
Seperti yang telah disepakati, Azlan dan Dara bersiap akan pergi ke pasar malam. Dara sangat cantik dengan setelan rok dipadu hoodie.
"Biar tidak dingin pakai hoodie saja Dek, takutnya saat pulang turun hujan!" saran Azlan sebelum berangkat. Dara patuh, dan kini hoodie coklatnya melekat melengkapi penampilannya yang semakin keren. Azlan menatap Dara dari atas sampai bawah begitu takjub.
"Ya Allah cantiknya bini Gua!" pujinya dalam hati.
Azlanpun mengenakan jaket kulitnya yang berwarna coklat, sehingga sekilas mereka nampak seperti pasangan yang berpakaian copel.
"Abang seperti ingin mengurungkan untuk pergi!" celetuk Azlan membuat Dara diam tak bergerak saking terkejut.
"Kenapa, apa Abang sakit?"
"Tidak, rasanya setelah melihat Adek yang cantik ini, Abang pengen berduaan saja di kamar!" cetus Azlan jujur. Dara nampak tersipu malu.
"Mari, tuan putri siap-siap naik kereta kencana!" ajak Azlan sepuitis mungkin, mengikuti gaya bicara kerajaan membuat Dara tersanjung. Motor Maticnya kali ini bagi Azlan adalah kereta kencana yang akan membawa mereka ke pasar malam. Hahaha... Azlan nampak tertawa.
Hatinya berkata mimpi yang hadir siang hari itu, akan dijadikannya sebagai ilham untuk menjerat Dara masuk ke dalam dekapan cintanya. Ya... malam ini sepulang dari pasmal, Azlan akan melancarkan segala siasatnya. Dimulai dari sikap lembut yang baru saja dia lakukan pada Dara.
Motor Matic membelah jalanan Cikarang-Cibarusah, tanpa terasa motor yang ditumpangi dua sejoli tiba di pasmal. Dara nampak ceria turun dari kereta kencana yang disebut Azlan tadi diawal.
Azlan memegang erat lengan Dara dan Dara tidak menolaknya. Keduanya ibarat pasangan muda yang kasmaran dan serasi dengan baju atasan yang warnanya senada.
Tiba di wahana permainan, Azlan menawarkan untuk naik bianglala, Dara setuju. Wahana ini boleh dinaiki dua orang dewasa. Azlan dan Dara menaikinya dibarengi rasa yang berdebar.
Dara sudah bersiap memegang tangan Azlan, Dara takut bianglala ini berputar dengan cepat. Sebab Dara tidak pernah mau naik wahana yang kecepatannya tinggi apalagi super tinggi.
"Tenang, bianglalanya tidak berputar cepat. Tadi Adek sudah lihat kan dibawah!" bujuk Azlan menenangkan.
Benar saja bianglalanya berputar dengan santai namun tetap saja membuat hati Dara berdebar, dan membuat hati Azlan berbunga sebab bisa berdekatan dengan Dara.
Turun dari bianglala, Azlan mengajak Dara ke wahana lain, namun Dara menolaknya dengan alasan sedikit pusing kepala. Akhirnya Azlan hanya mengajak Dara berkeliling stand pakaian.
"Ya sudah kalau tidak berani mencoba lagi wahana permainan, Adek belanja pakaian dan makanan kesukaan saja," putus Azlan yang diangguki Dara.
"Hai Dara... rupanya Elu jadi ke pasmal. Beli apa Dar? Sini deh Gua tunjukin barang yang harus Elu beli." tarik Nela tiba-tiba. Dara terkejut dibuatnya. Azlan hanya tersenyum dibuatnya melihat sohibnya Dara yang mengejutkan Dara.
"Bang pinjam dulu bentar, Abang ngobrol saja sama Kang Seblak atau Kang Baso!" ujar Nela sambil ngeloyor menarik lengan Dara tanpa rasa malu.
"Aduh Nela, apa-apaan sih? Pake tarik-tarik segala," protes Dara.
__ADS_1
"Sudah diam, jangan banyak bacot. Elu ikuti perintah Gua!"
"Ihh...Nela, kasar banget. Bacot, bacot, congcot kali!" cibir Dara kesal.
"Nah disini tempatnya, Elu tinggal pilih. Suka warna yang mana?" Dara terbelalak tak percaya mendapatkan kenyataan didepan mata.
"Pilih warna Jersey yang paling Elu suka!"
Dara masih tak percaya apa yang dikatakan Nela. Jadi Jersey horor yang dimaksud Nela adalah baju seksi transparan ini? Batin Dara terkesima.
"Apa-apaan sih Nel, Gua tidak beli beginian!" tolak Dara. Nela tidak menggubris penolakan Dara, dia tetap memilih jersey horor buat Dara. Dan dipilihlah jersey warna coklat muda kesukaan Dara.
"Ini, udah Gua bayar. Anggap saja hadiah pernikahan!" sodor Nela memaksa. Dara terpaksa membawanya.
"Udah deh, Elu kembali ke Abang Lu. Gua juga mau nyamperin Abang Gua dan calon adik ipar, dia nunggu di stand aksesoris." pungkas Nela.
"Dar, jangan lupa dipake! Sukses ya, hehe....!" seru Nela setengah berteriak, membuat Dara malu.
"Gimana, sudah belanjanya?" Azlan tiba-tiba sudah berada di samping Dara. Dara terperanjat.
