
Salah seorang dari orang berseragam mengangkat tombak, hendak memukul Xiao Wang, Xiao Ming serta Qu Zheng.
"Dasar pengganggu! Menyingkir kau kambing bodoh!" Lelaki itu pertama kali menghantamkan tombak pada Xiao Wang.
Brak…
Xiao Wang tidak kenapa-kenapa, namun masalahnya tombak yang digunakan untuk memukul Xiao Wang itu malah retak, sebelum akhirnya hancur menjadi serpihan-serpihan kecil.
Pemilik tombak tersebut membulatkan mata, tak percaya. Lantas bergerak mundur ketakutan.
Xiao Wang menatapnya datar, lelaki yang di tatap Xiao Wang gentar. Wajahnya menegang. Dia merasakan ancaman yang begitu besar datang bersama tatapan mata Xiao Wang.
"Apa yang kau lakukan?" Salah seorang dari orang berseragam itu mengeluarkan bentakan, sedikit banyak berhasil mencairkan suasana, namun ketegangan belum berakhir. Bentakan itu tentu saja ditujukan oleh Xiao Wang karena telah berani melawan.
Warga biasa yang tidak ingin terlibat dan ikut campur masalah mereka segera menjauh.
Xiao Ming maju meladeni lelaki itu. "Oh, jadi seperti ini pasukan kerajaan Angin. Sangat sok berkuasa…. Apakah kau tidak tau dengan siapa kau berbicara, hah?" Terdengar intonasi geram dari Xiao Ming. Bagaimana tidak, dia bahkan berani berkata kasar dengan menyamakan Xiao Wang dengan Kambing.
"Hahah… aku tidak peduli! Yang aku tahu, mereka yang menghalangi jalanku akan akan kehilangan salah satu organ tubuhnya!"
Lelaki Itu dengan penuh percaya diri menarik pedang dan berniat menyerang Xiao Ming.
Tapi sebelum Xiao Ming bereaksi untuk menyambut serangan orang itu, terlebih dahulu lelaki tersebut dikelilingi oleh aura merah darah. Aura itu sukses mengunci pergerakan dari lelaki itu, mengangkatnya di udara, sangat tinggi.
Lelaki itu panik. Segera memberontak, minta diturunkan. Namun Xiao Wang tidak mengindahkan.
Banyak tatapan mata mengarah kepada lelaki itu. Tapi sejauh ini, tidak ada yang berbisik-bisik ataupun bergosip. Semuanya terlalu terpana dengan pertunjukan yang ada di hadapan mereka.
Lelaki tersebut semakin tinggi di udara. Pikirannya mulai kacau, bagaimana jika saja Xiao Wang tiba-tiba melepaskannya. Dengan jarak yang terbilang sangat tinggi itu, sangat mungkin baginya untuk mati. Lalu bagaimana dengan istri serta anaknya yang masih berumur tujuh tahun?
"Tu–tuan, tuan…. Tolong turunkan aku Tuan! Jangan bunuh aku! Aku memiliki anak istri yang menunggu kepulanganku di rumah!" Dia mulai memohon, dengan suara lantang agar Xiao Wang bisa mendengarnya dari bawah.
Sayangnya bukannya berhenti, Xiao Wang malah semakin mempercepat laju lesat tubuh lelaki itu. Setelah sampai di awan, Xiao Wang melepaskan energi yang menekan tubuhnya. Begitu serentak, lelaki itu dibuat terjun ke bawah.
Dia berteriak-teriak meminta tolong. Mirisnya teriakan yang dia keluarkan tidak ada bedanya dengan teriakan perempuan pada umumnya, begitu manja. Namun dalam situasi ini, siapa yang akan menertawainya? Semuanya terlalu sibuk dengan imajinasi mereka, bahkan lelaki tersebut belum sampai menyentuh tanah, namun mereka sudah membayangkan keadaan tubuhnya ketika menghantam tanah. Pastinya akan sangat mengerikan. Tulang latah serta organ tubuh berserakan dan daging yang meledak.
