Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 157 ~ Sekte Lotus Es Mengambil Tindakan


__ADS_3

Duar...


Duar..


Ledakan berulang kali tejadi dari luar goa. itu berasal dari pertarungan antara Xiao Long melawan Burung Merak Bulu Besi serta Harimau Api Hijau.


Mereka telah keluar dari dalam goa setelah sebelumnya Xiao Long yang memancing lebih dulu.


Pertarungan itu berlangsung cukup sengit di awal, hingga saat Xiao Long mendapatkan kode dari Xiao Wang, dia pun lantas bertarung serius.


Swoshh...


Tubuhnya memancarkan api merah yang sangat panas. Bahkan panasnya bisa melebihi ratusan kali lipat dari panas api hijau milik Siluman Harimau.


Dari api merah di tubuh Xiao Long, terbentuk bayang-bayang naga di hadapannya. Ini memang menyerupai wujud Xiao Long sendiri, tapi dalam ukuran yang kecil, murni dari api semua.


Dua Siluman lawan Xiao Long juga tidak ingin tinggal diam. Mereka sama melepaskan energi dari tubuh mereka.


Gabungan energi yang mereka lepaskan tadi berhasil menciptakan kekuatan yang tidak kalah hebatnya. Dalam radius jarak dua puluh meter dari keberadaan dua siluman itu, gerakan udara ekstrem dari energi gabungan itu telah berhasil menyapu tanah hingga tak ada sedikitpun debu kasar maupun tumbuhan hidup yang ada di bawah kaki mereka.


Xiao Long kemudian membiarkan Naga yang terbuat dari api itu ke depan. Melesat dengan cepat, bertemu dengan serangan yang di lempar oleh dua siluman tersebut.


Swoshh...


Duaarrr...


Angin langsung berhamburan lebih kencang dari sebuah tornado. Menghempaskan pepohonan yang ada di sekitarnya. Ini masih meluas, bahkan tanah di sekitar ledakan ikutan hancur dan berakhir dengan menjadi kawah cukup lebar dan dalam.


Xiao Long melihat ledakan yang tercipta tadi telah menimbulkan kabut yang mengepul hebat. Namun sejenak, naga Magma itu menyunggingkan senyuman dari mulutnya.


Whush...


Benar, kedua siluman tersebut nyatanya belum kapok. Mereka berbaur dengan kabut tebal, lalu diam-diam menyerang Xiao Long di titik buta.


Sayangnya Xiao Long mengetahui titik sembunyi mereka. Sehingga saat keduanya datang menyerang, dia sudah mempersiapkan diri.


Xiao Long tebang ke atas, menghindari serangan energi yang saat itu menargetkan nya di dua sisi.


Melihat dua lawannya telah berada di titik yang telah dia perkirakan, Xiao Long tanpa pikir panjang langsung melepaskan serangan magma.

__ADS_1


Serangan ini jauh lebih kuat dari energi berbentuk naga api tadi.


Semburan itu ibarat air mancur yang kecepatannya begitu meroket. Begitu diluar nalar, kedua Siluman tidak bisa untuk mengambil tindakan untuk menghindari. Bukannya tidak bisa, melainkan tidak sempat lagi.


Membuat keduanya terkena magma itu.


Luka telah menghiasi tubuh dua Siluman tersebut. Memberontak, dan menguatkan diri, namun semburan magma tersebut semakin ganas pula, membuat siluman burung Merak Bulu Besi serta Harimau Api Hijau terpental, searah dengan semburan Magma.


Baamm...


Baamm...


Tubuh keduanya begitu jauh, melebihi seratus meter dan menabrak keras bebatuan yang ada di hadapan mereka.


Xiao Long mengehentikan semburannya setelah melihat dua Siluman yang menjadi lawannya tadi telah ambruk.


"Kerja Bagus!" puji Xiao Wang. "Sekarang giliran ku!"


Xiao Wang melayang di udara. Mengarahkan tangan ke arah dimana jatuhnya dua Siluman tersebut.


Whush.


Keduanya tidak ada daya untuk memberontak.


"Hmm, kalian berdua cukup bagus," gumam Xiao Wang sesaat. Setelah itu dia menjentikkan jarinya.


Takk...


Baamm..


