
"Tuan, orang yang kita cari memang berada di dalam sana!"
Salah seorang iblis melapor kepada iblis lain yang merupakan iblis dengan kekuatan tertinggi dari sana.
"Hmm, bagus. Bawa dia kemari. Kita akan mengajaknya untuk bergabung dengan kita!" ucap iblis yang memiliki kekuatan tinggi itu.
Iblis yang melapor segera membungkukkan badan, setelah itu tubuhnya dikelilingi oleh kabut tebal yang menyelimuti dirinya. Iblis tersebut menghilang begitu saja.
Sementara iblis yang memiliki kekuatan lebih tinggi tersebut menatap ke arah depan. Sejenak sunggingan miring terlukis di dua sudut bibirnya, meski itu terbilang cukup samar namun mampu membuat beberapa orang bawahan iblis yang melihatnya bergidik. Mereka tahu betul bagaimana mengerikannya iblis yang memiliki kekuatan tinggi itu dalam bertindak.
"Entah pertanda buruk ataukah justru baik. Seringai yang dipasang oleh Tuan Long itu begitu mencurigakan."
"Ya, tapi lebih baik kau diam sebelum Tuan Long bertindak terhadapmu!"
Dua orang iblis berbisik membicarakan seringai yang di pasang oleh Iblis yang mereka sebut sebagai Tuan Long itu.
Gu Long sendiri bukannya tidak mengetahui apa yang dibicarakan oleh dua iblis tersebut. Melainkan dia hanya membiarkan mereka begitu saja.
***
Lei Wei berdiri bersama dengan petinggi kelompok Qingjie di salah satu balkon lantai empat. Bangunan tersebut tepat berada dua puluh meter dari gerbang keluar markas.
Di samping kanan dan kiri Lei Wei telah berdiri orang-orang yang mengenakan pakaian besi disertai dengan senjata canggih telah mereka hadapkan ke sembarang arah.
Tak lama setelahnya asap gelap mulai berkumpul di udara, tepat di hadapan Lei Wei dan yang lainnya. Menyatu dan mulai membentuk sosok seseorang.
Melihat asap tersebut, tentu saja Lei Wei serta para pasukan yang berkumpul di sana langsung memasang sikap waspada.
Senjata yang menghadap di sembarang arah tersebut kemudian diarahkan pada satu tujuan, dimana tepat pada asap hitam yang telah membentuk sosok iblis tersebut.
Iblis itu langsung memancarkan aura negatif kuat nan gelap, menyebar menyatu dengan udara. Seolah-olah menipiskan udara di sekitar, mereka yang berada di ranah Ahli akan langsung dibuat gemetaran. Bahkan ini juga berlaku bagi kultivator ranah Raja, suci dan Langit sekalipun. Meskipun yang memiliki kultivasi tinggi di sini tidak seburuk mereka yang memiliki basis Kultivasi di ranah terendah.
__ADS_1
Sosok Iblis yang telah terbentuk sempurna itu mengarahkan pandangannya di sekeliling. Tidak menemukan keberadaan orang yang dia cari, kemudian dia mengalihkan perhatiannya pada Lei Wei.
Hanya dengan melihatnya sekilas, Iblis tersebut telah berani mengambil kesimpulan bahwa Lei Wei ini adalah seorang pemimpin dari kelompok tersebut.
"Iblis Terktuk... Berani sekali kalian datang kemari!"
Mendengar perkataan dari Lei Wei, Iblis tersebut hanya memasang senyum miring.
"Kedatangan kami bukan untuk berperang maupun bertempur. Kami hanya mencari seseorang!" ucap Iblis dengan intonasi sombong.
Lei Wei menatap Iblis itu yang juga menatapnya dengan tatapan sinis.
"Orang yang kau maksud tidak berada di sini. Pergilah sebelum kami berundak kasar!" ucap Lei Wei menantang.
"Omong kosong!" Bersamaan dengan ucapan tesebut keluar dar mulut sang iblis, terpancar aura yang lebih kuat lagi. Mengintimidasi mereka semua yang ada di sana. Bagi seorang Kultivator ranah Suci ke bawah akan langsung memasang wajah buruk dengan dada yang sesak oleh aura tersebut.
"Aku bukanlah makhluk fana yang bodoh dan sangat mudah dibodohi. Tapi aku berasal dari ras Iblis. Ras terpintar seantero jagad raya... Kau hanya seorang makhluk rendah. Mencoba untuk membodohi ku sama saja dengan kau mencari kebodohan mu sendiri!"
Sang Iblis menatap Lei Wei dengan ekor matanya.Lei Wei yang saat itu juga tengah menatap mata iblis tersebut langsung merasa sedikit tersentak. Dari tatapan mata sang iblis, dia bisa merasakan kehampaan, namun juga sesuatu yang sangat aneh sekaligus ringisan orang-orang yang di bunuh oleh iblis itu bisa Lei Wei rasakan.
Energi gelap telah terkumpul di tangan Iblis tersebut. Sedetik sebum dia akan mengarahkan energi tersebut ke orang-orang yang ada di bawah.
Baamm....
