
Xiao Wang berjalan perlahan mendekati Bing Xue Li yang saat itu masih mematung.
Melihat Xiao Wang yang mendekat ke arahnya, entah mengapa insting Bing Xue Li merasakan bahaya datang dibawa serta oleh Xiao Wang. Sontak saja dia langsung bergerak mundur.
"Nona Bing, kau kenapa?" tanya Xiao Wang sembari mengernyitkan alisnya.
Tak ada jawaban langsung dari Bing Xue Li, gadis itu tetap bergerak mundur sembari menatap Xiao Wang dalam ketakutan.
"Uhukk..."
Mendadak gadis itu terbatuk dan memuntahkan darah dari mulutnya. Xiao Wang tampak panik dan segera menghampiri Bing Xue Li.
"Nona Bing, kau terkena racun. Kondisimu pun juga tidak baik. Jangan terlalu banyak menimbulkan gerakan." Xiao Wang segera menghampiri Bing Xue Li. Dia langsung memapah tubuh gadis itu. Keduanya tampak sangat dekat sekarang, bahkan wajah mereka saling berhadapan.
Xiao Wang tanpa pikir panjang lantas mengeluarkan pil penyembuh dari cincin ruang dan memberikannya pada Bing Xue Li. Dia juga membantu Bing Xue Li untuk mengeluarkan racun dari tubuh gadis itu.
"Uhuk..."
Untuk kedua kalinya gadis itu terbatuk sembari memuntahkan darah hitam.
Menarik nafas sejenak, Xiao Wang lantas berucap, "Racun dalam tubuh mu telah berhasil aku keluarkan. Tapi kondisi tubuhmu sangatlah lemah saat ini. Kau perlu istirahat!" Xiao Wang begitu perhatian dalam ucapannya, membuat Bing Xue Li yang semula merasa takut didekati Xiao Wang, kini rasa itu hilang seketika berganti–kan rasa nyamanan.
Benar yang dikatakan Xiao Wang, bahwa tubuhnya saat ini sangatlah lemah. Wajahnya pucat, bahkan bibirnya pun sangatlah putih. Jika seperti ini, bagaimana dia akan berjalan?
Xiao Wang memeluk tubuh Bing Xue Li tanpa permisi. Membopongnya, lalu melesat dengan kecepatan tinggi, menjauhi tempat itu.
Di sela-sela laju lesat Xiao Wang, Bing Xue Li memperhatikan leher putih hingga wajah tampan Xiao Wang. Entah mengapa dia begitu merasa senang. Antara nyaman dan aman, keduanya dirasakan oleh gadis itu sekaligus saat dibawa pergi Xiao Wang dalam posisi seperti ini. Hingga tanpa dia sadari jantungnya memberi reaksi dengan berdetak lebih kencang dari batas normal.
Entah mengapa seperti ada magnet yang menarik kepala Bing Xue Li untuk membenamkan kepalanya pada dada Xiao Wang. Semula dia malu dan takut-takut, namun karena perasaan aneh yang terus-menerus memaksanya, hingga pada akhirnya gadis itu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Xiao Wang yang tertutupi oleh pakaian.
Apa ini? Detak jantungnya juga berdetak kencang? Bahkan denyutan tak biasa bisa di rasakan jelas oleh Bing Xue Li.
__ADS_1
Namun gadis itu tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan terkait itu. Mana mungkin Xiao Wang juga menyukainya?
Laju lesat Xiao Wang mendadak berhenti. "Nona Bing, kita sudah sampai!"
Bing Xue Li tidak menjawab perkataan itu. Selama beberapa saat berada di pelukan Xiao Wang, membuat Bing Xue Li terbuai. Kedua mata gadis itu tertutup dengan kepala yang masih menempel di dadanya yang keras.
Alis Xiao Wang mengernyit dengan sikap Bing Xue Li. "Kasihan sekali! Mungkin perlakuan orang-orang itu terlaku keras sampai membuat Nona Bing terkulai lemas!" batin Xiao Wang dalam hati.
Berjalan memasuki penginapan, berniat membaringkan tubuh gadis itu di atas tempat tidurnya. Tapi Bing Xue Li malah memeluk erat Xiao Wang dan tidak ingin melepaskannya.