Dara menjadi salah tingkah saat Azlan menatap kresek yang dijinjingnya.
"Ada lagi yang mau Adek beli? Belilah mungpung masih disini!" ucap Azlan. Dara sudah tidak bersemangat lagi untuk membeli ini itu, pemberian Nela juga sudah cukup membuat dia sesak.
"Dara tidak mau beli apa-apa lagi. Cukup ini!" sahut Dara.
"Abang sudah belanja?"
"Ini, Abang banyak belanja untuk Adek. Makanan dan sesuatu buat Adek!" ucap Azlan misteri sambil memperlihatkan kresek belanjaannya. Dara heran, sebenarnya Azlan membeli apa buatnya?
"Adek mau beli makanan apa lagi?" tanya Azlan. Dara menggeleng.
"Kalau gitu, kita pulang saja. Lagipula ini hampir mau masuk Isya. Kita pasti gak keburu Magrib!" ajak Azlan seraya meraih tangan Dara.
Tepat saat Azlan meraih tangan Dara, dari arah depan tiba-tiba muncul Meta bersama salah satu temannya. Saat Dara mau menyapa, Meta langsung melengos menjauh dari Dara dan Azlan seraya memperlihatkan tatapan sinisnya.
"Kak Me....!" Dara tak melanjutkan, mulutnya terhenti menganga.
" Meta ya?" Dara dikejutkan oleh suara Azlan yang terus memegang lengannya dan menarik lembut mengajak Dara menuju parkiran motor.
__ADS_1
"Iya Kak Meta, mantan terindah Abang!" sahut Dara kecut.
"Mana ada mantan terindah! Yang ada nih disisi Abang, bini tercinta dan tersayang Abang!" sangkal Azlan diakhiri kalimat sanjungan untuk Dara.
Tepat Adzan Isya mereka berdua sampai di kontrakan. Dara segera menuju kamar mandi.
"Makan aja dulu sayang, jajanannya keburu dingin!" ucap Azlan lembut.
Sedari tadi Azlan memperlakukan Dara dengan lembut dan romantis, ini salah satu siasatnya sesuai ilham Wiguna yang didapat dari mimpinya.
Dara sudah merasakan degdegan, jantungnya sejak sampai di kontrakan tadi mulai tidak karuan.
"Nanti saja setelah sholat Isya," sahut Dara.
Azlanpun setuju. Biarlah dia ikuti kemauan sang perawan.
Sholat Isya selesai. Azlan sigap menyiapkan segala pernak pernik alat makan malamnya bersama sang pujaan tercinta. Diatas ambal tipis makanan digelar dan disiapkan. Baso amdes (asam pedas), Seblak bilagih (bikin laper dan nagih), dan Pempek Cindu (Cinta dan rindu). Minumannya Es Teller ****** (ciuman panjang), dan Es Boba (favorit Dara banget). Judul makanannya seolah-seolah mengikuti tema makan malam romantis yang disediakan Azlan. Kebetulan sekali, batinnya.
"Adek mau pakai nasi tidak makannya?" tawar Azlan.
"Nggak ah, takut kekenyangan!" sahutnya seraya mengambil Seblak, salah satu makanan favoritnya juga.
"Makan yang banyak biar nanti tidak kecapaian dan banyak tenaga!" ucap Azlan tanpa tedeng aling-aling. Dara tahu kemana arah pembicaraan Azlan, yang jelas jantungnya langsung dag dig dug tidak karuan.
"Ya Allah, tiba-tiba gugup begini dan takut!" batin Dara sambil menyuap Seblaknya menyembunyikan rasa gugup.
Seblak telah habis, kini baso dan pempek. Dara mengambil dua-duanya, menuangkan baso dan pempek dalam satu wadah.
Azlan terpesona melihat cara makan Dara yang digabung, akhirnya dia ikuti cara Dara. Dan rasanya beda... campur-campur. Woww...kolaborasi Baso dan Pempek rupanya enak. Kuah baso dan Cuko Pempek menyatu amboi mantapnyaaa. Kalau tidak percaya, kalian coba pasti sensasi rasa yabg berbeda, lebih enakkkk....
Makan malam yang sederhana ala pasangan muda ini begitu romantis, terlebih sikap Azlan yang sangat manis. Berdebar-debar jantung Dara setelah menyudahi makanannya. Es Boba menjadi menu terakhir Dara. Ahhh segarrrr....
Azlanpun menyudahi makan malam yang dibuat seromantis mungkin. Es Teller ****** menjadi menu penutup untuk Azlan. Ahhhh segarrrr....
Tanpa menunggu lama, Dara beranjak ke kamar mandi dan menggosok gigi. Azlan tersenyum girang, sinyal pertama telah diperlihatkan Dara, gosok gigi. Tahulah kalau gosok gigi malam, maknanya mau tidur dan....
Azlanpun ke kamar mandi setelah Dara keluar menyudahi ritual bersih-bersihnya.
Degdegan dan tegang seketika dirasakan Dara. Sementara Azlan akan menyiapkan kejutan romantis buat Dara seraya hatinya kegirangan akan menyambut sesuatu yang ditunggu-tunggunya. Melepas perjaka..... wakwakwak.....
__ADS_1
Bagaimana kelanjutan kisah Azlan dan Dara yang semakin menegangkan ini? Yuk dukung kisah Azlan dan Dara. Mampir like, komen, Favoritekan, hadiah dan votenya. Ditunggu ya....!