Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 139 ~ Senjata Makan Tuan


__ADS_3

"Lelaki ini memiliki kultivasi Ranah Langit tahap 8," gumam Kultivator ranah Langit tahap 8 yang dibuat nyaris terbanting oleh Xiao Wang.


Lalu dia menghilang dan muncul di udara sejajar dengan rekan-rekan kelompok Zhizao, pun dengan Xiao Wang.


"Kau begitu sombong, Nak. Bahkan kultivasi–mu hanya berada di ranah Langit tahap 8, sama seperti ku. Tentu saja melawan kami dengan jumlah yang banyak ini, tidak akan memberi keuntungan terhadapmu," ucap Kultivator ranah Langit tahap 8 tersebut dengan intonasi mencela.


"Kau boleh mencobanya!" Xiao Wang menantang.


"Cih, semuanya ... serang dia. Beri tahu anak ini akan batasan kekuatannya!" perintah Kultivator ranah Langit tahap 8.


Kultivator-kultivator yang memiliki basis kultivasi baik ranah Langit tahap 6 hingga Kultivator ranah Suci tahap 5 yang ada di sana segera menyerang Xiao Wag secara bersamaan.


Bermula dengan serangan gabungan. Berbagai macam intensitas elemen berbeda dikeluarkan oleh semua Kultivator tersebut. Posisi mereka yang mengelilingi Xiao Wang, membuat mereka begitu percaya diri dengan serangan mereka kali ini.


Whush....


Whush....


Whush....


....


Serangan datang dari berbagai arah, namun Xiao Wang masih diam di tempat tanpa megambil tindakan sedikit pun.


Serangan energi yang dilepaskan oleh puluhan orang itu telah berjarak satu meter sebelum mengenai tubuh Xiao Wang. Sehingga tekanan yang diciptakan semakin kuat dan besar pula.


San dan Si yang melihat serangan-serangan tersebut akan mengenai Xiao Wang, tentu saja mereka berekspresi tegang. Bahkan jika keduanya berada di posisi Xiao Wang, menghindar ataupun menahan dengan perisai energi pun itu akan sia-sia. Kecuali apabila memiliki keterampilan teleportasi.


"Sialan, dia tidak akan tertolong!" San berkata fanatik.


"Um, kondisi kita saat ini tidak baik. Jika kita berinsiatif untuk menolongnya, yang ada kita juga akan ikutan mati," ucap Si. Tak bermaksud membiarkan Xiao Wang terkena serangan-serangan itu melainkan karena memang itulah faktanya, kondisi mereka yang buruk memungkinkan mereka untuk membantu Xiao Wang.


Kini San dan Si hanya bisa menonton dengan sedikit harapan Xiao Wang masih bisa selamat dari serangan-serangan itu, meskipun kemungkinannya dibawa lima persen.

__ADS_1


Duarr....


Ledakan dahsyat terjadi. Menciptakan gelombang energi hebat yang menyebar luas ke sembarang arah. Pusatnya kabut tebal mengepul, menutupi pandangan terkait dengan bagaimana kondisi Xiao Wang saat ini.


Tentu itu menjadi tanda tanya bagi mereka yang ada di sana. Menunggu hingga kabut tersebut menipis, namun sebelum itu para Kultivator yang melepaskan serangan gabungan tadi sudah berbesar kepala.


Memiliki suatu kebanggaan karena telah berhasil membunuh saah seorang Kultivator yang memiliki kekuatan lebih tinggi dari mereka.


Tapi, kebanggaan terhadap diri itu seketika sirna saat melihat seseorang masih berdiri santai di tengah gumpalan kabut asap yang telah menipis. Melihat Xiao Wang dilindungi oleh perisai energi yang sangat kuat, membuat mereka membelalakkan mata tak percaya.


"Bagaimana bisa?"


"Sudah ku duga ... ini tidak akan berakhir mudah seperti yang di bayangkan!"


Mereka mulai berdiskusi kecil. Sementara Xiao Wang hanya memasang seringai kecil. Setelahnya dia menonaktifkan perisai tersebut. Berjalan beberapa langkah dengan menapaki udara kosong.


Lantas mengeluarkan kalimat yang memancing. "Aku kira, kemampuan kalian hanya sebatas itu? Bahkan dengan jumlah kalian yang mencapai puluhan itu tidak bisa untuk menghancurkan perisai ku! Ckckck..." Xiao Wang menggelengkan kepalanya dua kali.


Benar saja, orang-orang dari kelompok Zhizao tidak terima mendengar kemampuan mereka di remehkan, apalagi saat Xiao Wang menyinggung masalah jumlah namun tetap tak berefek apa-apa. Bagi mereka, Xiao Wang secara tidak langsung telah mengatakan bahwa kelompok Zhizao tidak memiliki kekuatan besar sama sekali.


"Bahkan hidup dan mati ku sekarang ini ayah serta ibuku tidak tahu!"


Setelah mengatakan itu, Xiao Wang lantas mengeluarkan kekuatan besar dari dalam tubuhnya. Intensitas menyebar, menimbulkan efek tersendiri terhadap alam. Fenomena aneh, dimana langit yang memuntahkan sengatan petir ganas, menyambar ke segala daerah terjadi. Begitupun juga dengan angin yang mendadak berubah ganas yang sejak tadi hanya sepoi. Tanah juga ikut bereaksi dengan menimbulkan getaran kencang.


