Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 178 ~ Qu Zheng Berhasil Melewati Kesengsaraan Petir


__ADS_3

Whush...


Mata tersebut mulai menyerap lima kali lipat lebih cepat dari sebelumnya. Seolah semua energi alam yang ada di wilayah itu akan diserap habis olehnya.


Baammm....


Terdengar ledakan teredam dari tubuh Qu Zheng. Pertanda bahwa lelaki itu telah berhasil melakukan penerobosan.


Langit mulai kembali menunjukkan fenomena aneh. Ini untuk ketiga kalinya terjadi. Tanda-tanda kemunculan petir kesengsaraan mulai timbul.


Xiao Wang menghentikan proses penyaluran energi Qi pada tubuh Qu Zheng.


"Berhati-hatilah!" ujar Xiao Wang sejenak pada Qu Zheng.


Menoleh ke arah lelaki itu, Qu Zheng membalas dengan anggukan kepala pelan sembari tersenyum kecil. Penuh akan keyakinan dari sorot matanya bahwa dia bisa melewati kesengsaraan petir itu.


Bagaimanapun ini yang dia tunggu-tunggu sejak beberapa hari terakhir.


Xiao Wang Kemudian beralih pergi dari sana. Di sisi lain, Qu Zheng terbang, dia berniat menerima sambaran petir itu dari udara. Tak ingin terlalu menimbulkan kerusakan di wilayah tersebut. Meskipun dia tahu bahwa dampak yang akan terjadi tetap akan mengenai tanah.


Alam yang semula lagi dan cerah berwarna biru itu kini mendadak gelap. Awan hitam berkumpul begitu tebal hingga menghalangi cahaya matahari untuk masuk menerpa dunia kala itu.

__ADS_1


Tak lama setelahnya langit menerang. Bukannya berwarna putih cerah melainkan terang oleh warna ungu yang datang tiba-tiba.


Jedeeerrr....


Terdengar suara Guntur yang begitu menggelegar. Bahkan getarannya menembus lapisan tanah ketujuh.


Makhluk dibuat tergetar dan merinding oleh bahanan tersebut. Seolah-olah dunia akan terbelah saja.


Duarr...


Ledakan terjadi pada tubuh Qu Zheng, Lelaki itu menerimanya dengan penuh akan keyakinan kuat bahwa ini bisa dilalui dengan mudah.


Meski sempat merasakan sakit di awal-awal, namun pada akhirnya dia berhasil melewatinya. Merasakan adanya perubahan cukup signifikan pada tubuhnya, Qu Zheng tersenyum senang.


"Apa-apaan ini? Mengapa yang datang malah petir ini?!" Wajah Qu Zheng sedikit memburuk. Namun Mala mengingat petir yang diterima Xiao Wang lebih ganas lagi, maka dia kemudian memasang wajah sumringah kembali.


"Jika kesengsaraan petir yang sangat ganas saja mampu di tahan oleh Saudara Wang, lantas mengapa aku tidak bisa menahan ini yang notabenenya tidak seberapa!?" gumam Qu Zheng. Di sisi lain dia merasa bangga dengan itu.


Selang beberapa saat kemudian, tampak tanda-tanda kemunculan kesengsaraan petir kedua telah terlihat. Qu Zheng bersiap, menguatkan seluruh otot-otot di tubuhnya, juga menciptakan perisai energi guna menghalangi sedikit efek siksaan yang akan diterimanya nanti. Meskipun dia yakin itu tidak akan terlalu berguna.


Jedeeerrr....

__ADS_1


Langit tiba-tiba saja mengirim Kesengsaraan Tiga Petir Raja. Ini memiliki aura yang lebih besar dari sebelumnya. Awan-awan hitam langsung dibuat terang oleh cahaya warna-warni. Cahaya tersebut semakin terang hingga tampak awan-awan tersebut mengeluarkan sinar yang terang. Padahal sinar terang tersebut berasal dari sebagian kecil cahaya dari Petir Tiga Raja.


Whush....


Petir Tiga Raja melewati awan-awan tersebut. Petir-petir yang mengandung tegangan sangat tinggi kini menampakkan diri. kehadirannya mampu membuat waktu seolah berhenti bergerak.


Qu Zheng yang terdiam di udara dengan penuh kesiapan dalam menyambut datangnya tiga Petir Raja itu malah tidak menyadarinya. Dirinya terlanjur terkena Sambaran keras tak terduga yang membuat seluruh tubuhnya mengejang dan menghancurkan semua kesiapan yang telah dia buat tadi.


Mencoba untuk bertahan dari siksaan luar biasa tersebut, tubuhnya seperti di asah dengan kasar dan dipaksa menerima tanpa bisa menolak ataupun menahan.


Berlangsung selama beberapa saat, akhirnya kesengsaraan petir Tiga Petir Raja telah berhasil dilewati oleh Qu Zheng.


Lelaki itu menghela napas panjang. Tampaknya dia sangat lega karena telah terbebas dari siksaan petir-petir tersebut. merasakan efeknya dimana tubuhnya terasa kosong namun penuh akan kekuatan.


Xiao Wang serta yang lainnya yang semua menjauh, kini berjalan mendekati Qu Zheng.


"Waahh, selamat, Saudara Zheng! Aku pikir aku tidak akan bisa melaluinya tadi, mengingat bagaimana ekspresi wajahmu saat di sambar tadi!" ujar Xiao Ming mengungkapkan perasaannya. Memang sebelumnya dia begitu tergetar saat kesengsaraan petir itu datang. Entah karena khawatir akan Qu Zheng tidak bisa melaluinya maupun tergetar karena kedatangan Kesengsaraan Tiga Petir Raja itu yang memang memiliki efek menggetarkan apa saja dalam radius jarak tertentu.


"Tentu saja aku akan bisa melaluinya. Bahkan saudara Wang yang memiliki berbagai macam kesengsaraan petir saja sudah mampu untuk menahan, bagaimana aku yang hanya dia macam saja tidak bisa?" cetus Qu Zheng.


"Selamat Saudara Zheng. Kau berhasil melalui petir tersebut dan Resmi menjadi kultivator ranah Alam Langit!" ujar Xiao Wang. Qu Zheng menanggapi itu dengan ucapan terima kasih.

__ADS_1


Rekan-rekan Xiao Wang telah mengucapkan selamat kepada Qu Zheng. Karena semuanya dirasa telah selesai, maka mereka memutuskan untuk kembali ke kediaman klan Xiao.


Alam yang semula masih dalam pengaruh fenomena aneh dan mengerikan, kini berangsur mulai membaik. Awan-awan yang semula masih memancarkan sinar warna-warni tadi saat ini telah menghilang, namun ada beberapa diantaranya yang masih bertahan. Hingga terpaan cahaya mentari pagi yang menyinari awan-awan itu membuat mereka semakin berkilau dan terlihat sangat indah.


__ADS_2