
"Salam, Guru!"
Xiao Wang, Xiao Yin serta Xiao Ming sama-sama memberi hormat kepada Xiao Feng.
Kedatangan tiga muridnya, Xiao Feng yang saat itu tengah melihat-lihat gulungan suatu teknik, segera menghentikan aktivitasnya itu. Memilih untuk menyambut Xiao Wang serta dua lainnya.
"Wang'er!" Xiao Feng mendekati Xiao Wang dan memegangi pundaknya. "Sudah lama sekali kita tidak bertemu, dan kau telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah sekarang!"
Xiao Ming yang mendengar pujian Xiao Feng terhadap Xiao Wang menampakkan sunggingan penuh arti. "Ya... Saudara Wang sekarang bertambah tampan dan kuat. Bahkan dia bisa mengalahkan Xiao Fan dengan begitu mudah!"
Mendengar itu, Xiao Feng sedikit tersentak. Dia tahu betul bagaimana kekuatan dari Xiao Fan. Berada di urutan ke lima jenius klan Xiao, serta Kultivasi di ranah Lanjutan tahap 6.
"Xiao Wang, bagaimana kau mengalahkannya?"
"Itu mudah saja Guru. Hanya seorang pemuda sombong seperti dirinya, bagaimana mungkin aku tidak bisa mengalahkannya!" jawab Xiao Wang.
Meskipun Xiao Feng ingin bertanya lebih jauh terkait dengan pertarungan Xiao Wang serta Xiao Fan tadi, Namun pria paruh baya itu memilih untuk mengurungkan niatnya.
Xiao Wang, Xiao Ming dan Xiao Feng pun melanjutkan pembicaraan di halaman rumah, sementara Xiao Yin beralih untuk menyiapkan air minum untuk mereka.
"Guru, aku ingin bertanya sesuatu," ucap Xiao Wang pada Xiao Feng.
"Apa yang hendak kau tanyakan?"
"Terkait dengan kepergian ayah serta ibuku. Apakah Guru mengetahuinya?"
Xiao Feng terdiam sejenak. Dia tampak berpikir, mengingat-ingat kejadian beberapa tahun lalu.
"Mengenai hal itu, aku tidak bisa menjawab karena aku tidak tahu pasti bagaimana insiden itu. Akan tetapi, yang aku tau dari para penatua yang lain, bahwa kedua orang tuamu berada di luar kekaisaran Han," jawab Xiao Feng.
"Hmm, kira-kira di kekaisaran mana ayah serta ibuku berada saat ini?"
Xiao Feng kembali dibuat terdiam. "Entahlah, tapi diantara tiga Kekaisaran yang lain, paling masuk akal adalah kekaisaran Tang." .
"Kekaisaran Tang yah!?" Xiao Wang mengulang kembali kata itu. Dia tahu betul seluk beluk Kekaisaran Tang. Di sana banyak orang-orang kuat, bahkan Kultivator Ranah Raja hingga Suci yang merupakan Kultivator langka di kekaisaran Han, banyak ditemukan di kekaisaran Tang.
"Aku hanya menebak saja, Wang'er. Dan untuk kejelasan terkait menghilangnya mereka, aku juga tidak tahu pasti. Rahasia itu begitu di sembunyikan. Mungkin hanya penatua pertama yang mengetahui kejelasan dari penyebab itu."
Kini giliran Xiao Wang yang terdiam. Namun sebenarnya dia tampak memikirkan sesuatu. "Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri. Entah itu melalui Penatua pertama atau orang lain!"
"Baik, Guru, terima kasih telah menjawab."
"Umm," Xiao Feng mengangguk.
"Xiao Wang. Kurang lebih seminggu lagi pertandingan Generasi Muda akan berlangsung di Kekaisaran Han. Dengar-dengar klan Xiao akan mengirimkan setidaknya tiga orang sebagai perwakilan kita. Apakah kau akan ikut berpartisipasi? Hadiah yang di tawarkan pun juga tidak kalah menggiurkan. Di sana juga banyak orang-orang berpengaruh yang hadir, mana tau kau bisa mendapatkan informasi pasti terkait dengan menghilangnya ayah ibumu!" Xiao Feng memberitahukan informasi Turnamen kepada Xiao Wang.
