
"Li, kalau sudah selesai, mari kita berangkat sekarang!" ucap salah seorang dari sekte Lotus Es, memperingati Bing Xue Li.
Gadis itu menghela nafas. Di satu sisi dia bersyukur karena dengan panggilan tersebut secara tidak langsung akan membuatnya menjauh dan tidak akan gugup lagi seperti orang bodoh. Namun si sisi lain dia juga sedih dan tidak terima harus berpisah dengan Xiao Wang secepat itu.
"Iya.. Aku sudah selesai!" Bing Xue Li menjawab orang tadi.
Menoleh wajah Xiao Wang hanya sebentar, lalu dia berkata, "Saudara Wang, aku harus pergi. Sekali lagi terima kasih!"
"Umm, hati-hati!" balas Xiao Wang disertai dengan senyum kecil yang membuat Bing Xue Li meleleh.
Bing Xue Li meninggalkan Xiao Wang, bersama dengan tiga orang tersebut, mereka lantas pergi dari sana.
Setelah kepergian Bing Xue Li, rombongan yang tersisa, yaitu Xiao Wang, Xiao Feng, Xiao Yin, Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Ming serta Qu Zheng itu juga ikut meninggalkan wilayah situ. Sedangkan untuk Xiao Long sendiri telah kembali di kening Xiao Wang.
Mereka akan kembali ke klan Xiao. Tapi belum jauh mereka melangkah, mendadak harus berhenti.
Tatapan mereka semua tertuju pada satu arah.
"Mengapa mereka masih berkeliaran? Bahkan setelah insiden itu, mereka tetap unjuk diri?" ujar Xiao Feng dengan intonasi geram.
"Kelompok Ini!"
Xiao Ming tampak geram saat melihat beberapa orang yang begitu dia kenali dari pakaian yang mereka kenakan. Dia ingat betul beberapa waktu lalu yang menyerang klan adalah mereka adalah orang-orang ini.
Tidak lain dan tidak bukan adalah Kelompok Naga Merah.
Mereka bahkan semakin berani berkeliaran setelah sebelumnya berhasil dipukul mundur oleh Xiao Wang serta klan Xiao. Bahkan Pemimpin mereka, Shi Yifen sendiri sudah tiada. Namun mereka seperti tidak peduli masalah pemimpin mereka, dan tetap menunjukan diri dengan sangat beraninya.
"Hmm, apa yang harus kita lakukan untuk mereka?" tanya Xiao Fu.
"Mari tangkap mereka. Kita harus mengetahui maksud mereka datang kemari!" ujar Xiao Mei.
"Benar, kita harus mengetahui motif mereka datang ke wilayah ini. Pastinya jika mereka telah bergerak, berarti ada satu dua hal yang memicunya." Xiao Feng membenarkan perkataan Xiao Mei.
"Umm." Xiao Wang hanya memberikan anggukan kepalanya, tanda dia setuju-setuju saja.
Setelah itu, Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Ming serta Xiao Yin mulai bergerak. Keempat orang itu berlari di arah yang berbeda, menyergap orang-orang dari kelompok Naga Merah itu dari berbagai sisi.
Whush...
Whush...
Bukk...
Bukk...
__ADS_1
Satu per satu dari anggota kelompok Naga Merah dibuat lumpuh oleh keempat orang itu. Bahkan dari yang jumlahnya lima puluh orang, kini semuanya telah tumbang namun dibiarkan hidup.
Xiao Fu serta tiga orang temannya mengumpulkan orang-orang yang telah ditumbangkan itu dalam atau tempat. Namun ada pula yang memberontak diantara mereka, sehingga Xiao Fu serta tiga temannya itu tidak segan untuk membunuh.
Kehilangan beberapa orang saja tidak akan berpengaruh pada interogasi mereka nantinya.
Dari lima puluh orang, kini tinggal dua puluh orang saja yang dibiarkan masih hidup.
Whush...
Whush...
Xiao Wang, Xiao Feng, Qu Zheng serta Xiao Long muncul di hadapan Xiao Fu serta tiga orang lainnya.
"Tidak perlu menyisakan banyak orang, satu orang saja sudah cukup untuk interogasi kita!" ucap Xiao Wang. Lalu dia mengedipkan kedua matanya, saat itulah sembilan belas orang langsung terjebak dalam ilusi.
Dalam hitungan detik, mereka semua ambruk, menyisakan satu orang saja yang ketakutan.
Xiao Wang berjalan mendekati orang itu.
Tampak tubuh yang bergetar, keringat dingin pun telah bercucuran di wajah lelaki yang didekati Xiao Wang. Dalam waktu singkat telah membuat tubuhnya basah akan keringatnya sendiri.
Melihat Xiao Wang yang semakin mendekatinya, lelaki tersisa langsung menarik pedang dan mengarahkannya kepada Xiao Wang.
