
Velandara
Biasa dipanggil Velan, wanita berusia tiga puluh satu tahun yang saat ini tengah mengalami kesulitan keuangan. Ia terjerat utang lantaran kakak-kakaknya membawa lari uang yang sudah susah payah dikumpulkannya melalui perahan keringat dalam menjalankan usaha kue industri rumahan di sebuah kios kecil.
Velan menjalankan usaha kecil-kecilannya itu untuk menyambung kehidupan perekonomian sebagai salah satu korban pemutusan hubungan kerja di perusahaan sebelumnya. Usia menjadi salah satu faktor yang membuat Velan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan meski ia sudah mencoba mencari pekerjaan yang menurutnya haruslah cukup layak untuknya.
Menjadi tulang punggung keluarga pun harus dilakukan mengingat keempat kakaknya hanyalah kaum rebahan yang terbuai impian-impian manis yakni menjadi sukses dan terkenal.
Menikah pun akhirnya dipilih oleh Velan untuk mengatasi semua masalah yang tengah menimpanya. Berkat bantuan paranormal kondang sang master perjodohan gaib bernama Madam Yue, sosok wanita paruh baya yang begitu cantik bernama Vega, melamar Velan untuk menjadi menantunya.
Voren Lazaro, pria tampan, menawan, dan hartawan itulah yang akhirnya menikahi Velan. Ketampanan dan keramahan pria itu membuat Velan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Voren Lazaro begitu menyilaukan Velan, pria yang dianggap Velan sebagai juru selamatnya. Pria yang akan menolong Velan untuk keluar dari utang-utang yang menjeratnya.
Kehidupan pernikahan yang diimpikan Velan tentulah begitu manis. Manisnya bahkan lebih manis dari madu pilihan yang dijual di pasaran, namun semua itu harus berubah menjadi sebuah kepahitan tatkala Voren mengaku pada Velan bahwa ia tidak tertarik pada wanita.
Doni, sang asisten pribadi Voren adalah pria yang diduga kuat oleh Velan sebagai orang ketiga yang membuat Voren menjadi tidak tertarik pada wanita.
Velan melakukan segala cara yang dapat ia lakukan untuk bisa mendapatkan cinta suaminya. Selain itu, ia juga mengemban misi suci dari ibu mertua untuk menghadirkan generasi penerus dari keluarga Lazaro yang saat ini tengah mengalami krisis generasi penerus.
Hingga suatu hari, Velan mengetahui kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh suaminya. Voren ternyata masih memiliki hubungan dengan cinta pertamanya, yakni Soraya. Sebuah perselingkuhan yang menurut Voren bukanlah perselingkuhan lantaran merasa bahwa ia tidak mencintai Velan.
Demi cinta dan keseriusannya pada Soraya, Voren pun akhirnya melepaskan Velan. Pria itu memutuskan untuk menceraikan sang istri. Meski Velan memohon dan mengiba, keputusan Voren sudah bulat.
Ibu Voren yang bernama Vega tentu saja sangat terkejut dengan keputusan Voren yang akan menceraikan Velan demi cintanya pada Soraya. Bagi Vega yang sudah mendambakan cucu tentulah ia hanya bisa menyerahkan semuanya pada Voren. Jika Soraya memang wanita yang benar-benar diinginkan oleh Voren, sebagai orang tua yang bijaksana tentu Vega harus menghormati keputusan si anak.
Vega pun akhirnya meminta kepada Velan agar bisa ikhlas menerima keputusan Voren. Bahwa mereka tentulah harus mengutamakan kebahagiaan dalam menjalani bahtera rumah tangga.
Meski begitu berat, akhirnya Velan harus menerima semua ini dengan lapang dada. Walau perceraian sesungguhnya bukanlah tujuan akhir dari pernikahan Velan dan Voren. Velan yang begitu mencintai Voren, harus rela merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
Doni, sang asisten pribadi Voren ditunjuk langsung oleh Voren untuk mengurus perceraian Voren dan Velan. Kompensasi pun ditawarkan oleh Doni kepada Velan.
Velan benar-benar merasa sangat terluka, saat mengetahui bahwa ibu mertuanya ternyata juga mendukung hubungan Voren dan Soraya. Seketika Velan merasa menjadi menantu yang terbuang. Seketika ia dipaksa untuk bangun dari mimpi indahnya yang menikahi pria tampan, kaya raya, dan baik hati.
Mendapat ibu mertua yang baik hati, namun ternyata begitu mudahnya mendukung Voren untuk bersama wanita lain padahal saat itu Velan masih berstatus sebagai istri sah Voren.
Velan jelas merasa sangat terpuruk. Dunianya seakan runtuh seketika, hancur porak-poranda. Perjodohan instan, pernikahan singkat, dan kini perceraian sedang menunggunya.
Semua orang jelas akan menertawakan Velan, mengejek Velan yang akhirnya baru terbangun dari tidurnya. Velan mungkin memang bisa mendapatkan pria lajang yang tampan, baik, dan kaya raya, hanya saja ia tidak bisa mendapatkan cinta dari pria idamannya itu.
