
Xiao Wang pergi begitu saja, meninggalkan Rou Shi dan antek-anteknya. Dia kembali berkeliling untuk melihat situasi di arena pertandingan.
Banyak orang-orang yang melihat ke arahnya dengan tatapan dan niat tertentu. Ingin segera menangkap Xiao Wang dan merebut Pedang Api Matahari darinya. Namun mereka juga sadar bahwa sekarang bukanlah saat yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Sehingga mereka membiarkan Xiao Wang berlalu begitu saja.
Sebenarnya ada alasan lain selain daripada itu. Dari tubuh Xiao Wang terpancar aura aneh dan ganas. Sehingga mereka yang berniat mendekatinya memilih mengurungkan niat, merasa khawatir akan ancaman yang dibawa serta Aura tersebut.
Aura itu sendiri berasal dari Xiao Long. Naga Magma itu sengaja melepaskan auranya untuk menakuti orang-orang tersebut.
Setelah satu jam, Xiao Wang memilih untuk kembali ke bangku khusus peserta. Sedikit banyak laki-laki itu telah mengetahui akan situasi aula pertandingan. Lebih banyak penyusup yang menyamar menjadi penonton, dibanding dengan penonton sungguhan.
"Sepertinya akan sedikit sulit. Mengingat banyaknya penyusup yang ada. Aku yakin setelah ini kekaisaran Han akan mengalami kerugian besar!" ucap Xiao Wang pelan.
"Nak, tinggal dua jam sebelum kau akan kembali bertanding. Bagaimana kalau kau gunakan waktu itu untuk berlatih!" ucap Xiao Long dalam kepalanya.
Xiao Wang mengernyit. "Berlatih? Akan sangat sulit jika menerapkannya di tempat ramai seperti ini!" jawabnya dalam batin.
"Aku akan membawa jiwamu di sini. Sedangkan tubuhmu masih berada di sana. Meski demikian kesadaran mu akan tetap terjaga selama telingamu masih berfungsi!"
Menganggukkan kepala sejenak, Xiao Wang lantas menyetujuinya. Hitung-hitung untuk menambah kesiapan sebelum pertempuran dimulai.
Xiao Wang melakukan instruksi yang diarahkan Xiao Long kepadanya. Perlahan dia merasakan jiwanya yang terseret oleh sebuah arus yang berputar cepat. Hingga sampailah dia di ruang hampa. Tak ada sesuatu apapun yang bisa Xiao Wang tangkap, selain dengan kekosongan.
Meski demikian, dia masih bisa mendengar akan aktifitas yang terjadi di luar, sebagaimana saat beberapa saat yang lalu.
"Xiao Long, kau membawaku kemana?" Suara Xiao Wang menggema di seluruh ruang. Memanggil Siluman Naga Magma itu.
Cahaya merah muncul di hadapan Xiao Wang. Bersamaan dengan itu, butiran-butiran debu merah jingga juga tercipta. Begitu banyak, dan berakhir dengan membentuk tubuh besar Xiao Long.
"Selamat datang di rumah ku!" ucap Xiao Long. Sama halnya Xiao Wang, suara yang diucapkan oleh Xiao Long juga sama menggema–nya.
"Umm, baik. Langsung saja kita mulai latihannya. Takutnya terlalu menunda waktu dan berakhir dengan tidak ada waktu untuk berlatih oleh pertandingan yang akan segera di mulai." Xiao Wang berbicara langsung pada intinya.
"Tidak usah terburu-buru, Nak. Waktu yang ada di dunia ini berbeda dengan waktu di dunia luar. Dimana satu jam dunia luar sama dengan sehari jika di dunia ini!" ucap Xiao Long.
Sedikit kagum dengan itu. Xiao Wang baru mengetahui akan hal seperti ini.
"Umm, baiklah. Jadi aku bisa berlatih dengan tenang. Target paling besar bisa menerobos ke ranah Raja tahap pertama. Namun kalau tidak bisa setidaknya menerobos ke ranah Ahli tahap 9." Xiao Wang berucap dengan yakin.
