Jodoh Instan

Jodoh Instan
Melabrak Doni


__ADS_3

Velan kembali menyeruput es kopinya, menatap lurus ke arah Doni yang seketika bungkam begitu Velan menyebutkan nama Soraya.


Mengelak menjadi salah satu pilihan yang sepertinya harus dipilih oleh Doni. Wanita di hadapan Doni pasti hanya menggertak saja.


"Soraya siapa ya, Nona?" tanya Doni berpura-pura.


Velan menyeruput es kopinya pelan-pelan, menatap tajam ke arah Doni yang jelas sekali terlihat menyembunyikan sesuatu.


"Pak Doni, apa Anda tahu, bahwa selama ini aku selalu berpikir bahwa suamiku tidak tertarik pada wanita karena lebih tertarik pada pria? Terus terang aku sampai percaya bahwa Anda dan suamiku adalah "pasangan" yang membuatku begitu cemburu!" kata Velan sambil menggerakkan dua jari telunjuk dan jari tengahnya bersamaan saat mengucapkan kata pasangan.


"Anda sungguh berpikir seperti itu, Nona?" tanya Doni terperangah.


Velan mengangguk lambat-lambat melihat ekspresi Doni yang nampak mengusap wajahnya.


"Bagaimana Anda bisa berpikir seperti itu, Nona?" tanya Doni keheranan.


"Ya, habisnya kalian nampak begitu mencurigakan! Orang awam yang melihat kemesraan kalian pastilah akan berpikir bahwa kalian memiliki hubungan yang lebih intim! Salah satu dari orang awam itu adalah aku!" kata Velan.


"Apa kau tahu Pak Doni, aku bahkan pernah berpikir bahwa Voren menikahiku hanya untuk menutupi hubungan romantis kalian? Voren menikahiku agar kalian bisa bebas melanjutkan hubungan terlarang kalian tanpa perlu dihakimi oleh orang lain!" lanjut Velan.


Doni benar-benar ternganga mendengar perkataan Nona Velan. Entah mengapa ia merasa bahwa asumi Nona Velan dan Dinar benar-benar sama.


Yah, Tuan Voren memang pada dasarnya memiliki sifat kekanakan, jahil, dan manja. Hanya saja sikap tersebut tidak beliau tunjukan demi menjaga imej beliau sebagai pria santun dan berakhlak mulia.


"Itulah kejujuran yang ingin kusampaikan pada Anda, Pak Doni! Sehingga saya berharap Anda juga mengatakan hal yang sejujurnya pada saya! Lebih baik Anda mengatakan satu kebenaran yang begitu pahit daripada Anda mengatakan seribu kebohongan yang manis untukku," lanjut Velan.


Doni terperangah mendengar ucapan Nona Velan. Sungguh ia baru kali ini melihat sosok Nona Velan yang nampak begitu serius. Tanpa cengar-cengir ataupun cengengesan seperti biasanya.


Apa benar wanita dengan ketenangan yang luar biasa ini adalah Nona Velan yang selalu nampak grasa-grusu?


"Pak Doni, aku tahu kau lebih berpihak pada suamiku lantaran profesionalisme kerja! Anda harus pandai-pandai menyimpan semua rahasia suamiku bahkan membawa semuanya hingga ke liang kubur!" kata Velan menatap tajam ke arah Doni.


"Anda tenang saja, Pak Doni, aku tidak akan membuat konten video di aplikasi Tektek tentang seorang istri yang selama ini tertipu suaminya sebab mengalami perubahan orientasi seksual namun ternyata semua itu hanya alibi untuk menutupi kenyataan yang sesungguhnya, bahwa suamiku bermain api di belakangku!" lanjut Velan.

__ADS_1


Doni menghela napasnya, ia sungguh tak menduga bahwa Nona Velan rupanya telah mengetahui tentang Tuan Voren dan Soraya. Dari mana wanita ini bisa tahu?


"Sudah berapa lama suamiku memiliki hubungan dengan Soraya?" tanya Velan.


Doni menatap lurus ke arah wanita di hadapannya ini.


"Nona Velan, apa Anda serius mencintai Tuan Voren?" tanya Doni.


"Pak Doni, lebih baik aku mencintai pria yang kumiliki yakni suamiku sendiri daripada mencintai laki-laki lain yang tidak kumiliki!" jawab Velan diplomatis.


"Ya, saya menyukai pemikiran Anda, Nona Velan," komentar Doni.


"Namun sepertinya suamiku tidak memiliki pemikiran yang sama sepertiku," kata Velan.


Doni kembali menghela napas berat.


