
Delapan orang Kultivator ranah Langit saat ini telah terjebak di alam ilusi Xiao Wang. Tentu saja melihat mereka kewalahan dalam menghadapi masing-masing dua bayangan mereka, memberikan kepuasan tersendiri bagi Xiao Wang.
Mengetahui bagaimana perlakuan mereka terhadap Xiao Yin, serta cara mereka dalam menjadikan guru serta dua rekannya bertarung melawan Qu Zheng, tentu saja dia tidak terima dan akan membalasnya.
Garis wajah delapan Kultivator Ranah Langit kian memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Dua bayangan yang menyerang semakin ganas saja. Bahkan nyaris tak memberi kesempatan bagi mereka untuk mengambil nafas dan berhenti sejenak.
Dalam hitungan detik, mereka dibuat tersungkur oleh dua bayangan mereka sendiri. Namun kembali dipaksa untuk berdiri dan melawan, sebab berhenti sebentar saja akan langsung mendapatkan tusukan dari dua bayangan mereka yang langsung memberi kemungkinan kematian bagi mereka.
Ini telah berlangsung selama beberapa jam. Tentu saja semakin banyak jam yang mereka habiskan, semakin memburuk pula kondisi mereka. Ibarat kertas kusut yang sudah terendam dalam air dan menjadi bubur kertas yang hancur, mereka telah kehilangan ketenangannya.
Sringg...
Whush...
Salah seorang dari kultivator tersebut dibuat terlempar jauh oleh bayangannya sendiri. Dia mengumpat keras, namun di sisi lain dirinya juga berlega hati saat dua bayangan–nya tidak lagi datang menyerang. Setelah sebelumnya dibuat bertarung tanpa henti.
"Anak sialan ini! Setelah beberapa saat akhirnya aku memiliki ruang untuk mengambil nafas!" gumamnya sembari mengumpati Xiao Wang.
"Paman, ini belumlah selesai."
Xiao Wang tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Senyum lelaki itu terukir miring di salah satu sudut bibirnya. Menatap remeh sekaligus memberikan kesan ejekan terhadap Kultivator ranah Langit tersebut.
"Sialan kau! Tarik kembali Ilusi kotor ini. Atau aku akan membunuhmu!" ucapnya dengan intonasi marah. Tapi apa yang dia dapatkan dari Xiao Wang hanyalah tatapan remeh dengan senyum yang semakin terkesan memberikan ejekan lebih.
Tentu saja semakin membuatnya tersinggung, lantas menarik senjata dan menyerang Xiao Wang secara gencar-gencaran.
__ADS_1
Xiao Wang menghindar, namun saat terkena tebasan senjata dari kultivator ranah Langit tersebut, tubuhnya malah tembus.
Ya, ini bukanlah Xiao Wang, melainkan ilusi. Sedangkan dua bayangan Kultivator itu yang semula menyerang sudah tidak terlihat lagi.
Apa yang dirasakan oleh lelaki tersebut nyatanya juga dirasakan oleh tujuh orang rekannya.
Bayangan mereka telah menghilang, berganti dengan bayangan Xiao Wang. Karena kekesalan mereka terhadap anak itu telah memasuki tahapan tertentu, maka mereka berusaha mengejar Xiao Wang untuk membunuhnya. Sayangnya apa yang mereka kejar tidak lebih hanyalah sebuah ilusi kosong.
Xiao Wang menghilang dan muncul kembali. Bayangan–nya pun tidak hanya satu melainkan ada banyak dimata delapan Kultivator ranah Langit tersebut. Hal ini sendiri tergantung pada seberapa besar kebencian mereka terhadap Xiao Wang.
Bayangan-bayangan Xiao Wang yang bermunculan itu adalah obsesi mereka sendiri. Namun semakin lama obsesi itu semakin membesar pula, bahkan kebencian terhadap Xiao Wang juga semakin meningkat. Merasa di permainkan oleh seorang anak kecil, dan kekuatan mereka di remehkan mentah-mentah oleh Xiao Wang.
Semakin lama, mereka semakin dibuat capek sendiri. Sadar dan tidak, ada satu kekuatan tersembunyi yang perlahan menarik energi mereka. Itu membuat mereka cepat merasa kelelahan.
Bayangan-bayangan Xiao Wang yang sedari tadi menggangu dan hampir membuat mereka gila itu kini telah menghilang sepenuhnya. Namun tak lama setelahnya, muncul kembali kaca di hadapan mereka.
Bayangan delapan orang Kultivator ranah Langit yang terpantul dalam kaca tampaknya semakin terasa berbeda pula.
Wajah yang hancur dengan darah yang bercucuran deras di sela lubang yang ada di kepalanya. Tentu saja melihat itu membuat delapan Kultivator ranah Langit begitu kaget. Cepat-cepat memegangi wajah mereka untuk memastikan kebenarannya.
Sejenak bernafas lega saat merasakan bahwa wajah mereka masih normal. Tapi mengapa di cermin itu terasa sangat hancur?
Benar, perasaan buruk kembali menghantui kala itu. Terang saja, banyak di cermin kembali menyunggingkan seringai ngeri dari wajah yang hancur itu.
Keluar dari cermin, ekspresi dari delapan Kultivator semakin dibuat kusut tatkala kekuatan dari bayangan yang keluar dalam cermin itu memiliki puluhan kali lipat dari kekuatan mereka saat ini.
__ADS_1
Bagaimanapun kalau tidak akan mati, berarti akan ada keajaiban yang menarik jiwa mereka untuk tetap selamat.
Tapi keajaiban itu juga seperti enggan untuk datang dan menyelamatkan mereka.
Delapan bayangan berdiri tepat di hadapan mereka. Menyiksa delapan Kultivator dengan siksaan yang teramat sangat menyakitkan. Hingga membuat mereka semua menemukan titik sesal atas apa yang telah mereka perbuat terhadap Xiao Wang.
Mengemis untuk diselamatkan, sayangannya itu tidak ada respons dari Xiao Wang.
"Tolonglah Tuan... Aku janji akan memperbaiki ini semua. Berjalan di pihak kebenaran dan memberantas kejahatan. Tolong beri aku kesempatan!" Saah seorang dari mereka memohon dengan berderai air mata. Entah itu karena takut mati, atau justru tidak tahan dengan siksaan yang didapatkan dari bayangan mereka ini.
"Bukankah kau sendri orang jahat yang perlu di berantas? Lantas, siapa lagi yang perlu kau berantas?" ucapan Xiao Wang membuat ekspresi dari orang yang memohon itu berubah.
Benarkah tidak ada jalan lain untuk keluar?
Wajah hancur dari bayangan mereka kini telah berganti menjadi sosok iblis berukuran besar dan lebih menyeramkan dari ketakutan yang mereka rasakan.
Perlahan mendekat, hingga membuat delapan orang itu refleks bergerak mundur.
"Hehehe... kita mendapat mangsa bagus hari ini. Delapan orang juga tidak buruk. Jiwa mereka bisa kita jual di pasar jiwa nantinya!"
Mendengar perkataan dari salah satu iblis, entah mengapa salah seorang diantara mereka merasa tersinggung. Dia seperti pernah mengatakan perkataan itu.
Delapan wujud Iblis telah menunjukkan suatu pergerakan. Tidak sama seperti bayang-bayang sebelumnya, kali ini mereka bergerak lebih gencar dan tanpa memberi jeda.
Menyiksa sejenak lalu langsung mengakhiri hidup mereka.
__ADS_1