
Berjalan santai, keberadaan Xiao Wang tidak diketahui sama sekali saat menggunakan jubah merah oleh orang-orang yang menjaga di pintu keluar.
Menaiki anak tangga, Xiao Wang tiba-tiba saja di cegah oleh salah seorang dari mereka yang memegangi punggungnya.
"Kau mau kemana?" suara berat terdengar dari orang yang memegangi nya tadi.
"Ak—"
Hendak berkata, namun Xiao Wang refleks menghentikannya. Dia baru menyadari kalau suara orang-orang yang ada berjaga itu memiliki kesamaan, yaitu terdengar bass dan berat. Entah apa yang di minum oleh mereka.
Sedangkan suara Xiao Wang sangat berbeda jauh dari mereka.
"Kau penyusup!" ucap lelaki itu lagi. "Suaramu sangatlah berbeda jauh dari suara kami. Aku yakin, kau adalah penyusup!" tambahnya.
Sejenak, Xiao Wang mengernyitkan alisnya. Benar dugaannya bahwa yang membedakan orang luar dengan kelompok ini adalah dari suaranya.
"Sepertinya tidak ada jalan lain selain bertarung!"
Tanpa banyak tingkah, Xiao Wang mengeluarkan pedang Api Matahari. Melibas tajam, memotong tangan lelaki tadi yang saat itu masih berada di punggungnya.
Slash...
Darah terlambat menetes, saat Xiao Wang kembali melanjutkan serangan kedua.
Slash...
Pedang Api Matahari langsung memotong kepala lelaki itu. Pun juga dengan jubah merah yang menutup kepalanya juga ikut terpotong rapi.
Kepala yang menggelinding di lihat oleh semua orang. Tentu saja hal itu menimbulkan kericuhan.
Xiao Wang sempat merasa ingin muntah kala melihat darah terciprat deras layaknya keluar dari pipa air. Menciptakan hujan darah kecil dalam ruang bawah tanah itu. Sebelum akhirnya tubuh pria tanpa kepala tumbang di atas tanah.
Beberapa orang langsung bergerak hendak menangkap Xiao Wang. Tapi Xiao Wang juga tidak tinggal diam. Setidaknya dia harus membereskan semua orang yang ada di sekitaran pintu keluar ruang bawah tanah itu terlebih dahulu sebelum pergi dari sana.
"Naga Api Ganas...."
__ADS_1
Pedang Api Matahari tiba-tiba saja mengeluarkan kobaran api ganas. Kemudian api tersebut berubah wujud menjadi naga. Dengan nyala api ganas di tubuh naga tersebut, langsung mengarah pada orang-orang yang berkumpul mengelilingi Xiao Wang.
Swosshh....
Belasan orang langsung terbunuh saat itu juga. Lalu sisanya, Xiao Wang kembali melepaskan salah satu jurus dari pedang Api Matahari. Butuh dua serangan lagi sebelum Xiao Wang berhasil membunuh mereka semua.
Beruntung kultivasi orang-orang yang ada di sana semaunya berada di ranah Lanjutan tahap 2 sampai dengan tahap 5. Sehingga tidak ada yang berhasil menahan serangan yang di lancarkan oleh Xiao Wang.
"Sebaiknya aku pergi dari sini, sebelum semakin banyak orang yang datang. Masalah terkait kelompok ini, akan aku cari tahu nanti," gumam Xiao Wang.
Mendengar banyak langkah kaki berlari ke arahnya, Xiao Wang bergegas meninggalkan tempat itu setelah memastikan bahwa tidak ada jejaknya yang dia tinggalkan. Menaiki anak tangga, lalu menunggangi Xiao Long. Keduanya menghilang dalam waktu singkat.
Tak lama setelah kepergian Xiao Wang, puluhan orang muncul. Mereka mengamati mayat-mayat yang tergeletak di ruang bawah tanah itu.
"Bagaimana, apakah kalian menemukan jejak tentang penyusup sekaligus yang membunuh anggota kita?" tanya salah seorang dari mereka. Berkekuatan ranah Ahli tahap 1, tertinggi diantara orang-orang yang hadir di sana.
"Lapor, kami tidak menemukan jejak sedikit pun yang ditinggal oleh penyusup itu!"
"Sialan!" Dia mengumpat kesal. "Cepat menyebar dan cari dia. Jangan biarkan dia lolos begitu saja!" perintahnya dengan nada tinggi.
Tanpa membantah, semua orang yang berada di sana langsung menyebar. Ada yang mencari di dalam ruang bawah tanah, sementara sebagian besarnya berlari keluar. Mencari penyusup tersebut sebelum jauh dari markas.
Xiao Long berhenti tidak jauh dari gerbang masuk klan Xiao. Xiao Wang turun dari punggungnya.
Setelah Naga Magma itu masuk ke dalam keningnya, Xiao Wang lantas pergi memasuki Klan Xiao.
Xiao Wang langsung mengarah ke kediaman penatua ke dua puluh. Berniat membicarakan tentang Kelompok yang barusan dia temui kepada gurunya itu.