"Jadi, Anda sudah tahu tentang Soraya?" tanya Doni ke arah Velan.


"Ya, dia wanita yang sangat cantiķ, aku yang seorang wanita saja begitu berdebar-debar melihatnya, apalagi kalian yang pria," jawab Velan.


"Pak Doni, aku siap jika harus bersaing dengan Soraya untuk mendapatkan suamiku! Jika kau bertanya, apa alasanku begitu bersikeras melakukan hal itu? Karena aku mencintai suamiku dan aku ingin mempertahankan rumah tanggaku!" kata Velan lagi.


Doni jelas melihat tekad yang begitu kuat dari sorot mata Nona Velan.


"Nona Velan, sungguh saya hargai tekad Anda yang begitu mulia yakni mempertahankan rumah tangga Anda," kata Doni.


"Hanya saja, Soraya merupakan cinta pertama Tuan Voren. Mereka sudah saling mengenal sejak masih kuliah," lanjut Doni.


"Apa mereka pasangan kekasih yang mengalami fase cinta lama bersemi kembali?" tanya Velan.


Doni tidak segera menjawabnya.


"Pak Doni, tidak bisakah Anda membantuku agar suamiku bisa berpaling dari Soraya?" tanya Velan.

__ADS_1


Doni menatap lurus ke arah Nona Velan yang jelas sekali mengharapkan bantuan Doni. Namun Doni sungguh menyerah dengan sikap keras kepala Tuan Voren. Daripada Doni memberikan harapan palsu kepada Nona Velan, lebih baik ia tidak perlu ikut campur terhadap urusan rumah tangga mereka demi menjaga profesionalisme kerja.


"Nona Velan, jika Anda meminta saya untuk berpihak pada Anda, saya minta maaf, saya berupaya untuk bersikap netral dengan tidak memihak Anda atau pun Soraya. Bagi saya menjaga reputasi Tuan Voren dan keluarga Lazaro merupakan prioritas utama saya," lanjut Doni.


Velan mencebik, Doni rupanya bisa membaca arah pembicaraan mereka.


"Oleh karena itu, saya harap Anda juga dapat terus menjaga nama baik Tuan Voren dan keluarga Lazaro," kata Doni lagi.


"Saya sungguh berharap Anda mengerti apa yang saya maksud," Doni kembali menatap tajam ke arah  Nona Velan.


"Lebih bijaksana jika Anda tidak terlibat perkelahian yang biasa timbul saat dua orang wanita saling memperebutkan seorang pria," kata Doni.


"Hal yang perlu Anda garis bawahi adalah Anda harus menghindari tindakan yang dapat merugikan Anda! Karena hal tersebut benar-benar dapat menimbulkan masalah yang jauh lebih besar lagi," sambung Doni.


Velan tertegun mendengar penjelasan Doni yang begitu panjang kali lebar. Ia berkali-kali menyeruput es kopinya yang terasa jauh lebih pahit setiap kali ditelan.


Doni melirik jam tangannya, sepertinya sudah waktunya kembali ke kantor. Ia bahkan menggunakan alasan untuk menemui keponakannya lantaran Nona Velan meminta agar Doni merahasiakan pertemuan mereka dari Tuan Voren.


"Nona jika tidak ada hal lain lagi, saya mohon pamit undur diri," kata Doni.


"Pak Doni, terima kasih sudah menemuiku," kata Velan.


"Nona Velan, semangat!" kata Doni mengepalkan kedua tangannya di depan dada.


Doni bergegas pergi meninggalkan kedai kopi tersebut. Sementara Velan termenung sendiri sambil menyeruput es kopinya dengan pikiran yang dipenuhi dengan pertanyaan bagaimana caranya Velan bisa mengalahkan pesona cinta pertama Voren?


Soraya bahkan memiliki begitu banyak hal yang diinginkan oleh Velan. Kecantikan luar biasa, tubuh tinggi menjulang, hingga pembawaan yang tenang dan berkelas.


Bagaimana caranya Velan bisa memiliki kecantikan menyilaukan seperti itu secara instan?


Sungguh Velan merasa tidak boleh menyia-nyiakan waktunya. Bersaing dengan Soraya tentu bukan hal mudah bagi Velan. Velan sungguh harus bisa membuat Voren berpaling dari Soraya dan kembali padanya.


Velan akan menganggap saat ini Voren tengah terjebak nostalgia dengan cinta pertamanya itu. Sebagai wanita yang begitu mencintai suaminya, tentu saja Velan harus melakukan sesuatu agar suaminya benar-benar kembali padanya.

__ADS_1


...~...


__ADS_2