Banyak yang melihat itu langsung menutup mata, pun orang tua yang menutup mata kedua anaknya. Mereka tidak ingin melihat langsung kejadian mengerikan saat lelaki tadi menghantam tanah. Membayangkan saja sudah membuat merinding.
__ADS_1
Sementara tubuh lelaki tadi sudah hampir menyentuh tanah. Detik itu, terasa begitu ngeri serta merindingkan. Rekannya yang menonton pun sampai berwajah tegang, ketakutan. Tubuh mereka melemas.
Namun satu meter sebelum lelaki itu benar-benar akan menyentuh tanah, dia tiba-tiba saja mengambang di udara. Kepulan debu menyebar, sisa-sisa tekanan tubuh dari lelaki itu yang memecah udara.
Nafasnya tertahan. Teriakan manjanya seketika terhenti. Dalam lima detik dia terdiam. Antara trauma dan takut, sekaligus malu dengan teriakan tadi.
Setelahnya, Xiao Wang membiarkan tubuh mengambang lelaki itu terjatuh.
Lengang sejenak tercipta. Tak ada yang bersuara. Para orang berseragam yang semula sangat sombong, kini terdiam seribu bahasa. Kini mereka memandang Xiao Wang dengan pandangan berbeda. Tentunya, jika dia memiliki kemampuan untuk mengangkat seseorang hingga menyentuh awan, berarti secara otomatis dia memiliki kekuatan yang sangat besar. Dan mereka telah menyinggung orang yang salah.
Seseorang tiba-tiba saja masuk dan langsung menghadap Xiao Wang. Ekspresinya begitu panik.
"Tu–tuan Xiao… maafkan kami! Orang-orang kami begitu tidak tahu adab serta sopan santun. Aku akan menghukum mereka! Tolong Saudara Xiao jangan mengambil hati atas apa yang telah mereka lakukan tadi!" Berkata dengan penuh rasa hormat. Dia bahkan sempat berlutut saat ini.
Xiao Wang memperhatikan orang yang baru datang itu. Pakaiannya lebih bagus dari orang-orang berseragam di belakangnya, sepertinya memang dia memiliki status lebih tinggi. Tapi setidaknya dia masih memiliki sopan santun
"Apa yang kalian perhatikan! Cepat bersujud dan meminta maaf kepada Tuan Xiao!"
Mendengar itu, mereka semua langsung menurunkan tubuh, memberi hormat, dan bersujud.
"Aku tidak menyangka bahkan di ibukota kekaisaran sekalipun akan mendapatkan perlakuan buruk. Bahkan sampai ada yang menyamakanku dengan seekor kambing! Menurutmu, apa yang harus dilakukan untuk menutupi ini semua?!"
Wajah lelaki yang baru datang itu seketika memburuk, takut Xiao Wang tidak mengambil baik.
"Ma–maaf Tuan Xiao. Kami lalai… Kedepannya, kami akan sangat berhati-hati! Dan untuk masalah itu, kerajaan angin akan mengeluarkan orang kurang adab ini dari bagian pasukan kerajaan!"
"Kurasa itu tidaklah cukup. Mengingat bagaimana dia memperlakukan kami tadi, sangat-sangat membuat kami tersinggung!" Xiao Ming mengangkat bicara.
"Lantas, apa yang bisa kami lakukan, Tuan?"
Xiao Ming tanpa bicara, langsung memukul mulut lelaki berseragam yang hendak menyerangnya tadi. Pukulan itu begitu keras, sampai membuat gigi-giginya rontok. Hidungnya pun dibuat berdarah.
Xiao Ming menoleh ke arah samping, tepatnya orang yang tadi memukul Xiao Wang dengan tombak. Dia menampilkan senyum ngeri.
Orang tersebut panik. Dia berjalan mundur, berniat melarikan diri. Tapi sebelum itu benar-benar berhasil, terlebih dahulu tonjokan keras menghantam mulutnya. Sama seperti sebelumnya, dia juga kehilangan semua gigi serta hidung berdarah, beruntung tulang hidungnya tidak patah saat mendapat pukulan tadi.
