Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 200 ~ Masalah di Ibukota


__ADS_3

Xiao Wang berhasil melancarkan serangan tepat mengenai lelaki tua yang tidak lain adalah Gung Ta. Membuatnya terpental cukup jauh ke arah tebing lain.


Di sisi lain, sosok asap hitam telah kembali masuk ke dalam tubuh Gung Ta. Bukan karena kehendaknya, melainkan ada kekuatan yang sangat kuat yang menarik paksa asap itu masuk kedalam tubuh lelaki tua itu.


Tepat setelah asap tersebut berhasil masuk ke dalam tubuh Gung Ta, tubuhnya mendadak meledak.


Pecahan energi tersebar beberapa saat. Tubuh lelaki tua itu menghilang tanpa jejak. Namun seberkas cahaya muncul menggantikan menghilangnya Gung Ta. Itu merupakan pecahan jiwa dari Gung Ta sendiri.


Jiwa itu menghampiri Xiao Wang.


"Terima kasih, karena kau telah mau membantu membunuhku!" ujarnya berterima kasih. Wajahnya tampak lebih cerah dibandingkan dengan sebelumnya.


"Sebenarnya apa yang tengah terjadi denganmu?" tanya Xiao Wang yang penasaran dengan masalah Gung Ta.


"Sebenarnya aku berasal dari sekte Bintang Timur. Sekte terbesar sekaligus terkuat di kekaisaran Tian. Mengenai asap hitam tadi, itu adalah sosok bagian kedua dari diriku. Dia memang sudah ada sejak aku remaja dan tinggal di dalam tubuhku. Namun keberadaannya seringkali menjadi percekcokan antara orang-orang di sekte maupun diluar sekte. Mereka memanfaatkannya demi kepentingan masing-masing. Sehingga aku harus kabur dari sekte.


"Akan tetapi sosok lain itu tidak ingin melepaskanku, dia berniat ingin menguasai penuh atas kendali tubuhku. Dan jika itu benar-benar terjadi, maka dengan sifatnya yang begitu buruk, aku sudah bisa menebak apa yang akan terjadi dengan kekaisaran Tian. Kekaisaran itu akan benar-benar kacau, bahkan kekacauan yang terjadi akan menyebar ke kekaisaran lain!" ujar jiwa Gung Ta..


Xiao Wang menganggaruk pelan rambutnya dengan ujung jari telunjuk. Dia sedikit tertegun kala mendengar cerita dari lelaki itu. Pasalnya kekaisaran Tian merupakan kekaisaran yang terbilang kuat. Bahkan lebih kuat dari kekaisaran Wei.


"Hmm, seperti itu ya…. Lalu bagaimana kau bisa berada di sini? Bukankah jarak antara kekaisaran Han dan kekaisaran Tian sangat jauh!"


"Ya, aku terbang berkelana hingga ke sini. Tadi itu nyaris aku kehilangan kendali alih tubuh, beruntung seseorang meledakkan serangan energi di atas sana. Sebelum energi tadi benar-benar meledak, aku sudah berada tepat di hadapannya dan menyambut itu dengan tubuhku. Sehingga saat terjadi ledakan, sosok lain dalam tubuhku terganggu dan sempat terhenti untuk benar-benar mengambil alih kendali tubuh!" Jelasnya panjang lebar.


Xiao Wang mengangguk untuk kedua kalinya. Dia tidak menyangka serangan Pedang Dewa Naga yang dia arahkan ke langit dengan tujuan untuk meminimalisir dampak kerusakan itu, malah membantu seorang lelaki tua.


"Hmmm, makanya sempat terjadi kerusakan pada udara akibat tiga partikel energi asing. Jadi ini penyebabnya…" gumam Xiao Wang.

__ADS_1


"Karena kau telah membantuku, maka aku akan memberi ganjaran untukmu!"


Lelaki itu melakukan segel tangan. Lalu mengarahkan tangannya ke arah Xiao Wang.


Aliran energi terbentuk, masuk ke dalam tubuh Xiao Wang. Energi tersebut diterima dengan baik oleh tubuh Xiao Wang. Hingga dalam sepuluh menit kedepan, proses itu baru selesai. Tampak tubuh jiwa Gung Ta telah menimbulkan suatu reaksi. Tampaknya dia akan menghilang sebentar lagi.


Xiao Wang merasakan alam ilusinya bereaksi kala menerima energi yang disalurkan oleh jiwa lelaki tua itu. Namun energi yang masuk itu bukanlah menyatu dengan alam ilusi, melainkan membentuk alam lain dalam lautan kesadaran Xiao Wang.


"Aku telah memberikan kekuatan roh terhadapmu. Aku harap kau bisa menggunakannya dengan baik. Banyak orang-orang kekaisaran Tan yang mengejar ku karena mereka ingin memiliki kekuatan roh itu."


