Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 203 ~ Berlatih Mengendalikan Roh


__ADS_3

Xiao Wang memilih melatih kitab Lima Tingkat Kematian setelah kembali ke markas. Xiao Ming pun demikian, dia juga memilih untuk menyerap cairan esensial Petir Surgawi. Sementara untuk Qu Zheng sendiri memilih untuk kembali dengan kesibukannya di markas.


Setelah berada di tempat yang sepi, Xiao Wang mengeluarkan kitab Lima Tingkat Kematian. Kitab itu mengeluarkan aura aneh, sangat mencekam.


Memperhatikan sejenak sampul dari kitab, tampak ukiran dari kitab tersebut menyerupai seseorang yang tengah mengendalikan roh-roh dalam jumlah besar. Meskipun saat ini ukiran itu tampak sangat tua dan gambarnya hampir tidak terlihat, namun masih terasa tonjolannya.


Xiao Wang membuka lembar pertama. Namun terdapat tulisan panjang dengan menggunakan ejaan kuno. Membaca tulisan tersebut, sejauh yang Xiao Wang dapati, tulisan-tulisan itu hanya menjelaskan dasar-dasar yang harus dimiliki oleh seorang pengendali roh.


Membuka lembar berikutnya, hanya mendapati penjelasan terkait dengan bagaimana hebatnya seorang pengendali roh. Akan tetapi penjelasan ini begitu umum, semua orang juga tahu bahwa seorang pengendali roh umumnya memiliki kekuatan yang mengerikan.


Sampai pada lembar terakhir tapi Xiao Wang tidak menemukan satupun teknik yang bisa dipelajari. Semuanya hanyalah penjelasan umum namun panjang.


Xiao Wang membuka ulang halaman pertama. "Sepertinya memang aku harus menemukan cara untuk membuka segel kitab ini!"


Dia memperhatikan kembali dengan teliti tulisan-tulisan pada kitab itu, berharap mendapatkan sesuatu petunjuk di sana.


Benar saja, Xiao Wang tiba-tiba menyadari salah satu kata dalam tulisan pada lembar pertama itu memiliki bentuk lebih aneh dari tulisan-tulisan yang lain. Seperti sengaja dibuat berbeda, namun hampir sama.


Xiao Wang tidak melepaskan itu, dia memperhatikan tulisan tersebut. Lalu kemudian membuka lembar berikutnya. Memperhatikan apakah setiap lembar dari kitab memiliki tulisan aneh yang sama?


Selang beberapa saat, Xiao Wang Akhirnya menemukan setidaknya ada tujuh kata yang ditulis dengan huruf nyaris berbeda dari yang lain. Mengumpulkan kata-kata itu, semuanya membentuk suatu kalimat "Tak Ada Kekuatan Mutlak Melainkan Hanya Kematian!"


"Apa maksudnya ini? Apakah aku harus membunuh orang, baru kitab ini akan terbuka?" gumam Xiao Wang.


Dia berpikir sejenak, Xiao Wang kemudian menyunggingkan senyum kecil. Sepertinya dia sudah menemukan jawabannya.


"Jadi seperti itu…"


Dalam salah satu halaman, dituliskan bahwa pengguna roh hanya memikirkan mengambil nyawa orang lain tanpa peduli dengan dampak sekitar. Artinya mereka yang memiliki kekuatan roh, juga bisa kehilangan kendali.


"Rangsangan terhadap roh!" ujar Xiao Wang sesaat, di lantas menyentuh tulisan-tulisan yang telah dia tandai tadi, mengaliri dengan energi Roh. Xiao Wang melakukannya dengan hati-hati, takut kekuatan roh itu yang justru malah menyerangnya. Dia belum terbiasa menggunakan kekuatan roh itu, apalagi mengendalikan mereka.


Benar saja, tulisan-tulisan tersebut tiba-tiba saja melayang di udara. Xiao Wang kemudian menggunakan konsep Mental Jiwa untuk mengaktifkan tulisan-tulisan tersebut.


Dalam tiga detik kedepan, tulisan-tulisan tersebut mengeluarkan cahaya emas yang berkilau. Aura kematian yang begitu kental tiba-tiba saja merembes dan memenuhi wilayah tersebut dalam radius jarak tertentu.


Srimmpp…


Mendadak asap mengepul hebat dari dalam kitab. Asap tersebut kemudian membentuk sosok lelaki tua. Sosok itu melakukan peregangan badan.


Kraak…

__ADS_1


Xiao Wang mengernyit. Dia tahu betul bahwa sosok ini adalah perwujudan roh yang mana tubuhnya tak nyata. Tapi apa itu tadi? Dia bahkan mengeluarkan bunyi kretekan layaknya tubuh normal pada umumnya.


"Hehehe…. Akhirnya aku berhasil keluar setelah ribuan tahun tertidur tanpa bergerak!" ucap sosok itu. Dia bergerak-gerak, melayang dengan tubuh asap bagian bawah transparan. Dia mengelilingi Xiao Wang.


Sosok itu memperhatikan Xiao Wang.


"Hmm, selamat, Nak. Kau akhirnya berhasil membuka segel pertama dalam kitab ini. Keberadaan–ku di sini hanya akan membantu mengaktifkan setiap teknik yang ada, setelah itu akan kembali tertidur. Kita akan bertemu setelah kau telah memasuki tahap kedua dari Kitab ini.


"Sebelumnya perkenalkan aku Jing Shen, penjaga dari kitab ini! Sekarang perkenalkan dirimu!"


Xiao Wang menganggukkan kepala sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangan.


