Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 94 ~ Dua Pilihan.


__ADS_3

Xiao Wang berjalan santai menuju kediaman Penatua ke dua puluh klan Xiao. Sampai di sana, dia menemukan Xiao Ming, lantas menghampirinya.


"Bagaimana, apakah kalian sudah melakukan apa yang aku minta?" tanya Xiao Wang.


"Tentu saja. Orang-orang yang saudara Wang sebutkan telah kami tangkap," Xiao Ming menjawab dengan sedikit membusungkan dada, tampak dia merasa berbangga diri setelah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Xiao Wang hanya dalam sehari saja.


"Terima kasih! Di mana mereka?"


"Hehe... Saudara Wang tidak perlu berterima kasih. Ini juga demi kebaikan klan kita," balas Xiao Ming. "Mari, lewat sini!"


Mereka pun berjalan menuju sebuah ruangan yang tampak berantakan. Itu adalah gudang, dan di sana sudah ada Xiao Feng serta yang lainnya. Sementara itu di lantai terlihat empat orang yang dalam posisi berlutut, kedua tangan mereka di ikat, pun tubuh mereka.


"Terima kasih, karena telah melakukan apa yang aku minta!" Xiao Wang kembali mengucapkan kata terima kasih, namun kali ini ditujukan untuk Xiao Feng serta tiga orang lainnya.


"Umm!" Xiao Feng menganggukkan kepala sebagai tanggapan. Sekaligus mewakili Xiao Fu, Xiao Ming, Xiao Yin dan Xiao Mei.


"Selanjutnya, akan kamu apakan mereka?" tanya Xiao Feng.


"Aku akan menginterogasi mereka. Sebenarnya bukan hanya empat orang ini, melainkan lebih dari itu. Makanya aku butuh info lebih lanjut terkait masalah ini, namun untuk sekarang kita hanya membutuhkan mereka saja!" jawab Xiao Wang.


Xiao Feng menganggukkan kepala kecil tanda mengerti.


Xiao Wang beralih pada lima orang tersebut. Dia berjongkok guna menyetarakan tinggi dengan empat orang tersebut.


"Katakan padaku, siapa yang mengirim kalian untuk menyusup di klan Xiao?" tanya Xiao Wang dengan menekan perkataannya.


Tidak ada yang menjawab. Semuanya tampak bungkam, tak berniat menjawab pertanyaan Xiao Wang tadi.


"Cih, sepertinya cara ini memang tidak akan berhasil."


Xiao Wang kembali berdiri. Dia lantas menghampiri Xiao Ming, Xiao Fu, Xiao Mei serta Xiao Yin.


"Aku butuh bantuan kalian lagi. Apakah kalian bisa?"


Xiao Ming dengan segera mengangguk. "Tentu saja kami siap, kapan pun!"


Xiao Wang lantas membisikkan sesuatu. Sementara keempat orang yang tengah terikat itu tampak penasaran sekaligus khawatir. Tapi apapun itu mereka sudah sangat yakin dan menguatkan hati untuk tidak akan tergoda dan termakan oleh apapun yang akan dilakukan oleh Xiao Wang pada mereka nanti.


Xiao Ming serta yang lainnya menganggukan kepala sembari menampakkan senyum jahat. Keempat orang itu lantas mendekati empat orang yang tengah terikat.

__ADS_1


"Satu ... Dua ... Tiga !"


Baik Xiao Ming maupun ketiga rekannya yang lain langsung menggelitik empat orang tersebut.


"Hahahaha.... Tolong hentikan. Hahaha... Jangan. Hahahah... Tolong hentikan. Hahahaha...!"


Tak berhenti ketawa namun Xiao Ming serta yang lainnya tidak mau berhenti dan tetap melanjutkannya, bahkan semakin ganas dalam menggelitik. Dan itu berhasil membuat empat orang tersebut merasa sangat tersiksa. Hingga pada akhirnya mereka berempat menyerah. Lantas salah satu dari empat penyusup yang menyamar menjadi anggota klan Xiao itu memberitahu dan menjawab setiap apa yang di tanya oleh Xiao Wang.


Menginterogasi selama beberapa saat, tahulah Xiao Wang bahwa mereka ini adalah anggota sekte Tombak Dewa. Dari mereka pula Xiao Wang serta rekan-rekannya mengetahui bahwa Sekte Tombak Dewa tengah merencanakan serangan besar-besaran terhadap klan Xiao.


"Hmm, apa lagi yang kalian ketahui?" tanya Xiao Wang.


"I–itu saja Tuan!" ucap salah satunya dengan takut.


Xiao Wang bangkit dari posisinya. Lalu dia mengajak Xiao Feng serta rekan yang lain untuk keluar dari gudang.


"Bagaimana dengan mereka?" tanya Xiao Ming.


"Tinggalkan saja mereka di sana!"


Mereka sampai di tempat dimana biasanya mereka berkumpul dan bercerita, pun juga berdiskusi dan masih berada di kediaman Penatua ke dua puluh itu.


Xiao Wang tampak terdiam.


"Hmm, ini adalah kesalahanku!" gumam Xiao Wang. Lantas dia mengeluarkan pedang Dewa Siluman dari cincin ruang miliknya.


"Seandainya dahulu aku tidak mengeluarkan pedang ini saat Pertempuran di kota pusat kekaisaran, mungkin saja saat ini tidak akan ada orang yang dibutakan, dan klan akan tetap aman sekarang!" ucap Xiao Wang dengan intonasi menyesal.


"Apapun itu, ini semua sudah terlanjur terjadi. Dan juga, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri atas semua ini. To, juga berkat kamu pertempuran yang terjadi di kota pusat Kekaisaran bisa terhenti!" Xiao Feng menenangkan Xiao Wang sekaligus menguatkan bahwa tidak ada salah Xiao Wang dalam hal ini.


