Jodoh Instan

Jodoh Instan
Melabrak Pelakor


__ADS_3

Velan menatap lurus ke arah Soraya. Kalung dan anting berlian yang dikenakan wanita itu sungguh membuat dadanya terasa sesak. Velan bahkan sempat berpikir bahwa suaminya akan memberikan kalung dan anting berlian itu padanya. Serta saat Velan tak sengaja bertemu dengan suaminya yang kebetulan datang ke butik ini lantaran berpikir akan diberi kejutan menyenangkan oleh suaminya.


Namun kenyataan sama sekali tidak seindah asumsi Velan. Rupanya suaminya bermain api dengan wanita luar biasa cantik ini di belakang Velan. Wanita yang merupakan cinta pertama suaminya.


Suaminya bahkan sampai berbohong pada Velan mengenai orientasi seksualnya. Membuat Velan harus mengalami salah paham yang bertubi-tubi dan salah menuduh asisten pribadi suaminya sebagai biang keladi.


Soraya tentu saja kaget karena melihat wanita ini datang kembali ke butiknya untuk mengambil gaun yang sementara dititipkan lantaran hari itu wanita itu mengaku tidak membawa dompet.


Manda dan Liyah akhirnya menjual gaun tersebut ke orang lain lantaran merasa bahwa wanita itu tidak mungkin datang lagi sebab sudah dua kali menghubungi wanita tersebut namun tidak ada jawaban. Manda dan Liyah tentu saja tidak menyangka bahwa wanita itu benar-benar akan datang dan mengambil gaun tersebut.


"Kami benar-benar minta maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Soraya.


Manda dan Liyah saling melempar pandangan sebelum akhirnya menunduk.


"Baiklah, saya mengerti, mungkin gaun itu bukan rejeki saya," kata Velan sambil mengulas senyumnya.


"Saya juga merasa bersalah karena tidak menjawab saat dikonfirmasi, karena kesibukan saya," lanjut Velan.


Manda dan Liyah nampak merasa lega mendengar bahwa pelanggan mereka bisa menerima keadaan.


"Saya sungguh berterima kasih karena Anda bisa mengerti keadaannya," kata Soraya.


"Bagaimana jika saya rekomendasikan gaun yang lain? Apa Anda keberatan?" tanya Soraya.


"Terima kasih atas bantuan Anda, namun saya kemari tidak hanya sekadar membicarakan masalah gaun, ada hal yang menurut saya lebih penting lagi yang ingin saya bicarakan dengan Anda, Bu Soraya," kata Velan menatap lurus ke arah Soraya.


"Saya ingin bicara empat mata dengan Anda," Velan melirik ke arah Manda dan Liyah.


"Baiklah, mari kita bicara di lantai atas," ajak Soraya.


Velan mengikuti Soraya menuju ke lantai atas. Terlihat beberapa orang tim dari Soraya sibuk bekerja.


"Silakan duduk," Soraya mempersilakan tamunya untuk duduk di sofa.


Soraya segera duduk berhadapan dengan pelanggannya yang nampak begitu misterius. Pembicaraan apa yang hendak dibicarakan oleh mereka?

__ADS_1


"Bu Soraya, Anda pasti bertanya-tanya mengapa saya ingin bicara empat mata dengan Anda," kata Velan.


"Benar," jawab Soraya.


"Sebelumnya, saya akan memperkenalkan diri dulu, nama saya Velan dan saya adalah istri sah dari Voren Lazaro," kata Velan.


"Anda tidak percaya bahwa saya adalah istri dari Voren Lazaro?" tanya Velan yang melihat ekspresi Soraya nampak menegang.


"Bu Soraya, saya bukan wanita halu yang hanya sekadar mengaku bahwa Voren Lazaro adalah suami saya," Velan mengulas senyumnya.


Velan menatap ke arah Soraya yang nampak balas tersenyum.


"Saya memang tidak tahu, masa lalu seperti apa yang dulu kalian jalani, namun bagi saya yang terpenting adalah saat ini Voren adalah suami saya, dan jujur, saya merasa terganggu lantaran suami saya seakan terjebak dalam nostalgia," Velan melanjutkan.


"Bu Velan, apa maksud Anda?" tanya Soraya yang masih belum mengerti arah dan tujuan pembicaraan mereka.


