
Malam pertama bagi pasangan pengantin baru biasanya menjadi malam panjang yang indah dan mendebarkan seperti cerita banyak orang. Malam yang paling ditunggu-tunggu oleh sepasang kekasih yang telah resmi menjadi pasangan suami istri yang telah halal lahir dan batin. Malam penuh cinta yang dipersembahkan oleh pasangan suami istri sebagai malam permulaan untuk mengarungi bahtera rumah tangga.
Velan sering mendengar cerita-cerita seputar malam pertama dari teman-temannya yang sudah lebih dulu menikah. Ada yang mengatakan sangat istimewa, ada juga yang mengatakan biasa saja, atau bahkan tak menanggapi sama sekali entah karena merasa sungkan, malu, mengecewakan, atau justru begitu mengesankan hingga tak mampu berkata apa-apa.
Satu hari sebelum hari pernikahannya tepatnya kemarin siang, Velan mendatangi pusat perawatan tubuh kelas premium. Sebagai orang yang tak pernah menjajal tempat mewah macam itu tentu saja datang ke tempat perawatan tubuh tersebut menjadi hal yang baru dalam hidup Velan.
Pusat perawatan tubuh itu benar-benar berbeda dengan tempat-tempat pijat dan lulur harga terjangkau. Dari tempatnya saja sudah begitu mewah. Lobinya bahkan setara dengan lobi hotel berbintang lima.
"Selamat datang, sebelumnya sudah reservasi, Mbak?" tanya seorang resepsionis berparas ayu dengan kulit yang bersih dan terawat menyambut Velan.
"Reservasi atas nama Velan," jawab Velan ragu-ragu.
"Mbak Velan, reservasi untuk paket komplit pengantin, ya?" resepsionis itu tersenyum ramah pada Velan.
"Hm, iya, mungkin itu," jawab Velan ragu-ragu.
Sungguh Velan hanya diminta Bu Vega untuk datang ke pusat perawatan tubuh, ia sama sekali tidak tahu menahu masalah perpaketan tersebut.
"Ini kunci loker pakaian Anda, silakan langsung ke lantai tiga," kata resepsionis menyerahkan sebuah kunci kecil untuk Velan.
Velan segera mengganti sepatunya dengan alas kaki yang disiapkan oleh petugas penjaga loker sepatu. Ia segera menaiki tangga menuju ke lantai tiga. Suasana koridor yang begitu temaram, wewangian yang memanjakan hidung, dan lantunan musik lembut mengiringi langkah Velan. Begitu tiba di lantai tiga, seorang wanita muda memandu Velan untuk menuju ke ruangan loker, menyerahkan pakaian ganti untuk Velan, lalu mempersilakan Velan mengganti pakaiannya dengan jubah mandi yang telah disiapkan.
Seorang terapis segera menghampiri Velan dan mengajak Velan untuk masuk ke bilik pijat sebagai tahap pertama perawatan tubuhnya. Velan benar-benar merasa ia menjadi wanita yang akan disuguhkan dalam rangka melayani seorang raja.
Kulitnya yang nampak seperti sisik naga itu mendadak berkilau, halus, dan lembut usai mendapatkan perawatan tubuh kelas premium. Semua bulu yang ada di tubuhnya pun dipangkas habis-habisan yang membuat Velan sungguh merasa risih.
"Silakan duduk di atas kursi ini, Mbak," kata terapis pada Velan.
Velan mengerutkan keningnya melihat kursi yang bagian dudukannya bolong, di bawahnya nampak menyala bara api beraroma rempah dalam wadah tembikar kecil.
"I-ini apa?" tanya Velan.
"Ini namanya ratus untuk organ intim anda, Mbak," jawab terapis itu ramah.
"Waduh, diasapi begitu nanti jadi daging asap dong, Mbak?!" Velan bergidik ngeri.
__ADS_1
"Tidak Mbak, aman ini, Mbak! Ini bagus untuk membuat objek fantasi pria milik Anda semerbak aroma wangi kembang tujuh rupa!" kata terapis itu lagi dengan begitu antusias.
Velan menyeringai, ia segera duduk di atas kursi dan membiarkan bagian bawah tubuhnya diasapi macam daging asap.
"Harus ya diasapi seperti ini?" tanya Velan ragu-ragu.
"Yah, biar wangi-wangi semerbak manja begitu Mbak, jangan sampai beraroma ikan asin nanti suami Mbak bisa kabur!" sahut terapis itu lagi.
Velan lagi-lagi hanya bisa menyeringai kikuk.
"Mbak, mohon maaf sebelumnya, sudah pernah berhubungan atau belum?" tanya terapis itu lagi.
"Hah?" Velan keheranan.
"Begini-begini, maksudnya Mbak," terapis itu memberi kode dengan menumpuk telapak tangannya.
Terapis itu tersenyum karena Velan hanya bisa menggeleng cepat.
"Yakin, Anda belum pernah?" tanya terapis itu sambil terkekeh.
Terapis itu terkekeh geli mendengar pengakuan Velan.
