
Sorenya, Dara bersiap untuk pergi bekerja. Azlan dengan sigap ingin mengantarnya. Tapi Dara menolaknya. Namun entah kenapa tiba-tiba saran Nela terngiang-ngiang dikepalanya. Mengenai berangkat kerja yang telat lalu diantar Azlan.
Azlan heran melihat Dara yang hampir jam tiga kurang lima menit tapi belum pergi juga.
Dara nampak bingung, dia bolak balik sambil mikir. Gimana nih, minta diantar gak ya? Tapi waktu udah mepet banget. Lagian ini kesempatan untuk mengetahui gimana sikap Meta ketika melihat dia jalan dengan Azlan. Akhirnya Dara kepo juga.
"Dek, ini udah telat lho!" Sapa Azlan menyadarkan kebingungan Dara. Dara tersentak dan salah tingkah.
"Ya udah deh Bang, Dara diantar Abang saja!" Ucap Dara tiba-tiba sambil melihat jam ditangannya.
Azlan nampak kegirangan mendengar permintaan Dara, dengan cepat dia berdiri dan mengambil kunci motor.
Dara segera menyambar bekalnya yang tadi sudah disiapkannya, lalu menyodorkan ke tangan Azlan. "Bekal Dara tolong Abang yang bawa." Titahnya. Azlan segera meraih kantong bekal itu, lalu ia gantung digantungan motor.
"Cepat Dek sudah telat!" Seru Azlan khawatir. Dara yang diperingatkan justru seakan-akan sengaja memperlambat gerakannya. Tumben Dara lelet begini, ada apa ya? Pikir Azlan heran. Azlan gak tahu saja akan rencana Dara.
Akhirnya Dara siap dan naik ke atas motor dengan duduk menyamping. "Pegangan ya Dek!" Peringat Azlan. Sejenak Azlan melihat jam tangannya, "alamak.....jam 3 lebih 5 menit." Guman Azlan kaget. Azlan segera menjalankan motornya dengan sedikit cepat.
"Bisa gak Bang jalannya gak usah kencang, lagian Dara gak masalah masuk telat, baru hari ini saja kok telat!" Protes Dara.
"Tumben Adek masuk telat ada apa sih?" Tanya Azlan sambil memelankan motornya. "Abang gak usah tanya-tanya bukan urusan Abang!" Sergah Dara jutek. "Dihhhh..... mulai lagi nih juteknya!" Guman Azlan dalam hati.
Tak terasa motor yang ditumpangi Dara dan Azlan sampai didepan pabrik tempat Dara bekerja. Bersamaan dengan berhamburannya karyawan shift pagi pulang.
Dara segera turun sambil matanya melihat kesegala arah, didepan pintu dia berpapasan dengan teman satu mesinnya di shift pagi. Dara berbasa-basi sejenak. Tak berapa lama akhirnya orang yang Dara harapkan kelihatan. Meta baru keluar dari gerbang, Dara berpura-pura tidak melihat. Namun sudut matanya memicing melihat ke arah Meta.
__ADS_1
"Abang cepat pulang, gak usah mampir-mampir!" Ucap Dara sambil meraih kantong bekalnya, dilihatnya Meta tengah menatap ke arah Dara dan Azlan dengan tatapan heran. Azlan mengangguk setuju.
"Ya udah Adek cepat masuk!" Dara mengangguk, setelah itu Azlan menyalakan mesin motornya dan melajukan motornya.
"Dara....., kamu telat ya?" Sapa seseorang menghampiri Dara. "Eh, Kak Meta....! Iya nih Kak kebetulan tadi ada perlu sebentar!" Alasan Dara. "Kok tumben!" Sahutnya heran. "Iya Kak...., tadi ada keperluan mendadak!" Jawab Dara. "Kalau gitu Dara masuk dulu ya Kak!" Ucap Dara cepat sambil masuk menuju gerbang.
Suara mesin terdengar bersahutan, Dara segera menuju mesinnya. Disana Ira sudah sigap menjaga mesin, disampingnya ada Kak Vita leader kami mendampingi.
"Dara....., katanya kamu ijin telat masuk tapi sudah datang!" Tegur Kak Vita mengurungkan niat Dara yang tadinya ingin menegur duluan.
"Iya Kak urusannya sudah kelar kok, ini juga telat 10 menit Kak!" Ucap Dara memberi alasan. "Ya udah, kamu kembali ke mesin ya!" Ucap Kak Vita sambil ngeloyor ke mesin lain.
"Ra..., makasih ya udah handel mesin!" Ucap Dara pada Ira yang tadi sempat jaga mesin saat Dara belum sampai. "Iya Dar sama-sama....., oh ya.... aku kembali ke belakang ya!" Ijin Ira sambil meninggalkan Dara yang memeriksa report. Dara mengangguk lalu menuju meja kerjanya.
Tanpa Dara sadari tiba-tiba Meta datang menghampiri meja Dara yang sedang menulis di kertas report.
"Ya.....!" Sahut Dara terhenyak.....
