
Di dalam kamar seorang wanita cantik yang tengah hamil besar itu tidak bisa memejamkan mata. Pikirannya terus tertuju pada suami tercintanya.
“Kenapa Mas Erza nggak angkat teleponku,” gumam Yara seraya menatap ponsel di tangannya. “Ya Allah lindungilah suamiku di mana pun dia berada, jauhkan dia dari apapun yang akan mengganggu dan menyesatkan nya,” ucap Yara sebelum wanita itu memejamkan mata. Hingga akhirnya Yara terlelap dalam tidurnya.
Seperti perkiraan Erza. Andrea membawanya ke kamar hotel.
“Terima kasih sudah membantuku sampai sini, Andrea,” ucap Erza. Manik matanya terus menatap Andrea dengan tatapan tak biasa seakan ingin memangsa wanita itu.
Andrea paham arti dari tatapan itu. Ia mengira Erza sudah terpengaruh oleh obat perangsang itu.
“Kamu mau aku temani, Za?” Andrea menawarkan diri.
Erza semakin mendekat dan menarik pinggang wanita yang ada di hadapannya ini. Kemudian mendekatkan wajahnya pada Andrea. “Memangnya kamu bersedia, jika aku minta kehangatan darimu,” bisik Erza dengan suara seraknya.
“Tanpa kamu minta aku akan memberikannya,” balas Andrea . Wanita itu langsung mendorong pelan Erza ke dalam kamar hotel.
Erza tersenyum dingin menanggapinya. “Aku mau kamu menemaniku minum,” ucap Erza saat keduanya duduk di sofa. Andrea berusaha terus menempel pada Erza menggoda pria itu agar lebih cepat terangsang.
‘Ya ampun kalau tidak sedang bersandiwara menjebak wanita ini agar mengakui perbuatannya. Malas banget harus berdekatan dengannya.’
Batin Erza.
Andrea segera memesan minuman yang di minta oleh Erza. Di saat itulah Erza menggunakan ponselnya untuk merekam semuanya. Ia menyembunyikan ponselnya di tempat tersembunyi.
Andrea kembali mendekati Erza. Wanita itu semakin bergerak liar. Bahkan mencoba mencium bibir Erza. Beruntung Erza bisa mengelak. Andrea mengerutkan alis saat mendapat tanggapan dari Erza.
‘Kenapa dia tidak terangsang. Padahal aku sudah menggodanya.’
Batin Andrea. Tapi wanita itu tidak menyerah begitu saja. Andrea kembali menggoda Erza. Di saat bersamaan pesanan minumannya datang. Barulah Andrea beranak dari pangkuan Erza.
__ADS_1
‘Akhirnya, beranjak juga wanita itu. Istriku maafkan aku, Sayang. Aku harus balik menjebak wanita itu agar mendapat bukti kelicikannya.’
Batin Erza seraya membuka kaosnya dan menunjukkan tubuhnya yang atletis. Andrea yang kembali dengan satu botol minuman beralkohol di tangannya tergiur melihat tubuh atletis itu. Senyumnya mengembang sempurna. “Sepertinya obat itu mulai bekerja,” guman Andrea. Wanita itu semakin tidak sabar untuk menghabiskan malam ini bersama Erza.
“Minumannya datang,” ucap Andrea. Wanita itu segera membuka dan menuangkannya minuman itu. Menyuguhkannya spesial untuk Erza.
Tanpa ragu, Erza meminumnya. Kali ini dia mau meneguk minuman itu. Sebab Andrea membuka tutup botol di hadapannya. Erza pun menuangkan minuman beralkohol itu untuk Andrea. Bahkan terus memaksa wanita itu untuk minum.
“Kamu semakin cantik,” ucap Erza saat beberapa sloki sudah diteguknya.
“Aku memang cantik, seksi dan menggoda,” Andrea semakin liar pada Erza.
Erza menarik kedua sudut bibirnya. “Dia sudah masuk ke dalam perangkapku. Aku akan memulainya sekarang.” Erza melirik ke arah ponselnya. Masih dalam mode pengambilan video.
“Tubuhku panas sekali, tidak biasanya aku seperti ini,” ucap Erza seraya mendekat dan membelai wajah Andrea.
Erza menggelengkan kepala mendengarnya. Ia tidak menyangka akan secepat itu mendapat pengakuan dari Andrea. Ia pun mendorong tubuh Andrea dan melepaskan tangan yang melingkar di lehernya. “Tidak semudah itu, aku tidak bisa terjebak olehmu, kamu pikir aku mabuk dengan minuman seperti itu. Aku pernah menikmatinya dulu. Itu tidak akan berpengaruh padaku.” Erza lekas berdiri kemudian memakai kembali pakaian yang sempat ia buka. Tak lupa Erza meraih ponsel yang ia sembunyikan untuk merekam pengakuan Andrea. Dengan bukti itu Erza akan menuntut perbuatan Andrea padanya.
