
Ratu Semut Penelan terdiam membisu, dia cukup kaget karena petir hijau ganas yang telah dia kumpulkan di tangannya tadi lenyap menjadi asap.
Tubuhnya seketika mati rasa, tak bisa untuk mengambil suatu gerakan pun. Tekanan yang merembes dari pusaran roh-roh ganas di hadapannya terasa begitu menekan, mengunci tubuh serta pikirannya.
Tornado Roh sedikit lagi akan mencapai tubuhnya. Cadar yang melindungi wajahnya telah terbang, dan pula hangus menjadi asap.
Whush….
Nyaris saja pusaran itu mencapai tubuhnya, namun tiba-tiba saja itu berhenti, menyebar dan menghilang menyatu dengan angin.
Ratu semut Penelan yang semula menutup kedua mata mulai ragu-ragu dengan keadaannya. Apakah dirinya memang benar-benar telah terkena tornado tersebut, tapi mengapa dia malah merasa baik-baik saja? Dia lantas membuka perlahan kedua matanya untuk mengetahuinya lebih pasti.
Ratu Semut Penelan begitu tersentak kala mendapati punggung seseorang, tornado Roh tersebut telah lenyap.
"Apakah kau baik-baik saja?" Xiao Wang bertanya, lalu dia membalikkan badan, menghadap Ratu Semut Penelan.
Tampak wanita itu yang tersipu namun dengan segera mengendalikan diri.
"Aku baik-baik saja!" ucapnya dengan intonasi datar.
"Baguslah…" Xiao Wang kemudian melompat dan segera pergi dari sana. Dia telah berjanji akan melakukan latih tanding dengan rekan-rekannya, jadinya dia tidak bisa untuk berlama-lama.
"Heh… lelaki sialan, mengapa kau meninggalkanku?" Ratu Semut Penelan mendengus kesal. Segera melompat, terbang cepat mengejar Xiao Wang. Tak butuh waktu lama baginya untuk menyetarai laju terbang Xiao Wang.
"Mengapa kau mencari ku?" tanya Xiao Wang tanpa menoleh wanita itu.
"Siapa yang mencarimu, aku hanya kebetulan lewat!" Ratu Semut Penelan menyangkal, namun intonasinya tidak sejalan dengan perkataannya. Jelas sekali kalau wanita itu tengah berbohong.
Xiao Wang menampilkan senyum kecil, dia lantas mempercepat laju terbang, meninggalkan Ratu Semut Penelan.
Merasa diabaikan, Ratu Semut Penelan semakin kesal.
"Sialan… beraninya kau mengabaikanku!" Dia mempercepat laju terbang hingga menyetarai kembali Xiao Wang.
"Mengapa kau meninggalkanku?" Bertanya dengan intonasi kesal.
"Katanya hanya lewat, tapi kenapa kau malah mengikutiku?" Xiao Wang bukannya menjawab dia malah balas bertanya.
__ADS_1
Ratu Semut Penelan seketika tergagu, tak tahu hendak mengatakan apa. Memang benar dia sebenarnya yang mencari Xiao Wang.
"Apa tujuanmu? Katakanlah!"
Xiao Wang tiba-tiba saja menghentikan terbangnya. Hal itu juga memicu Ratu Semut Penelan untuk ikut menghentikan laju terbang.
"Aku— tidak ada! Aku bosan berada di sarang semut Penelan. Makanya aku datang mencarimu."
"Hmm," Xiao Wang memicingkan mata. "Lalu bagaimana dengan pasukan semut Penelan milikmu? Apakah kau tidak akan khawatir mereka kacau tanpa pemimpin!"
"Tentu saja aku sudah memikirkan itu sebelumnya sebelum menemuimu!" ujar Ratu Semut Penelan mantap.
Sebelah alis Xiao Wang terangkat, aneh dengan sikap wanita ini. Tiba-tiba saja membenci, namun tiba-tiba saja wanita itu baik dan ingin mengikutinya. Padahal, jika dipikir-pikir, dahulu saja pernah diburu oleh wanita itu karena melakukan hubungan itu.
"Baiklah, terserah padamu!" Xiao Wang kembali terbang. Ratu Semut Penelan memasang wajah sumringah, dia juga kembali melesat mengikuti Xiao Wang dari belakang.
Keduanya telah sampai di markas kelompok Naga Langit. Xiao Wang mendarat, begitupun juga dengan Ratu Semut Penelan.
Berjalan beberapa langkah, tiba-tiba saja serangan energi mendatangi mereka dari jarak jauh.
Brussh…
Sengatan petir disertai dengan sambaran api panas datang di dua arah berbeda. Xiao Wang segera menggerakkan tubuh, merubah posisinya untuk menghindari dua serangan tersebut.
