
"Ayo Bu makan dulu, Ibu pasti sangat lapar. Tadi Azlan sudah masak sayur sop dan ikan cumi asin." Azlan sigap menyiapkan makan buat ibu mertuanya.
"Sudah... biar Ibu saja yang ambil sendiri, Nak Azlan," cegah Bu Endah. Namun tidak didengar Azlan, Azlan tetap menyiapkan makanan buat Bu Endah dengan sigap layaknya seorang Koki.
"Tidak apa-apa, Bu. Azlan senang melakukannya. Ibu duduklah, biar Azlan sekalian ambil minumnya."
Bu Endah menatap haru ke arah Azlan, dia merasa bahagia Dara anaknya menikah dengan lelaki yang sangat bertanggungjawab seperti Azlan. Sungguh Dara sangat beruntung memiliki Azlan, walau dulu Azlan mendapatkan Dara dengan cara licik.
Akhirnya Bu Endah makan sendiri dengan lahap dengan makanan yang sengaja disiapkan Azlan menantunya.
Setelah makan malam Bu Endah bercengkrama dahulu bersama anak mantu dan cucunya yang baru sehari ini hadir di dunia ini.
"Neng, sambil disusuin, biar malam nanti Dede Zla tidak banyak terbangun karena harus!" saran Bu Endah.
"Iya, Bu...." Darapun memberikan ASInya sambil berbaring.
"Awas hati-hati jangan sampai ngantuk memberi ASInya. Ibu takut masuk telinga air ASInya," peringat Bu Endah sangat khawatir. Dara mengangguk paham.
__ADS_1
Malam semakin larut, sementara baby Zla sudah tidak lagi terdengar menyusu. Dara juga sudah terlihat mengantuk. Dara bangkit lalu mencari di mana BU Endah.
"Bu, tidurnya di kamar saja. Biar Bang Azlan yang temani Dara disini, jika baby Zla bangun biar Dara sama Bang Azlan yang tangani." Dara yang melihat Bu Endah yang sangat lelah, mengingatkan Bu Endah agar segera tidur di kamar.
Bu Endah patuh dan mengikuti ucapan Dara, terlebih dirinya memang sudah sangat lelah dan ngantuk akibat perjalanan tadi.
"Sofia....!" jerit Dara gembira. Sofia yang melihat Dara sudah merentangkan tangannya spontan menangkap tubuh Dara, dan kini mereka saling berpelukan.
__ADS_1
"Kangen banget, Yuk... lama Sofi tidak datang kesini, Sofi sedang banyak pekerjaan dari Rumah Sakit. Sofi minta maaf, ya!" ucap Sofia penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa kok Bidan Sofi.... hehehhe...." balas Dara menggoda Sofia. Sofia tersipu malu disebut Bidan Sofi.
"Sofia makin cantik saja ya setelah resmi menjadi Bidan," goda Dara lagi tersenyum bahagia membuat Sofia tersipu malu.
"Ayuk ini memuji terus nanti bisa-bosa hidung Sofia terbang, yuk!" tepis Sofia.
"Dara tersenyum penuh ide, kayaknya kali ini Dara ingin menjodohkan Wisnu dengan Sofia yang semakin cantik dan dewasa.
" Tunggu nanti ya A, saat Aa datang kesini. Maka Aa akan pangling melihat Sofia yang sekarang. Dan Dara akan berusaha menjodoh-kodohkan."
"Lho... kok Sofi tidak disuruh masuk sih, Yuk?!!" protes Sofia pura-pura merajuk.
"Hahaha... Ayuk jadi lupa. Ayo Sof masuk dan lihatlah siapa yang ada di kamar ruang tengah," ajak Dada menuju ruang tengah.
"Sofia....!" teriak Ibu Endah saat pandangan matanya langsung mengarah ke arah Sofia dari ruang tengah.
__ADS_1
"Ibu....!" Dan akhirnya kedua Manu berbeda generasi itu berpelukan saling menumpahkan kerinduannya.
"Ayo... kita lihat dulu dede Zla." Bu Endah menarik lengan Sofia menuju ranjang baby Zla. Ah rupanya baby Zla sedang tidur nyenyak dan tidak mau menyambut kedatangan Tante Sofi.