"Ya..." balas singkat Xiao Long.
"Tapi, apakah kita akan berlatih di sini?" Xiao Wang melihat ke bawah. Sangat dalam, dirinya bahkan berdiri di atas udara, anehnya dia tidak terjatuh.
"Benar. Tapi kalau kau merasa tidak nyaman maka kita bisa mengganti latar untuk ini!" tawar Xiao Long.
"Hmm sepertinya tidak perlu. Asalkan aku tak terjatuh ke bawah sana, maka tidak menjadi masalah."
"Bagus!"
Xiao Wang lantas melihat barang yang ada di cincin ruang. Lalu mengeluarkan tiga buah pil yang memancarkan aura merah panas. Begitu kuat dan mengintimidasi aura tersebut, Xiao Wang yakin pil ini tidak bisa ditemukan di belahan dunia manapun.
Setelahnya dia menyimpan dua diantaranya. Sementara yang satunya akan dia telan.
Memasukkan pil tersebut ke dalam mulutnya. Lima detik setelahnya, Xiao Wang merasakan organ tubuhnya yang terbakar dari dalam.
Energi itu semakin menjadi-jadi. Lonjakan Kekuatan yang luar biasa, melepaskan aura merah dari tubuh Xiao Wang.
Xiao Wang sendiri tidak tinggal diam, dia berusaha menundukkan energi tersebut.
***
Dalam empat hari, Xiao Wang bisa menyelesaikannya latihannya. Kini kultivasi lelaki itu telah berada di ranah Raja tahap 1. Xiao Wang kembali ke dunia nyata saat mendengar namanya di panggil oleh Chen Xue.
Ya, pertandingan babak final akan segera dimulai. Sebelumnya Chen Xue sudah memberikan kata pengantar panjang lebar. Sekitar lima sampai sepuluh menit wanita itu berbicara. Setelah itu pertandingan final resmi dimulai.
Sebelum pertandingan mencari juara satu dan dua, Chen Xue terlebih dahulu mempersilahkan Pan Ye Lin dan Bing Xue Li untuk bertarung memperebutkan juara tiga.
Melalui pertarungan sengit selama dua jam, pertarungan berakhir dan Bing Xue Li keluar sebagai pemenang.
Dan kini Chen Xue memanggil nama Xiao Wang dan Song Cai untuk memulai pertarungan di babak Final.
Namun yang menjadi masalahnya adalah Xiao Wang belum juga muncul setelah dua kali panggilan. Sedangkan Song Cai telah bersiap dari tadi.
Sejenak, semua perhatian tertuju pada seorang lelaki yang tengah tertidur di bangku peserta khusus. Sebagian besar dari mereka juga meneriaki nama Xiao Wang, tapi tak ada tanggapan dari anak itu. Dia tetap tertidur, seolah-olah tanpa beban. Hingga memancing emosi dan membuat perkataan tidak sedap di dengar keluar dari mulut mereka.
Xiao Wang sendiri bukannya tidak mendengar itu semua, namun dia mengacuhkannya. Dia telah terbiasa dengan perkataan yang buruk-buruk itu setelah beberapa hari yang lalu.
Jiwa yang telah kembali ke tubuh aslinya, Xiao wang dengan santai melompat ke panggung. Lalu dia mengatakan, "Mari mulai..."
Tentu saja tingkahnya itu membuat Chen Xue menatapnya dengan sebelah alis terangkat.
"Baiklah ... peraturan yang sama dengan babak sebelumnya. Dua peserta bersiap, pertarungan di mulai!" kata Che Xue mempersilahkan Xiao Wang dan Song Cai untuk memulai pertarungan.
Tanpa menunggu lama, Xiao Wang menyerang Song Cai, dan disambut oleh lelaki itu. Pertarungan adu tangan kosong langsung terjadi saat itu juga. Kecepatan yang semakin meningkat itu, hingga dalam beberapa detik saja keduanya telah melangsungkan puluhan serangan.
