
Pola segel kuno yang tergambar di atas Xiao Wang kini mula menunjukkan suatu reaksi. Sedangkan Xiao Wang sendiri tidak bisa untuk menghindar oleh sebab dinding transparan berbentuk tabung panjang mengurungnya.
Crisstt....
Anak petir berwarna merah mudah mulai terlihat pada garis-garis pola kuno. Tak lama setelahnya memunculkan petir yang lebih besar dan mengandung tegangan energi luar biasa.
Xiao Wang memasang sikap awas melihat petir tersebut.
Baamm...
Petir yang membawa serta kesengsaraan itu menyambar ke arah Xiao Wang. Tapi tidak mengenainya sebab Xiao Wang masih bisa menghindar ke samping. Ledakan yang terjadi sendiri terjadi akibat petir yang menghantam tanah hingga menimbulkan bekas dalam pada tanah.
Petir tidak hanya datang sekali. Kembali pola kuno mengeluarkan petir yang bergerak sangat cepat dan mengejar Xiao Wang. Mereka seperti memiliki jiwa, sehingga di manapun Xiao Wang menghindar, maka petir juga akan mengikutinya. Beruntung dinding transparan yang mengelilingi Xiao Wang itu cukup luas, sehingga Xiao Wang bisa sedikit leluasa dalam mengindar. Langkah bayang disertai Mata Dewa juga Xiao Wang aktif kan untuk mengindari kejaran petir ganas.
Petir terus mengejar Xiao Wang. Kali ini tidak hanya satu saja melainkan tiga petir sekaligus yang sekali keluar mengejar Xiao Wang. Membuat Xiao Wang harus ekstra hati-hati, meningkatkan kecepatannya hingga dua kali lipat untuk bisa menghindari kejaran mereka.
Cabang-cabang petir telah menyebar luas dalam waktu singkat, nyaris tidak memberi celah bagi Xiao Wang untuk dapat kembali menghindar. Tergantung dari bagaimana cara lelaki itu dalam hal memposisikan dirinya sehingga tidak terkena oleh petir.
Di sisi lain, Para tetua Sekte Tebing Persik kini tidak lagi bisa melihat Xiao Wang di dalam kurungan dinding transparan. Pasalnya cabang petir merah muda yang begitu banyak dan menyala terang telah berhasil menutupi jarak pandang. Dan dengan demikian mereka sudah yakin dan telah berani mengambil kesimpulan bahwa Xiao Wang telah hangus di dalam sana oleh petir-petir bertegangan sangat tinggi.
Xiao Long yang tengah di hadapi oleh Empat orang tetua tidak bisa tenang saat melihat Xiao Wang dalam kurungan formasi segel yang di ciptakan oleh Jun Jirui serta yang lainnya.
Namun Xiao Long tidak bisa untuk membantu Xiao Wang untuk saat ini, sebab dirinya sendiri tengah di sibukkan oleh empat orang tetua yang masih menyibukkan dirinya sampai sekarang.
"Nak... Nak, apakah kau bisa mendengar ku?" Xiao Long mencoba memanggil Xiao Wang dengan melalui batin. Sekedar untuk memastikan kondisi Xiao Wang di dalam kurungan itu.
__ADS_1
Tapi beberapa saat menunggu, dia tidak mendapat jawaban dari Xiao Wang. Itu membuatnya cukup khawatir. Xiao Long lantas kembali memanggil Xiao Wang, tapi hasilnya tetap sama saja.
"Sialan, kalian yang memaksaku!" ucap Xiao Long dengan intonasi kesal terhadap tetua yang menyibukkan nya itu.
Whush....
Tubuh Xiao Long mendadak berubah membesar dua kali lipat. Perawakannya pun semakin ganas. Disertai dengan aura yang terpancar dari tubuhnya yang juga ikut meningkat. Sekilas dia tampak seperti siluman Dewa.
Keempat tetua sekte Tebing Persik yang melihat perubahan yang terjadi pada Xiao Long seketika sedikit gentar. Namun itu hanya sesaat sebelum mereka bisa menguasai diri.
Keempat tetua itu saling berpandangan sejenak sebelum sama-sama menganggukan kepala. Lalu mereka menyiapkan pedang di tangan, terbang dengan cepat disertai dengan kelopak persik yang mengikuti setiap pergerakan mereka. Lalu keempat tetua itu menyerang Xiao Long di empat sisi yang berbeda.
"Persik Penyiar Kematian!" .
Keempat tetua kompak menyerukan jurus yang sama yang langsung di arahkan ke Xiao Long.
