Jodoh Instan

Jodoh Instan
Mandi


__ADS_3

Mandi bersama istri? Apa pantas wanita itu menjadi istriku? Batin Voren yang memasang ekspresi merengut ke arah Doni.


Doni berusaha untuk tidak menunjukkan senyumnya. Tentu saja Doni harus memberi saran-saran yang berguna demi menjaga reputasi Tuan Voren sebagai seorang pria santun, cerdas, beramal sholeh serta berakhlak mulia. Sungguh kurang bijaksana jika Tuan Voren memperlakukan istrinya dengan sewenang-wenang. Meski pria itu tidak menerima pernikahan ini, toh mereka sudah menjadi suami istri yang sah secara hukum yang berlaku. Sehingga menurut Doni lebih baik Tuan Voren bersikap kooperatif daripada melakukan kudeta terhadap ibunya. Lebih baik bersikap baik demi menjaga nama baik daripada nama keburu rusak di depan publik. Mengembalikan nama baik tentu tidak semudah membalikan telapak tangan, sehingga Doni sangat peduli terhadap nama baik Tuan Voren dan khususnya keluarga Lazaro.


Sama sekali tidak keren jika Tuan Voren muncul dan diliput oleh media serta disaksikan sebangsa dan setanah air sebagai suami yang telah melakukan tindakan kurang menyenangkan terhadap istrinya. Tentunya citra sempurna Tuan Voren akan langsung terjun bebas. Jelas sekali sikap tidak bijaksana itu benar-benar lebih banyak merugikan Tuan Voren.


Voren mulai membuka tuksedo kemudian dilanjutkan dengan kemejanya lalu menyerahkannya pada Doni. Voren juga mulai mencoba melepas ikat pinggangnya.


"Doni, ikat pinggangku tidak mau terbuka! Ada apa ini?" keluh Voren.


"Coba sini saya bantu, Tuan," kata Doni langsung mencoba membuka ikat pinggang bermerk yang tak bisa dilepas dari posisinya.


"Doni, jangan-jangan ini barang kw super ya!" keluh Voren.


"Tidak mungkin Tuan, ini ikat pinggang yang Anda beli di Paris dua tahun yang lalu! Ini barang edisi terbatas," kata Doni.


"Apa karena jarang kupakai jadi macet begini, ya?!" keluh Voren.


Doni segera berlutut di depan Voren dan mencoba mengecek ikat pinggang luar biasa mahal itu. Doni tentu tak boleh sampai merusak ikat pinggang edisi terbatas dari salah satu rumah mode tersohor di Paris.


"Tuan, akhirnya terbuka juga!" seru Doni yang langsung menarik ikat pinggang Voren.


"Oh, syukurlah!" Voren menghela napas lega.


Mata Voren menangkap sosok Velan yang nampak mematung di ambang pintu kamarnya.


"Istriku, ada apa?" tanya Voren ke arah Velan.


"Oh, nona Velan," Doni segera berbalik melihat wanita itu lagi-lagi nampak mematung.


"Maaf, ga-gaunku susah untuk kubuka sendiri," jawab Velan ragu-ragu.

__ADS_1


"Tuan Voren, tolong dibantu buka," kata Doni sambil melotot ke arah Tuan Voren.


Apa? Harus aku? Voren melotot ke arah Doni.


Harus Anda Tuan, tidak mungkin saya! Doni melotot lantaran mengerti apa maksud tatapan melotot yang dilemparkan oleh atasannya itu.


"Baiklah, Istriku," kata Voren segera membawa Velan ke dalam kamarnya.


Doni tersenyum sumringah, ia segera menghubungi pihak restoran untuk memesan makanan karena ia yakin, Tuan Voren pasti akan sangat lapar usai melahap istri beliau.


...~...


Velan benar-benar merasa gemetaran saat melihat pantulan dirinya di depan cermin yang mengelilingi kamar tidur Voren. Terlihat jelas suaminya mulai membuka ritsleting yang berada di belakang gaunnya.


Velan bisa melihat dengan jelas, suaminya hanya memasang ekspresi datar dari bayangan yang dipantulkan oleh cermin di hadapannya.