Sama-sama melangsungkan tapak, kedua orang itu dibuat terdorong mundur. Saling berpandangan sejenak, Xiao Wang dan Song Cai lantas kembali melesat dan bertemu di titik tengah.
Kedua orang itu saling serang menepis, dengan kecepatan yang semakin sulit untuk diikuti oleh Kultivator ranah Ahli tahap 5 kebawah.
Baik Xiao Wang maupun Song Cai menggunakan kecepatan di atas ranah Ahli tahap 5. Ini memberitahu semua yang ada di sana akan sampai dimana kekuatan asli dari dua orang itu. Ya, meskipun belum jelas, namun mereka sudah bisa menebak bahwa kedua orang ini, baik Xiao Wang maupun Song Cai sama-sama memiliki kultivasi di atas ranah ahli tahap 5.
Tentunya hal itu kembali menimbulkan kesan terhadap orang-orang yang menonton. Pasalnya standar jenius Kekaisaran Han rata-rata berada di ranah Ahli tahap 2 sampai 4. Namun kedua orang ini bahkan telah menggunakan kekuatan di atas ranah Ahli tahap 5.
Bukk..
Whush...
Whush...
Baamm...
Bukk...
Baik Xiao Wang maupun Song Cai sama-sama terus menaikkan kecepatan tarung mereka. Hingga kedua orang itu kini telah berada di luar kemampuan seorang Kultivator ranah Ahli tahap 6. Namun akan terus meningkat, membuat orang-orang yang hadir menyaksikan itu semakin membulatkan mata, tak ingin ketinggalan satu momen pun.
Terhitung sudah dua jam mereka terus beradu serangan kosong. Pergerakan keduanya pun telah berhasil menyita perhatian hingga sekarang. Saling unjuk kekuatan, tak ada yang mengalah dan masing-masing menunjukkan kebolehan mereka.
Baamm...
Kedua orang itu sama-sama mengambil jarak. Song Cai mengeluarkan sebuah pedang dari ruang hampa. Semula terbentuk dari energi gelap yang berbaur dengan energi merah darah, lalu membentuk pedang dengan corak aneh. Pedang tersebut sendiri merupakan senjata tingkat Bumi kelas 3, dengan aura yang terpancar darinya begitu mengerikan.
Melihat lawan telah menggunakan pedang, maka Xiao Wang juga segera mengeluarkan pedang Api Matahari dari cincin ruang. Tentunya melihat pedang tersebut sekali lagi digunakan oleh Xiao Wang, tatapan orang-orang terhadap Xiao Wang semakin bernafsu. Beberapa diantaranya bahkan sampai menjilati lidah melihat pedang itu.
Xiao Wang mengusap bilah pedang dengan menggunakan jari telunjuk serta jari tengah. Setelah itu pedang tersebut mengobarkan api ganas.
"Iblis Api!"
__ADS_1
Xiao Wang melibaskan pedang, memotong udara. Melepaskan energi api yang menyala melesat ke arah Song Cai.
Menanggapi serangan api tersebut, Song Cai bersiap, berniat akan menebasnya kala api tersebut sampai kepadanya. Namun dia mengernyitkan alis saat mendapati api tersebut menghilang begitu saja.
Sejenak, Song Cai merasakan ancaman datang dari arah tak terduga, sontak saja dia melompat menghindar.
Baamm...
Benar saja, terjadi ledakan energi api dari tempat dimana Song Cai berdiri tadi.
"Huh, trik basi!" cibir Song Cai.
Xiao Wang memasang sunggingan sinis, membalas cibiran itu. Lalu melesat dengan kecepatan diluar nalar. Pedang api itu dia libas tajam, meninggalkan jejak bayang merah jingga.
Sringgg...
Song Cai menghalau dengan menggunakan pedangnya. Lalu membalas dengan tebasan tajam pula.