Merasakan adanya bahaya yang akan diterima jika persik-persik itu menyentuh tubuhnya, maka Xiao Long dengan segera mengeluarkan semburan Magma Panas nan Ganas ke arah persik-persik yang mendatanginya itu.
Brusshhhtt...
Butuh waktu dua puluh detik bagi Xiao Long sebelum bisa menembus persik-persik itu. Dia semakin mempererat laju semburannya sehingga magma yang dia lepaskan berhasil membakar persik-persik tersebut. Selain itu Percikan Magma juga berhasil mengenai Keempat Tetapi, membuat mereka dengan segera bergerak menjauh.
Di sisi lain, Xiao Long memilih untuk mengabaikan empat tetua tadi. Dia segera melesat ke arah diman Xiao Wang berada untuk menyelamatkan Xiao Wang.
Pertama dia harus mengacaukan susunan segel formasi itu melalui Tiga orang tetua serta dua puluh orang ranah Raja. Xiao Long berniat menyerang mereka.
__ADS_1
Raawwrr...
Mengaum keras disertai dengan gelombang suara yang kemudian berubah menjadi magma panas. Xiao Long mengarahkannya ke tiga orang Tetua yang terduduk di udara sembari mempertahankan segel.
Baamm...
Belum sempat magma yang dilepaskan oleh Xiao Long tadi megenai para tetua, ledakan besar telah lebih dulu terjadi. Disertai dengan arus angin yang sangat kuat, hingga memental–kan para tetua serta dua puluh orang ranah Raja. Bahkan semburan magma Xiao Long tadi juga ikut berbelok arah, dan menyebar ke semabrang Arah di atas tanah.
Xiao Long melihat ke arah dimana terjadinya ledakan tadi. Tampak Xiao Wang berdiri di tengah lebatnya kabut yang tercipta dari ledakan yang barusan terjadi itu. Di tangannya terlihat Pedang Dewa Siluman yang mengeluarkan percikan listrik kecil. Melihat hal itu, Xiao Long tidak lagi bertanya dan tau akan apa yang dilakukan oleh Xiao Wang sehingga dia bisa terbebas dari Susunan segel formasi.
"Bagus, padahal aku sudah berniat menggali kuburan mu tadi!" ucap Xiao Long pada lelaki yang sempat dia khawatirkan tadi.
Xiao Wang hanya memasang senyum kecut menanggapi candaan itu.
"Beruntung, Roh Raja Siluman pernah mengajari aku terkait dengan suatu teknik rahasia dari Dewa Siluman, sehingga ku bisa terbebas dari Susunan Segel Formasi itu!" Xiao Wang menjelaskan alasannya bisa selamat.
"Ya, tak perlu kau jelaskan pun aku sudah mengetahuinya."
Di sisi lain, para tetua Sekte Tebing Persik memilih untuk mundur sejenak. Tapi mereka tidak berniat pergi jauh. Mereka berniat memulihkan diri, dengan memanfaatkan kehadiran dari kelompok lain itu dan mengambil kesempatan saat Xiao Wang dan Xiao Long berhasil di lumpuhkan oleh kelompok yang baru datang.
Xiao Wang dan Xiao Long menyadari kalau mereka berdua saat ini telah dikelilingi oleh orang-orang dengan jumlah yang sangat banyak. Bahkan bisa tiga sampai empat kali lipat dari sebelumnya. Kebanyakan dari mereka menggunakan pakaian hitam, yang menandakan mereka berasal dari aliran hitam, namun sebagian kecilnya merupakan aliran Netral–putih serta aliran putih sendiri.
"Hmm, sepertinya kita harus lebih serius sekarang!" ucap Xiao Long tanpa perlu memperhatikan area sekitar, dia sudah mengetahui kalau telah banyak orang yang mengelilingi mereka.
"Hahaha... Entah mimpi apa aku semalam sampai harus dikejar oleh banyak orang. Benar kata Lin Yun Mei dahulu bahwa pedang ini bisa menimbulkan bencana!" ucap Xiao Wang dengan disertai dengan tawa kecil. Bukan karena ada yang lucu, melainkan karena hal lain yang membuatnya tertawa.
__ADS_1
Meskipun kini telah banyak orang yang mengelilingi mereka, tapi yakin dan percaya akan semakin bertambah pula, kala kabar akan pertarungan di Bukit Rumput Harapan menyebar ke berbagai daerah kekaisaran Han. Ya, siapa yang akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini?
Terlepas dari insiden pertempuran di ibukota pusat Kekaisaran beberapa bulan lalu, banyak orang yang telah mengetahui akan pedang Dewa Siluman. Banyak pula yang ingin memilikinya. Tentunya mereka tidak akan melepaskan Xiao Wang begitu saja.