"Maksud saya adalah, tolong Anda jaga jarak dengan suami saya," jawab Velan dengan tegas.


"Saya sungguh tidak bisa membiarkan suami saya terlalu jauh terjebak nostalgianya hingga mengancam keutuhan rumah tangga kami," lanjut Velan.


"Bu Soraya, sebagai sesama wanita, Anda pasti paham bagaimana perasaan saya! Saya sungguh tidak ingin rumah tangga saya hancur karena kehadiran orang ketiga!" lanjut Velan lagi.


Soraya semakin menegang lantaran mendapat cecaran dari Velan.


"Bu Soraya, Anda begitu cantik dan sempurna! Di luar sana banyak pria lajang yang tergila-gila pada Anda! Masa' anda tega mengambil suami orang? Sekarang coba Anda berpikir, bagaimana seandainya Anda ada di posisi saya?" tanya Velan.


"Bu Velan," kata Soraya. "Sepertinya ada kesalahpahaman yang harus kita luruskan," kata Soraya.


"Saya dan Voren tidak memiliki hubungan seperti itu," kata Soraya.


"Tidak memiliki hubungan seperti itu lalu hubungan seperti apa yang sedang kalian jalani di belakang saya tanpa sepengetahuan saya?" tanya Velan.


"Perselingkuhan! Menurut saya itulah perbuatan yang tepat untuk menjelaskan hubungan yang kalian lakukan di belakang saya!" kata Velan.


"Bu Velan, bagaimana Anda bisa menuduh saya seperti itu?" tanya Soraya.

__ADS_1


"Menuduh? Saya bicara mengenai fakta, Bu Soraya! Suami saya bahkan mengabaikan saya demi Anda! Suami saya bahkan melakukan kebohongan-kebohongan yang dilakukannya dengan tujuan agar saya tidak perlu menaruh kecurigaan yang besar atas perselingkuhan yang kalian lakukan!" cecar Velan.


"Namun, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, bau busuknya akan tercium juga!" lanjut Velan menatap tajam Soraya.


Air mata nampak menggenang di pelupuk mata Soraya.


Hentikan air mata buayamu itu! Batin Velan.


"Bu Soraya, saya sungguh minta tolong pada Anda, jangan ambil suami saya!" Velan menatap tajam ke arah Soraya.


"Jika Anda seorang wanita yang memiliki hati nurani, Anda pasti mendengarkan permohonan saya ini," lanjut Velan.


Velan masih menatap tajam ke arah Soraya.


"Saya tahu saya bukanlah wanita yang sempurna untuk suami saya! Tapi saya berusaha keras untuk tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga saya! Karena itu perselingkuhan merupakan hal yang tidak seharusnya ada dalam pernikahan saya dan Voren!" kata Velan.


Velan berusaha menguasai dirinya, batinnya bergejolak. Ingin rasanya ia menjambak rambut dan memukul wajah wanita yang saat ini menangis sesenggukan. Membuang-buang air matanya seakan tengah menunjukkan bahwa dialah yang menjadi korban dalam masalah ini.


"Bu Soraya, saya sungguh minta maaf jika Anda merasa tidak berkenan dengan semua perkataan saya! Tapi dalam hal ini percayalah bahwa sayalah yang justru paling menderita! Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita pastilah sangat berat! Namun meski suami saya tidak mencintai saya seperti ia mencintai Anda, tetap tidak akan mengubah kenyataan bahwa saya dan suami saya terikat pernikahan yang sah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku!" lanjut Velan.


"Jangan sampai Anda mendapat pantun seperti ini," kata Velan.


"Beli itik dua ekor, anda cantik tapi pelakor!" Velan mengulas senyumnya.


Soraya nampak berusaha menenangkan dirinya.


Pelakor memang pandai bersandiwara, makanya suamiku sampai kepincut! Batin Velan.


"Baiklah, Bu Soraya, saya harap Anda bisa mempertimbangkan semua ini dengan kebijaksanaan dan akal sehat yang Anda miliki, kurang lebihnya mohon maaf dan terima kasih atas waktu Anda," Velan kembali mengulas senyumnya.


Velan menunduk dan bergegas pergi meninggalkan Soraya.


Aku sungguh tidak akan membiarkanmu menang! Batin Velan.


...~...

__ADS_1


__ADS_2