"Benar, apapun itu kita akan terus berada di belakang mu, Saudara Wang. Kau tidak sendiri!" Xiao Fu juga ikut berbicara.


"Ya, saling percaya dan menguatkan satu sama lain, pasti bisa." Xiao Yin ikut berkata.


"Benar, percayalah bahwa apapun itu, kamu selalu mendukung mu, saudara ku!" Xiao Ming juga tak ingin ketinggalan.


Xiao Wang memperhatikan wajah rekan-rekannya itu satu per satu. Ada rasa haru di hatinya.


"Baiklah... Terima kasih untuk kalian semua!"

__ADS_1


"Mulai sekarang, kita adalah Tim. Apapun itu lewati bersama dan semuanya akan mudah!" Xiao Feng memulai mengulurkan tangannya, memberi semangat kepada murid-muridnya atas apa yang terjadi.


Semuanya memasang sunggingan dan satu per satu dari mereka meletakkan telapak tangan di atas punggung tangan Xiao Feng


"Ya, kita adalah Tim." Mereka berucap serentak.


***


Xiao Shan telah menangkap sepuluh orang mencurigakan yang menyusup. Mereka juga telah mengetahui akan siapa yang mengirim para penyusup itu. Dengan semakin memperketat penjagaan guna tak ada orang yang keluar dan masuk.


Xiao Shan menyuruh anggota klan untuk mencari Xiao Wang dan memanggilnya. Sebab dia hendak berbicara dengan pemuda itu. Sayangnya orang yang dia kirim malah kembali dengan tangan kosong, dalam artian Xiao Wang tidak ditemukan.


"Kemana perginya anak itu?!" gumam Xiao Shan.


Di sisi lain, Xiao Wang melesat terbang dengan kecepatan tinggi. Tujuannya saat ini adalah Hutan Binatang Buas.


"Nak, kau tidak berniat bertarung sendiri, bukan?" tanya Xiao Long tiba-tiba, saat Xiao Wang masih melesat terbang.


"Itu ide yang bagus! Mengapa aku tidak memikirkan itu sebelumnya ya?" jawab Xiao Wang. Memang dia tujuannya adalah tidak melibatkan orang-orang terdekatnya.


Sebenarnya saat ini pikiran Xiao Wang tengah berkecamuk. Untuk beberapa hari ke depan, dia yakin beberapa kelompok akan mendatangi klan Xiao dan mencarinya. Entah itu cepat atau lambat Xiao Wang yakin itu pasti terjadi. Dan tentunya, saat itu tiba maka pertempuran akan terjadi.


Di dunia ini, Kekuatan menjadi tolak ukur seseorang. Mereka yang kuat mereka yang berkuasa. Karena hal itu pula lah yang menjadikan Mereka yang buta akan melakukan berbagai jalan demi mendapatkan kekuatan itu. Ketidak puasan yang menjadi dasar utama dari makhluk fana, sehingga tidak heran mereka akan berani membunuh satu dan lainnya untuk menuntaskan ketidak puasan itu. Tapi yakinkah dengan demikian sifat itu akan menghilang?


Tentu saja tidak. Akan tetapi, inilah dunia kultivator. Benda sekecil apapun, jika itu bisa menunjang peningkatan kekuatan dan kekuasaan yang signifikan, maka akan tetap menjadi incaran. Entah itu melewati jalan darah dan saling membunuh sekalipun. Seperti halnya kasus yang dialami oleh Xiao Wang saat ini.


"Hmm, kau tidak akan mampu mengalahkan mereka sendirian. Apalagi dengan kekuatan mu yang terbilang sangat lemah ini!" ucap Xiao Long lagi.


"Aku tahu itu. Tapi yang menjadi permasalahan dalam pikiran ku adalah terkait dengan kelompok yang dasarnya berada dalam aliran putih juga ikut andil dalam merebut pedang Dewa Siluman dan Pedang Api Matahari. Membunuh mereka hanya akan menambah keruntuhan pilar Kekaisaran ini. Tentunya jika hal itu terjadi, maka Kekaisaran lain akan mengambil kesempatan itu dan meruntuhkan dominasi Kekaisaran Han sepenuhnya!" Xiao Wang mengungkapkan isi pikirannya.


Sebenarnya dia tidak masalah sebenarnya untuk membunuh aliran hitam. Tapi entah mengapa dia merasa lain kala harus membunuh aliran putih.


"Hahaha... Nak, dalam dunia Kultivator, tak ada yang namanya kawan, maupun kesetiaan. Jika kelompok dari aliran putih itu hendak membunuhmu demi mendapatkan pedang itu, mengapa kau juga tidak membunuhnya untuk menyelamatkan nyawamu. Dan juga jangan cemaskan kekaisaran ini, jika pihak kekaisaran bertindak cerdas, maka meskipun kehilangan pilarnya, namun akan tetap berdiri dengan hal lain. Tentu saja itu bukan urusan kamu untuk memikirkannya." Panjang lebar Xiao Long berucap.


Xiao Wang menghentikan laju terbangnya sesaat.


"Benar. Jika mereka berniat membunuhku, mengapa aku harus ragu untuk membunuh mereka!" gumamnya sembari mengepal kedua tangannya.


Setelahnya Xiao Wang kembali melanjutkan terbang menuju hutan Binatang Buas. Kali ini dia menambah kecepatan terbang hingga dua kali lipat. Lelaki itu mendapat dua hal, yang pertama akan saling rasa percaya dari rekan-rekannya, dan yang kedua tak ada rasa percaya dari Xiao Long.

__ADS_1


__ADS_2