"Nona Bing!" ucap Xiao Wang memanggil nama gadis itu dengan lembut.
Bing Xue Li tersadar. Apa yang dia lakukan? Memikirkan itu semua membuat gadis itu jadi malu sendiri.
"E–eh... Maaf!" Bing Xue Li tidak tau harus mengatakan apa. Hanya kata maaf yang terbesit di kepalanya saat ini, bahkan kata terima kasih saja enggan gadis itu keluarkan. Mungkin karena dia lupa. Bagaimanapun aroma tubuh Xiao Wang telah membuatnya candu hingga lupa daratan.
Xiao Wang meletakkan gadis itu dengan hati-hati di atas ranjang. Namun saat itu Xiao Long muncul dalam bentuk seekor Naga Kecil dan langsung memukul bokong Xiao Wang dengan ekornya.
"Hmmpp!"
Gadis itu tiba-tiba saja menutup mata.
Sementara Xiao Wang membulatkan matanya, tubuhnya telah bersentuhan dengan tubuh Bing Xue Li, begitupun dengan wajah keduanya yang sangat dekat. Xiao Wang kini bisa melihat setiap inci dari wajah Bing Xue Li.
Denyut jantung Xiao Wang semakin berdetak kencang saja. Dia merasakan perasaan aneh, antara gugup dan khawatir, namun dia juga tidak mengetahui pasti akan perasaan ini. Pun hal itu dirasakan oleh Bing Xue Li.
Untuk waktu beberapa saat keduanya berada dalam posisi itu.
Sementara itu Xiao Long yang berhasil dengan aksinya tertawa senang. Dia lantas masuk kembali ke dalam kening Xiao Wang.
"Nak, sampai kapan kau akan terus berpelukan dengan gadis itu?" Suara Xiao Long terdengar menggema di kepala Xiao Wang. Tentu saja itu langsung mengagetkan Xiao Wang.
__ADS_1
Tersadar, dengan segera lelaki itu mengangkat tubuhnya.
"Maafkan aku!" Xiao Wang berkata dengan salting.
Bing Xue Li pun telah membuka kedua matanya. Entah mengapa saat Xiao Wang telah mengangkat tubuhnya, gadis itu merasa tidak rela. Namun dia juga sadar akan posisinya saat ini.
Xiao Wang bangkit berdiri. "Nona Bing, untuk malam ini kau tidurlah di tempat ku."
"Lalu kau?" tanya Bing Xue Li. Dia tampak perhatian dengan intonasinya itu.
"Kau tak perlu mengkhawatirkan–ku. Aku bisa tidur di mana saja!" Anggukan kecil dilakukan oleh Bing Xue Li sebagai tanggapan.
Setelah itu, Xiao Wang lantas berjalan pergi meninggalkan ruang kamar. Keluar penginapan, Xiao Wang berdiri di atas atap penginapan sembari menatap ke arah kota yang luas.
Tingginya penginapan, membuat Xiao Wang bisa melihat area sekitarnya.
"Apa-apaan ini, kenapa tidak berhenti?" ujar Xiao Wang saat merasakan jantungnya masih berdetak tak karuan.
"Tampaknya, kau sudah jatuh cinta pada gadis itu, Nak!" ucap Xiao Long.
Xiao Wang tidak segera menjawab. Apakah ini yang dinamakan cinta? Tapi mengapa sangat aneh?
"Nak, sesegera mungkin kau harus menyatakannya. Sebab jika kau terlambat, takutnya gadis itu malah akan direbut orang lain!" Xiao Long masih tetap membicarakan soal cinta-cintaan.
Sempat memikirkan perkataan Xiao Long, namun sesaat Xiao Wang segera menepis itu semua.
"Sudahlah. Memikirkan itu semua membuat perasaan aneh Ini semakin menjadi-jadi saja. Lebih baik kita membahas masalah lain!"
Xiao Wang menatap tajam, menyapu pandangannya dia sekitar. Tiba-tiba hidungnya mengendus, dia mencium aroma darah yang datang bersama dengan terpaan angin malam.
"Hmm... Ada yang tidak beres. Sepertinya tengah terjadi pertumpahan darah di kota ini. Aku harus menyelidikinya!" gumamnya, lalu dia menghilang dalam sekejap mata.
__ADS_1