Tring...
Trang...
Tring...
Dua pedang beradu cepat, hingga suara itu tidak berhenti terdengar dan mendengking setiap saat. Percikan bunga api juga tidak berhenti terlihat, mengiringi setiap jalan tarung keduanya.
Xiao Wang dan Song Cai telah berada di puncak pertarungan. Keduanya menggunakan skill masing-masing untuk melumpuhkan lawan, bertarung dengan kekuatan di ranah Ahli tahap 8. Ini sudah berada di luar perhitungan sebelumnya.
Xiao Wang dan Song Cai sama-sama mengambil jarak.
"Cakram Api..."
Xiao Wang menciptakan lima buah cakram api. Berputar cepat dangan kobaran api menyala dengan ganas, cakram berputar dengan cepat menambah nyala api tersebut.
Xiao Wang lantas mengendalikan cakram api ke arah Song Cai.
Sringg...
Sringg...
Sringg...
Cakram api bergerak cepat, mengejar Song Cai di berbagai sisi. Menyerang ganas, namun Song Cai juga tidak tinggal diam dengan menepis setiap cakram yang datang. Tak membiarkan Xiao Wang berhasil menyentuhnya melalui cakram tersebut.
Pedang berputar cepat, membentuk baling-baling yang melindungi Song Cai di berbagai sisi, entah bagaimana cara dia mengendalikan pedang tersebut.
Melihat hal itu, Xiao Wang juga tidak tinggal diam. Kedua tangannya bermain, mengendalikan lima cakram tersebut dari jauh. Dia juga semakin mempercepat laju cakram, hingga menghantam pedang itu dengan keras.
Sringg...
Satu cakram api, berhasil membuat pergerakan putaran pedang melambat. Xiao Wang memasang senyum sesaat sebelum memanfaatkan momen tersebut dengan mengendalikan empat buah cakram lainnya secara bersamaan.
Sringgg....
Sringgg...
Tiga buah cakram berhasil menyentuh tubuhnya, sementara pedang Song Cai hanya bisa menepis dua diantara empat buah cakram tersebut.
Goresan luka tercipta dalam. Song Cai segera bergerak mundur. "Sialan!!" umpatnya. Namun lima buah cakram Xiao Wang tampaknya tidak ingin melepaskannya begitu saja.
Terbang tinggi di satu tujuan, lalu menyatu menjadi satu buah Cakram besar. Hawa panas yang di pancarkan oleh cakram tersebut mampu mengundang awan berkumpul di atas sana. Sehingga cuaca yang semula cerah kini berubah mendung.
Whush....
Tak tinggal diam, Song Cai menggunakan kekuatannya untuk membentuk perisai energi gelap di atasnya. Energi hitam berkumpul menjadi perisai cembung yang juga mengeluarkan aura luar biasa besarnya.
Sringgg...
Dengkingan panjang terjadi, menciptakan percikan bunga api yang sangat besar nan banyak oleh peraduan cakram Xiao Wang serta perisai energi gelap milik Song Cai.
Duaarrr....
Ledakan besar segera terjadi. Bermula dari energi yang berkumpul menjadi satu, lalu menyebar luas hingga membentuk lingkaran energi panas yang menyebar, memenuhi seluruh aula. Begitu juga dengan angin kencang, membawa hawa tertentu. Mereka yang merasakan energi tersebut sendiri segera menghalau penglihatan mereka.
Xiao Wang lantas menciptakan perisai energi untuk menghalau dampak dari ledakan itu. Begitupun juga dengan Song Cai.
Namun, posisi Song Cai di sini tidak diuntungkan. Pasalnya energi yang dia lepaskan untuk menghalau cakram api tadi tidak bisa menahan semua dampak serangan itu, hingga sebagian kekuatannya berhasil lolos dan mengenai Song Cai.
Lelaki itu saat ini dalam keadaan telungkup, pakaian yang telah robek, dengan wajah yang sebagian hangus.
