Jodoh Instan

Jodoh Instan
Pengintaian


__ADS_3

Dunia Velan seakan runtuh seketika ketika ia melangkahkan kaki keluar dari butik dengan perasaan yang remuk redam. Hati yang tercabik-cabik dan terkoyak-koyak sebuah kenyataan yang teramat pahit dalam hidup Velan.


Velan menoleh ke arah butik, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri drama perselingkuhan yang kini bukan hanya sekadar ia saksikan dalam sinetron di televisi namun benar-benar dialami langsung oleh Velan. 


Suaminya yang begitu sempurna yang mengaku bahwa tidak tertarik pada wanita mengecup punggung tangan wanita cantik tepat di depan mata Velan.


Velan benar-benar sangat terpukul lantaran pelakor yang sesungguhnya benar-benar sudah muncul menampakan dirinya di depan mata kepala Velan. Wanita berparas cantik, dengan penampilan mewah yang wajar saja akan digilai oleh pria mana pun termasuk suaminya sendiri.


Air mata Velan mulai membentuk genangan-genangan yang akan tumpah jika ia menunduk lebih lama. Saat mengetahui bahwa suaminya yang sempurna itu tidak tertarik pada wanita, Velan benar-benar merasa nelangsa. Terus bertanya-tanya apakah benar suaminya itu tidak tertarik pada wanita?


Velan bahkan mencurigai asisten pribadi suaminya yang menempel ketat itu sebagai pria yang menjadi saingan cintanya. Namun malam ini ia justru menyaksikan sesuatu yang rupanya menjadi jawaban atas asumsi Velan. Rupanya suaminya hanya berbohong mengenai orientasi seksualnya dan sang asisten pribadi suaminya itu bersekongkol untuk menutupi kebenaran yang sesungguhnya.


Sungguh ironis, masalah orientasi seksual digunakan oleh suaminya untuk melakukan perselingkuhan di belakang Velan.


"Haha," Velan tertawa lagi sambil mengusap air matanya menahan rasa kesal yang membuncah dan membakar dirinya dengan sempurna.


Apakah ini cara Tuhan untuk menunjukkan pada Velan bahwa suaminya benar-benar telah melakukan kecurangan di belakangnya?


Velan berusaha menenangkan dirinya, masih berharap bahwa hal ini hanya sebuah kesalahpahaman saja. Oleh karena itu, Velan harus melakukan pengintaian terhadap suaminya.


Velan terlalu mencintai Voren sehingga setengah hatinya masih menolak keras adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh Voren.


Velan segera mencari tempat duduk yang pas agar proses pengintaiannya itu benar-benar berjalan lancar. Velan benar-benar berusaha keras untuk menahan dirinya, meredam api kemarahan yang membakarnya hingga ke tulang.


Velan mengendarai sepeda motornya ke dekat taman yang berada di seberang butik tersebut. Ia kembali duduk dan menunggu. Ia mengambil ponselnya lalu menelepon Doni lagi.


"Halo, Pak Doni," kata Velan begitu mendengar teleponnya dijawab.


"Ada apa, Nona Velan?" jawab Doni.


"Apa suamiku masih lembur? Akan kubawakan makan malam untuknya," kata Velan dengan nada bicara yang meyakinkan.


"Terima kasih, Nona, tapi Tuan Voren sudah makan malam," sahut Doni.


"Pak Doni, bisakah aku bicara dengan suamiku?" tanya Velan.


"Maaf Nona, Tuan Voren saat ini benar-benar sedang sibuk," jawab Doni.


Sibuk mengejar-ngejar perempuan cantik? Velan menjawab dalam hatinya.


"Katakan padanya aku akan menunggunya pulang," kata Velan.

__ADS_1


"Baik, akan saya sampaikan, Nona," kata Doni sebelum menutup teleponnya.


Velan kembali mengulas senyumnya, para pria itu benar-benar sungguh pandai berdusta.


...~...


Doni menutup teleponnya dengan perasaan was-was yang nampak tak beralasan. Lagi-lagi ia harus melakukan kebohongan yang sebenarnya membuat batinnya tersiksa.


Bagaimana jika suatu hari semua kebohongannya ini terbongkar?


Apa yang harus ia lakukan?


Skandal perselingkuhan pastilah akan menimpa Tuan Voren yang jelas akan mencoreng nama baik pria itu dan nama baik keluarga Lazaro. Kemudian skandal yang tercipta ini pastilah akan menimbulkan masalah-masalah baru yang akan menimbulkan efek domino. Doni jadi pusing hanya dengan memikirkan semua kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi ke depannya. Saat ini ia hanya bisa berdoa semoga semua masalah itu tidak muncul.


Saat ini pun Doni sungguh tidak tahu harus berpihak pada siapa. Jika harus bersikap profesional terhadap pekerjaannya jelas Doni berpihak pada Tuan Voren. Doni merasa patut mengasihani Tuan Voren. Atasannya itu harus menikahi wanita yang tidak diinginkannya lantaran tidak bisa menolak permintaan sang ibu. Namun di saat yang sama, Tuan Voren harus memperjuangkan cintanya.


