
Xiao Wang segera berlari mengikuti arah perginya Xiao Long. Sempat kesulitan mencari Xiao Long, sebab banyak sekali cabang lorong di sana. Beruntung dia tetap tidak tersesat. Bahkan setiap lorong yang dia masuki merupakan lorong yang juga pernah dimasuki oleh Xiao Long.
Xiao Wang sampai pada satu ruangan dalam goa. Di sana terdapat Xiao Long yang terdiam membisu, berdiri di hadapan seorang lelaki berpakaian hitam. Lelaki itu memiliki rambut panjang yang diikat setengahnya. Meski kedua mata lelaki itu tertutup namun Xiao Wang bisa melihat kalau lelaki itu memang benar-benar tampan.
"Long, apa yang terjadi denganmu?" tanya Xiao Wang yang mencoba berbicara melalui batin.
Namun Xiao Long tidak menjawab. Bahkan untuk menoleh ke arahnya pun dia enggan. Tentu saja hal itu membuat Xiao Wang semakin penasaran. Tidak biasanya Xiao Long bertingkah seperti itu.
Sejenak, kedua mata dari lelaki tersebut terbuka. Dia menatap Xiao Long lamat. Terukir sunggingan kecil dari mulut lelaki itu.
Xiao Long menundukkan kepalanya, lelaki itu mengusap pelan kening Xiao Long. Keduanya terlihat sangat akrab, seperti pernah memiliki hubungan baik di masa lalu.
"Kau sudah besar saja!" ujar lelaki itu pelan. Xiao Long tampak bersikap manja, dia menikmati setiap belaian dari tangan lelaki itu.
"Terima kasih, Tuan!" jawab Xiao Long dengan sopan.
Xiao Wang cukup kaget kala mendengar Xiao Long memanggil lelaki itu dengan sebutan Tuan. Apakah Xiao Long memang memiliki hubungan khusus dengan orang ini di masa lalu?
"Kau sudah sangat besar sekarang, kekuatanmu pun juga lumayan sudah meningkat. Kau sudah memenuhi syarat untuk menjadi tungganganku!" ujar lelaki itu.
Xiao Wang yang mendengar lelaki itu akan menjadikan Xiao Long sebagai tunggangan merasa tidak terima. Enak saja main ambil-ambil. Setidaknya harus minta izin terlebih dahulu kepada tuannya.
"Maaf, Tuan. Aku mungkin dulu begitu ingin menjadi tunggangan–mu, tapi saat ini aku sudah memiliki seorang Tuan!"
'Seorang Tuan' yang dimaksud oleh Xiao Long itu tidak lain adalah Xiao Wang.
Xiao Long menoleh ke arah Xiao Wang, begitupun juga dengan lelaki itu yang ikut menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Maksudmu, pemuda yang berdiri itu?"
Xiao Long mengangguk pelan, menanggapi pertanyaan dari lelaki itu. "Benar, Tuan!"
Senyum kecil terukir di mulut lelaki tersebut. Dia berjalan mendekati Xiao Wang.
"Ulurkan tanganmu, Nak! Aku ingin melihat seberapa spesialnya kamu sampai bisa menjadikan Naga Kecil ku tunduk dan setia kepadamu!" ujar lelaki itu.
Xiao Wang menatap lelaki itu dengan tatapan awas. Ragu akankah dia mengulurkan tangan atau tidak. Ini baru kali pertama Xiao Wang bertemu dengan orang itu, apalagi aura yang dipancarkan olehnya begitu menekan dan itu sangat kuat.
"Hmm, baiklah. Aku tahu kau pasti ragu bukan? Perkenalkan aku adalah Lanji. Salah satu penghuni alam atas. Aku mendapat julukan Penunduk Naga di alam atas, dan terkait dengan Nagamu itu, aku pernah bertemu dengannya sekali, tapi saat itu di masih kecil." Lelaki yang bernama Lanji, menjelaskan.
Xiao Wang mulai mengerti. Dia menepis keraguannya. Kini dia mengetahui alasan mengapa Xiao Long begitu familiar dengan Lanji.
Memberikan tangannya, Xiao Wang membiarkan Lanji memeriksanya.
Tampak ekspresi yang diperlihatkan Lanji berubah-ubah saat memeriksa Xiao Wang. Cahaya putih di telapak tangan Xiao Wang bergerak-gerak, seiring dengan gerakan telunjuk Lanji.
Lanji melepaskan tangannya serentak. Ekspresi terkejut sekaligus tak menyangka diperlihatkan oleh lelaki itu.
"Kau memiliki banyak kekuatan kuat dalam tubuhmu. Namun banyak diantara mereka yang belum terbangun." ucap Lanji, dia menoleh ke arah Xiao Long.
