
"Aku sudah lama tidak ikut campur dengan dunia luar. Dan masalah yang akan kalian alami, bukan lagi urusan aku. Tugas ku sekarang hanyalah melindungi klan Xiao dari kehancuran, bukan berarti aku akan membantu kalian jika ada yang menyerang. Dan juga, masing-masing dari kelompok pasti mempunyai leluhur mereka masing-masing, meskipun ada beberapa yang baru di bangun sehingga tidak memiliki leluhur. Akan terasa hambar rasanya jika aku turut bergabung dengan masalah ini, kecuali leluhur kelompok lain juga ikut turun. Sekarang bukan lagi masa kami para leluhur, melainkan masa kalian!" Panjang lebar Xiao Han Ming menjelaskan kepada mereka alasannya tidak akan ikut bergabung dalam masalah yang dia sebutkan tadi.
Xiao Shan dan yang lainnya masih mengernyit.
"Tapi, bukankah Tuan adalah leluhur klan Xiao. Dan ini juga akan menjadi kehancuran klan Xiao jika kami kalah!" ujar Ma Jiang.
"Hmm, jika aku ikut campur, maka leluhur lain juga akan iku campur. Ini merupakan hukum yang berlaku bagi kami para leluhur. Dan kalian akan tahu sendiri bagaimana nantinya jika kami ikut campur. Tapi ada pengecualian terkait masalah itu!" jelas Xiao Han Ming lagi.
Sedikit mengangguk menanggapi jawaban itu. Meski masih sedikit tidak diterima, tapi mereka memilih untuk tidak berkata lebih jauh.
Bagi Xiao Han Ming sendiri sebenarnya sengaja dia mengatakan itu, sebab tak ingin orang-orang di klan–nya terlalu bergantung kepada yang kuat. Dia ingin melihat bagaimana nanti usaha klan dalam menghadapi musuh. Juga, ada alasan tersendiri, dan alasan tersebut berkaitan dengan Xiao Wang.
"Untuk saat ini, aku serahkan tanggung jawab klan pada Xiao Wang." Xiao Han Ming menyentuh pundak Xiao Wang. Lalu dia melanjutkan perkataannya, "Aku harap, kau bisa menyelesaikan semua ini. Mengingat permasalahan yang muncul dan dialami oleh klan Xiao bermula dari kamu!" sedikit menyinggung Xiao Wang.
Xiao Wang sendiri menanggapinya dengan memasang senyum canggung. Dia sadar akan hal itu.
"Tentu saja Kakek!" Xiao Wang mengacungkan jari jempol, meyakinkan Xiao Han Ming.
Selang beberapa saat, kini Xiao Han Ming pun pergi dari klan. Dan itu disaksikan langsung oleh anggota Klan Xiao.
-
Beberapa hari setelah kepergian Xiao Han Ming, klan Xiao kini memfokuskan diri peningkatan kekuatan setelah perbaikan kerusakan klan telah selesai. Namun itu hanya berlangsung selama beberapa hari, dan tepat di hari ke delapan klan Xiao mulai kedatangan tamu.
Tiga orang saat ini mendarat tepat di hadapan pintu gerbang yang tertutup rapat. Mereka berada di ranah suci, Raja dan Ahli. Berjalan pelan, menghampiri dua orang yang berjaga di depan pagar.
"Apakah kami bisa bertemu dengan ketua klan Xiao?" ucap Salah seorang dari ketiga orang itu.
"Maaf, klan kami sedang tidak menerima tamu, silahkan kembali!"
Orang yang berkata tadi lantas menghampiri salah satu penjaga dan membisikkan sesuatu.
__ADS_1
"Baiklah!"
Penjaga itu kemudian pergi untuk melapor tentang kedatangan ketiga orang itu. Sementara penjaga yang satunya masih berada di depan pintu gerbang.
Menunggu hingga beberapa menit, akhirnya nampak pula penjaga tadi. Dia lantas mempersilahkan tiga orang itu untuk memasuki klan.
Ketiganya dengan senang hati melewati gerbang. Mereka memperhatikan anggota klan Xiao sesaat yang begitu sibuk.
"Mari, aku antar kalian menemui kepala klan! Lewat sini!" ucap Penjaga tadi.
Selang beberapa saat, mereka sampai di sebuah gazebo, dimana terlihat Xiao Shan tengah duduk berhadapan dengan berkas-berkas.
"Ketua, ini mereka!" Penjaga melapor sembari menangkupkan tangannya.
"Umm," balas Xiao Shan. Penjaga itu segera pergi dari sana.
"Ada perlu apa kalian bertamu di rumahku?" tanya Xiao Shan memulai pembicaraan. Dia mengenali mereka sebagai orang-orang dari sekte Tebing Persik.
Xiao Shan memasang wajah sedikit dibuat datar, lalu dia memerintahkan salah seorang anggota klan Xiao yang berdiri di sana untuk menyediakan teh untuk tiga tamu mereka.
"Sepertinya klan Xiao ada sedikit perubahan sekarang. Pagar yang mengelilingi klan tampak semakin besar dan kuat saja!" ucap Jun Jirui, dia juga masih mempertahankan sunggingan–nya.