Masing-masing dari serangan itu melewati arah depan dan belakang Xiao Wang. Berhasil menghindar dengan mudah. Serangan selanjutnya kembali datang, kali ini Xiao Wang menepis serangan-serangan tersebut.
"Wah… wah… Setelah kembali dari pelatihan, sepertinya saudara Wang telah memiliki seseorang yang mengisi hatinya. Lihatlah, wanita itu sangat cantik." Xiao Ming muncul dan mendarat tepat di samping Xiao Wang. Dia malah menggoda lelaki itu.
Xiao Wang tidak merespons. Setelah itu muncul Qu Zheng, Xiao Fu, Xiao Mei, Xiao Yin dan Xiao Shan.
"Benar… tapi sepertinya aku pernah melihat wanita itu!" Xiao Fu memicingkan mata, dia mencoba untuk mengingat kembali masa-masa lampau, entah dimana dia pernah bertemu dengan wanita di samping Xiao Wang yang tidak lain adalah Ratu Semut Penelan.
"Tentu saja kau pernah melihatnya! Dia pernah berpartisipasi dalam pertempuran melawan kelompok Naga Merah pertama kali!" Xiao Mei mengangkat bicara, menjawab perkataan Xiao Fu. Berjalan beberapa langkah, lantas mendekati Ratu Semut Penelan.
"Mayi! Akhirnya kau datang juga. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan kepadamu. Kau menghilang cukup lama!"
Xiao Fu mengernyitkan kedua alisnya, begitupun juga dengan Xiao Ming. Pasalnya Xiao Mei berbicara seolah dia memang sangat akrab dengan Ratu Semut Penelan yang ternyata bernama Mayi.
__ADS_1
"Maafkan aku, Xiao Mei. Sekarang aku telah datang dan kau bisa bertanya sepuasmu!" Mayi menampilkan senyum kecil ke arah Xiao Mei.
"Aku juga ingin bertanya banyak hal kepadamu, Mayi!" Xiao Yin juga ikut maju dan mendekat.
"Hmm, baiklah! Sepertinya kalian berdua memang telah menyimpan pertanyaan itu, jauh-jauh hari sebelum hari ini…. Sebaiknya kita mencari tempat yang nyaman!"
Xiao Mei dan Xiao Yin menganggukkan kepala, membetulkan apa yang dikatakan Mayi.
"Mari ikut kami! Kami memiliki tempat yang bagus di markas ini! Kita bisa bercerita puas di sana!"
Mayi menengok ke arah Xiao Wang sejenak. Lelaki itu mengangguk samar, memberi kode kecil.
"Baiklah, mari!"
Tiga wanita itu segera pergi dari sana. Meninggalkan Xiao Ming dan Xiao Fu yang melongo. Pasalnya mereka tidak tahu kalau Xiao Yin serta Xiao Mei dahulu pernah sangat akrab dengan ratu Semut Penelan yang terbilang sangat dingin dan galak.
"Saudara Wang, sekarang kau sudah datang! Mari kita lanjutkan pertarungan yang tertunda." Qu Zheng mengeluarkan suara, memecah lengang yang tercipta beberapa saat.
"Um, baiklah! Mari kita mulai!"
Xiao Wang mengambil posisi, Xiao Ming, Xiao Fu, Xiao Fengserta Qu Zheng pun demikian. Masing-masing dari mereka mengelilingi Xiao Wang di empat arah berbeda.
Mereka telah berlatih hingga mencapai tingkatan tertentu. Dan sekarang mereka akan menunjukkan seberapa maju mereka dengan melawan Xiao Wang sendirian.
Xiao Ming serta tiga orang lainnya mengeluarkan aura masing-masing. Angin kencang tercipta di sekitar mereka, menciptakan arus energi yang menyebar luas, saling berbentrokan.
Xiao Wang sendiri belum mengambil suatu tindakan, hingga salah satu dari mereka benar-benar maju untuk menyerang.
Serangan datang dari arah depan, Xiao Wang menghindar ke samping. Nyatanya serangan depan itu hanyalah umpan bagi Xiao Wang, serangan sesungguhnya ada di samping tepat dimana Xiao Wang menghindar.
Baamm…
Dia tapak penuh energi bertemu, menciptakan dentuman keras disertai dengan gelombang kejut yang meluas. Xiao Wang serta Qu Zheng terdorong mundur beberapa langkah.
"Masih cukup kuat ternyata. Bahkan di situasi yang menguntungkan pun, tapakku ini masih kalah dengan dia," ujar Qu Zheng.
"Haha… sepertinya kau harus berusaha lebih keras lagi, Saudara Zheng!" Xiao Fu maju dan membuat serangan susulan.
__ADS_1
Mereka akan bekerja sama untuk melumpuhkan Xiao Wang.