"Sama pacarnya, sama temannya, atau sama kenalannya! Sekarang kan hubungan seksual bukan hal yang tabu lagi!" kata terapis itu kembali terkekeh.
"Aduh, saya tidak berani kalau bukan sama pasangan halal," jawab Velan sambil menyeringai.
"Wah, serius Anda masih menjaga yang seperti itu? Anda dari kampung mana ya kalau boleh tahu?" terapis itu kembali tergelak.
Velan hanya bisa terkekeh.
"Yah, sekarang cari gadis yang masih perawan itu memang sudah langka sekali ya, namanya juga perkembangan zaman! Modal suka sama suka, mau sama mau, silakan!" terapis itu terkekeh lagi.
"Hehehe," Velan juga terkekeh.
Velan bukannya sok moralis, namun ia tidak pernah berpikir untuk melakukan kegiatan memanen madu cinta sebelum mendapat stempel halal. Melakukan hubungan seksual pranikah sebenarnya sudah menjadi pilihan masing-masing orang. Toh, resiko ditanggung penumpang! Berani berbuat tentu harus berani bertanggung jawab.
__ADS_1
Velan sendiri lebih memilih untuk tetap menjaga kesuciannya hingga mendapatkan pasangan halal yang siap untuk bertanggung jawab penuh dunia akhirat. Menikah tentu menjadi pilihan yang lebih baik daripada mengikuti tren hidup bersama tanpa ikatan pernikahan.
"Beruntung sekali berarti ya, calon suami Anda ini, bisa mendapatkan Anda yang masih segelan," lagi-lagi terapis yang murah senyum itu menatap gemas ke arah Velan.
"Tapi ya, zaman sekarang ini, bagi kebanyakan pria sudah tidak lagi mempermasalahkan keperawanan! Sekarang yang paling penting itu masalah pengimplementasian di atas ranjang! Bagaimana sebagai seorang istri bisa memuaskan suaminya dengan baik dan benar!" kata terapis itu begitu antusias.
"Terlebih ya, sekarang itu banyak perebut laki orang alias pelakor! Suami yang tidak tampan dan tidak banyak uang saja bisa direbut pelakor kalau pandai memuaskan wanita! Apalagi kalau suami yang tampan, banyak uang, dan jago di ranjang! Rebutan itu para pelakor mengantri!" cerocos terapis itu.
Velan tertegun, entah mengapa semua yang dikatakan terapis itu ada benarnya. Calon suami Velan bahkan begitu tampan, menawan, dan hartawan.
"Apalagi Mbak ini tidak punya pengalaman, hati-hati saja, Mbak! Anda harus banyak belajar! Apalagi fantasinya pria itu kan luar biasa!" kata terapis itu menatap Velan dengan sungguh-sungguh.
"Mbak ini, sepertinya sangat berpengalaman, ya," kata Velan menanggapi.
"Maaf ya Mbak, bukannya sombong, saya ini sudah khatam dengan dunia perlendiran! Kitab pedoman saya ini bukan lagi kitab kamasutra yang berisi sembilan puluh sembilan gaya!" sahut terapis itu dengan penuh kebanggaan.
Terapis itu menatap ke arah Velan yang jelas sekali masih begitu lugu.
"Oleh karena itu, saya akan memberi kelas kilat memuaskan pria yang menjadi paket pra pernikahan, Mbak," kata terapis itu lagi.
"Se-serius yang seperti itu dipelajari juga, Mbak?" tanya Velan.
Terapis itu tersenyum sumringah.
"Mbak, logikanya begini, semua orang bisa membuat bakso, resep sama, takaran sama, tapi kenapa rasanya bisa beda? Nah itu biasanya rahasia perusahaan! Oleh karena itu, saya di sini bertugas membagi rahasia khusus untuk calon pengantin yang mengambil paket pra pernikahan. Jadi kasarannya ya Mbak, tidak hanya asal dicoblos saja," kata terapis itu kembali terkekeh.
...~...
Velan sudah duduk di tepi tempat tidur yang ada di kamar Voren. Velan merasa berdebar tak karuan menunggu suaminya yang nampak masih belum keluar dari kamar mandi.
Sudah satu jam lamanya Velan menunggu, hingga ia merasa kantuk menyerangnya. Namun ia masih tetap berkeras untuk menunggu suaminya. Malam ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri. Tidak masalah kan Velan menuntut haknya untuk mendapat kepuasan biologis?
Meski suaminya mengatakan bahwa ia tidak tertarik pada wanita. Toh suaminya itu tetaplah seorang pria. Kucing mana yang tidak tertarik jika disuguhi ikan? Itulah yang menjadi motivasi Velan saat ia menanggalkan pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Ia segera masuk ke dalam selimut dan menunggu untuk melakukan agresi militer.
Lagipula ini saat yang tepat bagi Velan untuk mempraktekan semua teori yang dipelajarinya secara kilat. Teknik-teknik yang diklaim akan membuat pria mana pun akan tergila-gila dan tak akan bisa lupa hingga akhirnya menjadi ketagihan lantaran merasakan kepuasan tiada tara.
__ADS_1
...~...