
Ratusan orang muncul di atas aula Pertandingan. Mereka semua mengendarai kapal terbang, dengan corak kapal naga merah, orang-orang itu sendiri memiliki aura gelap bersama mereka.
Masing-masing dari orang-orang yang berada di atas kapal melepaskan aura membunuh kuat. Menekan semua orang yang ada di bawah.
"Sudah aku duga. Kelompok Naga Merah akan datang dan mengacaukan pertandingan ini!" ucap Chen Xue. Dia bersiap untuk kembali bertarung. Di sisi lain, beberapa prajurit segera bergerak dan melindungi Kaisar Han serta keluarganya. Sementara prajurit lain mengambil ancang-ancang untuk melawan anggota kelompok Naga Merah.
Bentrokan aura terjadi saat para penatua serta tetua dari sekte besar melepaskan aura mereka untuk menekan balas aura membunuh itu.
"Semuanya, bunuh mereka semua. Hari ini juga kita akan meratakan Kekaisaran Han. Dan biarkan kekuasaannya jatuh ke tangan Kelompok Naga Merah!!!" ucap seorang lelaki yang berada di kapal terbang terdepan. Kultivasi dari lelaki itu sendiri berada di ranah Raja tahap 1. Memerintah pasukan Naga Merah untuk menyerang.
Mendengar perintah itu, orang-orang yang berada di atas kapal itu segera melompat turun. Dalam waktu cepat mereka telah menemukan lawan masing-masing.
Para prajurit kekaisaran Han bergerak untuk menghadang orang-orang itu, hingga pertempuran kembali terjadi setelah jeda beberapa saat.
Bentrokan yang terjadi menimbulkan kekacauan dalam waktu singkat. Namun bukan hanya di bagian aula pertandingan saja yang kacau, di seluruh kota pusat Kekaisaran Han pun telah terjadi pertarungan yang memicu terjadinya pertumpahan darah.
Aliran hitam mulai bergerak di sepanjang jalanan kota. Sedangkan mereka yang berstatus seorang Kultivator ataupun orang biasa yang bisa menggunakan pedang segera menghadang.
Teriakan ketakutan pun tidak berhenti terdengar. Dari orang-orang tua yang berusaha melindungi anaknya. Ataupun orang yang sibuk mecari keluarga untuk menyelamatkan diri dari kerusuhan itu.
Beralih pada Xiao Wang. Lelaki itu berdiri mematung di tempat. Pandangan menyapu di
sekitar, puluhan orang telah kehilangan nyawa dalam pertarungan beberapa menit itu. Dua kubu saling membunuh, membedakan lawan dan kawan dengan pakaian yang dikenakan.
"Kelompok Naga Merah yah ... Baiklah, mari bergabung untuk memberantas mereka!" ucap Xiao Wang sesaat. Lalu dia mengangkat pedang dan siap memulai pertarungan.
Tubuhnya mengeluarkan sengatan petir, begitupun juga dengan pedang Api Matahari. Lalu Xiao Wang melesat cepat ke arah kerumunan orang banyak. Dalam waktu singkat dia telah membunuh banyak orang.
Tidak hanya Xiao Wang yang bergerak membantu para prajurit, melainkan juga para jenius setiap Sekte besar, menengah maupun sekte kecil yang mengikuti turnamen itu turun untuk membantu melawan kelompok Naga Merah serta aliran hitam. Mereka dengan gagah berani ikut bertempur. Namun kebanyakan dari mereka yang berasal dari aliran putih tidak langsung membunuh musuhnya, melainkan hanya melumpuhkan mereka saja.
Xiao Mei dan Xiao Fu bekerja sama bertarung melawan seorang Kultivator aliran hitam dari ranah Ahli tahap 2. Perbedaan Kultivasi setingkat itu tak membuat dua orang bermarga Xiao itu kalah. Malahan lawan mereka yang keteteran dalam meladeni setiap serangan masuk yang dilancarkan oleh kedua orang itu.
__ADS_1
Hingga mereka berhasil mengalahkannya.
"Bagaimana, apakah kita bunuh saja dia?" tanya Xiao Fu pada Xiao Mei.
"Sebaiknya tidak usah. Biarkan saja dia hidup, semoga dengan itu dia bisa memperbaiki dirinya!" ucap Xiao Mei.
"Cih, membiarkan orang-orang ini hidup sama saja dengan kau meminta kehancuran dimasa mendatang. Sekalinya berstatus aliran hitam, maka dia tetap akan melakukan hal-hal buruk. Kecuali di hatinya masih ada titik kebaikan!" Xiao Wang tiba-tiba muncul di samping kedua orang itu Tentu saja kehadirannya yang begitu tiba-tiba itu mengagetkan keduanya.
"Saudara Wang!" ucap pelan Xiao Fu. Belum sempat lelaki itu selesai terkejut dengan kehadiran Xiao Wang, dia kini bertambah terkejut pula oleh percikan Petir di tubuh Xiao Wang. Menandakan bahwa selain dengan menguasai elemen api, Xiao Wang juga menguasai elemen petir.