Baik tubuh Harimau Api Hijau, maupun tubuh Siluman Burung Merak Bulu Besi langsung menimbulkan suara ledakan.


Keduanya telah kehilangan nyawa, bahkan tubuh Siluman Api Hijau telah terbakar, menjadi esensial api murni berwarna hijau dengan kristal roh yang berwarna hijau terang di sebelahnya.


Sedangkan untuk Burung Merak Besi hanya menyisakan kristal roh serta bulu besinya saja.


Xiao Wang memandangi itu, lalu memasang sunggingan kecil di dua sudut bibirnya.


"Hari ini cukup bagus," gumamnya lagi. Setelah mendapatkan dua buah kristal Air mata dua dewa, kini dia harus mendapatkan bagian dari tubuh siluman tersebut. Memasukkan apa yang baru saja dia dapat itu ke dalam cincin ruang miliknya, lalu beralih pergi dari sana bersama dengan Xiao Long.

__ADS_1


***


Xiao Feng serta yang lainnya saat ini tengah sibuk membereskan tanaman-tanaman pemangsa yang saat itu seperti tidak ada habisnya.


Mereka terus tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan semakin banyak yang mereka bunuh, semakin banyak pula yang tumbuh dan menyerang. Apalagi pertumbuhan dari tumbuhan-tumbuhan pemangsa tersebut yang terbilang cepat.


Hingga Xiao Feng menyadari akan satu hal.


"Siluman dalam bentuk Tumbuhan-tumbuhan ini memiliki darah yang spesial. Yaitu bisa menghasilkan bibit baru ketika berkolusi dengan tanah. Untuk itulah mengapa mereka terus tumbuh," ujar Xiao Feng kepada mereka yang menjadi rekannya saat ini.


"Benar... Mereka akan langsung berkolusi dan menciptakan siluman baru! Kita harus mengambil suatu tindakan!" Salah satu dari mereka yang merupakan bagian dari sekte Lotus Es ikut bersuara setelah men Tumbuhan satu Siluman Tumbuhan Pemangsa.


"Umm. Biar ku tes yang ini!"


Qu Zheng kemudian mengambil suatu tindakan. Dia melakukan satu segel tangan.


Brush....


Muncul seekor belatung berukuran besar. Bahkan ini lebih besar dari satu pohon berukuran tinggi lima meter. Dengan gigi yang runcing, dengan sorot mata merah yang ganas.


"Makan tumbuhan itu!" Qu Zheng memerintahkan belatung tersebut.


Mendengar perintah dari tuannya, belatung tersebut kemudian bergerak ke arah salah satu tumbuhan pemangsa yang saat itu melebarkan mulutnya hendak memakan rayap ciptaan Qu Zheng.


Sayangnya, mulut tumbuhan tersebut malah kalah besar dengan mulut belatung milik Qu Zheng, membuat tumbuhan tersebut dilahap habis begitu saja. Lalu dia beralih pada tumbuhan lain dan kembali memangsa mereka.


Ini berhasil, bahkan tidak ada sedikit pun darah hijau dari tumbuhan-tumbuhan itu yang berhasil menyebar dan menyentuh tanah.


"Bagus... kami juga akan membantu melakukan sesuatu!" ujar Bing Xue Li.


Gadis itu menoleh ke arah tiga orang kultivator yang berasal dari sekte Lotus Es. Mereka samua menganggukkan kepala, seakan mengerti akan kode dari tatapan Bing Xue Li.


Setelah itu Bing Xue Li serta tiga orang tersebut segera melakukan segel tangan.


Bing Xue Li serta tiga orang dari sekte Lotus Es kini dikelilingi oleh butiran debu es yang mampu membekukan udara. Setelah merasa cukup mengumpulkan vitalitas es, Bing Xue Li serta tiga orang itu langsung menggerakkan pedang di ditangan mereka yang menjadi pusat dari penyebaran vitalitas es tersebut, menancap pada tanah.


Crissstt...


Dalam radius jarak satu kilometer, tanah membeku menjadi lapangan es yang luas, Tumbuhan-tumbuhan itu menggelinjang di atas es yang mengurung pergerakan mereka.

__ADS_1


"Dengan begini, darah mereka tidak akan menghasilkan bibit baru!" ujar salah satu dari tiga orang anggota sekte Lotus Es.


__ADS_2