Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 86 ~ Mengetahui Sesuatu


__ADS_3

Sementara itu, pasukan kelompok Naga Merah yang lain sebagian besarnya berfokus pada Xiao Long.


\=\=\=


Xiao Wang yang saat itu tengah membantai anggota kelompok Naga Merah, mendadak di datangi oleh dua buah serangan energi yang bergerak cepat ke arahnya.


Whush....


Whush....


Baamm...


Baamm...


Berhasil menghindar, dua buah serangan energi itu hanya mengenai tanah, menciptakan ledakan.


Xiao Wang menoleh ke arah datangnya serangan itu. Tampak baginya dua orang Kultivator ranah Suci, tengah melayang tepat di hadapannya.


Dua orang itu sendiri pernah Xiao Wang lihat saat di pertempuran kota pusat Kekaisaran.


Tanpa ada interaksi antara mereka, kedua orang itu langsung maju menyerang Xiao Wang. Pertarungan dua lawan satu itu langsung saja terjadi.


Berlangsung sangat cepat, dua Kultivator Ranah suci itu berusaha keras dalam melumpuhkan Xiao Wang. Tapi tampaknya sangat sulit sebab Xiao Wang bergerak sangat gesit dan sangat hati-hati, tak menimbulkan celah sedikitpun.


Tring...


Trang...


Tring...


Bunyi adu pedang terdengar bersahut-sahutan. Sangat cepat, terlihat pula percikan bunga api di setiap peraduan pedang itu.

__ADS_1


Baik Xiao Wang maupun dua Kultivator Ranah Suci dari Kelompok Naga Merah telah memasuki tahap serunya. Semakin besar kekuatan yang mereka keluarkan. Baik anggota klan Xiao, maupun kelompok Naga Merah sendiri yang berada dalam radius jarak pertarungan keduanya segera mengambil jarak dan menghindar. Tak ingin terkena imbas dari pertarungan Xiao Wang dan dua orang tersebut.


Kraakk....


Kraakk...


Dua orang itu segera mengambil jarak kala merasakan pedang bergerigi yang mereka gunakan telah patah. Memang saat pertarungan tengah berlangsung, kedua orang itu telah menyadari akan kekalahan senjata mereka, tapi tetap mereka pakai untuk menepis tebasan pedang Xiao Wang, dengan dialiri energi Qi dalam jumlah besar. Namun pada akhirnya pedang mereka tetap patah.


"Sialan," Salah satunya mengumpat dan membuang pedang patah itu di tanah.


"Pedang Api Gila!"


Xiao Wang tiba-tiba saja melepaskan serangan energi. Dua buah api tercipta dari dua kali libasan pedang Xiao Wang. Api itu melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan bergerak secara Zig-zag, meghilang timbul membuat kedua orang itu kesusahan dalam mengikuti dan menebak arah laju api tersebut.


Baamm....


Baamm....


Xiao Wang sementara mengalihkan perhatiannya dari dua orang itu. Menoleh ke satu arah, dimana Xiao Long yang tampaknya telah berhasil dibuat kewalahan oleh orang-orang dari ranah Raja serta seorang Ranah suci. Lalu menoleh ke arah dimana para penatua juga tengah berhadapan dengan para Kultivator di ranah Raja dan ranah Suci pula. Dan para penatua itu mendapatkan lawan yang setara.


Klan Xiao sendiri hanya memiliki dua orang Kultivator ranah Suci. Yaitu Xiao Shan yang berada di ranah Suci tahap 2 dan penatua kedua klan Xiao yang memiliki kultivasi Ranah Suci tahap 1.


Xiao Wang mengernyitkan alisnya. "Sebenarnya seberapa banyak Kultivator ranah Suci yang dimiliki oleh Kelompok Naga Merah. Bahkan mereka Ranah Suci yang dikirimkan oleh Kelompok Naga Merah untuk menyerang klan lumayan banyak. Apakah mereka berniat menghancurkan klan Xiao?" gumamnya pelan.


Melihat ke arah dua Kultivator tadi yang sama-sama telah bangkit. Keduanya melakukan suatu segel tangan rumit. Tak lama setelahnya, lonjakan energi besar terjadi di tubuh mereka. Bersamaan dengan itu kekuatan yang meningkat drastis, hingga yang semula berada di ranah Suci tahap 2, kini kedua orang itu telah berada di ranah Suci tahap 3.


Mereka melesat maju ke arah Xiao Wang. Aura merah darah di tubuh mereka memberikan tekana n tertentu kepada Xiao Wang. Tapi lelaki itu tidak ada rasa panik sama sekali.


"Tapak Naga Iblis!"


"Tapak Naga Iblis!"

__ADS_1


"Pedang Pembuncah Dunia..."


Whush...


Duaarr...


Ledakan langsung saja terjadi. Baik Xiao Wang maupun kedua orang dari kelompok Naga Merah itu sama-sama dibuat terdorong mundur. Tapi Xiao Wang segera memposisikan diri, berbeda hal dengan dua lawannya tadi. Keduanya dibuat terguling di tanah dengan kondisi yang menyedihkan. Mereka langsung mendapati efek dari jurus terlarang yang sempat kedua orang itu gunakan tadi.


Xiao Wang menghilang, dan muncul kembali di hadapan dua orang itu. Xiao Wang hendak Membunuh mereka, namun sejenak dia menghentikan aksinya.


"Tolong ampuni kami, Tuan... Aku Mohon, Kami menyesal!" Salah satu dari mereka memohon.


"Cih, kalian dari aliran hitam tidak pernah ada kata menyesal. Sekalinya berbuat kejahatan, akan kembali di ulang. Apalagi sampai berulang-ulang kali dilakukan," ucap Xiao Wang dengan intonasi sinis.


"Tuan, kami mohon. Tolong bantu kami... Sebenarnya kami tidak ingin melakukan ini, melainkan karena terpaksa," ucap yang lainnya lagi.


"Dipaksa?" Xiao Wang mengernyit.


"Be–benar, Tuan... Tato Naga Merah di punggung kami ini yang membuat kami terpaksa harus mengikuti kehendak yang dikeluarkan oleh pemimpin Naga Merah tanpa bisa menolak.... Tuan, tolonglah kami tuan... Tolong bantu kami melepaskan segel tato ini" Memohon dengan penuh akan ketulusan.


Xiao Wang belum mengambil tindakan. Dia tampak memikirkan akan apa yang dikatakan oleh orang itu. Antara percaya dan tidak.


"Arghhh... Tuaann, tolong kami!!!"


Kedua orang itu tiba-tiba saja mengejang kesakitan. Meringis keras, Xiao Wang menyadari kalau apa yang dikatakan oleh kedua orang itu memang benar adanya.


"Jadi seperti itu. Pantas saja banyak Kultivator Ranah Suci yang direkrut oleh Kelompok Naga Merah, ternyata mereka menggunakan cara ini!" gumam Xiao Wang sesaat.


Dia berniat membantu mereka, tapi punggungnya tiba-tiba saja di tahan oleh seseorang.


"Nak, serahkan mereka padaku. Kau urus saja sisanya."

__ADS_1


__ADS_2