Kultivator Dewa Xiao Wang

Kultivator Dewa Xiao Wang
Ch. 161 ~ Xiao Hanming Menerobos


__ADS_3

"... Bahkan klan besar Lu telah menjadi bagian dari kelompok Naga Merah. Pengaruh mereka semakin meluas, telah banyak kelompok menengah telah bergabung. Saat ini sendiri mereka tengah bergerak untuk menundukkan Sekte Tombak Dewa!" jelas Xiao Shan.


Xiao Wang mendengar itu memasang wajah buruk. "Ini masalah yang serius. Sekte Tombak Dewa merupakan satu dari tujuh sekte besar di kekaisaran Han. Jika mereka juga beralih bergabung dengan kelompok Naga Merah, bisa-bisa Kekaisaran ini akan terancam. Ini tidak bisa dibiarkan!" ucap Xiao Wang. Dia tampak geram dari intonasinya.


"Benar, kelompok Naga Merah semakin menjadi-jadi. Dengar-dengar tujuan mereka adalah menguasai satu kekaisaran ini dan membentuk kekaisaran yang baru!"


Xiao Wang mengepal kedua tangannya. Dia tampak geram mendengar berita tersebut. Kekalahan pada pertempuran di turnamen antar pemuda di kekaisaran serta pertempuran di bukit Rumput Harapan tak cukup membuat kelompok itu jerah. Bahkan setelah beberapa saat berbincang, Xiao Wang mengetahui kelompok Naga Merah ini memiliki kekuatan tersembunyi yang tidak seorang pun dari orang-orang luar yang mengetahuinya.


Kekuatan tersebutlah yang menjadikan kelompok Naga Merah semakin berani saja dalam bertindak.


Selang beberapa saat, mereka telah selesai menyantap hidangan. Xiao Wang serta rekan-rekannya kembali ke kediaman Xiao Feng.


Sampai di sana, mereka malah menemukan kediaman tersebut yang tampak sangat bersih dan rapi. Halaman yang terbilang luas itu tidak terlihat adanya dedaunan kering, hanya ada rumput-rumput kecil yang tumbuh di beberapa sisi tanah.


Ini membuat Xiao Feng serta yang lainnya merasa heran. Mereka telah meninggalkan kediaman itu selama beberapa Minggu, tapi kediaman penatua itu masih tetap seperti itu-itu saja. Sangat terawat dengan baik.


"Sudah lama kita meninggalkan rumah kita, tapi mengapa ini masih sangat terawat? Tidak biasanya seperti ini!" ujar Xiao Ming.


"Benar! Biasanya juga saat guru, aku dan Xiao Ming pergi selama beberapa hari, kediaman sudah sangat berantakan seperti rumah usang yang bertahun-tahun tak ditempati. Tapi ini bahkan tidak ada yang berubah dari sebelum kita meninggalkannya!" Xiao Yin juga ikut menimpali.


"Sepertinya ada yang datang setiap hari untuk membersihkannya," ujar Xiao Fu.


Mereka pun berjalan memasuki bangunan yang menjadi kamar masing-masing. Beristirahat, setelah beberapa hari terakhir tidak bisa istirahat dengan tenang karena permasalahan yang dialami.


Hari juga saat itu telah menggelap.


Dibandingkan dengan tidur, Xiao Wang lebih memilih untuk keluar. Dia mengarah ke wilayah terbengkalai klan Xiao.


Memasuki sebuah ruangan bawah tanah. Baru juga beberapa langkah dia sudah merasakan lonjakan aura kuat dari kedalam ruang bawah tanah tersebut.


Hingga sampailah dia pada pusat dari ruang bawah tanah. Bisa dia saksikan Xiao Hanming tengah berkultivasi mengumpulkan energi ke dalam tubuhnya.


Tidak jauh dari duduknya Xiao Hanming, tampak Qu Zheng dan Xiao Long yang tengah mengamati Leluhur klan Xiao itu.


Tapi yang membuat Xiao Wang sedikit tertegun adalah kehadiran sosok lain yang membantu jalan kultivasi Xiao Hanming.

__ADS_1


Xiao Wang mengernyitkan kedua alisnya saat melihat seorang gadis cantik duduk di belakang Xiao Hanming. Gadis itu sendiri tengah menyalurkan energinya untuk Xiao Hanming.


"Ratu Semut Penelan ? Mengapa dia berada di sini?" gumam Xiao Wang. Belum mau menebak, Xiao Wang memilih berjalan mendekati Xiao Long serta Qu Zheng yang tengah memperhatikan jalannya proses yang dialami oleh Xiao Hanming.


"Apakah kalian telah lama berada di sini?" tanya Xiao Wang pada dua orang itu.