Tapi belum juga aksi dari sang Iblis berhasil, bahkan baru juga akan mulai melancarkan serangan yang mengandung kerusakan besar tersebut, terlebih dahulu bagian burungnya terkena hantaman serangan senjata yang tidak sengaja dilepaskan oleh salah satu anggota Qingjie.
Tentu saja itu membuat semua orang yang ada di sana terhenyak. Bukan karena senjata yang berhasil merobek tubuh si Iblis, melainkan energi yang terkandung dari senjata tadi telah membakar kain penutup area burung iblis tersebut. Dan kini kain itu telah terbakar dan membentuk robekan bolong mem–bundar, memperlihatkan burung panjang tegak yang kokoh.
Sontak saja semua yang hadir melebarkan matanya dalam beberapa detik. Sebelum akhirnya terdengar suara banyak orang yang menertawakan Iblis tersebut. Tidak, bukannya iblis tersebut yang mereka tertawakan, melainkan burung yang berdiri itu.
"Hahaha... Makhluk apa yang baru muncul itu? Bentuknya sangat lucu... Hahahah!!!"
__ADS_1
"Hahaha... Lihatlah tanduk kecil dibagian ujung tiang burung iblis itu... Apakah tidak akan menyakiti kekasihnya saat berhubungan?? Hahaha...."
"Bulunya sangat lebat, hahaha...."
"Oh, jadi seperti ini bentuk dari burungnya para iblis.... Sangat lucu, namun juga sangat jelek. Sama sepeti wajah mereka yang jelek!" ucap salah seorang gadis dengan polosnya di saat kebanyakan dari gadis lain yang langsung menutup mata.
Semuanya yang hadir di sana tidak bisa untuk tidak tertawa. Bentuk dari burung dari ras iblis telah di ketahui oleh mereka melalui iblis ini. Entah kutukan atau apa, sesuatu yang terasa tegang tadi kini malah menjadi humor.
Iblis yang merasa malu sontak saja langsung mengarahkan tangannya untuk menutupi burung yang panjang, meskipun tangannya sekalipun tidak cukup mampu untuk menutupi seluruhnya.
"Makhluk hina sialan... Aku akan membunuhmu!" geram iblis pada orang yang melepaskan sernagan tadi. Dia begitu murka. Menahan malu sekaligus citranya bebagai Iblis mulia dan memiliki derajat tertinggi seketika jatuh kala burungnya di lihat oleh semua manusia yang ada di bawahnya tadi. Bahkan kesombongan serta keangkuhan yang tadi sempat di pamerkan langsung saja sirna.
Serangan yang berniat dia lepaskan tadi kini malah menghilang begitu saja kala satu serangan lain datang dan membuat celananya bolong. Ini bukan masalah dirinya seorang diri, melainkan juga semua ras iblis harusnya akan malu dengan itu. Satu burung saja sudah mewakili bentuk Burung yang lain. Entah bagaimana jadinya jika iblis lain mengetahui bahwa benda keperkasaan mereka telah diketahui oleh makhluk lain.
Dia yang terlanjur sangat malu itu tidak mau terlalu banyak berkata. Iblis tersebut langsung melepaskan serangan energi yang sangat kuat. Ini melebihi kekuatan seorang Kultivator ranah Langit tahap 6 ke bawah.
Iblis ini berniat akan mengakhiri hidup orang yang melepaskan serangan tadi.
Whush....
Orang itu tidak tinggal diam. Dia langsung mengaktifkan senjatanya, tapi justru itu malah tidak berfungsi, senjatanya di telan begitu saja oleh energi yang dilepaskan oleh iblis tersebut. Tentu saja membuat orang itu takut sekaligus tegang dan gemetar dengan itu.
Baamm...
Nyaris mengenai orang itu, namun serangan tersebut justru malah meledak begitu saja.
Orang yang hampir terkena serangan itu menghela nafas panjang setelah sebelumnya nafasnya tertahan di dada.
"Iblis dari mana ini? Berani sekali kau datang dan membuat keributan di sini!" ucap Xiao Wang. Dia lantas terbang dan sedikit menjajari tinggi dari iblis tersebut.
"Tunggu... Itu apa?? Puftt,, hahaha...." Xiao Ming yang salah fokus pada burung yang coba di tutupi oleh tangan kiri iblis namun tidak bisa menutupinya secara keseluruhan itu langsung saja tertawa terbahak. Begitupun juga dengan rekan-rekan Xiao Wang yang baru sampai juga tertawa terbahak melihat burung tersebut yang hitam. Kecuali tiga gadis yang tidak lain Xiao Yin, Xiao Mei dan Bing Xue Li yang langsung mengalihkan pandangan mereka. Wajah ketiga gadis itu memerah seketika.
__ADS_1
"Cih, hari ini adalah hari kematian kalian semua!" ucap Iblis dengan geram. Niatnya untuk bernegosiasi dengan Xiao Wang tidak jadi dia lakukan. Suasana hatinya tidak baik-baik saja. Dia terlanjur malu.
Setelah itu iblis tersebut menghilang dari hadapan Xiao Wang dan semua orang.