"Uhuk... uhuk..." Song Cai terbatuk.
Berusaha kembali bangkit. "A–aku ti–tidak bisa kalah begitu saja darinya."
Whush...
Aura gelap tiba-tiba saja tercipta, berputar-putar di atas tubuhnya dan berakhir dengan meliputi Song Cai. Terangkat di udara, bersamaan dengan itu menyebarkan aura ngeri. Kekuatan Song Cai juga meningkat.
Tak membiarkan Song Cai selesai dengan aksinya, Xiao Wang segera mengeluarkan jurus untuk menghentikan lelaki itu.
"Amukan Badai Api..."
Whush...
Duarr...
Ledakan untuk kesekian kalinya terjadi. Kabut hitam menyebar sesaat sebelum terkumpul kembali menjadi satu. Song Cai baik-baik saja.
"Hahaha.. Terlambat," ucap Song Cai dengan suara menggema. Tampilan lelaki itupun telah berubah, dimana terdapat tanduk tumpul di kepalanya. Pupil mata yang berubah merah darah serta taring tumbuh di dua sisi giginya.
"I–itu adalah teknik terlarang kelompok Naga Merah... Jangan-jangan sekte Tengkorak Iblis telah bergabung dengan mereka!" Sontak saja seorang penonton yang melihat itu segera berteriak lantang. Menghebohkan yang lain, dan dalam waktu singkat orang ramai mulai membicarakan masalah itu.
Sementara itu, Xiao Wang menanggapi Song Cai dengan memasang wajah dingin.
"Ini telah dimulai!" berkata dengan dingin pula lalu menatap ke arah Song Cai di udara.
Whush....
Energi gelap datang ke arah Xiao Wang berbentuk bola energi. Bukan hanya satu melainkan dua buah.
Baamm..
Baamm.
Berhasil menghindarinya, tapi itu tidak berakhir begitu saja. Kembali bola energi gelap datang lagi. Namun ini ada beberapa sekaligus menghujani Xiao Wang.
__ADS_1
Dengan bergerak sangat gesit, Xiao Wang melompat ke arah Song Cai. Hujan bola energi gelap itu dia hindari namun juga akan menepis dengan pedang di tangannya. Hingga Xiao Wang berhasil mencapai Song Cai, dia lantas melepaskan tebasan keras.
Dinggg...
Ibarat bentrokan dua besi terdengar kala tebasan itu menghantam gelang besi yang saat itu Song Cai gunakan untuk menepis. Song Cai terdorong mundur, sementara Xiao Wang setelah melepaskan itu segera melesat dan mendarat di tanah.
"Nak, jangan paksakan dirimu. Dengan kekuatan mu saat itu, kau belum bisa untuk berada di udara terlalu lama." Xiao Long berucap dalam kepala Xiao Wang.
"Umm, aku mengerti!"
Tak lama setelah Xiao Wang mengatakan itu, mendadak air membunuh pekat menyebar dalam hitungan detik. Itu bukan berasal dari tubuh Song Cai, melainkan dari arah lain.
"SERANGAN DATANG... SEMUANYA ANGKAT SENJATA DAN BERPERANG—!" Seseorang berteriak lantang. Memperingati yang lain untuk bersiap dengan yang akan terjadi. Dia mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk melompat, sayangnya belum juga aksinya itu terlaksana terlebih dahulu kepalanya terjatuh. Darah memuncrat deras dari tubuh tanpa kepala itu. Sedangkan kepala menggelinding di bangku dengan mata yang masih ternganga lebar.
Mereka yang semula menyamar dan berbaur dengan para penonton itu segera mengeluarkan pedang dan menyerang yang lain. Begitu juga dengan kultivator lain ataupun yang ahli dalam beladiri akan melawan orang-orang itu.
Dalam hitungan menit pertarungan di bangku penonton telah tercipta. Dentingan-dentingan pedang beserta teriakan menyayat hati terdengar menghiasi jalannya kekacauan itu.
