
"Ya sudah! Kamu istirahat saja di dalam, hari ini kamu libur 'kan?" Tanya Kak Ima seraya membukakan pintu kontrakan agar Firman bisa beristirahat di dalam sana.
Firman pun masuk ke dalam kontrakan yang sudah lama ia tinggalkan. Hanya Afkar seorang diri di sana beberapa bulan ini. Firman memperhatikan ke sekeliling keadaan kontrakannya. Ia melihat ada yang berbeda dengan isinya. Terlihat banyak perabotan yang masih baru. Kasur dan segala peralatan rumah tangga. Ada juga beberapa mainan dan boneka yang masih terbungkus plastik putih bening sepertinya semua dibeli untuk menyambut Yara dan Dhiya.
"Afkar sudah menyiapkan semua ini untuk istri dan anaknya. Dia bilang sama aku mau jemput mereka, Afkar ingin mereka ikut tinggal di sini!" Kak Ima menjelaskan sebelum Firman bertanya untuk apa semua barang rumah tangga itu.
"Kasian sekali nasibmu, Kar! Aku tidak tega menceritakan semua ini kepada Yara. Terlebih bapaknya Afkar di kampung terkena Stroke, ketika tahu Afkar menghilang tak ada kabar! Aku jadi bingung harus bilang apa sama istrinya," ucap Firman. Wajahnya terlihat sedih membayangkan musibah yang dialami sahabatnya itu.
Firman pun duduk bersila di ruang depan. Pria itu terdiam sesaat, ditemani Kak Ima yang tengah memberi solusi kepadanya.
"Kamu harus tetap memberi tahu Yara. Apa pun yang terjadi!" saran Kak Ima.
"Ya, Kak. memang harusnya seperti itu. Tapi bagaimana keadaan Afkar? Apa dia selamat atau sudah meninggal?" Firman masih memikirkan sahabatnya.
"Kita do'akan saja, semoga Afkar selamat dan baik-baik saja," Ucap Kak Ima.
"Aamiin," jawab Firman mengaminkan.
Singapore.
"Udaranya segar ya?" Ucap Syafa saat wanita itu mendorong kursi roda menuju taman rumah sakit.
Tidak ada jawaban yang Syafa dapatkan dari seorang pria yang duduk terdiam di kursi roda itu.
Syafa terus mendorongnya hingga mereka berdua berada di tengah taman. Suasana yang nyaman dan asri membuat keadaan sekitar sedikit ramai oleh para pasien yang ingin menghirup udara segar di pagi hari.
Semenjak membawanya ke rumah sakit ini. Syafa tidak pernah absen mengunjungi Afkar bahkan setelah Afkar siuman satu minggu yang lalu, Syafa tidak pernah meninggalkan pria itu.
Rasa bersalahnya teramat besar pada pria yang sudah ia tabrak ini.
__ADS_1
"Nanti sore, kamu akan menjalani terapi. Kamu mau, ya?" Syafa berbicara dengan pelan dan lembut.
Seorang pelayan menghampiri mereka berdua. Membawa makanan dan minuman untuk menemani keduanya di sana.
Dua minggu sudah Afkar dirawat di rumah sakit itu. Tapi baru seminggu ini Afkar sadar dari komanya.
Kepala yang masih berbalut perban begitu juga dengan luka di tangan dan kaki yang terkena aspal perlahan mulai membaik. Kakinya hanya perlu dilatih berjalan karena mengalami patah tulang saja.
Afkar menoleh ke arah Syafa yang ada tepat di sampingnya. "Kamu akan menemaniku?"
Syafa tersenyum hangat pada Afkar. "Kapan aku tidak menemani kamu, dari kamu membuka mata sampai saat ini aku selalu ada di sisimu, kecuali saat kamu---,"
"Saat apa?" Afkar akan tidak sabar mendengarnya.