Velan masih belum bisa memercayai pria setampan Voren benar-benar bisa menjadi suaminya. Sakit rasanya hati Velan saat mengetahui bahwa suaminya terang-terangan mengakui ketidaktertarikannya pada wanita.


Entah mengapa Velan merasa ia benar-benar membeli kucing dalam karung!


Menikah dengan pria yang tidak tertarik pada wanita benar-benar di luar rencana yang telah disusun oleh Velan. Velan sudah berencana untuk hidup bahagia selama-lamanya dengan pria pemilik ketampanan luar biasa ini. Menghabiskan hari-hari penuh kebahagiaan, membesarkan anak-anak, menua bersama hingga maut memisahkan. Sebuah rencana besar seperti tujuan pernikahan pada umumnya.


Namun rupanya Velan harus mengubah rencananya itu. Prioritasnya saat ini jelas sekali bahwa ia harus bisa membuat suaminya yang tak tertarik pada wanita agar bisa tertarik padanya. Dengan begitu rencana besarnya yang lain bisa terealisasi dengan baik.


"Pakailah," kata Voren menyerahkan jubah mandi berwarna putih yang ia ambil dari dalam kamar mandi.


"Terima kasih," kata Velan dengan perasaan yang getir.


Aih, bagaimana cara agar pria yang tak tertarik pada wanita bisa tertarik, ya?


Velan sungguh mengalami pergolakan batin yang sangat. Rasanya ia masih belum bisa memercayai bahwa ia menikah dengan seorang pria yang tak tertarik pada wanita.

__ADS_1


...~...


Kamar mandi yang berada di kamar Voren tentulah merupakan kamar mandi dengan fasilitas setara hotel berbintang lima. Sebuah bathup besar menghadap tepat ke arah dinding kaca yang menampilkan pemandangan laut. Bathup besar itu lebih menyerupai kolam renang mini berkapasitas empat orang dewasa.


Voren menyalakan lilin aroma terapi beraroma lavender. Ia memenuhi bathup dengan air hangat dan menuangkan sabun beraroma mewah serta beberapa tetes minyak esensial beraroma lavender ke dalam bathup yang seketika dipenuhi oleh busa sabun berwarna putih.


Velan membuka jubah mandi berwarna putih sebelum memasuki bathup itu untuk bergabung bersama Voren yang sudah lebih dulu berendam dalam busa melimpah bak busa deterjen saat Velan mencuci pakaian.


Velan tentu saja menatap Voren hingga ia lupa cara untuk berkedip. Tubuh pria itu benar-benar begitu indah dengan otot-otot atletis yang terjaga. Bahu dan dada yang bidang, serta perut kotak-kotak macam model susu penambah massa otot pria. Kulitnya yang putih nampak bersaing dengan busa sabun yang berada di sekeliling mereka.


Puji Tuhan! Indahnya ciptaan-Mu!


Itulah pujian yang terlontar dalam benak Velan. Pria pemilik segala keindahan yang diidamkan oleh kaum adam ini pantas saja tak hanya memesona kaum hawa, kaum adam pun jelas menginginkannya juga.


Rasa ingin mencicipi Voren membuat Velan jadi memahami bagaimana perasaan saat Adam dan Hawa tergoda untuk mencicipi buah terlarang yang akhirnya membuat mereka terlempar dari surga.


Meski pria ini tidak tertarik pada wanita, toh pria di hadapan Velan ini tetaplah seorang pria.


Apa itu harga diri?! Batin Velan saat ia mendekat ke arah suaminya yang nampak memejamkan mata dalam keheningan yang tercipta di antara mereka.


Namun tiba-tiba Velan tergelincir dan tercebur sepenuhnya ke dalam bak mandi. Velan panik karena di dalam air melihat sesuatu yang nampaknya belum siap untuk ia lihat.


"Kyaa!" jerit Velan.


"Whooaa!" Voren terlonjak kaget karena Velan menjerit histeris lantaran tiba-tiba muncul di hadapannya.


Dugh...


Kepala mereka saling beradu sehingga benturan pun tak dapat terelakkan.


"Aduhh!" keduanya sama-sama mengerang menahan rasa sakit.

__ADS_1


...~...


__ADS_2