
Xiao Wang memberikan tangannya pada Xiao Die, lalu laki-laki tua itu memeriksanya.
Tampak alis Xiao Die berkerut, saat masih dalam proses pemeriksaan tersebut.
"Apa yang kau lihat? Apakah ada yang aneh?" Xiao Tang lantas bertanya, penasaran dengan kondisi Xiao Wang.
"Hmm, aku melihat adanya aliran energi Qi dalam tubuhnya, tapi tidak terlalu besar. Setara dengan kultivator ranah Awal tahap 1. Tapi, kekuatan fisik yang dia punya lebih besar dari itu. Mungkin bisa menyaingi Kultivator ranah Lanjutan tahap 7 ke bawah!" ucap Xiao Die menjelaskan.
Mendengar itu, Xiao Tang tidak bisa untuk tidak terkejut.
"Bagaimana mungkin kekuatan fisik yang begitu besar sementara energi Qi hanya sedikit sekali dia miliki?!"
"Hmm, ini merupakan kasus langka, namun bisa saja terjadi. Di dunia ini, ada banyak orang yang lahir dengan tidak normal. Dalam kata lain, mereka memiliki kelebihan khusus.
"Contohnya adalah tubuh Phoenix Es yang dimiliki oleh cucu patriark sekte Lotus Es. Dan Tubuh Naga Batu yang dimiliki oleh putra Tetua Sekte Tombak Ilahi. Dan sekarang klan kita memiliki seorang yang memiliki tubuh Khusus juga, yaitu Xiao Wang. Dengan begini, klan kita akan selangkah lebih maju dibanding dengan empat klan besar lainnya!" Panjang lebar Xiao Die menjelaskan.
Xiao Tang mengangguk. Lalu dia menyunggingkan senyum sumringah di bibirnya. "Kau benar. Aku yakin klan kita akan menjadi klan nomor satu diantara lima klan besar yang ada di kekaisaran Han dengan adanya Xiao Wang.
"Umm... Bibit seperti Xiao Wang ini tidak bisa kita sia-siakan!" Jawab Xiao Die.
Di sisi lain, respons yang di tunjukkan oleh Xiao Wang terhadap pembicara kedua orang tua itu malah berbanding terbalik dengan apa yang di rasakan oleh dua penatua itu. Dimana jika Xiao Tang dan Xiao Die merasa senang menemukan bibit unggul, maka Xiao Wang justru merasa risih dengan itu.
__ADS_1
Lantas dia berucap dalam hati, "Cih, kemana saja kalian saat aku di kucilkan dulu. Menganggap ku sebagai sampah klan sekaligus aib klan. Pun juga dengan bibit busuk. Dan sekarang kalian malah memuji-muji aku seolah-olah menemukan batu berharga. Beranggapan menemukan bibit berkualitas yang tidak bisa untuk di sia-siakan! Cih... benar-benar lucu!"
"Xiao Wang, apakah kau mau menjadi murid pribadi ku?" tanya Xiao Tang. Menawarkan diri untuk menjadi guru Xiao Wang secara khusus.
Di sisi lain, Xiao Wang tidak langsung menjawab. "Bahkan dahulu kau sangat enggan untuk melihat ku!" batin Xiao Wang.
"Terima kasih, Penatua. Tapi aku tidak bisa. Bukannya bermaksud merendahkan penatua ke tujuh, tapi aku sudah memiliki guru ku. Yaitu Penatua Xiao Feng."
Xiao Tang mengernyit. Bahkan banyak anggota klan Xiao yang mau menjadi murid Penatua ketujuh itu, tapi Xiao Wang justru menolak.
"Baiklah, Nak. Aku juga tidak akan memaksamu!"
Setelah beberapa saat, Xiao Wang akhirnya pergi dari sana setelah berpamitan.
"Nak, kau ternyata sangatlah kasihan dulunya. Jika aku menjadi kamu, aku mungkin akan langsung meninggalkan mereka. Buat apa menjadi bibit unggul Klan yang dahulunya menjadikan kau bibit busuk." Xiao Long berkata dalam kepala Xiao Wang.
"Aku tidak bisa meninggalkan Klan Xiao begitu saja. Ayah ku dulu adalah seorang kepala klan Xiao ini. Namun karena dia menghilang beberapa tahun lalu, maka posisinya di gantikan oleh penatua pertama."
"Hmm, jadi kau berniat mencari ayahmu?" tebak Xiao Long.
"Ya ... lebih tepatnya Ayah serta ibuku. Aku akan menggali informasi dari anggota klan Xiao terkait dengan menghilangnya mereka. Aku yakin beberapa diantara mereka mengetahui akan hal ini."
__ADS_1
"Hmm, bagus."
"Ya, Selan itu, Minggu depan akan diselenggarakan pertandingan Generasi Muda di kekaisaran Han ini. Aku yakin Penatua ketujuh dan penatua ke lima akan mengusulkan aku sebagai salah satu perwakilan klan Xiao. Dan sebelum pertandingan itu di mulai, aku harus mendapatkan informasi terkait dengan menghilangnya ayah dan ibu!"
Selang beberapa saat, Xiao Wang sampai di kediaman Xiao Feng. Di sana dia bisa melihat Xiao Yin dan Xiao Ming yang tegah berlatih adu pedang. Tapi kedua orang itu lantas menghentikan aktivitas mereka saat melihat kedatangan Xiao Wang.
"Eh saudari Wang!" Xiao Ming serta Xiao Yin menghampiri Xiao Wang.
"Saudara Ming ... Saudara Yin, apakah guru sudah kembali dari menjalankan misi?" tanya Xiao Wang.
"Ya, guru ada di dalam. Mari masuk dan bertemu dengannya!" ajak Xiao Ming.
"Umm!"
Mereka memasuki bangunan yang terbilang kecil untuk seukuran rumah para penatua klan Xiao pada umumnya. Memang kondisi perekonomian Xiao Feng terbilang buruk. Klan Xiao kurang memberikan kontribusi pada lelaki itu, terlepas dari statusnya sebagai penatua klan.
Ya, klan seolah memandang sebelah mata Xiao Feng ini. Bahkan Sumberdaya yang di dapat Xiao Feng hampir sama dengan jenius klan Xiao yang berada di urutan sepuluh besar. Sementara penatua urutan ke 19 sampai sepuluh bisa di bilang sedikit lebih banyak dari jenius klan Xiao di urutan Lima besar.
Memang kalau masalah Kultivasi, Xiao Feng ini termasuk yang paling lemah dari penatua yang lain.
Maka dari itu, Xiao Wang juga berinsiatif untuk mengubah nasib gurunya itu. Menjadikan Xiao Feng sebagai orang yang terpandang di klan Xiao.
__ADS_1