
"Maafkan aku baru bisa datang ke sini, Bu!" Ucap Mira.
Anak perempuannya itu baru bisa datang ke rumah sakit saat malam hari. Bersama seorang pria yang mengantarkannya.
"Dokter Renaldi?" Bu Nuri menatap pria di hadapannya tak percaya. Dokter yang menangani Mira saat wanita di Panti Rehabilitasi Jiwa bisa bersama dengan Mira saat ini.
"Kenapa dokter bisa bersama anak saya?" Tanya Bu Nuri bingung.
"Mira kerja sama saya, Bu. Dia membantuku di panti rehabilitasi, tempat dia kemari di rawat." Dokter Renaldi menjelaskan.
"Lebih tepatnya aku menumpang hidup di panti itu," sambung Mira.
Bu Nuri mengenal napas berat. "Pantas saja kamu tidak mau pulang ke rumah. Kamu lebih nyaman tinggal di sana!"
"Rumah siapa yang ibu sebut? Itu bukan rumah Mas Afkar dan juga bukan rumah kita. Kita hanya menumpang di sana. Kalau pun Mas Afkar tidak berjodoh dengan Mba Syafa. Pastinya kita harus pergi dari sana, Bu!" Ucap Mira.
"Kamu mendoakan yang tidak baik pada kakakmu!"
Mira menggelengkan kepala. "Itu hanya kemungkinannya, Bu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti. Mana Mas Afkar?" Tanya Mira.
Bu Nuri tidak mau berdebat dengan Mira. Pastinya anak perempuannya itu akan semakin menyalahkannya.
"Di ruangannya!" jawab Bu Nuri.
__ADS_1
"Bersama Mba Syafa?"
"Tidak, Syafa tidak ingin satu ruangan dengan kakak mu!" Bu Nuri menjelaskan.
"Sudah ku duga, pasti akan sepert ini," seru Mira. wanita itu beralih pada Dokter Renaldi. "Dokter, terima kasih sudah mengantarkan ku sampai sini. Maaf sudah merepotkan Anda," ujar Mira sembari sedikit menundukkan kepalanya.
"Sama-sama, kalau begitu saya pamit pulang." Renaldi pamit pada Mira dan Bu Nuri. Baru satu langkah berjalan pria itu kembali berbalik badan.
"Apa ada yang tertinggal dokter?" Tanya Mira.
Renaldi menggelengkan kepalanya pelan."Ah, tidak! Aku hanya mau bilang kalau kamu membutuhkan sesuatu bisa menghubungiku!" ujarnya.
Mira menarik kedua sudut bibirnya. "Terima kasih atas tawaran bantuannya, Dokter. InsyaAllah saya bisa mengatasinya sendiri." Mira menolak halus.
Renaldi kembali pamit pada Mira. Pria itu berlalu meninggalkan dua wanita yang berbeda usia itu.
Bu Nuri dapat menangkap sesuatu yang berbeda pada pria itu.
"Sepertinya dia suka sama kamu, Mir!" Ujar Bu Nuri. "Tidak ada salahnya kalau kau mencoba untuk ---," ucapannya terpotong begitu saja oleh Mira.
"Aku minta jangan mengatur lagi kehidupanku, Bu." Mira menatap tajam pada ibunya. Ia tidak ingin kehidupannya kembali diatur oleh Bu Nuri. Cukup kehidupan rumah tangganya hancur karena Mira terlalu mengikuti semua perintah ibunya. Andai saja dulu Mira ikut kemanapun suaminya bertugas tidak mungkin dia dimadu. Sampai mantan suaminya lebih memilih istri mudanya yang lebih paruh ikut kemanapun suaminya pergi.
Pengalaman itu tidak akan terulang lagi. Mira ingin hidup sesuai dengan hatinya sendiri saat ini. Bu Nuri hanya sebagai orang tua. Hanya ridho dan doa saja yang seharusnya Bu Nuri berikan untuk kehidupan rumah tangga Mira nanti. Tidak untuk kembali mengaturnya.
__ADS_1
"Maafkan ibu, Nak!" lirih Bu Nuri. Wanita itu sadar diri dengan jawaban Mira atas ucapannya.
"Sudahlah, Bu. Aku tidak mau membahas masa lalu. Kedepannya ibu sudah janji akan berubah. Jangan jadi orang tua yang selalu ingin ikut campur dengan rumah tangga anak. Turut mendoakan itu yang seharusnya ibu lakukan. Lihat kehidupanku dan Mas Afkar semua jadi seperti ini. Aku bukan menyalahkan ibu. Tapi aku hanya ingin ibu belajar dari pengalaman yang ada." Mira berkata pelan tapi semua ucapannya menusuk ke dalam relung hati Bu Nuri.
"Kamu benar, Nak! Ibu salah dalam hal ini." Bu Nuri tertunduk sedih."
"Menyesali semuanya sudah cukup, Bu! Saat ini hanya aku dan ibu yang harus kuat berada di sisi Mas Afkar," ujar Mira.
Bu Nuri mengangguk pelan membenarkan ucapan Mira.
Keduanya melangkah beriringan menuju ruangan Afkar berada. Tapi tidak ada keberadaan Afkar di sana. Tanpa mereka ketahui Afkar sedang berada di ruangan Syafa. Pria itu membentak semua petugas kesehatan yang ada di ruangan itu.
"Katakan di mana dia?" sentak Afkar untuk kesekian kalinya.
.
.
.
To Be continued
Maaf cuman sedikit tapi tunggu setelah ini aku up lagi gak lama kok.
__ADS_1