Xiao Wang menghentikan langkah kakinya setelah berjarak sekitar tiga meter dengan lelaki tersisa dari kelompok Naga Merah tersebut.
Sejenak, Xiao Wang mengernyitkan alisnya kala menyadari niat dari orang itu yang hendak membunuh dirinya sendiri.
Benar saja, pedang yang ada di cengkeraman lelaki itu kini diarahkan untuk menusuk perutnya.
Tentu saja Xiao Wang tidak membiarkan itu terjadi. Sebelum pedang tersebut berhasil mendarat di tubuhnya, Xiao Wang lebih dulu menahan laju pedang, lalu mematahkannya dengan menggunakan dua jarinya saja.
Trak...
Pedang yang patah tersebut terjatuh menimbulkan suara khas besi kala berbenturan dengan batu.
"Kau sangat aneh ... padahal tadi kau yang bilang sendiri untuk tidak membunuhmu, tapi kau malah akan membunuh dirimu sendiri!" ujar Xiao Wang sembari menggelengkan kepalanya pelan.
Di sisi lain, Lelaki tadi menatap Xiao Wang dengan sorot penuh ketakutan.
"Tolong jangan bunuh, Aku Tuan!" ucapnya berbelas kasih
Tapi tak lama setelahnya, lelaki tersebut malah berniat menggigit lidahnya untuk bunuh diri.
Tok...
__ADS_1
Xiao Wang langsung menotok aliran darah dalam tubuh lelaki tersebut, sehingga dia tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
"Kau yang memintanya, maka jangan salah kan aku setelah ini!" ujar Xiao Wang dengan intonasi pelan namun terkesan dingin dan mengancam.
Dunia telah berubah. Yang tadinya normal-normal saja, kini malah berubah menyeramkan.
Ini lebih menyeramkan dari suatu apapun, bagi seorang yang berdiri di tengah-tengah kabut darah, tanpa perlindungan apapun. Ancaman dirasa datang kapan saja.
"Lepaskan aku... siapapun, tolong!" teriak orang itu meminta pertolongan.
Kedua tangan terikat oleh tali yang terbuat dari usus solid. Tubuhnya kini tampak basah, bukan karena keringat melainkan basah oleh muntahan seekor monster mengerikan yang dengan sengaja nya mengeluarkan isi perut kepadanya.
Ya, setidaknya dia bersyukur monster itu tidak sampai mengambil nyawanya. Tapi, tetap saja ini sangat bau, lendir yang sangat lengket berjatuhan dari ujung rambutnya, membentuk benang-benang bening yang kemudian terputus.
Jika ada yang melihatnya, mungkin akan langsung berempati dan iba terhadapnya. Atau bisa jadi malah tertawa dengan kondisinya yang sangat lucu.
Lelaki itu tidak lain adalah seorang anggota kelompok Naga Merah yang terjebak dalam alam ilusi ciptaan Xiao Wang.
Menilik sekitar dengan penuh ketakutan. Sadar bahwa berteriak-teriak hanya akan mendapatkan masalah baginya, maka dia memilih untuk tidak kembali bersuara meminta pertolongan. Berusaha melepaskan diri dari ikatan usus sekeras besi tersebut, tapi sekeras apapun berusaha dan berpikir, dia tetap tidak menemukan jalan keluarnya.
Bruss...
Bruss...
Tanah merah darah yang dia pijak kini bergelombang, ibarat air tenang yang dilempari batu. Itu bukan hanya satu tempat, melainkan begitu banyak.
Perlahan asap abu-abu muncul di sekitar, mengalahkan kabut merah yang semula telah ada. Tak lama muncul sosok tangan berdarah dari tanah yang telah menjadi lumpur darah tersebut.
Keluar seorang yang memiliki wajah hancur, berjalan dengan merangkak di atas lumpur darah, mendekat ke arah Lelaki tersebut.
Tidak, ini tidak hanya satu, melainkan mulai bermunculan orang-orang aneh lain yang jumlahnya sangat banyak. Semuanya merangkak sebagian besar diantara mereka memiliki mulut yang lebar, robek hingga menyentuh tanah.
Rawrr..
Rawrr..
Mendekat dan semakin mendekat. Tentu saja lelaki tersebut sangat ketakutan. Memberontak untuk menjauhi mereka, sayangnya tubuhnya tidak bisa berpindah.
"Tolong, jangan... Pergi!" Berteriak-teriak dengan berharap teriakannya itu akan membuat orang-orang aneh tersebut terganggu dan menjauh, sayangnya itu tidak terjadi. Malahan mereka semakin cepat dalam bergerak.
Rawwrr...
Satu orang diantara mereka telah sampai dan langsung melancarkan gigitan pertama. Itu begitu kuat hingga langsung merobek kulit serta daging dari lelaki itu.
Ringisan keras keluar dari mulut lelaki tersebut. Apalagi kini dia sudah dikerubuti oleh orang-orang itu.
__ADS_1