Xiao Shan tahu niat hati Jun Jirui ini menyinggung perasaannya, namun dia tidak bisa melakukan banyak hal, sebab dia tahu orang yang berbicara dengan nya ini merupakan Kultivator Ranah Suci, sama seperti dirinya. Bahkan mereka memiliki kultivasi di tingkat yang sama pula.
Bukan karena takut, melainkan Xiao Shan tidak ingin mencari masalah terlebih dahulu dengan menyinggung perasaan orang-orang dari sekte Tebing Persik ini.
Selang beberapa saat, orang yang di suruh untuk mengambil teh tadi sudah datang. Xiao Shan mempersilahkan Jun Jirui serta dua orang lainnya untuk menikmati teh tersebut.
Setelah beberapa kali seruput, dia lantas kembali mengulangi pertanyaannya.
"Apa tujuan kalian datang kemari?"
__ADS_1
"Hmm cukup sederhana. Kami ingin bernegosiasi dengan ketua klan Xiao ini!"
Mendengar itu, Xiao Shan mendapatkan firasat buruk. Tapi meskipun dalam hatinya mengatakan ini tidak baik, namun Xiao Shan harus tetap mendengarkan negosiasi itu sebagai rasa sopan.
"Asalkan negosiasi itu tidak memberatkan pihak kami, maka aku tidak masalah menerimanya," jawab Xiao Shan.
"Hahaha... tentunya ini tidak akan memberatkan klan Xiao sama sekali!" Jun Jirui tertawa sejenak. Entah apa yang dia tertawakan.
"Katakanlah!"
"Cukup sederhana. Sekte Tebing Persik akan menjadikan klan Xiao sebagai saudara. Tentunya kalian akan aman dan berada di bawah perlindungan kami, sekte Tebing Persik. Klan Xiao juga bisa mengirimkan murid-muridnya untuk belajar dan berguru di Sekte Tebing Persik. Tidak hanya itu, kami juga akan membantu setiap urusan dan permasalah yang terjadi di klan Xiao, entah itu secara internal maupun eksternal!"
Jun Jirui menghentikan perkataannya sejenak. Dia ingin melihat bagaimana reaksi dari Xiao Shan setelah mendengar itu, mengingat sekte Tebing Persik merupakan sekte Netral besar sekaligus salah satu sekte kuat di kekaisaran Han ini, Jun Jirui mengira Xiao Shan pasti akan tetap tergiur.
Tapi tampaknya dugaannya salah. Bahkan Xiao Shan tidak berekspresi sama sekali.
"Lalu apa yang akan kalian dapatkan jika aku menyetujuinya?" tanya Xiao Shan.
"Cukup mudah... Baru-baru ini dunia kultivator digemparkan oleh kemunculan dua buah pedang tanpa tanding yang dikeluarkan oleh Xiao Wang. Tentunya siapapun ingin memiliki dua buah pedang itu, termasuk dengan Sekte Tebing Persik sendiri. Kami datang dengan baik, harapannya kalian bisa menerima negosiasi ini. Percayalah jika kalian akan melepaskan pedang itu pada kami, maka klan Xiao akan aman dari orang-orang yang akan datang menyerang nanti!" Jun Jirui mencoba membujuk Xiao Shan.
"Mohon maaf, Tetua Jin Jirui. Mengenai dua pedang itu, aku tidak tahu sama sekali, sebab aku bukanlah pemiliknya. Dan juga satu hal yang harus kau tahu. Bahwa klan Xiao tidak butuh perlindungan dari kalian, sebab kami mempunyai kekuatan untuk melindungi klan kami sendiri," balas Xiao Shan.
Raut wajah Jun Jirui seketika berubah mendengar itu.
"Jadi kau mau meremehkan Sekte Tebing Persik? Klan Xiao bahkan tidak ada apa-apanya dibanding dengan sekte Tebing Persik. Kami memiliki sepuluh Kultivator Ranah Suci. Selain itu, salah satu tetua kami juga merupakan urutan sepuluh besar terkuat Kekaisaran Han." Jun Jirui mulai menyombongkan sekte Tebing Persik pada Xiao Shan. Bahkan dia sampai membandingkan antara Klan Xiao dan Sekte Tebing Persik.
"Mohon maaf, Tetua Jun Jirui. Bukannya mau sombong dengan menolak tawaran mu itu. Tapi klan kami juga tidak kekurangan kekuatan. Kami memiliki delapan orang ranah Suci di klan kami. Lagipula, jika sekte Tebing Persik benar-benar sekuat dan sehebat itu, mengapa saat pertandingan Antar Generasi perwakilan kalian bisa kalah dari perwakilan kami?"
.Pan Ye Lin yang saat itu menyeruput teh, langsung terbatuk dan menyemburkan teh tersebut. Memang murid yang dimaksud itu adalah dirinya yang dikalahkan oleh Xiao Wang saat pertandingan beberapa bulan lalu.
Sedangkan Jun Jirui sendiri memasang ekspresi tak senang. Namun dia juga tidak percaya mendengar perkataan Xiao Shan tadi. Sebab yang dia tahu klan Xiao hanya memiliki dua orang Kultivator ranah Suci saja.
__ADS_1