Dara memutar tubuhnya melihat siapa gerangan yang memanggilnya. Dara heran setengah mati, kok Kak Meta bisa-bisanya menyusul Dara ke dalam pabrik? Ada apa? Benak Dara bertanya-tanya.
"Dara.... maaf aku sengaja nyusul kamu. Kamu ada hubungan apa sama Bang Azlan Teknisi pabrik sebelah?" Tanya Meta tanpa basa-basi.
"Maksud Kak Meta, Bang Azlan yang tadi ngantar Dara?" Dara balik tanya. "Iya..... Hubungan kamu sama dia apa?" Ulang Meta.
"Aduh maaf Kak, Dara baru masuk dan mau kerja. Jadi Dara gak bisa banyak ngobrol. Nanti Kak Vita marah sama Dara." Sergah Dara. "Tibang jawab aja, susah amat!" Ucap Meta meninggi.
__ADS_1
"Kak Meta bela-belain nyusul Dara masuk cuma nanyain hal gak penting ini?" Tukas Dara sambil sibuk dengan reportnya. "Bagi aku penting, kamu tahu tidak Bang Azlan adalah cowok yang selama ini aku kejar-kejar tapi kenapa dengan enteng bisa jalan dengan kamu!" Tunjuknya pada Dara. Dara merasa jengah dengan ucapan Meta, apalagi ini didalam pabrik tidak seharusnya banyak ngobrol yang tidak penting.
Dara tidak membalas ucapan Meta, dia masih sibuk dengan reportnya.
"Dara...., kalau orang bicara itu tatap jangan dipunggungi!" Sentak Meta sambil mengibaskan tangan Dara kasar.
"Ehh..... Meta...... ada apa ini?" Tiba-tiba Kak Vita datang dan keheranan melihat Meta ada didekat Dara. Dibelakangnya Nela membuntuti sambil memegang hape, entah apa yang dilakukan dengan hapenya. Nela, bisa-bisanya ninggalin mesin mentang-mentang ada Ceker!" Gerutu Dara menatap sahabatnya. Sebetulnya Dara sangat bersyukur dengan kedatangan Kak Vita, sebab bisa menyelamatkan diri dari Meta yang ternyata begitu marah saat melihat Dara diantar Azlan tadi.
"Iya nih Vit, aku ada urusan sebentar sama Dara....!" Ucap Meta memberi alasan, Meta nampak kikuk. "Tapi kenapa tadi kamu hempas-hempas tangan Dara?" Tanya Kak Vita penuh selidik. "Nggak kok!" Sanggahnya. "Ini kan jam kerja kami, kamu tadi sudah keluar pabrik lho. Kenapa bisa balik lagi? Lagipula outgiong PCB Ok kan gak ada masalah?" Cecar Vita. Meta semakin salah tinggkah dibuatnya.
"Maaf Vit.... Aku tadi benar-benar ada perlu sama Dara sehingga aku susul kedalam." Meta memberi alasan lagi.
"Aku tadi lihat lho dari mesin 9 sejak kamu datang. Dan kamu mengejutkan Dara yang lagi nulis report. Kalau kalian ada masalah pribadi, tolong selesaikan diluar saja, jangan saat jam kerja. Kamu ganggu kerjaan tim aku lho kalau gitu!" Jelas Vita membuat Meta mati kutu.
"Ok.... Vita aku minta maaf. Lagian urusanku sama Dara udah kelar kok. Aku pamit ya!" Ucap Meta gelagapan plus malu. Sebelum melangkahkan kaki, Meta sempat-sempatnya mendekati Dara dan berbisik ditelinga Dara.
"Awas ya, jangan sekali-kali jalan lagi sama Bang Azlan. Kalau tidak, kamu akan tahu akibatnya." Bisiknya mengancam sambil menepuk-nepuk bahu Dara.
"Ck, ck, ck...... ada apa dengan si Meta. Sepertinya ada masalah dengan kamu Dar?" Kak Vita merasa heran.
"Dara juga gak tahu Kak, tiba-tiba dia nyusul Dara ke dalam."
"Mencurigakan, sepertinya kalian punya masalah ya. Bisa-bisanya dia sampai nyusulin kamu!" Kak Vita mendadak menaruh curiga. "Dara gak punya masalah sama dia Kak, mungkin Kak Meta saja yang merasa punya masalah sama Dara!" Sahut Dara jujur.
"Ya udah, kalau gitu kembali fokus ke mesin, lain kali kalau ada masalah selesaikan diluar jangan disaat jam kerja" Peringat Kak Vita tanpa memperpanjang obrolan. Dara merasa lega, Kak Vita kembali ngeloyor meninggalkan mesin Dara.
__ADS_1
"Dar...... gua ada bukti......, disini.....!" seru Nela tiba-tiba sambil mengacungkan hapenya. Nanti istirahat ngobrolnya. Lanjut Nela sambil berlalu menuju mesinnya.
Kira-kira bukti apa yang akan Nela perlihatkan pada Dara? Yuk, pantengin lagi teman-teman reader cerita Dara dan Azlan! Ditunggu dukungannya supaya saya. lebih bersemangat upnya. Kasih banyak-banyak like komen dan hadiah ya!