"Xiao Wang!!"
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil namanya dari belakang. Intonasi yang di keluarkan oleh orang itu pun begitu kasar, seperti tengah ada dendam pada Xiao Wang.
Membalikkan badan dan melihat akan siapa yang memanggilnya tadi. "Xiao Zhan!" ujar Xiao Wang pelan.
"Xiao Wang, aku menantang–mu untuk bertarung. Aku masih tidak terima, kamu yang menggantikan posisi ku sebagai perwakilan Klan Xiao dalam turnamen Antar Generasi." Xiao Zhan langsung pada intinya. Sedangkan Xiao Wang hanya mengernyitkan alisnya kala mendapati tantangan itu.
__ADS_1
Memang sehari sebelumnya, telah di umumkan tiga nama yang akan mewakili klan Xiao dalam turnamen tersebut. Dan Xiao Wang adalah salah satunya. Ini sendiri tidak lepas dari kontribusi Penatua kelima dan penatua ketujuh yang mengusulkan Xiao Wang untuk ikut dalam turnamen itu. Mengingat Xiao Wang yang memiliki tubuh Khusus, menurut kedua penatua tersebut. Sehingga mereka berniat mempromosikan Xiao Wang di publik. Yakin setelah rencana ini berhasil, nama klan Xiao akan kembali naik.
Tentu saja mendengar Xiao Wang yang di pilih tanpa seleksi membuat Xiao Zhan yang berada di urutan Jenius ketiga klan Xiao tak terima. Makanya dia menantang Xiao Wang sekarang.
"Apa masalahmu?" tanya Xiao Wang.
"Sudahlah, tidak usah kau berpura-pura tidak tahu. Kalau kamu memang seorang lelaki, maka terimalah tantangan ku!"
"Kalau aku tidak mau?" sosor Xiao Wang. "Lagipula aku memiliki urusan penting yang harus aku urus, daripada meladeni–mu!" Xiao Wang lantas berjalan, berniat meninggalkan Xiao Zhan.
"Sialan kau, pemuda Sampah... Tak tahu berkultivasi. Sudah menjadi aib klan, masih sombong di depanku yang merupakan jenius klan Xiao!" Sedikit melantangkan suaranya. Xiao Zhan terlampau emosi hingga mengeluarkan kata-kata tersebut. Berharap Xiao Wang akan marah dan menerima tantangannya tadi.
Menghentikan langkahnya, Xiao Wang membalikkan badan. Menatap sinis Xiao Zhan sesaat, lalu kembali melanjutkan perjalanannya. Menghiraukan Xiao Zhan begitu saja. Lagipula masalah terkait dengan kelompok rahasia itu jauh lebih penting dibanding dengan menerima tantangan Xiao Zhan. Bahkan bisa jadi kelompok tersebut menjadi ancaman besar Klan Xiao serta kekaisaran Han sekalipun.
"XIAO WANGG!!" Kali ini Xiao Zhan semakin emosi. Memanggil Xiao Wang dengan suara keras. Nafsu membunuh pun dia lepaskan ke arah lelaki yang di panggilnya itu.
Xiao Wang sendiri tidak peduli. Dia tetap melangkah tanpa menoleh ke belakang.
Dengan emosi yang telah memuncak, Xiao Zhan lantas mengeluarkan pedang dan berlari ke arah Xiao Wang.
Whush!
Pedang melintang, terlibas tajam nyaris memenggal kepala Xiao Wang. Sayangnya Xiao Wang lebih sigap, sehingga serangan itu berhasil di hindari dengan sangat mudah.
Xiao Zhan tidak tinggal diam, dia kembali melangsungkan serangannya.
"Amukan Dewa Phoenix!!"
Whush....
Xiao Wang menahan serangan energi berbentuk burung Phoenix api tersebut dengan libasan tangan kanannya.
"Cih, kau ini! Sangat menganggu..." Xiao Wang berdecih kesal. Setelahnya dia bergerak cepat, menangkap tangan Xiao Zhan, lalu membantingnya keras di tanah. Xiao Wang mengangkat kakinya dan menendang tubuh Xiao Zhan, hingga terdorong jauh menabrak dinding tembok, menimbulkan keretakan pada dinding tembok tersebut.
"Uhuk..."
__ADS_1
Xiao Zhan terbatuk dibuatnya, dadanya terasa sesak setelah menerima tendangan dari Xiao Wang tadi. Dirinya masih tidak menyangka akan di kalahkan dengan mudah oleh Xiao Wang, bahkan tak terlihat adanya energi Qi saat Xiao Wang menyerangnya tadi. Kini taulah dia sampai mana batas kekuatannya di banding Xiao Wang.
Sementara itu, Xiao Wang melirik Xiao Zhan sejenak. "Bagaimana? Apakah masih mau bertarung?" ujarnya sesaat. Tak mendapat jawaban, Xiao Wang lantas beranjak dari sana Meninggalkan Xiao Zhan sendiri.