
Kepala klan Lu masih tidak sadarkan diri. Sinar matahari mulai merembes di sela-sela lubang yang terdapat di dinding. Menerpa wajah lelaki itu.
Byurr…
Tiba-tiba saja air menyirami kepala klan Lu. Dia basah kuyup dan itu sukses membuat kepala klan Lu terbangun dengan raut wajah panik. Sepertinya dia baru saja bermimpi kebanjiran.
Dia masih belum menyadari akan kondisinya saat ini. Nyawanya belum terkumpul sempurna. Hingga dalam beberapa detik setelahnya, dia baru mengingat kalau semalam dia tengah berhadapan dengan beberapa anggota kelompok Naga Langit dan berakhir dengan tak sadarkan diri.
Mendapati tubuhnya yang diikat, tak bisa bergerak. Mengangkat pandangan, kepala klan Lu bisa melihat banyak orang sedang menatapnya kasihan. Salah satu dari mereka adalah orang yang menyebabkan dia mendatangi markas kelompok Naga Langit secara diam-diam, tidak lain dan tidak bukan orang itu akan Xiao Wang.
Kepala klan Lu mulai melancarkan aksinya, membujuk Xiao Wang.
"Hormat, ketua Xiao… tolong lepaskan aku, aku ingin berbicara penting dengan Tuan!"
Xiao Wang menatap datar kepala klan Lu, merasa aneh.
"Aku tidak habis pikir, mengapa kau begitu nekat datang ke markas kami, terlepas dengan status klan Lu yang saat ini tengah merosot turun. Apalagi datang dengan begitu tidak sopan." Xiao Wang menggelengkan kepalanya. Menatap kepala klan Lu dengan tatapan jijik.
"Maafkan aku, Ketua Xiao. Tapi aku tidak ada pilihan lain. Penjaga markas tidak akan menyetujui ku untuk bertemu denganmu! Tolonglah!" Kepala klan Lu memohon belas kasih Xiao Wang.
Memang dia menyadari akan reputasi klan Lu begitu buruk untuk saat ini. Namun dia masih menaruh harapan agar Xiao Wang mau mendengarkannya. Setidaknya saat ini rela membanting harga dirinya sebagai kepala klan Lu, terpenting baginya adalah klan Lu kembali bisa berjaya seperti dulu.
"Cih, lihatlah dirimu saat ini. Kondisimu sangatlah menyedihkan. Apakah kau masih pantas untuk berbicara denganku?"
Mendengar itu, kepala klan Lu merasa sakit hati. Hari ini benar-benar sial. Penyesalan kembali menghampiri dirinya. Betapa sombongnya dia dahulu, membangga-banggakan kelompok Naga Merah, sampai pernah bersumpah akan mengambil kepala Xiao Wang dan menggantungnya di gerbang masuk klan Lu.
"Maafkan aku! Aku mengakui bahwa tindakan ku ini sangat-sangat bodoh. Masuk tanpa izin seperti pencuri. Tapi tolong kasihani Aku, Tuan. Kita bisa bekerja sama dan melakukan negosiasi. Aku yakin tuan akan menyukai tawaran dari klan Lu!" Kepala klan Lu masih belum menyerah.
Xiao Wang menatap kepala klan Lu sejenak.
__ADS_1
"Hmm, baiklah. Akan ku beri kau kesempatan untuk berbicara dan menyampaikan tawaran itu."
Mendengar Xiao Wang yang setuju, kepala klan Lu memasang senyum samar. Lantas dengan penuh semangat, dia pun menjelaskan negosiasi.
"Tuan, kami memiliki keterampilan tanpa tanding milik klan Lu, selain itu beberapa keterampilan lain kami kuasai dari kekaisaran Wei. Jika tuan mau, kami akan membagikan keterampilan itu pada klan Xiao serta kelompok Naga Langit!" ucap Kepala Klan Lu dengan penuh yakin.
"Aku tidak tertarik!"
"Hmmphh…." Keyakinan tersebut seketika terhapus begitu saja. "Tuan, pikirkan baik-baik. Keterampilan yang kami miliki begitu sulit untuk di dapat. Bahkan keterampilan dari kekaisaran Wei juga sangatlah hebat-hebat… Jika kelompok Naga Langit mempelajarinya, aku yakin kelompok Naga Langit akan semakin berjaya!"
Tanpa menghiraukan orang itu, Xiao Wang menoleh ke arah Xiao Ming.
"Kau, telanjangi dia. Lalu buang dia jauh-jauh dari markas," perintahnya.
Xiao Ming dengan senyum liciknya menjawab Xiao Wang dengan penuh semangat. "Siap, pemimpin."