Lima belas tahun pria itu mencintai Soraya, meski wanita itu pergi meninggalkannya berkali-kali. Namun takdir seakan mempertemukan mereka kembali. Lima belas tahun bukan waktu yang singkat bagi seorang pria hanya untuk mencintai seorang wanita.


Lihat, betapa setianya Tuan Voren terhadap cintanya!


...~...


"Tuan, apa Anda yakin tidak akan pulang malam ini?" tanya Doni ke arah Tuan Voren.


"Doni, apa pernah aku menarik kata-kataku sendiri?" Voren balik bertanya pada Doni.


"Tuan, masalahnya bagaimana jika istri Anda bertanya pada saya? Apa yang harus saya sampaikan pada beliau?" tanya Doni.


"Doni, bukankah sudah kukatakan padamu, jika istriku mencariku, katakan padanya bahwa aku tidak mencarinya!" sahut Voren lagi.


Doni memutar bola matanya. Pria yang sedang di mabuk cinta memang benar-benar menjadi pria yang tidak bisa berpikir rasional.


Tak salah kan jika Doni mengaku pada Nona Velan bahwa Tuan Voren sedang mabuk?! Mabuk cinta!


Soraya segera menghampiri dua pria yang sedari tadi nampak berkasak-kusuk dan jelas mengganggu konsentrasi timnya yang sedang bekerja.


Soraya menghampiri keduanya.


"Voren, lebih baik kau pulang saja," kata Soraya.


"Soraya, aku akan menginap di sini," kata Voren.

__ADS_1


Soraya bisa melihat bahwa Doni nampak memasang ekspresi berat ke arah Soraya. Doni bahkan menggeleng pelan berharap Soraya mengerti kode yang ia berikan.


"Voren, lebih baik kau pulang! Bukankah ada istri yang menunggumu di rumah?" tanya Soraya.


"Aku akan menginap lagi di sini malam ini," kata Voren sambil mengulas senyumnya ke arah Soraya.


"Soraya, silakan lanjutkan pekerjaanmu, aku akan bersantai di sofa," kata Voren lagi.


"Doni, segeralah pulang dan beristirahat," perintah Voren.


Doni hanya bisa merengut ke arah Tuan Voren. 


"Baiklah, kalau begitu saya permisi, Tuan," kata Doni berpamitan.


"Doni, tolong wajahmu dikondisikan!" keluh Voren yang merasa tak senang melihat Doni memasang ekspresi cemberut ke arahnya.


"Ah ya, Tuan," Doni mengulas senyum kecut sebelum pergi.


Doni bergegas menuruni tangga, para pegawai di butik Soraya nampak menyapanya.


Doni hanya mengangguk dan bergegas keluar dari butik.


"Wah, malam ini kekasih Nona Soraya menginap di sini lagi," kata Manda sambil mengunyah kue brownis yang menjadi camilan malamnya.


"Wah, sungguh pria yang sangat setia ya," sahut Liyah.


...~...


Velan melihat Doni keluar dari butik tanpa Voren, pria itu bergegas memasuki mobil mewah yang biasa dikemudikannya.


Suaminya benar-benar menginap di butik itu. Terlintas dalam benak Velan, sudah berapa lama suaminya berselingkuh dengan wanita itu?


Ingin rasanya Velan memasuki butik itu dan mengamuk meluapkan rasa kesalnya yang membuncah di dada. Menunjukkan betapa ia merasa kecewa lantaran suaminya sudah melakukan pendustaan yang terakomodir secara sempurna. 


Velan berusaha menenangkan diri, ingin rasanya ia melabrak mereka semua, namun ia tak boleh melakukan tindakan gegabah seperti itu. 


Velan kemudian tersadar bahwa perselingkuhan terjadi lantaran adanya kesepakatan antara kedua belah pihak. Velan tentu tidak boleh hanya menyalahkan salah satu pihak saja. Suaminya dan wanita cantik itu jelas sudah melakukan hal yang salah terhadap Velan.


Semua hal yang terjadi pasti ada alasannya. Perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya pastilah didasari oleh sesuatu hal. Velan pun sadar, bahwa mungkin Velan juga salah dalam hal ini. Velan tidak secantik wanita itu, pantas saja kan suaminya berselingkuh?


Apakah cinta Velan lagi-lagi harus bertepuk sebelah tangan?

__ADS_1


Padahal selama ini Velan sungguh tidak bersedia untuk mencintai laki-laki lain lagi pasca peristiwa Oman karena tidak mau menyia-nyiakan perasaannya kepada seseorang yang tidak ia miliki sepenuhnya. Velan benar-benar sungguh sangat mencintai suaminya, ya, lebih baik ia mencintai suaminya sendiri karena pria itu jelas memiliki ikatan yang resmi dengan Velan.


...~...


__ADS_2