Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 42 ~ Pergi Menuju Kota Pusat Kekaisaran


__ADS_3

Bangunan yang terbilang tidak besar, namun juga tidak kecil. Tampak terlihat tua, namun juga sangat bersih. Dua pohon rindang tumbuh berjarak mengelilingi halaman luas di halaman rumah itu. Dari gapura masuk seorang laki-laki, berjalan langsung mengarah pada bangunan tersebut.


"Xiao Wang! Kau dari mana?" Xiao Ming bertanya kepada lelaki tersebut yang ternyata adalah Xiao Wang.


"Aku baru habis jalan-jalan. Tidak sengaja bertemu dengan seorang pengganggu di jalan. Tapi sepertinya pengganggu itu tidak akan menganggu lagi," jawab Xiao Wang.


"Pengganggu?" Xiao Ming mengulang kembali kata Xiao Wang tadi.


"Ya ... sudahlah, aku ingin bertemu dengan guru. Apakah dia ada di dalam?"


"Iya, dia ada di halaman belakang. Mari kita ke sana!" jawab Xiao Ming.


Setelahnya, dua orang itu lantas berjalan bersama, menuju halaman belakang.


Melihat seorang lelaki yang tengah mengayunkan kapak pelan, membelah potongan kayu besar hingga terbagi dua. Sementara itu, di sisi sebrang terlihat Xiao Yin tengah berlatih ilmu berpedang.


"Salam Guru!"


Lelaki itu menghentikan aksinya kala melihat kedatangan dua muridnya.


"Xiao Wang, Xiao Ming!" ucap Xiao Feng.


"Guru, ada sesuatu yang hendak aku bicarakan padamu. Ini terkait dengan apa yang baru saja aku temui baru-baru ini," ucap Xiao Wang. Perkataan yang menggantung, membuat Xiao Ming serta Xiao Feng penasaran. Pun juga dengan Xiao Yin yang tengah berlatih.


Gadis itu menghentikan latihannya, memilih untuk ikut bergabung bersama tiga laki-laki tadi.


"Apa itu?" tanya Xiao Feng.


Xiao Wang mengeluarkan Jubah merah gelap serta lencana yang dia dapatkan dari ruang bawah tanah.


"Apakah guru mengetahui simbol ini?" tanya Xiao Wang sembari menunjuk gambar simbol pada sisi dada jubah. Simbol itu sendiri memiliki kesamaan dengan gambar yang terukir pada lencana.

__ADS_1


Xiao Feng mengambil jubah dari tangan Xiao Wang, untuk memperhatikan simbol tersebut lebih jelas.


"Simbol ini merupakan simbol khusus kelompok Naga Merah. Darimana kau mendapatkannya?" tanya Xiao Feng.


Xiao Wang lantas menceritakan apa yang beru saja dia alami sebelumnya. Dimulai dari mengikuti dua orang anggota klan Xiao yang mencurigakan, kemudian memasuki ruang bawah tanah dan sempat mendengar pembicaraan Dua orang tersebut dengan seorang yang merupakan bagian dari anggota Kelompok Naga Merah.


"Jika memang demikian, berarti di klan Xiao telah banyak penyusup yang merupakan bagian dari anggota Kelompok Naga Merah. Ini bencana!" ujar Xiao Feng.


"Benar guru! Tidak hanya klan Xiao, mereka juga menargetkan satu Kekaisaran ini!"


Xiao Feng terdiam mendengar perkataan Xiao Wang tadi. Begitupun juga dengan Xiao Yin dan Xiao Ming.


"Ini adalah permasalahan yang sangat serius, bahkan sampai mengancam Kekaisaran kita!" Xiao Ming angkat bicara setelah jeda terjadi selama tiga puluh detik tadi.


