Jodoh Instan

Jodoh Instan
Extra Part 1


__ADS_3

Dinar Caramela


Dinar Caramela biasa dipanggil Dinar. Usianya baru menginjak dua puluh tujuh tahun. Ia memiliki wajah cantik dan tubuh tinggi yang membuat semua wanita pasti begitu iri dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Ia juga selalu terlihat anggun dan mewah. Selain itu ia juga dianugerahi kecerdasan serta wawasan yang luas.


Bekerja di Emperor Grup menjadi impian Dinar lantaran menurut informasi yang beredar, perusahaan tersebut sangat menjamin kesejahteraan pegawainya. Gaji besar, jenjang karir, hingga fasilitas-fasilitas yang eksklusif membuat semua orang tergiur untuk bergabung di perusahaan tersebut. Namun untuk bisa bergabung di Emperor Grup tidaklah mudah. Tidak ada bahasa bahwa bawaan orang dalam akan bergabung dengan mudah. Semua haruslah sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut.


Dinar pun akhirnya bisa diterima bekerja sebagai sekretaris dari Direktur Operasional berparas tampan yang menjadi idola semua pegawai Emperor Grup.


Pak Daren Won, pria yang begitu tampan serta gagah dengan aura maskulin yang memikat semua wanita itulah yang menjadi bos Dinar. Semua wanita begitu memuji Pak Daren yang begitu sempurna dan tanpa cela.


Hingga suatu hari sebuah pertanyaan terlontar dari salah beberapa karyawati yang bertemu dengan Dinar saat Dinar sedang membuat kopi di pantry.


"Dinar, Pak Daren itu sudah punya kekasih ya?" tanya salah satu dari tiga karyawati yang menghampiri Dinar.


"Entahlah, aku tidak tahu, lagipula aku tidak tertarik dengan urusan pribadi Pak Daren," jawab Dinar diplomatis.


"Masa ya, pria setampan dan sesempurna Pak Daren belum punya kekasih?"


"Iya ya, sungguh aneh, aku tidak pernah mendengar rumor kencan beliau," sahut yang lain.


"Jangankan Pak Daren, Tuan Voren yang begitu tampan dan sempurna itu juga tidak pernah terdengar mengencani wanita manapun," sambung yang lain.


"Hmm, kalian tahu tidak? Sebenarnya aku pernah melihat Tuan Voren dan Pak Daren terlihat begitu mesra!"


"Benarkah?"


"Aku melihat Tuan Voren memasangkan dasi untuk Pak Daren! Bukan cuma satu kali, tapi sudah beberapa kali!"


"Benarkah?! Serius?!"


"Mereka juga selalu terlihat saling menggoda satu sama lain!"


"Apakah wajar ya, dua orang pria tampan saling menggoda seperti itu?"


"Ehem," Dinar menyela obrolan para karyawati itu.


Semua karyawati langsung terkesiap, mereka terlihat gentar saat Dinar melayangkan tatapan skeptis.


"Permisi ya, aku harus kembali ke ruanganku," kata Dinar berpamitan.

__ADS_1


Dinar melangkah pergi meninggalkan mereka. Tiba-tiba Dinar menyeringai dalam diamnya. Jantungnya berdentam-dentam dengan keras, mata membulat lebar, adrenalinnya sedang bekerja secara gila-gilaan.


Rupanya yang berpikir bahwa Pak Daren dan Tuan Voren memiliki hubungan emosional lebih bukan hanya dia saja.


Dinar selalu berdebar-debar setiap kali melihat interaksi antara Tuan Voren dan Pak Daren. Mereka sepertinya memang memiliki hubungan rahasia yang tidak mungkin berani mereka ekspos ke publik.


Dinar selalu melihat Tuan Voren dan Pak Daren yang saling tatap dengan tatapan yang menurut penglihatan Dinar merupakan tatapan orang yang sedang jatuh cinta.


Hanya dari cara mereka saling bertatapan, saling mengulas senyum, serta obrolan mereka selalu membuat Dinar berdebar-debar tak karuan.


Dinar merupakan seseorang yang menganut aliran bahwa cinta tidak memandang jenis kelamin. Dan Dinar lebih tertarik dengan kisah romantis antara pria dengan pria daripada pria dengan wanita.


Bagi Dinar, percintaan antara pria dan wanita itu tidaklah menarik, penuh drama dan air mata di mana wanita selalu menjadi korban keegoisan pria. Wanita hanya bisa menangis melihat pria yang dicintainya berpaling pada wanita lain.