“Kamu mau kemana, Sayang?” Andrea melambaikan tangan hendak merangkul Erza.
“Aku akan menuntutmu nona Andrea. Begitu juga dengan orang tua mu. Atas rencana penjebakan ini. Kita akan bertemu di pengadilan nanti.” Erza beranjak pergi dari kamar itu. Hatinya merasa lega karena tidak berlama-lama di sana.
“Za, tunggu! Aku sudah bilang akan melayani-mu. Kamu pasti tidak akan pernah menyesal setelah kita bersenang-senang nanti. Aku akan memuaskan mu, Za,” oceh Andrea seraya melucuti pakaiannya sendiri. Sehingga tubuh seksi dan putih itu terlihat jelas. Tapi sayang, Erza sama sekali tidak tertarik.
Erza terus melangkah keluar kamar, Andra pun mengikutinya. “Kamu mengajakku bercinta di mana, Za. Aku akan menyanggupinya.”
Lagi-lagi Erza menggelengkan kepala mendengar ocehan Andrea. Pria itu membuka pintu. Di saat bersamaan petugas hotel berada di depan pintu. Petugas hotel itu tengah membersihkan lorong di sana. Manik matanya membulat saat melihat penampilan seksi dari Andrea.
Erza berhasil melewati petugas itu.
__ADS_1
Brughh.
Andea terjatuh di depan petugas hotel. Dengan sigap petugas itu membantunya.
“Hei, kamu mau kemana? Kita belum mulai permainan kita, Sayang.” Andrea membelai wajah petugas hotel dan menarik pria itu ke dalam kamarnya.
“Maaf, saya bukan pria yang anda maksud. Dia barusan keluar dari sini,” balas pria itu.
“Syuuut, jangan banyak bicara. Aku akan memberikan kepuasan untukmu. Kamu tinggal menikmatinya saja.” Andrea langsung menyambar bibir pria yang ada di hadapan itu. Mabuk membuat Andrea tidak menyadari siapa yang sedang ia puaskan malam ini. Sebuah keberuntungan buat petugas itu bisa merasakan bercinta dengan wanita cantik dan berkelas secara gratis.
***
Meskipun waktu sudah menunjukkan dini hari. Hal itu tidak membuat Erza menunda kepulangannya. Perjalanan jauh pun Erza lewati bersama Leon yang masih terpengaruh obat tidur dari minuman yang diminum asistennya itu. Sebelum pergi Erza memerintahkan pada seseorang untuk mengurus semuanya dari menangkap dua orang petugas cafe yang bekerja sama dengan Andrea serta mengamankan wanita yang tengah ber-aha uhu di kamar hotel bersama petugas kebersihan di sana. Erza akan memberi pelajaran pada Andrea dan Pak Dimar.
Sesampainya di kediaman mewah miliknya. Erza menyuruh satpam yang membukakan pintu untuk membantu membantu membawa Leon ke kamar tamu agar asistennya itu bisa beristirahat. Sedangkan Erza sedikit berlari menuju kamarnya. Wajah kesal Erza berubah teduh saat melihat sosok wanita yang ia cinta tengah berbaring di tempat tidur. Erza segera membersihkan diri sebelum mendekati Yara. Setelah beberapa menit membersihkan diri. Erza berjalan pelan menuju tempat tidur. Kemudian ikut bergabung dengan Yara dalam satu selimut. Erza memeluk Yara dari belakang.
“Mas Erza, kenapa aku merasa kamu sedang memelukku, ya ampun belum semalam di tinggal pergi aku sudah rindu sekali sama kamu, Mas,” gumam Yara dengan mata yang terpejam lalu melanjutkan tidurnya. Yara mengira pelukan dari Erza hanya halusinasinya saja.
Erza menarik kedua sudut bibirnya. Tanpa berniat membalas ucapan Yara. Erza malah mengeratkan pelukannya pada Yara. Rasa kantuknya sudah tidak bisa ditahan lagi. Akhirnya Erza ikut memejamkan mata dengan memeluk Yara dari belakang.
Ternyata doa dari seorang isteri yang sedang hamil terkabul. Sang Pencipta melindungi Erza dari bahaya wanita perusak rumah tangganya.
.
.
.
To be continued
__ADS_1