Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 97 ~ Yang Lain Juga Telah Datang


__ADS_3

Jumlah korban di pihak Sekte Tombak Dewa semakin banyak, hingga dalam waktu singkat jumlah mereka berkurang tujuh puluh persen dari sebelumnya. Tentunya lima orang tetua ranah Suci juga tidak tinggal diam. Mereka


kini telah bergerak, dengan membagi tugas. Dimana dua orang tetua menghadapi seekor Naga Magma, sementara tiga orang tetua, termasuk Tetua Lin menghadapi Xiao Wang.


Tiga tetua ranah suci menggunakan formasi Tombak Dewa untuk melawan Xiao Wang. Formasi yang dilakukan dengan sangat baik, sehingga membuat serangan mereka cukup efektif.


Serangan tombak datang dari dua arah, menargetkan tubuh Xiao Wang di dua sisi berbeda, namun dapat dengan mudah di hindari oleh Xiao Wang. Tapi tidak berhenti sampai di sana, serangan lain ikut menyusul dan itu berhasil membuat Xiao Wang terdorong mundur tiga langkah.


Meskipun sudah berhasil membuat Xiao Wang terdorong mundur, namun ketiga tetua tidak berhenti dan terus menerus menyerang.


Tidak hanya tiga tetua itu yang bergerak menyerang Xiao Wang, melainkan juga anggota sekte Tombak Dewa yang lain. Entah itu berada.di ranah Raja hingga ke ranah lanjutan bergerak secara serampangan menyerang Xiao Wang di berbagai sisi.


Namun Xiao Wang tidak ada masalah sama sekali. Meskipun di satu sisi dia sedikit disibukkan oleh jurus tombak yang dikeluarkan oleh Tiga tetua yang menyerangnya itu, tapi bukan berarti dia akan dikalahkan dengan sangat mudah oleh mereka.


Sembari menghadapi tiga tetua ranah suci, Xiao Wang juga mengalihkan fokusnya pada anggota sekte Tombak Dewa yang menyerangnya itu. Tentu saja Xiao Wang masih bisa membunuh mereka dengan mudah.


Seiring dengan berjalannya waktu aura yang terpancar dari tubuh Xiao Wang semakin berbeda. Kini tubuh Xiao Wang di kelilingi oleh aura merah darah namun masih secara samar-samar.


Tiga orang Tetua sekte Tombak Dewa kini mempercepat gerakan mereka. Berusaha menyibukkan Xiao Wang dengan gerakan tombak mereka, tujuannya sendiri adalah agar Xiao Wang semakin terfokus dengan mereka dan korban yang dibunuh oleh Xiao Wang juga semakin berkurang.


Tapi meskipun ketiganya semakin beringas, namun Xiao Wang juga tidak kalah beringasnya. Lelaki itu juga sengaja melepaskan aura merah darah yang telah dia kumpulkan tadi, yang mana itu terasa pekat dan dia gunakan untuk menekan lawan-lawannya. Sehingga dia bisa lebih leluasa dalam menyerang.


Sementara di sisi lain, Xiao Long yang lebih ganas. Kekuatan Naga Mama itu juga semakin meningkat dalam beberapa waktu.Ya, seiring dengan berjalannya waktu, kekuatan Xiao Long bukannya melemah oleh pertarungan melawan banyak manusia, tapi naga itu malah justru merasa sebaliknya. Semakin banyak orang yang mendatanginya maka semakin bersemangat pula dia.

__ADS_1


Tak terasa pertarungan itu telah berlangsung selama setengah jam. Bukit Rumput Harapan yang semula merupakan tempat yang indah dan sangat nyaman itu, kini menjadi tempat yang sangat mengenaskan. Dimana banyak tubuh yang tergeletak tak bernyawa dengan bentuk tubuh yang berbeda-beda pula. Ada yang kehilangan sebelah lengan, tubuh yang terbelah dua, kepala yang menghilang, dan masih banyak hal-hal lain yang membuat siapa saja yang datang menyaksikan bentuk tubuh dari mayat-mayat itu dan memiliki mental kerupuk akan langsung muntah.


Sementara itu sekte Tombak Dewa telah kehilangan delapan puluh persen dari jumlah asli yang mereka kirimkan. Begitu pun juga dengan ketiga tetua yang telah dibuat terpuruk oleh Xiao Wang. Gerakan mereka mulai kacau, sehingga Xiao Wang dapat dengan mudah melancarkan serangan-serangannya. Apalagi senjata dari ketiga tetua telah patah dan hancur oleh pedang Xiao Wang.


Di sisi lain bukit Rumput harapan, terlihat rombongan lain yang juga tengah mengarah ke arah dimana berlangsungnya pertarunagn antara Xiao Wang dan Xiao Long melawan sekte Tombak Dewa.