Setelah mengatakan itu Xiao Wang lantas beranjak pergi dari sana. Sedangkan kepala klan Lu memasang wajah buruk saat melihat kepergian Xiao Wang. Mencoba memanggil-manggil, namun justru malah berhasil nihil. Kini dia harus berhadapan dengan Xiao Ming serta yang lainnya, yang akan menelanjangi dirinya.
Aktivitas kelompok Naga Langit berjalan seperti biasanya. Xiao Wang memilih untuk kembali keluar markas. Tujuan adalah ke tempat dia berlatih semalam, guna melanjutkan pelatihannya.
Xiao Wang akan menyempurnakan Teknik yang dipelajari dari Xiao Han Ming, yaitu Teknik Pedang Dewa Naga. Ini merupakan salah satu teknik yang hanya boleh dipelajari oleh keturunan murni klan Xiao saja.
Setelah terbang cukup jauh, Xiao Wang sampai di tempat yang lengang. Banyak tebing-tebing tinggi yang melewati awan. Setiap tebing memiliki pepohonan hijau yang tumbuh cukup subur.
Xiao Wang menatap itu dengan perasaan nyaman. Menghela nafas sejenak, Xiao Wang menghembuskan kasar melalui mulutnya.
Dia lantas mengeluarkan pedang dari cincin ruang miliknya. Akan tetapi ini bukanlah pedang Dewa Siluman, ataupun Pedang Api Matahari. Melainkan pedang lain yang memancarkan hawa panas ekstrem. Bahkan jika saja Xiao Wang tidak mengendalikan suhu dari pedang itu, maka pepohonan hijau yang tumbuh di batu-batu tebing itu akan langsung mati.
Xiao Wang memperhatikan pedang tersebut. Lama sekali dia menyimpannya dalam cincin ruang. Semenjak pertarungan dengan Shi Yifen, Xiao Wang tidak pernah mengeluarkannya. Baru kali ini terbesit untuk mempelajari serta melihat kualitas dari pedang tersebut.
__ADS_1
"Pedang ini begitu panas dan kuat. Pedang ini memiliki kualitas senjata Dewa. Pantas saja bisa mengimbangi pedang Dewa Siluman. Aku penasaran bagaimana Shi Yifen memilikinya?!" gumam Xiao Wang.
Meski secara samar, tapi Xiao Wang bisa merasakan adanya aliran energi hitam pekat yang ditinggalkan oleh pemiliknya.
"Pedang ini sedikit memiliki energi sama persis dengan asap hitam yang ku temui dua bulan lalu. Milik pemimpin Mutlak kelompok Naga Merah." Xiao Wang menampilkan senyum kecil.
"Haha.. jadi seperti itu, akan ku gunakan pedang ini sebaik mungkin. Aku yakin Pemimpin Mutlak itu pasti tengah sibuk mencarinya." Xiao Wang sudah membayangkan bagaimana susahnya mencari pedang ini.
Xiao Wang melibaskan pedang itu, dia bersiap akan melepaskan satu jurus. Xiao Wang melakukan suatu gerakan tangan setelah mengumpulkan energi sangat banyak pada mata pedang.
Dia akan mengkombinasikan teknik milik klan Xiao serta pedang tersebut.
"Pedang Dewa Naga!"
Whush….
Terbentuk sosok naga besar dari libasan pedang Xiao Wang. Berbeda warna dari sebelumnya, dimana kali ini corak pada tubuh naga itu agak berbeda. Bukan lagi berwarna putih cerah, namun lebih ke warna coklat kemerahan dengan beberapa garis-garis merah menyala pada tubuh Naga tersebut.
Naga itu melesat lurus ke depan.
Duaarrr…
Menghantam salah satu tebing besar, hingga membuatnya hancur. Tapi tidak berhenti sampai di sana. Imbasnya masih menyebar, dan menghancurkan beberapa tebing sekaligus dalam radius jarak puluhan kilometer jauhnya.
Xiao Wang menatap hasilnya dengan wajah sumringah. Efeknya sangatlah besar. Namun Xiao Wang tidak langsung puas. Menurutnya, serangan tadi masihlah terbilang biasa. Xiao Wang berinisiatif memodifikasi teknik Pedang Dewa Naga hingga menghasilkan dampak yang lebih besar dan meluas.
Xiao Wang bersiap, dia akan kembali melancarkan serangan yang sama, namun kali ini gerakannya sedikit berbeda. Ada penambahan unsur intensitas lain pada aliran energi kali ini.
Pedang di tangannya memancarkan cahaya merah terang. Mengandung konsep energi yang sangat besar. Meluas hingga menciptakan seekor naga merah dengan corak yang berbeda dari naga pertama.
__ADS_1
\=\=\=
N/A: bantu like yg teman².