Meski dengan bantuan dukun sakti mandraguna yang konon bisa membuat pria jatuh cinta dengan mantra jampi-jampi pemikat, tetap tidak bisa membuat Voren jatuh cinta pada Velan.
Yang ada Velan justru malah akan diceraikan oleh Voren.
Panik nggak? Panik nggak? Panik lah, masa enggak?!
Dan kemudian Velan jejogetan macam anak kekinian di aplikasi Toktok lalu mengunggahnya di media sosial kemudian video tersebut viral hingga akhirnya mencoreng nama baik keluarga Lazaro yang terhormat.
Entah bagaimana reaksi kakek dan nenek Voren, Rendarto Lazaro dan Alena, lalu dua kakak perempuan Voren yakni Renata dan Renava, Renal Lazaro, selaku paman Voren, hingga Vega.
Apa sebaiknya Velan mengajak keluarga Lazaro untuk joget Toktok bersama? Supaya mereka semua tahu betapa depresinya Velan saat ini.
Saat ini Velan haruslah menata kehidupannya kembali. Prioritas utama adalah bagaimana cara mengumpulkan uang untuk melunasi semua utang yang menjeratnya dan menata kembali hidupnya ke arah yang lebih baik.
"Sepertinya aku harus mencari dan mendapatkan pekerjaan yang gajinya harus sangat besar! Aku rasa bekerja di lokasi benar-benar akan sempurna untukku," gumam Velan.
...~...
Voren Lazaro
__ADS_1
Pria itu duduk diam dan termenung sambil menatap ke luar jendela besar di ruang kerjanya. Sedari tadi ia hanya memandang dengan tatapan kosong ke arah hiruk pikuk kendaraan yang berada di bawah sana. Memikirkan semua kejadian yang harus dialaminya beberapa bulan ke belakang.
Secara mendadak ibunya meminta Voren untuk menikah dengan seorang wanita asing bak jelangkung. Datang tak diundang dalam kehidupannya. Wanita yang tidak jelas asal-usulnya, dan sama sekali tidak dikenal oleh Voren.
Pernikahan pun tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Dan Voren tentu saja tidak bisa menerima pernikahan tersebut. Menikah hanyalah status untuk Voren karena wanita yang dinikahi Voren bukanlah wanita yang diinginkannya.
Wanita yang sok akrab dan seakan ingin mendobrak masuk ke dalam kehidupan Voren. Voren pun terpaksa bersikap baik demi menjaga reputasi dan nama baik keluarganya.
Wanita itu juga membuat Voren merasa begitu was-was lantaran kerap melakukan penyerangan yang bertujuan untuk melecehkannya.
Wanita itu seakan begitu terobsesi agar Voren menidurinya. Bagi Voren, wanita itu sungguh tidak berakhlak dan begitu murahan. Tipe wanita yang membuat Voren merasa kurang nyaman. Sungguh Voren bisa bersikap baik hanya demi reputasinya saja.
Voren sampai menduga bahwa wanita itu adalah sosok suruhan dari orang-orang yang ingin menyingkirkan Voren dari kompetisi perebutan kursi presiden direktur Emperor Grup.
Voren merasa sudah tak mampu menahan dirinya lantaran wanita itu begitu mencampuri urusannya dengan Soraya, membuat Voren harus mengambil tindakan yang tegas yakni menceraikan wanita itu.
Bagi Voren, untuk apa ia berlama-lama hidup bersama wanita yang tidak ia inginkan? Wanita yang tidak ia cintai.
Namun, Voren kembali merasa terluka akibat kehilangan cintanya pada Soraya yang selalu dan senantiasa dijaganya selama lima belas tahun ini. Ia bahkan tidak bersedia mengencani wanita lain ataupun bersenang-senang dengan wanita lain karena merasa hanya Soraya saja wanita yang pantas untuknya.
Selama lima belas tahun, Voren hanya mencintai Soraya. Selama itu ia terus menunggu hingga wanita yang kerap pergi meninggalkannya itu kembali dan menerima cintanya.
Namun lagi-lagi Voren harus menelan pahitnya rasa kecewa karena penolakan yang dilakukan oleh Soraya. Saking tidak inginnya Soraya membuka kembali hatinya, wanita itu bahkan melakukan percobaan bunuh diri di hadapan Voren.
Kini Voren harus menata kembali kehidupannya. Ia tentu tak boleh terlalu larut dalam kesedihan. Prioritas utama sekarang adalah memperebutkan kursi presiden direktur dan menceraikan istrinya.
"Tuan, menurut pendapat saya, waktu yang tepat untuk menceraikan Nona Velan adalah ketika Anda sudah mendapatkan kursi presiden direktur. Selama masa kompetisi memperebutkan kursi presiden direktur tengah berlangsung, lebih baik untuk tidak menimbulkan berita miring yang berpotensi menjatuhkan Anda, Tuan," Doni menjelaskan pemikirannya.
"Baiklah, jika memang seperti itu lebih baik," sahut Voren.
__ADS_1
...~...