Kedatangan dari rombongan itu sendiri sudah disadari oleh Xiao Wang, Xiao Long serta orang-orang dari sekte Tombak Dewa sendiri.


"Aku yakin rombongan itu adalah sekte Tebing Persik." ucap salah seorang tetua sembari memegangi dadanya yang sesak akibat menerima hantaman gagang pedang dari Xiao Wang.


"Benar! Anak ini terlalu kuat jika hanya di lawan oleh kita. Apalagi dengan dua pedang di tangannya itu!" Tetua Lin juga ikut berbicara, memang saat ini mereka berdua tengah mengambil jarak, sekedar mengatur nafas, membiarkan tetua yang satunya meladeni Xiao Wang.


Setelah itu mereka kembali bertarung, dengan tempo yang cepat.


Slash...


Hanya dengan sekali tebasan ringan langsung menghancurkan serangan tersebut. Sementara itu dua tetua yang lain juga tidak ketinggalan dalam melepaskan jurus mereka pula..


Petir berbentuk tombak dengan tegangan yang sangat tinggi, melesat ke arah Xiao Wang. Itu tidak hanya ada satu melainkan puluhan tombak petir yang tercipta. Salah seorang tetua lantas mengendalikan tombak-tombak Petir tersebut untuk menyerang Xiao Wang.


Hanya dengan mengandalkan dua pedang di tangan, Xiao Wang berhasil menghindar. Selagi menepis setiap tombak yang datang, Xiao Wang melesat ke arah tetua yang melepaskan tombak-tombak energi petir itu.


Slash...

__ADS_1


Satu kali tebasan dengan menggunakan pedang Dewa Siluman, tetua tersebut langsung terbelah dua. Tubuhnya terlempar di tanah dalam keadaan terpisah.


Melihat kematian Tetua mereka yang terbunuh, sontak saja membuat orang-orang dari sekte Tombak Dewa itu merasa gentar, meskipun itu tidak semuanya.


Terkhusus dua tetua tersisa yang melawan Xiao Wang tadi, keduanya begitu tidak percaya bahwa Xiao Wang berhasil membunuh tetua itu yang notabenenya memiliki Kultivasi ranah suci tersebut. Tapi mereka tidak terlalu larut dan kembali bergerak menyerang Xiao Wang. Satu hal yang baru dua tetua itu sadari bahwa Xiao Wang belum menggunakan suatu keterampilan apapun dalam meladeni mereka. Melainkan kekuatan tadi itu murni kekuatan pedang Api Matahari dan pedang Dewa Siluman yang didukung dengan kekuatan fisik. Bahkan perubahan unsur elemen pada dua pedangnya pun belum Xiao Wang lakukan. Entah akan bagaimana jadinya jika Xiao Wang sudah mulai serius.


Rupanya tidak hanya sekte Tebing Persik yang muncul, melainkan kelompok lain juga mulai bermunculan. Mereka semuanya bergerak satu arah, yaitu ke puncak bukit Rumput Harapan. .


Semula kelompok-kelompok itu penasaran dengan yang terjadi di atas bukit Rumput Harapan. Namun pada akhirnya mereka menyadari kalau apa yang mereka cari ada di depan mata. Makanya tanpa menunda banyak waktu, segera bergegas menuju puncak Bukit Harapan untuk merebut Dua pedang Tanpa Tanding di tangan Xiao Wang.


"Nak, makanan baru telah datang." gumam Xiao Long dalam batin.


"Umm, mari kita sambut mereka, namun sebelum itu habisi dulu orang-orang ini sebelum mereka sampai di tempat kita!" balas Xiao Wang.


"Benar!"


Xiao Long menambah keganasannya.


Sedangkan Xiao Wang menyimpan dua pedagangnya. Kali ini dia akan bermain ilusi.


"Teknik Ilusi, Alam Ilusi!" gumam Xiao Wang pelan. Setelahnya mereka yang berada dalam radius jarak tiga puluh meter akan terdiam. Masuk kedalam perangkap ilusi, tak lama setelah itu mulai berjatuhan satu per satu. Sementara sisanya Xiao Wang bereskan dengan sahabat cepat.


Kembali setelah itu Xiao Wang terbang menuju pohon yang dia ciptakan sebelumnya dan kembali merebahkan tubuh di cabang terbesar sembari menunggu target kedua datang.

__ADS_1


Memang benar ungkapan Xiao Long sebelumnya bahwa mereka berdua malam ini akan berpesta darah. Tubuh keduanya pun saat ini telah ternoda oleh darah, yang semakin lama akan semakin mengering jika di diamkan.


__ADS_2