku selipkan ke jarinya, namun dengan cepat Nela menarik tangan Dara. Tanpa basa-basi Dara dan Nela berlalu. Aku yakin Nela paham maksudku, dia nyeret Dara supaya tidak protes atau menolak bekal pemberianku. Aku masih heran dengan sikap Dara yang masih dingin dan sangat jutek itu. Sebaiknya besok pulang kerja aku harus bicara dengan Dara. Tekadku seraya berlalu dari muka pabrik tempat kerja Dara.
POV end
Jam sebelas malam, pekerjaan selesai. Kini giliran shift C melanjutkan pekerjaan. Dara dan Nela serta yang lainnya berhamburan keluar pabrik.
"Dar, Gua nginap tempat Lu ya malam ini, mungpung gak ada laki Lu!" Pinta Nela tiba-tiba.
Dara mengkerutkan kening heran.
"Nginap, tumben!" Respon Dara heran.
Sampai di kontrakan. Dara dan Nela bergantian ke ****** membersihkan diri dan gosok gigi.
"Lu kalau mau makan, makan aja. Kebetulan masih ada tuh ayam kecap buatan Bang Azlan!" Tawar Dara. "Emang Elu gak makan lagi Dar?"
"Gua masih kenyang, Lu makan saja. Mau digoreng lagi ayamnya terserah, gak juga gak apa-apa lagian nasinya panas di mejikom." Jelas Dara. Nela mengangguk-angguk paham. Lantas dia menyeduk nasi dan menyambar ayam kecap tanpa digoreng.
Habis makan dan bersih-bersih, Nela langsung menghampiri Dara yang telah siap selonjoran di atas kasur lantainya.
"Elu tidur disini dengan Bang Azlan?" Tanya Nela. Dara mengangguk. "Tapi posisi kepala kita saling bersebrangan!" Sela Dara. "Kepala Gua disini, dan Bang Azlan disana, bantal guling ini pembatasnya. Jadi dipastikan tidak terjadi sentuhan!" Terang Dara seakan tahu apa yang dipikirkan Nela yang pastinya nanti bakal Nela tanyakan.
"Terus kenapa hari ini Elu murung dan nampak jutek banget sama laki Lu?" Widiwww..... rupanya Nela masih menyimpan pertanyaan itu dari sejak di pabrik sampe di kontrakan Dara. Dia begitu penasaran. Belum sampai terjawab, Nela dikejutkan dengan kantong kresek berlogo sebuah toko baju disamping bantal Dara, kayaknya sengaja disimpan didekat bantal Dara.
"Apaan nih...!" Seru Nela seraya membuka kantong kresek berlogo itu. Dara menatap ke arah kresek itu. "Coba buka Dar...!"
__ADS_1
Dara segera meraih kresek itu dan membukanya. Setelah dibuka rupanya kerudung dan setelan rok warna hijau toska yang dibelikan Azlan tadi siang. Kerudungnya ada tiga dengan warna yang macam-macam. Navy, marun dan hijau Wardah. Ketiganya warna kesukaan Dara, kelihatannya Dara suka matanya nampak berbinar.
"Wah...... setelan rok..... warnanya bagus hijau toska!" seloroh Nela takjub. "Ada kerudung segi empatnya juga!" Sambungnya lagi seraya membeber-beber baju rok setelan hijau toska itu.
"Wah.... cantik Dar, kayanya pas deh di Elu!" Puji Nela. "Bang Azlan tahu banget kesukaan Elu. Perhatiannya gak sia-sia, sebab barang yang dia belikan selalu cocok dengan selera Elu." Ujar Nela lagi tak hentinya mengagumi baju itu.
Dara meraih baju yang dibeberkan Nela, dia nampak tersenyum. Namun lantas menyampakkan kembali seraya cemberut.
"Elu kenapa sih Dar, dari sejak masuk pabrik murung dan bawaannya kesal mulu. Lagi marah sama Bang Azlan ya?" Tebak Nela mengena.
"Cerita Dar......, kalau gak marah sama Bang Azlan mana mungkin baju pemberiannya langsung Elu hempas!" Paksa Nela penuh harap.
"Gua pengen cerita, tapi bingung harus mulai dari mana." Ucap Dara.
"Bingung kenapa....?" Tanya Nela lagi.
Dara berdiri, lalu dia membuka lemari Azlan dan mengambil dompet yang kemarin sempat dia obrak abrik isinya. Nela nampak heran dan menatap dompet yang diambil Dara dari kemari Azlan.
"Kenapa dengan dompet ini?" Tanya Nela. "Ini ada hubungannya dengan sikap murung Elu?" Tebak Nela, Dara mengangguk pelan.
"Kemarin Gua iseng buka-buka lemari Bang Azlan, terus nemu dompet ini, lalu Gua buka-buka lipatannya. Pas lipatan terakhir Gua nemu foto." Dara menjeda ucapannya, matanya nampak berkaca-kaca. "Terus....?" Sela Nela makin kepo.
"Ada foto Gua yang pake kerudung, bisa-bisanya Bang Azlan curi-curi foto Gua. Masih baru banget. Pas lipatan terakhir Gua buka lagi, Gua nemu foto lagi dan foto itu bikin Gua terkejut!" Beber Dara nampak kesal dan berkaca-kaca.
"Coba Gua lihat fotonya.... " Nela segera meraih dompet tersebut dan mengubek-ubek isinya. Dara dengan cepat merebut dompet itu. "Sini.... Lu gak akan tahu dimana letaknya." Protes Dara kesal. Nela nampak tak sabar. "Cepat buka Dar....!" Rengeknya.
Dara membuka dompet itu lalu mencari dimana letak foto itu, dan akhirnya ditemukan.
"Ini....!" Dara menyodorkan foto itu ke muka Nela.
Nela meraih foto yang disodorkan Dara, lantas dilihatnya dengan tajam. Sejurus kemudian dia terbelalak.
"Apa..... Meta.....!" Kejutnya tak percaya.
__ADS_1
Bersambung......
Hai..... Kaka-kaka reader yang baik mampir yuk ke karya saya ini yang masih pemula. Minta dukungannya dan likenya atau apanya. Dengan dukungan kalian, Othor akan membantu Author semangat upnya. Terimakasih......