"Iya guru, aku tertarik untuk mengikuti turnamen itu."
Tak lama setelahnya, Xiao Yin muncul dengan membawa empat bua gelas yang telah di sisi air, serta dengan makanan-makanan ringan sebagai pelengkap.
***
Besoknya, Xiao Wang pergi hendak ke perpustakaan klan. Berjalan sendiri dengan tanpa Xiao Ming serta Xiao Yin di sisinya. Dia berniat mencari suatu teknik tertentu yang ada dalam perpustakaan itu.
Tengah perjalanan, Xiao Wang melihat tiga pemuda berjalan juga hendak ke perpustakaan. Dia mengenali salah satunya sebagai salah satu jenius klan Xiao urutan ketiga. Sementara untuk dua orang lainnya juga merupakan jenius klan Xiao urutan 10 besar.
Xiao Wang lantas menghampiri mereka. Berniat menyapa, namun ketiga orang itu malah mempercepat langkah dan menjauh.
Xiao Wang tidak mengambil hati dan bodoh amat dengan itu. Dia memilih untuk melanjutkan perjalanannya.
***
"Saudara Zhan, mengapa kau menjauhi Xiao Wang tadi?" ucap salah seorang pria kepada pria lain yang bernama Xiao Zhan, dalam suatu perjalanan.
"Hmm, Anak itu merupakan ancaman bagi aku untuk mengikuti Turnamen Generasi Muda kekaisaran Han Minggu depan," jawab Xiao Zhan dengan intonasi sedikit di tekan.
"Aku dengar kemarin dia baru saja mengalahkan Xiao Fan."
"Ya, aku juga mengetahui itu. Melihat potensinya dalam mengalahkan Xiao Fan, aku takut para Penatua akan memilih Xiao Wang sebagai perwakilan klan Xiao menggantikan posisiku!" Xiao Zhan menghentikan langkahnya serentak. Kedua tangan terkepal erat.
__ADS_1
"Bukankah Xiao Fan terpaut satu tahapan dengan mu. Selain itu, berbicara soal jenius, Xiao Fan tidak ada apa-apanya di banding kamu!" ucap teman Xiao Zhan itu.
"Tapi tetap saja, dia menjadi ancaman." Xiao Zhan masih tidak tenang.
"Aku tau bagaimana caranya membuat Xiao Wang tidak bisa menjadi perwakilan klan." Salah satu dari dua teman Xiao Zhan mengusulkan sesuatu.
"Apa itu?" tanya Xiao Zhan penasaran.
***
Xiao Wang sampai di halaman perpustakaan Klan. Masuk dan langsung menemui penjaga perpus.
"Salam Penatua!" Xiao Wang memberi salam pada seorang pria tua yang tengah duduk sembari membaca buku.
"Hmm, Apa yang hendak kau cari?" tanya penatua tersebut dengan tanpa menoleh. Bentuk tubuhnya yang besar dan sedikit gembul, itu tidak membuat bangku kecil yang dia duduki patah.
"Penatua, aku mau meminjam kitab yang didalamnya terdapat keterampilan tarung klan Xiao. Aku ingin mempelajarinya."
"Umm, carilah sendiri, Ada di rak paling bawah pojok sebelah kanan lantai satu." ucap penatua tersebut.
"Baik, terima kasih!"
Setelah mengucapkan itu, Xiao Wang lantas beranjak dari sana. Akan tetapi, dia tidak lantas mengarah ke arah yang di tunjuk oleh penatua tadi, melainkan malah naik ke lantai atas.
"Nak, di ruangan ini tampaknya tidak ada teknik tingkat tinggi. Semuanya standar bahkan ada yang paling terendah!" ucap Xiao Long.
"Ya, aku tahu. makanya aku naik di lantai atas untuk mencari kitab Keterampilan Tarung Klan Xiao."