"Hmm, lumayan! Sore tadi kami berada di sini dan sampai sekarang!" jawab Xiao Long.


Xiao Wang menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanggapan. Pandangannya dia alihkan pada Xiao Hanming serta Ratu Semut Penelan.


Selang beberapa saat, Ratu Semut Penelan mulai berhenti menyalurkan energinya untuk Xiao Hanming. Tubuhnya telah kehabisan energi.


Tak tinggal diam, Xiao Wang lantas menghampiri Ratu Semut Penelan untuk membantunya mengumpulkan kembali kekuatan.


"Telan ini! Pil itu akan mengembalikan energimu!" ujar Xiao Wang sembari menyodorkan sebuah pil tingkat Langit.


Ratu Semut Penelan melihat pil itu sejenak, setelah itu menerimanya.


"Terima kasih!" setelah mengucapkan itu, Ratu Semut langsung memasukkan pil tersebut dalam mulutnya sekaligus menetralkan khasiatnya.


Ratu Semut Penelan tidak langsung menjawab pertanyaan itu. "Jika aku menjelaskannya sekarang, itu akan panjang dan akan menghabiskan waktu terlalu banyak... Lebih baik kau membantu lelaki tua ini! Proses ini akan membutuhkan banyak energi!"


Lelaki tua yang dimaksud Ratu Semut Penelan tadi tidak lain dan tidak bukan adalah Xiao Hanming.


"Umm!"


Xiao Wang memilih mengesampingkan jawaban dari Ratu Semut Penelan dan memilih untuk membantu Kakeknya dalam melakukan penerobosan.


Dia kemudian mengeluarkan dua buah kristal roh Siluman Dewa dari Harimau Api Hijau dan Burung Merak Bulu Besi. Membantu Xiao Hanming dalam menyerap khasiat dari dua buah kristal tersebut.


Proses itu telah berlangsung selama beberapa jam. Dalam kurun waktu tersebut, Xiao Hanming tampak telah menunjukkan suatu kemajuan pesat. Intensitas yang ada pada tubuhnya semakin meningkat. Bergejolak hebat hingga merembes keluar.


Whush...


Whush...

__ADS_1


Whush...


Lingkaran energi merembes keluarga dari tubuh Xiao Hanming. Menyebar dan meluas hingga energi tersebut menghilang. Tapi itu terjadi bukan hanya sekali melainkan beberapa kali.


Selang beberapa saat, gejolak itu semakin terasa besar pula.


"Sedikit lagi!" ujar Xiao Wang pelan. Dua kristal roh tersebut telah habis terserap, namun belum juga terjadi penerobosan bagi Xiao Hanming. Meskipun saat ini telah terlihat tanda-tanda akan menerobosnya.


Xiao Wang kemudian mengalirkan energi Qi murni miliknya pada Xiao Hanming.


Mempercepat proses penerobosan itu dengan menyalurkan deras energinya.


Hingga beberapa puluh menit kemudian, energi dalam tubuhnya semakin bergejolak hebat. Aur di tubuhnya meningkat sangat drastis sampai mengguncang satu ruang bawah tanah.


Baammmm...


"Sepertinya akan muncul!" gumam Xiao Wang.


Lantas mengakhiri penyaluran energi dan beranjak dari sana. Xiao Wang juga mengajak Xiao Long, Qu Zheng serta Ratu Semut Penelan untuk menjauh dari Xiao Hanming.


Kedua mata Xiao Hanming mendadak terbuka lebar. Sunggingan terukir dari bibirnya.


"Akhirnya hari yang dinanti telah tiba. Aku akan menerobos ke ranah Alam Langit!" ujarnya dengan penuh kebanggaan tingkat tinggi.


Untuk menyambut kedatangan Kesengsaraan Petir, Xiao Hanming segera keluar dari dalam ruang bawah tanah. Dia akan menerima kesengsaraan itu di atas udara, guna dampaknya tidak merembes kemana-mana dan menghancurkan bangunan-bangunan klan Xiao.


Srimmpp....


Jedeeerrr....


Mendadak Langit bersinar terang. Tapi itu hanya sesaat, mengirimkan petir berwarna ungu yang turun dengan tekanan ekstrem, menyambar tubuh seseorang yang saat itu tengah mengudara.


Duaarrr...


Ledakan yang mengguncang satu kekaisaran. Sekali lagi fenomena ini mengejutkan satu kekaisaran sekalipun. Tidak ada yang tidak bisa melihat fenomena itu dengan perasaan yang baik-baik saja. Semuanya tampak bergetar, bahkan hanya dengan mendengar suaranya saja.

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan Xiao Hanming?


__ADS_2