"Kau tidak salah memilih Tuan, Naga Kecil!" Lanji kembali mengukirkan senyum kecil. Itu membuat seri di wajahnya semakin terlihat. Beruntung Xiao Wang masih normal, kalau tidak mungkin dia akan tergoda. Atau Mayi yang tidak ada di sana. Mungkin kalau wanita itu ada, dia pasti akan tergila-gila sampai pingsan, meskipun kenyataannya wanita itu memiliki sifat yang keras.
Berbicara soal Mayi, kemana wanita itu sekarang? Xiao Wang menoleh ke arah Lanji, lalu Xiao Long.
"Mohon maaf, Tuan Lanji! Kami harus segera kembali bergerak. Aku harus mencari teman ku!" ucap Xiao Wang.
__ADS_1
"Hmm, baiklah! Namun sebelum itu, aku ingin memberimu sesuatu. Anggap saja karena kau telah berhasil menjadikan naga kecilku ini sebagai tungganganmu."
Lanji menciptakan energi di tangan kanannya. Energi itu memercik, ibarat bola biru yang dikelilingi percikan listrik emas.
Dia memasukkan energi tersebut ke dalam kening Xiao Wang.
Tak ada rasa sakit ataupun rasa nyeri yang Xiao Wang rasakan. Malahan dirinya mendapati seluruh tubuhnya yang segar.
"Aku telah memberikan sebagian kekuatan–ku padamu. Oh ya, kau memiliki pedang yang bagus bersamamu. Pedang yang memiliki Mutiara Siluman Murni. Itu merupakan mutiara milik Siluman Dewa. Aku juga pernah bertemu dan kami memiliki hubungan baik. Kau sekarang telah memiliki kekuatan pengendalian Siluman maupun Binatang Buas.
"Dengan kombinasi Pedang tersebut, aku yakin kau akan mampu mengendalikan banyak sekali siluman, dan itu mudah saja kau lakukan. Bahkan untuk serigala penjaga sekalipun. Namun kau harus mengingat satu hal, bahwa lawan mu adalah Siluman Naga Merah. Dia memang salah seekor Naga yang sangat keras kepala. Dia tidak akan mudah terpengaruh oleh pengendalian mu, sebab memiliki suatu kelebihan aneh yang tidak dimiliki oleh siluman lain."
"Terima kasih, Tuan Lanji! Aku akan senantiasa mengingat pesan-pesan dari Tuan!" Xiao Wang menangkupkan kedua tangan, memberi hormat sekaligus berterima kasih.
"Um…"
Lanji menghampiri Xiao Long. "Kau harus menjaga dia. Anak ini memiliki masa depan yang menjanjikan. Jika kau senantiasa bersamanya, aku yakin, bukan tidak mungkin kau memiliki kekuatan lincah, bahwa Raja Naga Sekalipun akan tunduk padamu suatu saat."
Setelahnya, Lanji kemudian menghilang dari sana.
"Long, sebaiknya kita kembali bergerak. Mencari keberadaan Mayi sekaligus Bing Xue Li!" Pinta Xiao Wang. Sebenarnya masih ada rasa canggung oleh Xiao Long pada Xiao Wang. Dia merasa tidak enak karena tadi telah mengacuhkan Xiao Wang demi Lanji. Namun sepertinya Xiao Wang sudah tidak memikirkan itu lagi, sehingga Xiao Long juga merasa mendingan.
"Baiklah! Mari bergerak!"
Xiao Wang serta Xiao Long kemudian pergi dari sana. Ukuran Naga Itu sendiri saat ini begitu kecil, sama seperti ular kecil, berwarna hitam dengan dua tanduk tumpul di keningnya.
Lorong yang banyak, Xiao Wang menggunakan Mata Dewa untuk merasakan energi keberadaan Mayi. Setiap cabang lorong memiliki kekuatan yang berbeda. Sehingga Xiao Wang dapat dengan mudah mendeteksi keberadaan Mayi.
__ADS_1
Selang beberapa menit, mereka akhirnya sampai di salah satu tempat dan menemukan Mayi tengah tergeletak tak sadarkan diri. Di samping Mayi itu sendiri berdiri Rombongan siluman yang telah berevolusi menjadi Manusia. Ada sekitar empat orang. Mereka semua memiliki kultivasi setara dengan ranah Alam Langit tahap 7. Pantas saja Mayi tidak bisa melawan mereka.
"Grrhh…" Salah seorang dari mereka mengeluarkan suaranya. Itu seperti memberi peringatan kepada Xiao Wang untuk tidak mendekat.