Sebenarnya kitab tersebut sendiri terbagi menjadi tiga jenis. Yang pertama adalah kitab yang di pelajari khusus untuk anggota klan yang bukan merupakan jenius klan. Maksudnya anggota klan yang bakatnya biasa-biasa saja. Yang kedua ketrampilan khusus untuk anggota klan yang berstatus jenius. Sementara yang terakhir khusus untuk para penatua klan.
Setiap dari kitab tersebut memiliki tingkatan berbeda pula. Dan Xiao Wang berniat mempelajari kitab yang di peruntukan untuk para penatua.
***
Tak butuh waktu lama bagi Xiao Wang untuk menemukan apa yang dia cari. Mengambil kitab tersebut lalu melihat sampulnya.
"Nak, aku merasakan ada sesuatu yang ganjal dalam kitab ini. Tampaknya ada segel tertentu yang mengunci kekuatan aslinya." ucap Xiao Long tiba-tiba.
"Iya. Segeralah pergi dan periksa isinya!"
"Baik!"
Setelah itu Xiao Wang turun dan menunjukkan kitab tersebut pada penatua Penjaga perpustakaan.
"Hmm, mengapa kau mengambil kitab itu. Hanya para penatua yang bisa mempelajarinya, sementara untuk murid tidak bisa!" ucap penatua tersebut. Awalnya dia kaget saat mendapati kitab yang dibawa Xiao Wang.
"Penatua, dalam seminggu, aku akan mengembalikannya. Aku akan mempelajari isi dalam kitab ini. To juga tidak ada larangan untuk para murid berkembang menjadi lebih kuat."
Cukup lama Xiao Wang memintanya, hingga penatua tersebut akhirnya menyerah. Membiarkan Xiao Wang untuk mempelajarinya. Dia juga tidak berharap banyak pada Xiao Wang, sebab penatua itu yakin, Xiao Wang tidak akan bisa mempelajari teknik itu. Dalam kata lain, Xiao Wang hanya meminjam barang yang percuma.
Xiao Wang pamit, keluar dari perpustakaan menuju suatu tempat.
Ini adalah tempat yang dahulu sering dikunjungi oleh Xiao Wang. Terletak di sebelah Utara klan. Jarang sekali terlihat anggota klan Xiao berada ditempat ini.
Sampai di tempat tersebut, Xiao Wang tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan kitab tersebut dan mempelajarinya.
Namun sesaat, dia mengernyitkan alisnya kala mendapati setiap jurus yang ada di kitab tersebut belumlah sempurna.
Dibanding dengan jurus-jurus yang telah dia pelajari dari Lin Yun Mei, jurus dalam kitab ini sangatlah rendah.
"Ai' ... mengapa seperti ini?"
Whush...
Xiao Long mendadak keluar dari kening Xiao Wang.
"Nak, ada beberapa lembar yang tersegel di lembaran halaman yang lainnya. Untuk menggunakan kekuatan aslinya, maka kau perlu membuka segel itu dulu!" ungkap Xiao Long.
"Hmm, jadi seperti itu... Apakah kau bisa membantuku membuka segel ini?"
__ADS_1
"Tentu saja aku mampu!"
Xiao Long lalu mengikat segel tersebut. Benar saja, setelah itu lembar-lembar halaman baru mulai bermunculan. Semua halaman tersebut mengeluarkan aura yang sangat luar biasa. Hingga sampai pada halaman yang terakhir.
"Terima kasih!" ucap Xiao Wang saat Xiao Long telah selesai membuka segel.
"Umm! Kau pelajari lah, aku akan berjaga di sini!"
"Baik!"
Xiao Long lantas menciptakan array di sekeliling Xiao Wang. Tembus pandang apabila di luar, tapi bagi Xiao Wang serta Xiao Long yang berada di dalam Array bisa memantau suatu pergerakan yang berada di luar.
Mulai mempelajari teknik tersebut. Perlahan-lahan Xiao Wang memperagakan setiap gerakan yang ada dalam kitab. Begitu hati-hati namun sangat jeli. Hingga dia baru bisa menguasai setengahnya setelah berlatih selama dua jam penuh.