Semuanya langsung mengambil sikap waspada. San dan Si telah melayang, takut jika saja tanah tiba-tiba terbelah. Namun berada di udara juga bukanlah pilihan baik.


Angin yang sangat ganas, bahkan seperti menolak kehadiran siapapun di sana. Apalgi energi kuat nan mengandung unsur mematikan juga tercipta. Mereka yang tidak melindungi tubuhnya dengan energi ataupun perisai energi akan merasakan sengatan yang menusuk daging hingga tulang. Bahkan udara yang serasa sangat tajam, menghirupnya sama saja dengan memberikan akses udara untuk mengoyak paru-paru mereka.


"Sialan, kekuatan macam apa ini?" kata salah satu Kultivator ranah Langit tahap 5. Dia merasa merinding dengan itu. Tidak hanya dirinya, bahkan bisa di bilang semuanya merasakan merinding di seluruh tubuh mereka.


Melihat ancaman besar yang datang bersama dengan pelepasan kekuatan itu, tiga orang Kultivator ranah Langit tahap 8 tidak tinggal diam.


Ketiganya mengelilingi Xiao Wang di tiga sisi berbeda. Dengan menyatukan kekuatan untuk menciptakan serangan dengan daya hancur besar pada Xiao Wang.

__ADS_1


Gabungan energi dari tiga Kultivator ranah Langit tahap 8 telah menciptakan sebuah lingkaran energi berwarna merah gelap di atas Xiao Wang. Lingkaran itu semakin bertambah besar seiring dengan pertambahan energi yang diberikan. Berputar-putar di tempat di tempat hingga ketiga Kultivator ranah Langit tahap 8 tersebut menghentikan penyaluran energi, setelah merasa sudah cukup.


Udara di sekitar semakin bertambah mencekam saja. Ini dibantu oleh aura yang terpancar dari bola energi merah gelap yang ada di atas kepala Xiao Wang itu. Saat ini tekanan besar telah dirasa oleh Xiao Wang sendiri.


"Penyatuan Lingkaran Langit!"


Selang beberapa saat, ketiganya telah berhenti menyalurkan energi mereka pada bola energi tersebut. Tekanan yang dirasakan oleh Xiao Wang juga semakin berat, yakin dia tidak akan bisa bergerak kemanapun oleh tekanan kuat itu, mengunci pergerakannya.


"Hahaha.... Kau tidak akan bisa menghindari ini, Nak. Tapi tenang saja, setelah ini sifat sombong mu itu akan langsung menghilang!" ucap salah satu diantara tiga orang Kultivator tersebut sembari menertawai kesialan Xiao Wang.


Beberapa orang yang mendengar perkataannya hanya mengernyitkan alis, sedikit aneh dengan perkataan tersebut. Bagaimana mungkin kesombongan Xiao Wang masih akan tetap bertahan, sementara Xiao Wang sendiri akan mati oleh bola energi merah gelap tersebut.


Energi berbentuk lingkaran di atas sana kini telah bergerak turun ke bawah. Angin bertiup semakin kenecang mengiringi jatuhnya energi tersebut menimpa Xiao Wang. Terang saja, orang-orang yang ada di sekitar nyaris tidak bisa menahan angin tersebut.


Detik terlewat dengan rasa penuh tegang. San dan Si selain dengan melindungi tubuh mereka dari terpaan angin ganas, juga mengkhawatirkan keselamatan Xiao Wang untuk kesekian kalinya. Namun jika tadi Xiao Wang masih selamat, namun kali ini mereka yakin Xiao Wang benar-benar akan mati oleh serangan tersebut.


Di saat anggapan orang lain terhadap Xiao Wang kian memburuk pula. Namun lagi dan lagi Xiao Wang memamerkan ekspresi tenang.


Xiao Wang bukannya tidak bisa merasakan tekanan besar itu. Dia juga memang merasakannya. Akan tetapi dengan Kultivasinya saat ini yang berbeda di puncak, mudah saja bagi Xiao Wang untuk menghindar, namun sebagai dia seolah terkena oleh dampak dari tekanan energi tersebut.


Tekanan yang memberikan beban besar serta mengunci pergerakannya itu, membuat Xiao Wang nyaris terjatuh.


Nyaris menyentuh tubuh Xiao Wang, namun sejenak lelaki itu menghilang.


Tubuh tiga orang Kultivator ranah Langit tahap 8 mendadak terdorong maju hingga ketiga-tiganya berada tepat di bawah bola energi merah gelap tersebut. Hal ini sendiri terjadi sangat cepat, bahkan tidak ada seorang pun yang menyadarinya.


"Apa?"


"Mengapa bisa?!"


"Tidaaakkkk.....!"


Ungkapan tanya sekaligus panik terdengar dari tiga Kultivator ranah Langit tahap 8 saat baru menyadari akan posisi mereka saat ini. Mereka tidak bisa untuk menghindar sebab pergerakan yang terkunci oleh tekanan luar biasa tersebut.

__ADS_1


Duaarrr.....


"Senjata makan tuan!" gumam Xiao Long yang sedari tadi memperhatikan dari kening Xiao Wang.


__ADS_2