"Ya... Akhir-akhir ini kelompok Naga Merah memang sering menunjukkan pengaruh–nya. Tindakan mereka semakin menjadi-jadi, dengar-dengar kelompok itu telah mengumpulkan pengaruh yang sangat besar di Kekaisaran Han. Pun juga menyebar ke kekaisaran Tetangga. Bisa di bilang kelompok ini merupakan ancaman terbesar Kekaisaran saat ini!"


Xiao Feng menjelaskan terkait dengan yang dia tahu tentang kelompok Naga Merah.


"Bukannya Kekaisaran tidak mengambil tindakan, melainkan karena belum berhasil memberantas kelompok ini. Makanya diadakan turnamen Antar Generasi. Guna menarik kerjasama dan membangun hubungan baik bagi para sekte dan klan-klan yang ada di kekaisaran ini."


Xiao Wang, Xiao Ming serta Xiao Yin mengangguk. Meskipun masalah ini sudah menyebar luas, tapi bagi mereka bertiga yang memang lebih suka berlatih dibanding dengan masalah politik, sehingga ketiga orang itu baru mengetahuinya sekarang.


Memang mayoritas remaja di usia Xiao Wang ini sukar untuk mengetahui masalah politik, namun lebih suka kalau berbicara soal latihan dan Kultivasi.


Xiao Wang memegangi dagunya, tampak berpikir lalu dia berucap, "Akan tetapi, apakah kekaisaran tidak memperhitungkan dampak buruk dari diadakannya turnamen itu? Jika semua jenius generasi muda kekaisaran Han dikumpulkan di sana, bukankah tidak mungkin kelompok ini akan datang mencari masalah?"


"Entahlah, kalau masalah itu, aku juga tidak tahu. Sudahlah, nanti saja kita bicarakan ini. Kalian berdua, lekas pergi ke hutan bagian Timur klan Xiao. Malam ini kita akan berpesta daging rusa."


Xiao Wang dan Xiao Ming saling berpandangan sesaat. Sebelum mengangguk bersamaan.


"Baik, Guru!"

__ADS_1


"Oh ya, terkait dengan kelompok Naga Merah, akan aku bicarakan dengan patriark sekte nanti!" ucap Xiao Feng lagi.


"Baik Guru!"


Setelahnya, Xiao Wang dan Xiao Ming beranjak dari sana. Pergi ke Hutan yang di maksud.


***


Dua hari sebelum pertandingan di mulai, Xiao Wang, ketua klan Xiao serta beberapa penatua dan anggota klan tengah berkumpul. Hari ini Xiao Wang serta dua perwakilan klan Xiao lainnya akan berangkat ke kota kekaisaran pusat untuk mengikuti turnamen.


"Hati-hati di perjalanan. Semoga kalian kembali dengan membawa kemenangan, sebab kemenangan kalian akan menentukan masa depan Klan kita!" ucap Patriark klan Xiao pada ketiga perwakilan itu.


"Baik, kami mengerti Patriark. Salah satu dari kami pasti akan mendapatkan posisi itu!"


Setelah beberapa saat, Xiao Wang serta dua temannya pun melangsungkan perjalanan. Mereka pergi bersama dengan Xiao Die dan Xiao Lei.


Di sisi lain, Xiao Fan yang melihat kakeknya pergi bersama dengan Xiao Wang kek Kekaisaran merasa tak terima. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Begitupun juga dengan Xiao Zhan yang masih tak terima posisinya di ganti oleh Xiao Wang.


"Saudara Wang, hati-hati!!! Jika ada masalah, segera kirim burung merpati dan aku akan datang membantumu!" Xiao Ming meneriaki nama Xiao Wang.


Xiao Wang berbalik, "Siap!" dia mengacungkan jari jempolnya, menanggapi perkataan Xiao Ming tadi. Lalu kembali melanjutkan perjalanan.


\=\=\=>


N/A:


Xiao Lei : Penatua kelima (Kakek Xiao Fan)


Xiao Die : Penatua keempat


Xiao Zhan : Jenius ke tiga

__ADS_1


__ADS_2