Xiao Wang menyaksikan itu semua dengan nyata. Apa yang ia duga telah benar-benar terjadi. Para prajurit kekaisaran langsung turun dan mengamankan kekacauan yang terjadi di bangku penonton itu. Begitupun juga dengan tamu-tamu khusus segera turun untuk membantu. Namun bagi aliran hitam, mereka justru bergabung dengan orang-orang yang memberontak.
Sedangkan Xiao Wang belum mengambil tindakan. Sejenak dia menyaksikan kekacauan itu, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Song Cai.
"Sepertinya aku harus mengurusi Song Cai terlebih dahulu baru setelahnya beralih membantu Kekaisaran." Bergumam pelan lalu mengambil sikap ancang-ancang, bersiap untuk kembali bertarung.
"Nak, kau harus segera menyelesaikan masalahmu dengan anak Iblis itu. Tidak lama lagi akan ada bantuan dari aliran hitam yang datang. Dan mereka banyak diantara mereka yang memiliki kultivasi Ranah Raja."
Menimbang perkataan itu, Xiao Wang mengangguk. "Sepertinya tidak akan ada lagi yang perlu di tahan."
Xiao Wang menghilang dari tempatnya. Lalu muncul kembali dalam sepersekian detik di hadapan Song Cai. Tubuhnya mengeluarkan tekanan listrik yang menyala-nyala.
Bahkan jika sebelumnya dia memancarkan aura panas saja, kini aura tersebut bertambah ganas dan penuh akan tekanan listrik.
Song Cai yang melihat perubahan elemen oleh Xiao Wang sedikit tersentak.
"Kau juga menguasai elemen petir?" ucapnya tak percaya.
"Ya, tapi kau sudah terlambat untuk menyadarinya!" Xiao Wang membalikkan perkataan Song Cai tadi.
Tekanan petir yang ada di tubuh Xiao Wang semakin bertambah kuat. Lalu melepaskan benang listrik menyala dan bercabang.
"Petir Air Mata Dewa..."
Xiao Wang mengarahkan pedang menghadap langit. Setelahnya pedang itu menerima petir yang dimuntahkan oleh langit. Setelah terkumpul, lantas dia maju dengan pedang petir yang siap Xiao Wang hunjamkan ke arah Song Cai.
Menanggapi akan hal itu, Song Cai juga menyiapkan kekuatan gelap untuk melawan Xiao Wang.
Whush...
Duarr....
Meskipun energi gelap yang di lepaskan oleh Song Cai tadi terbilang kuat, namun tetap tidak bisa menghalangi laju lesat Xiao Wang.
Slash...
Crisstt..
Duarr....
Pedang Xiao Wang berhasil menusuk bagian perut Song Cai hingga menembus tubuhnya. Tidak hanya itu, dari bekas tusukan tadi muncul energi listrik yang menjalar disertai dengan rentetan ledakan langsung di tubuh Song Cai.
Tak berdaya, tubuhnya yang semula melayang itu, terjatuh begitu saja. Pun kekuatan gelap tadi juga menghilang begitu saja.
Bukk...
Menghantam keras lantai arena. Song Cai masih mempertahankan kesadarannya. Nyawanya yang di ujung tanduk, dia berusaha meminta pertolongan tapi tidak ada yang datang menolongnya.
Saat itulah muncul Xiao Wang di hadapannya. Energi petir pun masih terlihat keluar timbul lenyap di tubuh lelaki itu.
Melihat kehadiran Xiao Wang, refleks Song Cai berusaha untuk bergerak mundur.
"To–tolong jangan lagi... Aku mohon tolong aku!" Dia meminta belas kasih Xiao Wang.