"Jika kau ingin hidup di sini, maka jalan satu-satunya adalah membunuh mereka. Orang-orang yang datang sekarang belumlah seberapa. Mereka akan terus berdatangan!" kata Xiao Wang sesaat, setelahnya lelaki itu pergi begitu saja dari sana.
Xiao Fu dan Xiao Mei tampak memikirkan perkataan Xiao Wang tadi. Lalu sama melihat ke satu arah, dimana penatua Xiao Die saat ini tengah membunuh dua orang anggota kelompok Naga Merah. Selain itu juga melihat ke ara lain, dimana banyak orang saling membunuh.
"Benar, kita harus membunuh untuk bertahan hidup!" ucap Xiao Fu meyakinkan dirinya. Xiao Mei menanggapi dengan anggukan.
Mengangkat pedang dan berniat membunuh orang yang tadi mereka lumpuhkan. Sayangnya orang tersebut ternyata telah tewas dibunuh oleh Xiao Wang.
Namun mereka tidak bisa diam terlalu lama sebab musuh telah kembali datang menyerang mereka. Semula masih ragu untuk melakukan seperti yang dikatakan oleh Xiao Wang tadi, namun pada akhirnya kedua orang itu masih tetap melakukannya.
Sementara itu, Xiao Wang yang melihat kedua rekannya itu bergerak untuk membunuh menampakkan sunggingan kecil.
"Kalian akan lebih banyak melakukan hal itu kedepannya. Dan juga kalian tidak akan bisa menghindar darinya!" gumam Xiao Wang. Lalu membunuh dua orang sekaligus dalam satu serangan.
Saat masih tengah sibuk dengan membunuhnya, Xiao Wang didatangi oleh seorang pria yang memiliki kultivasi Ranah Raja tahap 1.
"Nak, Senjata bagus itu tidak cocok bila berada di tanganmu. Baiknya kau serahkan saja padaku!" lelaki itu menjilati bibirnya m Tampak bernafsu saat melihat pedang Api Matahari.
"Kau mau? Kalau begitu ambil sendiri jika kau cukup mampu!" tantang Xiao Wang.
"Hohoho, baiklah Nak. Kau mau dengan kekerasan rupanya!" Lelaki itu melepaskan lonjakan energi dari dalam tubuhnya. Setelah itu maju menyerang Xiao Wang.
__ADS_1
Mereka bertarung dalam beberapa waktu. Meskipun terlihat imbang di awal-awal, pada akhirnya terlihat pula Xiao Wang yang lebih di unggulkan.
"Iblis Api!"
Whush...
Baamm...
Lelaki itu terdorong mundur sangat jauh Tubuhnya terbakar oleh api yang menyala. Xiao Wang mendekatinya.
"Sepertinya status mu cukup berpengaruh. Pastinya kau juga memiliki banyak harta di cincin penyimpanan mu itu!" Xiao Wang segera menggerakkan tangannya. Dengan menggunakan unsur elemen angin untuk mengambil cincin tersebut. Lalu meninggalkannya begitu saja.
Pertempuran itu telah berlangsung selama satu jam. Kini telah banyak tergeletak mayat bersimbah darah. Lantai kini tidak lagi memiliki warna semula melainkan telah berubah warna menjadi merah darah.
Sringg..
Sringg...
Sringg...
Bunyi adu pedang tidak berhenti terdengar. Bersamaan dengan suara ringisan terdengar menghiasi jalannya pertempuran itu. Kini semuanya telah lebih kacau dari sebelumnya. Bahkan beberapa diantara jenius juga mati karenanya.
Sementara itu, Xiao Wang bergerak ke sana kemari. Terus membunuh dan mengurangi jumlah musuh. Sayangnya, meskipun telah banyak orang yang dia bunuh, tetap saja banyak pula yang berdatangan. Mereka ini seperti tidak ada habis-habisnya.
Para prajurit telah dikerahkan untuk mengamankan kekacauan itu. Para jenderal Kekaisaran Han pun juga telah turun. Tidak hanya itu, Biro Binatang Buas serta Rumah Lelang Perak juga turut berpartisipasi dalam menyerang orang-orang dari aliran hitam, terutama kelompok Naga Merah. Tapi dua kelompok itu bertarung bukan untuk membantu Kekaisaran, melainkan demi kepentingan mereka sendiri.
Berkat kerjasama yang mumpuni, mereka akhirnya berhasil mengurangi jumlah aliran hitam. Sialnya, belum juga berakhir kini gelombang kedua telah datang. Kali ini orang-orang yang dibawa lebih kuat dari gelombang pertama. Dimana yang tadinya kebanyakan dari ranah Lanjutan, namun ini lebih banyak yang berada di ranah ahli.
"Sepertinya ini baru saja akan dimulai."
"Ya, yang tadi itu hanyalah pengecoh. Dalam kata lain, kelompok Naga Merah mengorbankan orang-orang tadi untuk menguras tenaga kita!" Para tetua serta penatua mulai berbincang. Membicarakan permasalah yang tengah terjadi di depan mata.
__ADS_1
Sementara mengetahui musuh semakin banyak dan semakin menunjukkan taringnya, Kaisar Han segera mengambil tindakan dengan mengirimkan permintaan bantuan kepada sekte-sekte besar yang ada di kekaisaran ini.