Xiao Wang mengangguk. Kini taulah dia mengapa sekte Bintang Langit serta orang-orang luar sekte yang mengejar Gung Ta. Menurut catatan kuno, kekuatan Roh merupakan salah satu kekuatan terkuat. Bahkan pengendalinya bisa membantai satu kota dalam satu waktu hanya dengan mengandalkan kekuatan Roh. Mungkin derajatnya sama dengan kekuatan Ilusi.


Xiao Wang menangkupkan kedua tangan, memberi hormat kepada jiwa tersebut.


"Terima kasih, aku akan menggunakannya dengan baik!"


Xiao Wang masih menangkupkan kedua tangan, sampai jiwa tersebut benar-benar menghilang.


Memilih untuk terbang dan melanjutkan perjalanan. Xiao Wang sempat memeriksa lautan kesadarannya. Memang terbentuk alam spiritual baru, namun ini memiliki kekuatan kematian yang sangat pekat. Xiao Wang bisa melihat alam tersebut yang sengaja dikunci, sepertinya ada sesuatu yang besar di dalamnya sehingga lelaki tersebut dengan sengaja menguncinya.


"Ini … benar-benar kekuatan Roh?" gumam Xiao Wang sejenak. Dia menyadari kalau di dalam alam spiritual itu adalah kumpulan roh yang memberontak.


"Sepertinya memang jiwa lelaki tua tadi memberiku kekuatan roh yang cukup banyak. Tapi, bagaimana cara aku mengendalikannya? Dia bahkan tidak mengajariku caranya!" gumam Xiao Wang. Lalu untuk apa kekuatan tersebut ada jika pada akhirnya benar-benar tidak digunakan?


Xiao Wang pada akhirnya memilih untuk mengabaikan sejenak kekuatan roh itu. Dia melanjutkan perjalanannya, kembali ke markas.


***

__ADS_1


Sehari setelahnya, Xiao Wang bersama dengan Xiao Ming serta Qu Zheng melesat dengan kecepatan tinggi, menuju satu tempat.


Xiao Wang sengaja tidak mengajak rekan yang lain karena mereka tengah sibuk. Ada yang sibuk berlatih dan juga sibuk menjalankan tugas yang diberikan oleh markas.


Kebetulan Qu Zheng serta Xiao Ming yang tidak ada kesibukan dan kedua orang itu memang ingin ikut dengannya, maka Xiao Wang juga tidak ada alasan untuk menolak.


Ketiganya terbang dengan kecepatan tinggi. Melewati hutan belantara, tak ada pengganggu saat perjalanan, sehingga mereka bisa sampai di tujuan dengan cepat.


Xiao Wang serta dua orang rekannya sampai di ibukota. Penjaga gerbang tidak banyak memeriksa mereka. Cukup hanya dengan menampilkan lencana, dan para penjaga itu langsung bersikap hormat, sebagaimana sikap mereka terhadap kaisar Han.


Mereka bertiga berjalan menyusuri jalan kota yang terbilang ramai. Apalagi di sekitaran pasar. Banyak yang menawarkan mereka barang jajanan, maupun barang lain. Xiao Wang sempat melihat-lihat beberapa barang, namun tidak lama dia melanjutkan perjalannya, mencari Rumah Lelang Perak.


Bukk….


Seseorang yang berlari dari arah belakang tiba-tiba menyinggung lengan Xiao Wang. Sempat terjatuh, namun pada akhirnya lelaki yang menabraknya itu kembali bangkit dan berlari.


"Apa yang dilakukan olehnya?" gumam Xiao Ming.


Tampak beberapa orang berseragam berlari di belakang Xiao Wang. Tak butuh waktu lama begitu ketiga orang itu untuk mengerti situasinya. Lelaki yang barusan menabrak Xiao Wang tadi tengah dikejar oleh orang-orang berseragam ini.


"Bukankah ini adalah wilayah aman kekaisaran? Tapi mengapa masih ada pula yang melakukan pemberontakan. Dan lihatlah, para prajurit kekaisaran bahkan tampak diam saja di sana menanggapi perlakuan dari orang-orang berseragam lengkap itu!" Xiao Ming kembali bersuara.


"Kau belum belum melihat lebih jelas bagaimana situasinya. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan!" ujar Xiao Wang. Xiao Ming tersenyum kecut.


Satu diantara orang-orang berseragam lengkap itu berseru garang. Menghardik Xiao Wang, Qu Zheng serta Xiao Ming karena menghalangi jalan mereka.


"Tiga kambing bodoh. Apa yang kalian lakukan di situ? Cepat menyingkir! Apakah kalian tidak melihat kami sedang apa, hah?"

__ADS_1


Kasar sekali dia berkata. Tentunya perkataannya begitu menyinggung Xiao Wang serta yang lainnya.


__ADS_2