"Ini bahkan belum masuk tahap penyempurnaan, tapi aku baru bisa menguasai sebagiannya saja. Apalagi setiap lembar yang aku buka, maka tingkat kesulitannya juga semakin tinggi!" ujar Xiao Wang. Dia memilih menghentikan aksi berlatihnya dan akan melanjutkannya besok.
"Ya, maka dari itu, kau butuh konsentrasi tingkat tinggi untuk mempelajarinya. Apa yang barusan kau kuasai itu belumlah masuk pada keterampilan utama dalam kitab itu. Besok aku akan membantumu!"
"Umm!" Xiao Wang mengangguk. Setelahnya dai bangkit dan berniat untuk kembali ke kediaman.
Xiao Long sendiri setelah menonaktifkan array, di juga kembali ke kening Xiao Wang.
Berjalan di tengah nuansa senja menggelap, tak ada bangunan apapun di sekeliling Xiao Wang, hanya pepohonan yang tumbuh besar-besar.
Selang beberapa saat, Xiao Wang mendadak menghentikan langkah kakinya saat mendapati pergerakan diam-diam beberapa orang di balik bayang-bayang pohon.
"Satu, Dua, Tiga... Delapan!" Xiao Wang menghitung jumlah mereka. Tapi dia tidak segera panik ataupun memasang sikap waspada.
"Keluarlah... Jangan bersembunyi seperti tikus-tikus nakal." Xiao Wang sedikit memperkeras suaranya. Menantang kedelapan orang itu untuk keluar.
Whush!
Whush!
Whush!
Satu per satu dari orang-orang tersebut bermunculan. Dengan menggunakan pakaian gelap tertutup. Penutup wajah hanya menyisakan bagian pasang mata yang terlihat.
"Apa mau kalian, sampai harus repot-repot mengintai ku!" ucap Xiao Wang.
"Cukup sederhana. Asalkan kau tidak berniat ikut dalam turnamen Generasi Muda di kekaisaran Han, maka kami juga tidak akan menyakitimu!"
Salah satu dari orang-orang tersebut berucap, menjawab pertanyaan Xiao Wang.
"Hahaha... Mengapa ini sangat lucu. Kau menyuruh aku untuk tidak ikut sementara kau ini siapa? Hahaha...." Xiao Wang tiba-tiba tertawa. Bahkan dia sampai memegangi perutnya.
"Apa yang kau tertawakan bocah? Jadi kau ingin lumpuh? Maka akan aku kabulkan!"
Kedelapan orang itu maju menyerang Xiao Wang. Menyerang laki-laki itu dengan kombinasi khusus, tanpa jeda. Hingga serangan mereka terus mengalir layaknya air terjun tanpa henti.
Tampaknya beberapa orang ini berniat menyerang terus menerus secara bergantian untuk membuat Xiao Wang kelelahan. Tapi sepertinya anggapan mereka itu salah. Xiao Wang malah tak merasa kelelahan sama sekali.
Dengan sigap, Xiao Wang mengarahkan tonjokan keras, telat mengenai wajah salah satu dari mereka.
Bukk...
Whush...
Orang tersebut langsung terpental lumayan jauh. Beralih pada orang kedua, Xiao Wang juga melepaskan serangan yang sama.
Bukk..
Gigi orang yang di tonjok Xiao Wang tadi langsung patah seketika. Begitu pun juga dengan tubuh nya yang terpental lumayan jauh.
satu per satu dari merak di lumpuhkan oleh Xiao Wang dengan mudah. Tak menyisakan seorang pun yang dalam keadaan baik-baik saja.
"Lain kali kalau kalian mau menyerang ku, datanglah bersama dengan orang-orang di ranah Ahli. Sebab Kultivator Ranah Lanjutan
saja tidak akan cukup untuk melawan ku!" ucap Xiao Wang, sebelum berlari cepat meninggalkan mereka.
__ADS_1
\=\=\=
N/A: jumkat mencapai 2000+ kata. harusnya sih ada 2 bab, tapi author satukan jadi satu bab. Sesuai janji kemaren yah.