Sungguh berbeda dengan kisah antara pria dengan pria. Seorang pria yang cemburu pada pasangannya akan melakukan apa saja dan tentu lebih brutal. Baku hantam antar pria jelas terjadi ketika sang pria cemburu pada pasangannya. Tidak ada tangis derai air mata karena yang ada adalah pertumpahan darah.


Sungguh bagi Dinar, itu benar-benar sangat mendebarkan.


"Jadi, Sayang, semua orang membicarakan tentang kemungkinan adanya hubungan rahasia antara dua orang paling berpengaruh di Emperor Grup!" kata Dinar.


Marco, kekasih Dinar hanya bisa menghela napas berat sambil memotong-motong daging steik di atas piringnya dengan perasaan kesal yang harus bisa ia sembunyikan. Sudah lebih dari setengah jam Dinar terus menceritakan tentang hubungan rahasia antara pria dengan pria yang membuat Marco merasa gerah.


Marco dan Dinar baru berkencan selama tiga bulan dan mereka menjalani hubungan jarak jauh. Marco yang begitu rindu dengan Dinar tentu saja menginginkan obrolan berkualitas tentang hubungan mereka, bukannya mendengar cerita mengenai hubungan romantis antara pria dengan pria.


"Dinar, Sayangku," kata Marco menyela Dinar.


"Ada apa, Sayang?" tanya Dinar.


"Sepertinya kau perlu pergi ke psikiater untuk memeriksakan dirimu," ucap Marco.


"Apa maksudmu, Sayang?" tanya Dinar keheranan.


"Dinar, menurutku, sepertinya kau mengalami masalah kejiwaan! Bagaimana bisa kau lebih tertarik dengan hubungan romantis antara pria dengan pria?! Tuhan sudah menciptakan semua makhluk untuk berpasang-pasangan! Pria dan wanita! Jantan dan betina! Jadi tolong kau jangan mengada-ada seperti itu, Dinar! Hentikan omong kosongmu itu!" jawab Marco berusaha menjaga emosinya.


Dinar terperangah mendengar perkataan Marco yang terdengar begitu menghakimi pandangan Dinar.


Marco mengulas senyumnya dan meraih tangan Dinar lalu menggenggamnya dengan erat.


"Dinar, saat ini yang terpenting adalah kita! Kita bahas hubungan kita saja! Aku benar-benar sangat merindukanmu, Dinar! Malam ini aku ingin kita menghabiskan malam panjang berdua saja!" kata Marco sambil mengecup jemari Dinar.

__ADS_1


Dinar mengulas senyum, mengambil gelas berisi jus jeruknya lalu menyiramkannya ke wajah Marco.


"Dinar!" seru Marco. "Apa-apaan kau?!"


"Marco, yang harusnya ke psikiater itu adalah kau! Bersihkan pikiranmu yang kotor itu! Apa kau pikir semua wanita yang berkencan denganmu bisa kau ajak untuk menghabiskan malam panjang berdua?!" cecar Dinar.


"Dinar! Beraninya kau!" raung Marco yang langsung menangkap tangan Dinar.


"Lepaskan aku, Marco!" pekik Dinar karena Marco mencengkeram tangannya begitu kuat.


"Apa kau pikir kau bisa seenaknya mempermalukanku, Dinar?!" raung Marco.


Tiba-tiba seorang pria mencengkeram tangan Marco.


"Argh!" erang Marco tertahan.


"Tolong lepaskan tangan Anda dari Dinar, Bung," kata pria itu.


"Doni?!" Dinar terkejut melihat kehadiran Doni.


Marco melepaskan tangan Dinar karena cengkeraman pria yang sedang tersenyum ramah di hadapannya ini benar-benar menyakitkan.


"Dinar, siapa pria ini?!" tanya Marco dengan kemarahan yang menjadi-jadi.


"Apa jangan-jangan pria ini selingkuhanmu ya?!" tuding Marco.


"Marco, kau jangan asal bicara!" kata Dinar menahan emosinya.


"Dasar wanita binal! Sok suci padahal kau hanyalah wanita murahan!" geram Marco.


"Bung, Anda jangan banyak bicara dan mempermalukan diri Anda seperti ini!" kata Doni masih mempertahankan senyum ramahnya.


"Cih!" Marco berdecih dan mendorong keras tubuh Doni.


Doni langsung menahan bahu pria itu.


"Bayar dulu semua tagihan ini, baru Anda bisa pergi," kata Doni lagi.


Semua orang memandang ke arah Marco dengan tatapan yang mengintimidasi.

__ADS_1


"Dinar! We are done!" raung Marco sambil mengacungkan jari tengahnya meninggalkan restoran tersebut.


...*****...


__ADS_2