"Saat kamu di kamar mandilah! Masa aku harus masuk ke sana! Kita bukan muhrim," celetuk Syafa dan berhasil membuat Afkar tertawa.
Pemandangan yang menggetarkan hati Syafa. Baru kali ini ia melihat Afkar melebarkan senyumnya. Kedekatan keduanya terus berjalan seperti air. Afkar mulai tergantung pada Syafa. Setiap harinya mereka bersama, Syafa terus setia menemani Afkar pada setiap pemeriksaan yang pria itu jalani.
"Jika kamu bahagia bersama pria asing itu. Papa akan menyembunyikan identitasnya demi dirimu, Nak! Papa ingin melihat keceriaan dan tawa terus menghiasi wajahmu," gumam Tuan Rio yang menatap Syafa dan Afkar dari kejauhan.
Tuan Rio pun berlalu dari sana. Pria tua itu merasa lega setelah melihat senyum ceria dari putrinya. Rasa bersalah yang amat besar yang dirasakan Syafa bersamaan dengan sakit hatinya pada Ryan. Semuanya hilang begitu saja, saat pria asing itu sadar. Kehadiran Afkar seakan menjadi penyembuh luka buat Syafa.
Seperti ucapannya, Kali ini pun Syafa kembali menemani afkar saat pemeriksaan yang pria itu lakukan selanjutnya. Dengan sabar, kelembutan dan penuh ke hati-hatian Syafa memperlakukan Afkar. Wanita itu lekas memberi Afkar minum setelah keluar dari ruang CT-scan.
"Pusing, ya?" Tanya Syafa lembut sambil menyodorkan
air minum pada Afkar. "Minum, dulu!" titahnya kemudian.
Afkar menerimanya dan meneguk perlahan minuman itu, saat Syafa mengambil botol minum itu. Tangannya ditahan oleh Afkar.
__ADS_1
"Terima kasih, Fa! Kalau tidak ada kamu, entah bagaimana hidupku. Meskipun hanya kamu yang ada dalam ingatanku saat ini, tapi aku bersyukur. Ada kamu di sampingmu," ucap Afkar.
Kedua manik mereka bertemu, ada perasaan yang berbeda yang Syafa rasakan saat mendapat Afkar memandanginya. Kesedihan dan rasa sakit hatinya pada Ryan hilang begitu saja saat Syafa bersama Afkar.
"Sama-sama." Syafa lekas memutus pandangannya lebih dulu. Ia takut jika Afkar tahu yang sesungguhnya.
'Aku memang harus bertanggungjawab padamu! Maaf, karena diriku, kamu mengalami semua ini. Tidak mengingat siapapun termasuk dirimu sendiri, Apa kamu akan memaafkan aku jika tahu, akulah penyebab kecelakaan itu terjadi?'
Ucapnya dalam hati. Syafa masih belum memiliki nyali yang besar untuk mengakui semuanya pada Afkar. Ia sudah nyaman dengan kedekatannya saat ini.
Bersama Afkar, Syafa bisa melupakan mantan kekasih yang sudah mengkhianatinya yaitu Ryan, Ryan Mahardika. Kekasih yang tiga tahun menjalin kasih dengannya. Dengan tega berselingkuh dengan wanita lain di apartemen pemberian darinya untuk pria itu.
.
.
Sumber Informasi : Google
*
CT scan atau computerized tomography scan adalah prosedur pemeriksaan medis yang menggunakan kombinasi teknologi sinar-X dan sistem komputer khusus untuk menghasilkan gambar organ, tulang, dan jaringan lunak di dalam tubuh.
*
Alat ini dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan. Dokter akan merekomendasikan pemeriksaan CT scan untuk kondisi tertentu, seperti: Memperoleh diagnosis kelainan otot dan tulang, seperti tumor atau keretakan pada tulang. Menentukan lokasi tumor, infeksi, atau bekuan darah.
Bersambung.
Wah bakalan seru nih nantinya....
__ADS_1
tunggu kelanjutannya ya....