"Hormat, senior. Aku Xiao Wang!"


"Hmm, bagus… aku akan membukanya sekarang, dan setelah itu, terserah padamu!"


Jing Shen melibaskan tangan pelan. Kitab yang ada di tangan Xiao Wang tiba-tiba saja bergerak, mengambang di udara. Asap mengelilingi pekat, berlangsung selama lima belas detik asap itu menipis.


Kitab itu telah kembali seperti semula.


"Nak, aku telah membuat kitab ini menjadi milikmu! Dia tidak akan mengenali siapapun kecuali kamu. Semua roh-roh yang ada di dalamnya pun akan menjadi bawahanmu! Omong-omong, terkait dengan para roh, kau juga memilikinya bukan, di dalam dirimu!?"


Pernyataan yang dilangsungkan dengan pertanyaan itu dikeluarkan oleh Jing Shen.


"Bagus sekali, sebelumnya kamu telah mewarisi kekuatan roh dari pengendali roh yang hebat. Menurut ingatanku, pengendali roh yang memberikanmu kitab ini memiliki hubungan baik dengan pemilik kitab ini sebelumnya, itu artinya roh yang ada dalam dirimu bisa berkesinambungan dengan para roh yang ada di dalam kitab ini. Itu akan memudahkan mu untuk melatihnya!"


Xiao Wang mengingat kembali kejadian beberapa hari yang lalu, Gung Ta memberinya kekuatan roh tanpa mengajari cara pengendaliannya. Namun setelah menemukan kitab ini, Jing Shen malah memberitahunya bahwa pemilik kitab Lima Langkah Kematian sebelumnya memiliki hubungan baik dengan Gung Ta. Entah suatu kebetulan atau apa.


"Baik, aku mengerti! Terima kasih, Senior!"


Jing Shen kemudian menggerakkan tangan ke depan, menepuk udara.


Brusshh…


Mendadak muncul cahaya putih melesat lurus dari telapak tangan Jing Shen. Itu langsung mengarah ke kitab.


Mendadak terjadi perubahan dalam kitab. Lembar demi lembaran terbuka dengan sendirinya. Begitu cepat layaknya ditiup angin kencang. Tulisan-tulisan dalam kitab pun telah berganti, kali ini disertai dengan gambar serta penjelasan teknik. Sementara untuk penjelasan panjang tadi telah menghilang.


"Tugasku telah selesai, aku akan kembali tertidur! Aku akan menunggu kau di tahap selanjutnya!"


Srimmpp…

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Jing Shen telah menghilang dan masuk ke dalam kitab Lima Langkah Kematian.


Kitab itu masih melayang, Xiao Wang menghampiri dan meraihnya. Seketika aura kematian yang mengelilingi kitab itu mendadak masuk ke dalam kitab, menyisakan sisa-sisanya saja.


"Sekarang tahap pertama dari kitab ini telah berhasil aku buka. Aku akan mempelajarinya, tapi alangkah baiknya jika aku mempelajarinya di alam jiwa!" ujar Xiao Wang sejenak, setelah itu memutuskan untuk masuk ke dalam alam jiwanya.


***


Kepulan asap berkelebat, bergerak cepat membentuk pusaran besar. Itu bukanlah asap biasa, melainkan para roh yang dikendalikan oleh seseorang.


"Tornado Roh Pemusnah!"


Kepulan roh itu semakin berputar cepat, tampak percikan petir ganas terlihat dari dalam tornado itu. Aura kematian yang sangat kental menyebar dalam radius jarak puluhan meter. Itu akan mampu mengunci pergerakan lawan, tornado tersebut semakin bergerak kencang. Berpindah tempat dari waktu ke waktu, jika ada benda di lewatinya, maka benda-benda tersebut akan langsung menjadi asap putih.


Xiao Wang menampilkan sunggingan puas melihat itu. Dia baru berlatih beberapa jam, namun sudah mampu mengendalikan roh hingga menciptakan serangan mengerikan seperti itu. Xiao Wang kemudian mengendalikan roh-roh tersebut untuk berhenti, lalu menghilangkan mereka.


"Sepertinya sudah cukup sampai di sini latihan kali ini. Aku sudah berada di sini cukup lama."


Xiao Wang memutuskan untuk keluar dari alam jiwa. Dia muncul di tempat semula dia masuk ke alam jiwa.


Xiao Wang terbang dengan kecepatan tinggi, menuju markas Kelompok Naga Langit.


Whush…


Brump…


Mendadak serangan duri-duri tajam mengejar Xiao wang dari arah belakang.


Xiao Wang refleks merubah posisi tubuhnya, menghindari duri-duri tersebut. Saat itulah dia menyadari kalau duri-duri itu mengandung racun panas mematikan.


Tidak berhenti sampai di sana, kembali datang duri-duri lain. Kali ini seperti memiliki jiwa yang mengejar Xiao Wang.


Menghindar tampaknya bukan pilihan yang baik. Lihatlah duri-duri itu masih mengejarnya, mengikuti setiap pergerakan Xiao Wang.


"Jari Racun Dewa!"


Sring…


Sring…


Xiao Wang menepis semua duri tersebut dengan menggunakan jari tangan yang mengandung racun.

__ADS_1


Tampak percikan hijau saat jari tangan Xiao Wang menepis semu duri itu.


Tak berselang lama, muncul sosok wanita, namun mengenakan cadar. Meski sebagian mukanya tertutupi, tapi Xiao Wang bisa mengetahui kalau wanita ini sangatlah cantik.


__ADS_2