Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 154 ~ Gu Long Bergerak


__ADS_3

Pertarungan telah berlangsung selama beberapa jam.


Pasukan Iblis ini seperti tidak ada habis-habisnya. Bahkan masih tetap ada saja iblis yang bermunculan.


Lei Wei serta semua yang merupakan anggota kelompok Qingjie telah turun untuk bertarung.


Tersisa Xiao Wang yang masih berada di tempat.


Mengeluarkan Pedang Api Matahari dan Pedang Dewa Siluman. Dua pedang tersebut melayang dan terapung di hadapan Xiao Wang.


"Bantu mereka dengan membunuh Iblis yang memiliki kultivasi ranah Langit tahap 3 sampai tahap 9!" ucap Xiao Wang memerintahkan dua pedang tersebut.


Kedua pedang menundukkan ujung pedang sejenak, seperti mengangguk. Setelah itu mereka sama-sama melesat dengan kecepatan yang begitu gila.


Dua pedang itu melesat dengan sangat ekstrem.


Whush....


Slash...


Slash....


Slash....


....


Baik pedang Api Matahari maupun Pedang Dewa Siluman sama-sama membunuh dengan sangat cepat dan ganas.


Bahkan target yang mereka lewati itu selalunya mendapatkan satu kali serangan. Entah itu berupa tusukan yang menembus tubuh, ataupun tebasan yang langsung mengakhiri nyawa iblis-iblis itu.


Ini tejadi karena gerakan dua pedang tersebut telah mencapai titik dimana tidak seorangpun dari target yang di bunuh mampu mengikutinya.


Hanya dalam hitungan menit, orang-orang yang dimaksud telah berhasil dibunuh.


Kini tinggal iblis yang memiliki basis kultivasi ranah Langit tahap 2 ke bawah. Tentu saja sengaja Xiao Wang menyisakan mereka untuk di lawan oleh anggota kelompok Qingjie.


Melihat peluang kemenangan yang diberikan oleh Xiao Wang, tentu saja kelompok Qingjie begitu bersemangat. Mereka kini semakin ganas dalam menyerang musuh.


Sebenarnya tidak semua iblis yang memiliki basis kultivasi berhasil terbunuh oleh lesatan pedang Dewa Siluman dan Pedang Api Matahari. Melainkan masih ada satu dua orang yang tersisa.

__ADS_1


Bukan apa-apa, melainkan karena iblis-iblis tersebut tengah berhadapan dengan beberapa orang Kultivator ranah Langit. Entah itu dari rekan-rekan Xiao Wang, maupun berhadapan dengan petinggi kelompok Qingjie.


Gu Long yang melihat itu tidak bisa untuk tidak berekspresi buruk. Wajahnya yang selalu datar, bahkan selalu sinis itu kini berubah menjadi kemarahan.


"Sialan... Dasar tidak berguna! Bahkan hanya dengan pedang saja sudah tidak bisa di tahan maupun di tepis." Dia yang kesal, mengumpat keras.


Bangkit dari posisi duduknya. Lalu dia terbang tinggi dan berhenti tepat di atas mereka semua.


Kehadirannya mampu membuat semua yang ada di sana bergetar. Baik itu kelompok Qingjie, maupun dari ras Iblis sekalipun menatap Gu Long dengan ekspresi tegang dan khawatir.


Bagi para Iblis, bukan lagi menjadi hal asing bagi mereka untuk melihat hal ini. Dimana tatapan yang tajam dari mata Gu Long mampu menciptakan ketakutan yang teramat sangat pada mereka yang tidak senagaja melihatnya. Mereka mulai sedikit terbiasa, namun tetap saja merasakan ketakutan itu dalam diri mereka masing-masing.


Sementara untuk kelompok Qingjie sendiri yang baru pertama kalinya melihat Gu Long merasakan ketakutan sampai membuat tubuh mereka bergetar hebat.


Gu Long mengarahkan jari telunjuknya. Menunjuk satu kapal terbang yang ada di bawahnya.


Whush....


Tembakan energi keluar dari ujung jari Gu Long. Melesat lurus ibarat laser merah darah mengarah ke target yang di tunjuk.


Duaarrr....


Meledak, kapal tersebut hancur terbakar dan berakhir dengan jatuh ke tanah. Orang-orang yang ada di kapal tidak sempat menyelamatkan diri oleh sebab kecepatan dari tembakan tersebut yang begitu diluar nalar.


