
Dunia yang terbilang sangat luas layaknya tak berujung itu, berdiri seorang lelaki di tengah-tengah genangan darah.
Darah yang semakin banyak seiring dengan berjalannya waktu. Yang tadinya hanya sebatas telapak kaki, kini naik hingga mencapai mata kakinya.
Lelaki itu menilik sekitar dengan tatapan kosong. Sejenak pusat perhatiannya terkunci pada bayangan wajahnya yang terapung-apung di genangan darah di hadapannya.
Ini mungkin perdana baginya melihat langsung bagaimana wujud dari wajahnya itu. Entah mengapa kala melihatnya, lelaki itu merasa sedikit takut. Namun perasaan sedih juga langsung menghampirinya kala itu.
Kedua tangan terangkat, menyapu rambut-rambut yang tumbuh lebat di sekitaran wajahnya. Hingga kedua tangannya itu naik dan menyentuh dua tanduk di kepalanya. Sangat buruk! Pikirnya kala melihat rupa wajahnya pada genangan darah tersebut.
Lalu pikirannya melayang jauh pada masa lalu dimana saat-saat semuanya masih normal. Wajah tampan layaknya manusia pada umumnya, hingga sampai pada masa dimana semuanya berubah menjadi seperti saat ini.
"Andai dulu aku tidak menerimanya!" ujarnya dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
Mengangkat pandangan, kedua bola matanya langsung terbelalak kala salah menangkap sosok seorang perempuan serta anak gadis kecil tengah bermain tertawa riang dan bermain-main di genangan darah itu.
Wanita cantik serta gadis itu tampak sangat bahagia. Beberapa kali wanita cantik yang merupakan ibunya menempias genangan darah pada si anak sembari tertawa. Anak gadis itu juga membalas nya. Meskipun itu nyata adalah genangan darah, tapi keduanya bermain seolah tengah berada pada genangan sungai.
Melihat hal itu, entah mengapa perasaan dari lelaki tadi menjadi sangat tenang dan menghangat. Dengan perasaan haru, dia menghampiri keduanya.
"Ai'er!" panggilannya sembari berlari, kedua tangan merentang berharap gadis kecil serta wanita cantik itu berlari ke pelukannya.
Sayangnya saat keduanya itu mendapati kehadirannya, mereka langsung berekspresi takut serta panik. Anak gadis itu segera berlari menghampiri ibunya dan masuk ke dalam pelukan wanita cantik itu.
Deg...
Mendengar itu sontak saja jantung lelaki yang memiliki wajah iblis itu seketika terhenti berdetak. Jantungnya ibarat ditusuk dan disayat oleh ribuan pisau tajam. Mengapa wanita itu mengatakan ungkapan kebencian terhadapnya? Apakah dia sudah melupakan sosok kehadirannya?
__ADS_1
"Ai'er... Ini aku! Han Zi... Maafkan aku!" Lelaki itu berkata dengan intonasi menyesal.
"Pergi kau iblis jelek... Suamiku tidak memiliki wajah buruk seperti kamu!" Wanita yang ternyata istrinya itu tetap membentak. Dia berusaha menjauh dari Han Zi.
Han Zi melihat sikap istrinya yang menjauh tiska mencoba untuk mendekati. Takut istrinya itu malah semakin membencinya.
"Ai'er... Awasss!" Han Zi berteriak histeris kala melihat sosok bayangan Iblis yang terbentuk dari asap hitam yang tiba-tiba saja muncul di belakang Istri serta gadis kecilnya.
Iblis itu menyeringai, menatap Han Zi dengan tatapan remeh, lalu kuku telunjuknya yang tajam langsung menusuk perut istri Han Zi dari belakang.
"Ai'er...!" Han Zi kembali berteriak. Segera dia menghampiri istrinya, namun hanya tiga langkah sebelum dia benar-benar tidak bisa bergerak.
Istrinya melihat ke arah Han Zi dengan mata membulat, mulut yang terbuka mengeluarkan darah hitam yang terjatuh. Gadis kecil di sampingnya melihat kondisi ibunya sontak menangis histeris. Namun tangisan gadis itu tidak berlangsung lama sebelum juga ikut di tusuk.
__ADS_1
Kedua orang itu langsung mengembuskan nafas terakhirnya dengan kuku panjang masih menempat di perut mereka.