"Begini lebih baik! Ingat, kedepannya tidak ada lagi orang yang berperilaku sombong seperti mereka!" ucap Xiao Ming.
__ADS_1
"Ba–baik Tuan!" Lelaki yang baru datang tadi memberi hormat, bersujud. Begitupun dengan orang-orang yang berada di belakangnya.
Tentunya dia mengetahui akan status Xiao Wang saat ini, meskipun tidak pernah bertemu, namun dari ciri-cirinya saja sudah menjelaskan kalau orang yang disinggung oleh bawahannya itu adalah Xiao Wang, ketua aliansi Huangjin sekaligus Kelompok Naga Langit. tentunya menyinggung orang yang berpengaruh besar seperti Xiao Wang ini bukanlah hal baik, bahkan kerajaan Angin sekalipun.
Meskipun kerajaan angin bisa dibilang terkuat pertama di antara lima kerajaan lainnya, tapi tetap saja ide buruk bermasalah dengan pemimpin dua kelompok besar itu. Apalagi status kelompok Naga Langit merupakan yang terkuat di kekaisaran Han. Bukankah sangat mungkin bagi kelompok Naga Langit meruntuhkan kekuasaan Kerajaan angin atau bahkan mengambil alih kerajaan itu.
Xiao Wang memberi kode kepada Xiao Ming dengan tindakan. Dia melangkah lebih dulu, Xiao Ming serta Qu Zheng mengikuti kemudian.
"Dasar bodoh… beruntung Tuan Xiao tidak lagi mempermasalahkannya, kalau tidak bahkan kerajaan angin sekalipun tidak akan mampu memiliki kekuatan besar untuk menghadapi Tuan Xiao!" Lelaki itu menghardik orang-orang yang ada di belakangnya. Memaki-maki mereka.
Tidak ada yang menjawab, sampai seorang dari mereka bertanya takut-takut.
"Tuan, bagaimana dengan cairan spiritual Petir Surgawi yang dicuri oleh anak itu?"
Lelaki tersebut terdiam, berhenti mengomeli bawahannya. Dia juga tampak berpikir. "Kita akan mengurusnya nanti!"
***
Xiao Wang, Qu Zheng serta Xiao Ming berjalan, melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
Mereka saat ini telah berada tepat di hadapan sebuah gedung, dimana terdapat tulisan Rumah Lelang Perak di bagian gerbang masuk. Berlantai tiga dengan ukiran-ukiran kental sekali budaya kekaisaran Hang pada dinding gedung itu.
Mereka berniat melangkah lebih jauh, memasuki gedung itu. Dua penjaga segera menyambut mereka di pintu masuk.
Namun sebelum mereka benar-benar akan memasuki Rumah Lelang Perak, ketiganya malah teralihkan oleh ledakan yang terjadi di luar gerbang. Seperti ada daging yang meledak.
Mereka tidak jadi memasuki Rumah Lelang Perak, malah berputar haluan.
"Kami akan datang beberapa saat lagi!" ujar Xiao Wang sebelum melangkah keluar dari gerbang masuk Rumah Lelang Perak.
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengetahui letak pasti ledakan tersebut terjadi.
Mereka memasuki bangunan tua, sangat usang dan terbengkalai. Nuansa rumah itu tampak berbeda, udara pun terasa lebih tipis.
"Lihatlah, bukankah ini adalah anak kecil yang tadi menabrak saudara Wang?" ujar Xiao Ming kala melihat daging berserakan dilantai. Tubuh meledak, namun dia masih mengenali pemilik tubuh itu.
"Tunggu, cairan apa ini?" Xiao Ming menunjuk cairan berwarna biru pada botol kaca. Cairan itu terbuka tutupnya, mengeluarkan percikan-percikan petir yang mati tenggelam.
__ADS_1