Dua kapal terbang telah hancur dalam sekali serangan saja. Tentu saja mereka yang melihatnya tidak bisa untuk tidak menahan nafas. Kekuatan itu begitu mengerikan.


Gu Long kembali menggerakkan jari telunjuknya. Kali ini berniat menargetkan Qu Zheng.


Ya, sama halnya iblis sebelumnya, dia juga mengira kalau Qu Zheng adalah Xiao Wang, Dimana yang telah mengundang kedatangan Petir Kesengsaraan Surgawi.


Ini terjadi karena sebelumnya dia tidak mengetahui bahwa Xiao Wang lah yang menggerakkan pedang-pedang tersebut. Dia hanya melihat laju pedang saja yang bergerak ganas dan membantai anggota-anggotanya, tanpa mengetahui pasti siapa yang mengendalikan mereka.


Dan saat ini, dia mengetahui hanya Qu Zheng yang memiliki ranah Kultivasi tertinggi dari semua orang yang berasal dari ras manusia di bawahnya.


Tentu saja karena dia tidak melihat adanya aliran energi Qi pada tubuh Xiao Wang. Sehingga dia tidak menjadikan Xiao Wang sebagai bahan perhatian. Bahkan hanya menganggapnya boneka kecil yang lebih lemah dari seekor semut.


Qu Zheng yang melihat arah hari telunjuk Iblis menunjuk ke arahnya, menyiapkan diri dan bersiap untuk menyambut kedatangan serangan yang akan keluar.


Tapi sejenak dia mengernyitkan alisnya saat arah telunjuk tersebut berpindah ke arah lain.

__ADS_1


Gu Long baru menyadari kalau Xiao Wang memiliki kultivasi lebih tinggi dari Qu Zheng.


"Haha... Aku pikir iblis ini akan buta. Ternyata mata merahnya itu cukup berfungsi!" gumam Xiao Wang sinis.


Lesatan energi berbentuk laser telah melesat ke arah Xiao Wang.


Tidak menghindari Xiao Wang malah tebang cepat ke arah energi merah tersebut.


Xiao Wang melibas pelan tangannya. Seketika serangan dari Gu Long langsung menghilang. Menjadi butiran-butiran kecil berwarna merah.


Dalam sekejap mata Xiao Wang telah berada di hadapan Gu Long. Melancarkan sekali pukulan.


Brukk...


Whush....


Itu begitu mulus mendarat di wajah Gu Long. Tanpa bisa di tepis, dan berakhir dengan membuat Gu Long terpental keras menghantam tanah.


Uhuk..."


Gu Long mencoba untuk bangkit. Dadanya terasa sesak akibat pukulan dari Xiao Wang. Telak mengenai wajahnya membuat iblis itu terjun dengan kecepatan diluar batas normal, berakhir dengan menghantam tanah begitu keras. Bahkan dari hantaman tersebut sempat menimbulkan getaran sesaat pada tanah.


"Sialan... Berani sekali kau memukuli ku sampai membuat ku terjatuh. Kau harus membayarnya!" ucap Gu Long, dia tampak sangat geram.


Whush...


Dalam sekejap mata telah muncul di hadapan Xiao Wang. Dia melibaskan tangan kanannya yang penuh akan energi gelap ke arah Xiao Wang. Itu begitu cepat, bahkan bayangan pergerakan tangannya saja tidak bisa di lihat oleh seorang kultivator ranah Suci.


Sayangnya, hanya dengan satu tangan Xiao Wang saja sudah mampu menyambut libasan tangan tersebut.


Whush...


Angin kencang menyebar luas sesaat dari tangan Gu Long, itu berasal dari energi Qi yang semula terkumpul sangat pekat tadi telah menyebar sia-sia.


Sontak saja melihat hal itu langsung membuat kedua mata Gu Long membulat sempurna. Kekuatan yang dia salurkan tidaklah sedikit. Lelaki di hadapannya itu bahkan menahan serangannya tadi dengan begitu santai.


Berbanding terbalik dengan raut wajah yang dipasang oleh Gu Long, Xiao Wang justru tetap tenang sembari memasang seringai kecil.


Swosshhh....

__ADS_1


Vitalitas es mengalir dari tubuh Xiao Wang dan berpusat di tangannya.


Krcckkkkss....


__ADS_2