"Maafkan aku, Saudara Cai. Tapi orang seperti kamu ini jika dibiarkan akan memberikan dampak buruk terhadap banyak orang. Apalagi dengan teknik yang kau gunakan tadi. Aku bisa merasakan aura kematian dalam tubuh mu sangat pekat, menandakan telah banyak korban jiwa yang kau bunuh. Takutnya jika dibiarkan, akan malah semakin menimbulkan banyak korban lagi." Xiao Wang membalas perkataan Song Cai tadi.
"A–aku mohon. Tolong lepaskan aku. Aku menyesal ... Aku berjanji akan memperbaiki diri dan menumpas kejahatan setelah ini asalkan kau mau melepaskan aku!" Song Cai memohon dengan raut wajah dibuat tulus.
Xiao Wang terduga sejenak. Melihat ketulusan hati Song Cai, dia pun lantas menganggukkan kepalanya.
"Baiklah..."
Mendengar itu, Song Cai begitu senang. Lalu bangkit dengan kondisi sempoyongan. Tubuhnya yang masih belum sembuh dari luka, sehingga dia nyaris tak bisa menyeimbangkan tubuhnya.
"Terima kasih, Saudara Xiao... Kau memabg sangat baik!" Song Cai lantas memeluk sebelah kaki Xiao Wang.
Momen yang pas. "Hahaha... Kau sangat bodoh, Xiao Wang. Bahkan begitu mudah aku menipumu!" batin Song Cai yang memiliki niat buruk terhadap Xiao Wang.
Lantas mengeluarkan belati kecil beracun dari balik celananya. Song Cai tanpa pikir panjang langsung mengarahkan cepat belati itu, berniat menusuk kaki Xiao Wang.
Sringgg...
Sayangnya belati itu justru menghantam benda keras. Song Cai membulatkan mata dengan sempurna.
"Kau pikir aku ini bodoh dengan memercayai orang sepertimu. Cih, kau salah besar... Sebenarnya boleh saja aku melepaskan mu, asalkan salah satu dari tubuhmu harus terlepas juga!" ucap xiao wajah.
Memang sebelumnya, Xiao Wang sudah menduga akan hal ini. Sehingga dia membiarkan Song Cai seolah-olah dirinya yang tertipu oleh lelaki itu.
Mengetahui niat buruk Song Cai dalam memeluk kakinya tadi, Xiao Wang segera mengantisipasi dengan melapisi bagian bawah kakinya dengan unsur elemen batu.
"Ka–kau juga menguasai unsur elemen batu?" Song Cai kembali dibuat tak percaya.
"Tentu saja..."
Setelahnya Xiao Wang lantas melepaskan energi petir dan menyetrum Song Cai. Lelaki itu bergetar hebat, Xiao Wang menambah tegangan petir itu, hingga membuat Song Cai tak berdaya.
Setelah beberapa saat, dia menghentikan aksinya. Melihat Song Cai dalam keadaan sekarat. Yakin jika tidak ada yang menolongnya dalam waktu cepat, maka lelaki itu hanya akan tinggal nama.
"Nak, orang-orang itu sudah berada di sini. Segera habisi anak itu, sebelum mereka datang menyelamatkannya!" ujar Xiao Long.
"Hmm, sepertinya tidak perlu. Dia masih terlalu dini untuk mati sekarang. Namun sebagai ganjaran dari banyak nyawa tak bersalah yang dia bunuh, maka aku akan menghilangkan kultivasinya. Diharapakan dengan ini, dia akan menjadi lebih baik baik kedepannya!"
Setelah mengatakan itu, Xiao Wang tanpa pikir panjang memberikan energi untuk sedikit Memulihkan kondisi Song Cai, dengan tujuan Lelaki itu tidak tewas saat proses penghancuran kultivasi. Baru setelah itu dia memulainya.
Selesai menghancurkan kultivasi Song Cai, Xiao Wang beralih mengambil cincin ruang Song Cai.
"Aku akan memeriksanya nanti."
__ADS_1
Whush....
Aura gelap menyebar dalam waktu singkat. Memenuhi seluruh aula, hingga pertempuran yang semula telah pecah itu, kini harus terhenti sesaat.